Tuhan Jangan Ambil Dia

Tuhan Jangan Ambil Dia
Mengikuti aktivitas Kim doong woon


__ADS_3

Keberhasilan mereka patut di acungi jempol. Kedua gadis ini semakin bersemangat untuk melakukan tugas mereka yang lain.


Tak hanya sampai disitu saja, mereka harus mengikuti aktivitas tuan Kim.


“Ayo Nin! Kita harus segera bekerja lagi.”Ucap Emely semangat.


“Oke Emely. Aku semakin merasa senang melakukan pekerjaan ini.”Jawab Nina.


Kedua gadis itu lalu pergi ke tempat Kim. Tugas mereka hari ini adalah mengikuti kegiatan Kim doong woon seharian.


Sampai di rumah Kim, tampak pria tampan sedang berolahraga seperti biasa.


Ia tersenyum manis melihat kedatangan kedua gadis unik itu.


“Pagi tuan Kim?”sapa Nina.


“Pagi juga. Silahkan duduk!”ucap Kim sambil minum air putih.


“Anda terlihat sangat tampan tuan!”Nina memuji dengan perasaan berbunga-bunga.


Kim langsung tertawa tipis yang menambah ketampanan pria itu.


“Apa tugasku hari ini?”tanya Kim.”


“Hari ini tugasnya adalah mengikuti kegiatan anda seharian ini.”Jawab Emely menjelaskan.


“Baiklah. Pagi ini aku hanya akan berolahraga.”Ucap Kim.


Nina langsung mencatat secara detail setiap kegiatan Kim.


“Selain olahraga gym, olahraga apa saja yang anda sukai?”tanya Emely lagi.


“Aku suka lari, basket dan badminton.”Jawab Kim memaparkan hobinya.


Nina sangat detail mencatat setiap ucapan dari Kim.


“Biasanya setelah olahraga, apa yang anda lakukan?”tanya Emely serius.


“Aku langsung mandi dan makan.”Jawab Kim santai.


Kim sangat menyukai jika melihat Emely berwajah serius seperti itu. Ia seakan sedang merasa di introgasi.


“Mengapa anda terlihat serius dengan hal ini?”tanya Kim.


“Iya tuan. Aku harus serius dalam melakukan pekerjaan ini. Jika tak serius maka perusahaan akan sangat rugi membayarku.”Jawab Emely yang sepertinya pernah mengutip kata ini dari seseorang.


“Wah! Anda benar-benar pekerja keras nona Emely!”ucap Kim merasa kagum akan semangat kerja Emely.


“Apa boleh aku melanjutkan pertanyaan lagi?”tanya Emely dengan wajah memohon.


“Silahkan nona Emely!”ucap Kim seakan tertarik dengan pembahasan ini.

__ADS_1


“Apa yang biasa anda makan di pagi hari setelah selesai olahraga?”tanya Emely.


“Aku hanya memakan sayuran dan kacang-kacangan. Setelah itu aku minum susu di pagi hari.”Jawab Kim.


“Pantas saja bentuk tubuh anda terlihat sangat sexi.”Puji Nina seakan tak sadar dengan ucapannya.


Emely langsung mencubit pelan paha Nina agar tak berbicara seperti itu lagi di hadapan tuan Kim.


“Kamu apaan sih Nin! Ini kan lagi wawancara.”Ucap Emely perlahan.


Nina hanya tersenyum mendengar ucapan dari Emely.


Rupanya Kim mendengar pembicaraan mereka walaupun dengan nada rendah.


Kedua gadis ini tampak lucu dan kekanakkan menurut Kim.


Mereka berdua sangat menggemaskan! Kim memuji dalam hati.


Setelah selesai wawancara, Kim mengajak kedua gadis itu untuk jalan-jalan.


“Ayo kita keluar dan pergi jalan-jalan!”ajak Kim.


Mendengar ajakan dari sang model terkenal membuat Nina sangat senang dan tak sabar lagi untuk segera pergi jalan-jalan.


“Iya tuan Kim. Kami pasti akan mengikutimu.”Jawab Nina penuh semangat.


Emely langsung menyela pembicaraan Nina.


“Maaf tuan Kim! Kami harus segera kembali ke kantor untuk bekerja.”Sambung Emely.


Karena tak ingin membuat tuan Kim tersinggung, akhirnya Emely dan Nina setuju untuk mengikuti pria tampan itu jalan-jalan.


Tuan Kim mengganti bajunya dan segera pergi bersama kedua gadis itu.


“Ayo pergi! Kita harus menikmati jalan-jalan ini!”Kim penuh semangat.


“Ayo Emely! Kapan lagi kita bisa menghabiskan waktu jalan-jalan bersama model tampan.”Ucap Nina yang terlihat sangat antusias.


Mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan langsung pergi jalan-jalan.


Kim membuka atas mobilnya agar bisa menikmati udara segar.


Nina berteriak kegirangan. Gadis ini tahu bagaimana cara untuk menikmati perjalanan yang sangat menyenangkan ini.


“Ayo Emely kita nikmati perjalanan ini!”ajak Nina.


Emelypun berdiri di tempat duduknya dan menikmati angin segar yang berhembus.


“Nah gitu dong baru sahabat aku.”Sambung Nina lagi.


Tuan Kim sangat bahagia melihat kedua gadis ini yang berhasil membuatnya tersenyum lagi.

__ADS_1


Rupanya Kim mempunyai masalah asmara dengan pacarnya. Ia ke Indonesia untuk liburan sekalian menenangkan diri dari pekerjaannya yang sangat padat.


Ia sangat bersyukur bertemu kedua gadis yang sangat menggemaskan itu.


Rasanya masalahku akan hilang jika bersama kedua gadis ini. Mereka nampak sangat bersahabat dan terasa hangat.Batin Kim merasa senang.


Kim menghentikan mobilnya di dekat pantai. Nampak udara segar berhembus di sekitar pantai.


“Wah! Ini sangat indah tuan Kim!”ucap Nina merasa senang.


“Terima kasih, karena sudah mengajak kami dan membuat temanku merasa senang hari ini!”ucap Emely tulus.


Kim hanya tersenyum dan memanggil kedua gadis itu untuk mengambil gambar bersama.


“Ayo kita ambil gambar sebagai kenangan!”ajak Kim.


Mereka akhirnya mengambil gambar bersama. Nina berada di samping kiri dan Emely kanan. Sedangkan tuan Kim berada di tengah. Sungguh terlihat sangat indah di pandang dari keakraban tiga orang tersebut.


Hampir empat jam mereka menghabiskan waktu di pantai dengan canda dan tawa.


Kim merasa beruntung bisa bertemu gadis baik dan hangat seperti Nina dan Emely.


“Terima kasih, sudah menemaniku jalan-jalan. ”Ucap Kim ramah.


“Kami juga sangat senang bisa berkenalan dengan anda tuan Kim.”Jawab Nina dan Emely yang serentak.


Waktu sudah menunjukkan sore hari. Mereka akhirnya pulang ke rumah. Hari ini begitu sangat indah dan terasa sangat menyenangkan untuk Emely dan Nina.


Karena sering bertemu, nampaknya kedua gadis itu sudah sangat akrab dengan tuan Kim. Mereka terlihat seperti seorang sahabat yang sudah lama mengenal.


Kim mengantar Emely dan juga Nina pulang ke rumah. Pria ini rupanya sangat menikmati hari-harinya di jakarta bersama kedua gadis menggemaskan ini.


Tuan Kim kembali ke rumahnya dengan perasaan senang.


Sampai di dalam rumah, sang bunda menyambut Emely dengan penuh senyuman. Ia merasa sangat bangga dengan kerja keras Emely selama ini.


Bunda Tamara memang telah berhasil mendidik Emely menjadi pribadi yang baik.


“Selamat datang sayang!”sambut Tamara.


“Bunda kok senyum-senyum sih. Pasti ada sesuatu kan?”ucap Emely penasaran.


“Tidak sayang. Bunda hanya bahagia dengan keberhasilanmu di kantor. Bunda harap Emely akan selalu mendapat keberuntungan!”jawab Tamara menahan air mata.


“Kenapa bunda terlihat sedih? Apa bunda tak bahagia?”ucap Emely turut sedih melihat ibunya.


“Bunda tak sedih sayang. Bunda hanya merasa bangga dan terharu.”Jawab Tamara meyakinkan Emely.


“Bunda jangan sedih ya! Emely janji akan melakukan yang terbaik untuk membahagiakan bunda!”ucap Emely langsung memeluk sang bunda.


“Terima kasih sayang. Terima kasih.”Jawab Tamara merasa bersyukur memiliki putri seperti Emely.

__ADS_1


Ibu dan anak ini saling berpelukan.


Sejauh ini pekerjaan Emely tak pernah mengalami hambatan dikarenakan dari doa seorang ibu yang sangat menyayanginya.


__ADS_2