
Akhirnya pesawat yang mereka tumpangi segera berangkat menuju negeri sakura.
Nina dan Emely sangat deg-degan karena mereka baru pertama kali ke luar negeri.
Sementara Kim dan Natan sudah biasa dengan perjalanan ke luar negeri.
Cuaca hari ini sangat bagus.Jarak yang mereka tempuh untuk sampai di Jepang adalah sekitar lima jam dua puluh satu menit.
Pesawat melaju dengan kecepatan 900 km/jam. Jika cuaca kurang baik maka jarak yang ditempuh bisa mencapai sembilan jam perjalanan.
Setelah terbang cukup lama, akhirnya pesawat landing di bandara internasional tokyo kokusai kako.
Sungguh perjalanan yang melelahkan. Walaupun demikian,Nina dan Emely sangat senang bisa berkunjung ke negara itu.
Natan dan Kim terlihat sangat perfect dengan style mereka masing-masing. Sementara Nina dan Emely hanya menggunakan baju seadanya.
Semua barang yang dipakai oleh Kim dan Natan adalah barang-barang mewah.
Dari baju,celana hingga asesoris semua adalah bahan-bahan yang berkualitas tinggi.
“Nin, ini benar-benar sangat indah!”ucap Emely kagum.
“Iya benar. Aku tak percaya kita bisa mengunjungi negara ini.”Jawab Nina membenarkan ucapan sahabatnya itu.
Tiba-tiba Natan menghampiri mereka berdua.
“Jangan kampungan ya.”Ucap Natan sambil tersenyum meninggalkan mereka.
“Dasar pria sombong.”Ucap Emely dengan nada perlahan.
“Tak perlu marah. Kita nikmati saja pemandangan di kota ini.”Jawab Nina tersenyum.
Nina dan Emely tak tahu jika Natan telah mengatur liburan mereka jauh hari memang.
Mereka ber-empat telah di jemput oleh teman Natan yang ada di jepang.
“Wah,direktur kita memang luar biasa!Aku tak menyangka akan se-happy ini Emely.”Ucap Nina perlahan.
“Kamu jangan sering memujinya.Nanti jiwa narsistiknya semakin menjadi-jadi.”Jawab Emely dengan nada perlahan.
Rupanya percakapan mereka tak sengaja di dengar oleh Natan.
Biasa wanita akan merasa bahagia jika di perlakukan demikian.Apa dia tak merasa bahwa perlakuanku sangat spesial terhadapnya?Dasar wanita aneh. Batin Natan mengeluh.
“Kok gitu sih. Direktur kita kan baik orangnya Emely.Ini sungguh sangat menyenangkan.”Ucap Nina yang terdengar membela sang direktur.
Natan tersenyum manis mendengar ucapan Nina yang seakan membelanya dari Emely.
kamu benar Nin. Aku memang pria yang paling perhatian dan perduli pada kekasihnya. Batin Natan seakan memuji dirinya sendiri.
“Iya-iya. Dasar cerewet.”Jawab Emely tersenyum.
Tuan Kim dan juga Natan telah berjalan lebih dulu ke arah mobil yang menjemput mereka.
Setelah itu,Nina dan Emely menyusul mereka.
Natan,Kim dan Ken sedang asyik mengobrol. Mereka terlihat sangat akrab satu sama-lain.
Tiba-tiba kedua gadis polos itu datang menghampiri mereka.
Nina dan Emely terlihat sangat gugup bersama ketiga pria tampan tersebut.
ini kan liburan aku dan Nina. Mengapa sekarang jadi terlihat seperti liburan mereka?Sungguh menyebalkan.Batin Emely mengeluh.
“Ayo masuk!”ajak Natan dengan wajah datar.
“Ayo gadis-gadis cantik,silahkan masuk!”sambung Kim tersenyum.
Mendengar ucapan Kim membuat Nina dan Emely tersenyum.
Tuan Kim sangat lembut. Ia berbeda dengan direktur sombong itu. Batin Emely berkata.
Walaupun kesal,ia tak berani terang-terangan menunjukkan kekesalannya terhadap sang direktur.
Akhirnya Nina dan Emely masuk ke dalam mobil itu. Mereka sangat senang bisa berkunjung ke Jepang.
Apalagi Nina yang sangat antusias dengan perjalanan ini.
“Aku tak menyangka kita akan ditemani oleh tiga pria tampan ini. Bukankah ini sangat menyenangkan?”tanya Nina pada Emely.
“Apaan sih Nin. Jangan keras-keras ngomongnya. Malu dong di dengar sama mereka.”Jawab Emely perlahan.
“Kenapa harus malu?Kita kan tak melakukan kesalahan bukan?”ucap Nina santai.
Kim tertawa mendengar ucapan Nina yang terdengar polos dan apa adanya itu.
Akhirnya Kim menyambung pembicaraan kedua gadis itu.
“Iya Emely. Kamu tak perlu sungkan atau merasa malu pada kami.Aku,Natan dan Ken akan menemani liburan kalian. Jadi,nikmati saja perjalanan ini.”Ucap Kim sambil tersenyum manis pada kedua gadis itu.
“Kalian harus banyak bersyukur karena ada tiga pria tampan yang akan menemani liburan kalian. Semua gadis berlomba agar bisa bersama kami. Tapi kalian berdualah yang terpilih untuk bersama kami.”Sambung Natan yang masih terdengar sombong dan narsistik.
Dasar pria narsistik. Aku hampir gila mendengar ucapannya yang tak masuk akal itu.Mengapa dia membuatku terlihat sangat aneh disini? batin Emely merintih.
“Apa kalian berpacaran?”tanya ken.
“Hahaha....untuk sekarang kita masih status berteman.Aku juga tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan hubungan kami.”Jawab Kim tersenyum.
Apa yang mereka bicarakan?Aku pasti gila langsung bertunangan dengan gadis yang baru ku kenal itu.Ya Tuhan,bagaimana jika mereka tahu aku telah tunangan dengan Emely?Ini benar-benar masalah yang sangat rumit.Natan bertanya-tanya dalam hati.
“Iya benar tuan Kim.Tak menutup kemungkinan ada yang bisa jadian diantara kita ber-empat,iya kan?”ucap Nina.
“Aku setuju denganmu Nin. Memang kamu wanita yang sangat menggemaskan.”Jawab Kim sambil tersenyum lebar.
Nina serasa melayang tinggi karena dipuji oleh sang model tampan itu.
Selama ini Nina selalu mengagumi sosok Kim doong woon.
__ADS_1
“Tuan Kim bisa saja. Aku jadi malu mendengar pujian itu.”Ucap Nina dengan wajah yang terlihat merah merona.
“Aku serius Nin. Kamu memang seorang gadis yang sangat menggemaskan. Apa kamu tak sadar dengan pesona dirimu selama ini?”sambung Kim lagi dengan pujiannya.
“Apa benar aku sangat mempesona?Aku sendiri tak menyadari dan masih tak percaya dengan ucapan tuan Kim.”Jawab Nina yang terdengar polos.
“Sudahlah. Jangan saling merayu di dalam mobil. Ada waktu dan tempatnya jika kalian mau mengungkapkan perasaan.”Sambung Natan sambil tersenyum.
“Iya Nin. Si jomblo abadi iri sama kita. hahaha..”Ucap Kim menggoda sahabatnya.
“Siapa bilang aku jomblo?Aku sudah punya kekasih sekarang.”Jawab Natan santai.
“Mana pacarmu?Kenapa tak dikenalkan pada kami semua?”sambung Kim lagi.
Emely terdengar menarik nafas dalam. Ia takut jika Natan akan memberitahukan pada mereka tentang hubungannya dengan Natan.
Terlebih lagi jika Nina tahu,pasti ia akan sangat marah karena tak diberitahu duluan.
Ya Tuhan,tolong selamatkan aku!Jangan sampai Natan membocorkan rahasia ini pada mereka. Aku akan jujur pada Nina jika saatnya telah tiba dan benar-benar dalam kondisi yang tepat.Batin Emely memohon.
“Pasti suatu saat kalian akan tahu juga siapa kekasihku sekarang.”Natan masih dengan nada santai.
“Iya tuan. Kenapa pacarnya tak diajak kesini?”ucap Nina masih dengan polosnya.
“Belum waktunya. Nanti kalian akan kaget jika melihat kecantikan pacarku itu.”Ucap Natan yang seakan membuat mereka penasaran dengan sosok gadis itu.
Mengapa aku jadi narsis dalam menanggapi setiap ucapannya?Bisa saja gadis yang ia maksud bukan aku. Dia kan tampan dan sangat kaya. Pasti mudah baginya untuk mendapatkan gadis yang dia inginkan. Tapi mengapa ia begitu fasih memuji kekasihnya dihadapanku?Bukannya aku adalah tunangannya.Sungguh sangat menyebalkan.Batin Emely seakan cemburu namun ia tak menyadarinya.
“Baiklah. Jika belum diberitahu. Yang penting bukan diantara dua gadis cantik ini kan?”ucap Kim menggoda.
“Hahahaa...mana mungkin Kim. Mereka bukan tipeku.”Ucap Natan santai.
“Hati-hati dengan ucapanmu bro!Apa yang tak mungkin bisa saja terjadi.”Sambung Ken seakan memberi nasehat pada Natan.
“Aku setuju sama Ken.”Jawab Kim membela Ken.
“Jangan rese kalian berdua.”Natan dengan nada yang mulai kesal.
Tak terasa akhirnya merekapun sampai di hotel yang berada di kota tokyo.
Hotel itu terlihat sangat mewah. Natan sengaja menyuruh Ken untuk mencarikan tempat yang nyaman bagi mereka.
Hotel itu dilengkapi dengan pemandangan yang sangat inidah. Di sakelilingnya terdapat bunga sakura,kolam renang dan SPA.
Natan sengaja memilih hotel itu, agar Emely bisa menikmati liburannya
Ia ingin memanjakan kekasihnya walaupun tanpa sepengetahuan dari Emely.
Jika ia memberikan secara langsung,pasti Emely akan menolak pemberiannya itu.
“Wah,ini benar-benar indah tuan!”ucap Nina kagum.
“Iya Nin. Ini adalah salah satu hotel terbaik yang ada di kota tokyo.”Jawab Kim.
“Pasti tuan Kim sering kesini kan?”ucap Nina.
“Ayo angkat barang-barang kalian!”ucap Natan.
Apakah dia seorang pria?Mana mungkin ia menyuruh wanita mengangkat koper yang besar sementara ia hanya membawa tas yang kecil. Anak kecilpun sanggup untuk mengangkat tas itu. Batin Emely kesal.
Nina dan Emely mulai mengangkat koper besar itu,namun tiba-tiba Kim datang dan mengambil koper itu dari tangan mereka.
“Biar aku saja yang bawa kopernya. Aku tak tega melihat gadis cantik seperti kalian membawa koper yang seberat ini.”Ucap Kim tersenyum.
“Wah!Tuan Kim benar-benar penyelamat kami.”Nina memuji.
“Iya tuan Kim. Terima kasih atas bantuannya.”Sambung Emely.
“Apa yang mereka ber-tiga bicarakan ya?Aku penasaran!Mengapa Kim yang mengangkat koper mereka?Apa dia sekarang lagi cari perhatian?”ucap Natan perlahan.
Natan dan Kim tidur terpisah.Sedangkan Nina dan Emely memilih untuk tidur sekamar.
“Aku akan tidur sekamar bersama Nina.”Ucap Emely.
“Apa kamu takut tidur sendirian?”tanya Natan.
“Tidak tuan. Aku akan senang jika di dalam kamar ada temanku bicara. Jadi suasananya tidak membosankan.”Jawab Emely.
Apa dia akan membawa sahabatnya tidur bersama jika sudah menikah nanti. Ucap Natan dalam hati.
Setelah membayar sewa hotel,akhirnya merekapun masuk ke kamar masing-masing.
Natan,Kim dan Ken masuk ke kamar juga.
Mereka bergabung di kamar tuan Kim.
Nina dan Emelypun masuk ke dalam kamar. Kedua gadis ini terlihat sangat lelah karena menempuh jarak yang cukup jauh.
“Aku capek Nin.”Ucap Emely sambil merebahkan dirinya diatas kasur yang sangat empuk dan nyaman.
“Aku juga. Tapi aku sangat senang dengan perjalanan ini. Kita sangat beruntung mendapatkan hadiah liburannya,terlebih lagi ditemani tiga pria tampan.”Jawab Nina yang terdengar jujur.
Emely hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari sahabatnya itu.
Baru istirahat beberapa menit,tiba-tiba bel pintu kamar mereka berbunyi.
Nina berlari membukakan pintu.
Rupanya orang yang datang itu adalah tiga pria tampan yang akan menemani liburan mereka.
“Bersihkan diri kalian!Kita akan pergi keluar makan.”Ucap Natan dengan nada datar.
“Kalian dandan yang cantik. Kami akan membawa kalian ke tempat paling istimewa di hotel ini.”Sambung Kim lagi.
“Baik tuan.Kami akan segera mandi dan bersiap-siap.”Jawab Nina.
“Dimana teman gadismu yang satu?”tanya Natan yang seolah-olah cuek tapi perduli.
__ADS_1
“Emely lagi istirahat sejenak tuan. Aku akan membangunkannya nanti.”Jawab Nina.
“Apa dia niat liburan atau cuma mau datang tiduran saja disini?”ucap Natan yang mulai terdengar kesal.
Tiba-tiba Emely berlari menghampiri mereka. Rupanya wajah gadis ini terlihat sangat lelah karena menempuh jarak yang cukup jauh.
“Kamu siap-siap ya!Kita akan makan malam sebentar.”Ucap Kim tersenyum.
“Iya tuan Kim. Maaf,aku ketiduran tadi.”Jawab Emely jujur.
“Ya sudah, Jangan buang waktu. Sekarang cepat kalian siap-siap!”perintah Natan.
Akhirnya kedua gadis itu segera mandi dan bersiap-siap untuk keluar makan.
“Kata direktur;kita harus tampil cantik malam ini.”Ucap Nina menyampaikan pesan dari sang direktur.
“Aku tak punya baju yang bagus Nin. Jadi mustahil untuk tampil cantik.”Jawab Nina lesuh.
“Aku juga tak punya baju yang bagus. Kita tampil seadanya saja ya.Tapi aku khawatir dengan tampilan kita yang akan membuat mereka malu nantinya.”Ucap Nina lagi.
Masih asyik bercerita,tiba-tiba suara bel kamar berbunyi lagi.
Nina dan Emely berlari membukakan pintu.
Mereka terkejut,karena orang yang datang itu adalah Natan sang direktur yang narsis menurut Emely.
“Tuan!Ada perlu apa kesini?”tanya Nina.
“Kalian ambil baju ini dan kenakan sekarang. Aku tahu kalian pasti tak punya baju yang bagus.Pakai itu dan jangan membuat kami malu.”Ucap Natan sambil memberikan bingkisan itu.
“Terima kasih tuan.”Jawab Nina.
Emely hanya terdiam dan kesal mendengar ucapan dari Natan.
Apa dia itu seorang pangeran?Sungguh membuat kesal saja.Batin Emely mengeluh.
“Cepat pakai baju ini!Jangan melamun dan kebanyakan mikir.”Ucap Natan lagi dengan nada yang agak tinggi ssmbil pergi meninggalkan mereka.
“Ayo Emely!Kita buka bingkisan ini.”Ajak Nina.
Akhirnya mereka berdua membuka bingkisan yang diberikan oleh sang direktur.
“Wah,bajunya sangat bagus!Pasti harganya mahal.”Ucap Nina senang.
“Iya. Bajunya sangat cantik. Butuh waktu setahun menabung untuk dapat membeli baju ini.”Jawab Emely membenarkan ucapan Nina.
“Iya Emely. Direktur kita sangat baik dan perhatian pada karyawannya ya.”Ucap Nina memuji direktur.
Emely langsung terdiam. Ia tak menyambung ucapan Nina.
Baik apanya.Dia adalah pria yang hanya mementingkan dirinya sendiri.Kata hati Emely.
“Tak perlu memujinya terlalu banyak Nin. Ayo cepat kita pakai bajunya dan segera turun ke bawah.”Ucap Emely sambil memakai baju itu.
Setelah selesai berdandan, kedua gadis itu langsung turun ke bawah.
Rupanya tiga pria tampan sudah menunggu mereka dari tadi.
Mereka sangat terkejut melihat perubahan dari kedua gadis itu.
“Wah,Kalian sangat cantik!”ucap Kim memuji.
“Aku hampir saja tak mengenal kalian.”Sambung Ken lagi.
“Benar Ken. Kalian berdua benar-benar cantik!”puji Kim lagi.
“Tuan Kim jangan terlalu berlebihan. Kami tak secantik itu tuan.”Jawab Nina merendah.
“Aku serius Nin. Kalian benar-benar cantik malam ini!”ucap Kim tersenyum.
“Terima kasih tuan Kim.”Jawab Emely.
Natanpun merasakan hal yang sama dengan Kim dan juga Ken.
Namun pria tampan ini tak mau menunjukkan secara langsung pada kedua gadis itu.
“Ayo tuan putri kita pergi makan!”ajak Kim sambil menggenggam tangan Emely.
“Ayo Nin! Mau gandengan sama aku?”tanya Ken.
Nina tersenyum sambil memberikan tangannya pada Ken.
Natan terlihat sangat kesal,karena hanya dia yang tak memiliki pasangan.
Hah,apa-apaan mereka.Jalan bergandengan seperti pasangan kekasih saja.Harusnya aku yang memegang erat tangan Emely.Mengapa Kim yang harus menjadi pangerannya malam ini? batin Natan mulai kesal.
Mereka berjalan ke arah restoran mewah di dekat hotel itu.
Kedua gadis cantik ini di gandeng oleh para pria tampan.
Mereka berdua diperlakukan layaknya seperti seorang putri.
Dari hidangan yang mewah dan kejutan-kejutan lainnya.
Nina dan Emely sangat senang dengan liburan ini. Apalagi perlakuan tuan Kim dan juga Ken yang sangat spesial untuk kedua gadis itu.
Sementara Natan hanya menyaksikan mereka yang seakan-akan seperti seorang pasangan kekasih yang sedang menikmati liburan.
Sungguh menyebalkan.Aku sendiri dan menyaksikan kebersamaan mereka.Dia terlihat senang bersama Kim. Apa dia lupa jika aku bertunangan dengannya? batin Natan mengeluh lagi.
“Terima kasih buat semua!Berkat kalian,aku dan Nina sangat senang dan menikmati makan malamnya.”Ucap Emely tersenyum.
“Iya. Kami sangat berterima kasih juga untuk pakaian yang diberikan oleh tuan Natan.”Sambung Nina.
“Iya sama-sama. Kalian tidur secepatnya. Masih banyak tempat yang akan kita kunjungi besok.”Jawab Kim tersenyum.
Akhirnya kedua gadis itu langsung masuk ke kamar mereka untuk segera istirahat. Para priapun melakukan hal yang demikian.
__ADS_1