
Setelah kejadian itu,Natan dan Emely merasa canggung jika bertatap muka langsung.
Natan merasa aneh pada dirinya sendiri semenjak kejadian itu.
Apa yang salah dengan otakku?Setiap melihat wajahnya,fikiranku jadi tak karuan.Batin Natan merasa aneh.
Pagi yang cerah.Nina dan Emely masih tidur karena kecapekan dengan perjalanan seharian itu.
Suara bel kamar mereka berbunyi.
Nina yang masih tertidur lelap,sedangkan Emely memaksakan dirinya untuk membukakan pintu.
Ia tak sadar masih dalam keadaan memakai baju tidur.
Emely berjalan lambat dan masih agak sedikit pusing.
Ia kemudian membukakan pintu.Alangkah terkejutnya ia melihat sosok pria tampan yang berdiri di hadapannya.
Pria itu tak lain adalah Natan.
“Mengapa anda kesini pagi-pagi tuan?”tanya Emely yang mulai merasa canggung.
“Aku hanya memastikan keadaanmu baik-baik saja atau tidak.Semalam kamu mabuk. Aku berfikir jika pagi ini kepalamu pasti terasa pening.”Jawab Natan yang terdengar datar namun perduli.
“Kepalaku baik-baik saja tuan.”Ucap Emely seadanya.
Emely belum sadar dengan baju yang ia kenakan sekarang.
Tak dipungkiri jika tubuh Emely terlihat sangat indah. Kakinya yang panjang,kulitnya terlihat putih dan bersih.
Natan hampir tak percaya melihat keindahan tubuh Emely.
Aku hampir tak percaya dengan keindahan tubuh Emely.Batin Natan.
Natan tak sadar jika ia masih menatap lama setiap lekukan tubuh Emely yang terlihat indah.
Emely sangat heran dengan raut wajah Natan yang hanya fokus menatapnya.
Alangkah malunya gadis cantik ini.Ia tak tahu jika sekarang hanya mengenakan baju tidur yang memperlihatkan bagian kaki dan pahanya yang indah.
“Tuan,apa yang anda lakukan?”tanya Emely dengan raut wajah malu.
Seperti ada yang menegurnya,tiba-tiba Natan tersadar dari lamunannya yang indah.
Sebenarnya Natan tak berfikiran negatif. Ia hanya tak percaya jika Emely memiliki tubuh yang indah jauh dari bayangannya.
“Hah,ada apa memangnya?”tanya Natan balik karena tak mendengar secara jelas ucapan Emely tadi.
Gadis ini hanya terdiam.Ia tak tahu harus menjawab apalagi pada Natan.
Emely langsung berlari ke dalam karena tak tahan dengan kondisinya yang sekarang.
Sementara Natan hanya melihat tingkah Emely yang membuatnya bingung.
“Ada apa dengan gadis itu?Mengapa ia terburu-buru pergi meninggalkan aku sendiri di depan pintu ini?”ucap Natan yang tak sadar dengan apa yang terjadi barusan.
Sementara Emely langsung masuk ke dalam kamar mandi. Rasa kantuknya langsung hilang seketika.
Emely benar-benar merasa malu pada Natan. Ia takut jika Natan akan berfikir bahwa dirinya ingin menggoda sang direktur tampan itu.
“Emely,apa yang kau lakukan?Mengapa kamu sangat ceroboh?Apa yang difikirkan direktur nanti?Emely,kamu benar-benar bodoh!”ucap Emely menyalahkan dirinya.
Natan langsung pergi meninggalkan kamar Emely dengan perasaan bingung.
Ia tak mengerti kenapa Emely bersikap demikian terhadapnya.
“Apa dia malu bertatap wajah denganku?atau mungkin saja karena wajahku sangat tampan.”Ucap Natan perlahan sambil senyum-senyum sendirian.
Emely langsung mengambil handuk yang ada di dekat kamar mandi. Ia mengira kalau sang direktur masih ada di depan pintu kamar hotel yang meteka tempati.
“Apa dia masih disitu?”ucap Emely penasaran.
Gadis ini berlari mengambil pakaiannya. Ia menoleh ke arah pintu kamar,namun sang direktur tak lagi berada disitu.
“Syukurlah,ia sudah pergi!”ucap Emely senang.
Ia segera menutup pintu dan membaringkan tubuhnya sejenak di atas ranjang yang empuk itu.
“Rasanya,aku ingin tidur lagi.”Ucap Emely lagi.
Sementara Nina belum bangun sedari-tadi.
Emely membangunkan Nina.
“Nin,ayo bangun!”ucap Emely sambil menepuk paha Nina.
Walaupun demikian,Nina belum menunjukkan tanda-tanda jika ia akan bangun.
Emely masih kefikiran dengan kejadian tadi. Ia senyum-senyum sendirian.
Ada perasaan malu dan juga senang.Ia juga tak menyadari apa yang ia rasakan sekarang.
Mengapa aku sangat aneh hari ini?Seharusnya aku tak perlu bertindak seperti itu.Natan adalah tunanganku.Jadi,aku harus belajar menyesuaikan diri jika bersamanya.Batin Emely seakan sadar dengan posisinya sekarang.
Natan kembali ke kamarnya.Ia senyum-senyum sendiri. Tak tahu mengapa ia sekarang jadi aneh seperti itu.
“Sebenarnya,ia adalah gadis yang menarik.Mengapa aku baru merasakan hal itu sekarang?Aku harus membuat ia nyaman di dekatku mulai sekarang.”Ucap Natan bersungguh-sungguh.
Baru ingin memikirkan Emely,tiba-tiba suara bel kamarnya berbunyi.
Natan langsung segera membukakan pintu.
Orang yang datang itu,tak lain adalah Kim dan Ken.
__ADS_1
“Morning bro?Kok,belum mandi.”Ucap Kim menggoda Natan.
“Iya.Kamu masih terlihat sangat kusut.Ayo pergi mandi sana!”sambung Ken tersenyum.
Mengapa mereka berdua datang se-pagi ini di kamarku?Mengganggu kesenanganku saja.Batin Natan kesal.
“Kita sarapan pagi yuk!”ajak Kim.
“Iya.Aku juga lapar.”Sambung Ken.
“Apa Nina dan Emely sudah bangun?”tanya Kim.
“Aku tak tahu. Sedari-tadi mereka tak kelihatan.”Jawab Ken.
“Apa kamu melihat mereka tadi?”tanya Kim pafa Natan.
“Mereka masih tidur.”Jawab Natan singkat.
“Coba telfon Emely!”ucap Ken menyuruh Kim.
Kim tanpa basa-basi,ia langsung menelfon Emely.
Hari ini ketiga pria ini,ingin mengajak Nina dab Emely ke pantai.
“Pagi Emely?”sapa Kim.
“Pagi juga tuan Kim?”jawab Emely.
“Apa kalian sudah bangun?”tanya Kim lagi.
“Aku sudah bangun tuan.Hanya saja,Nina belum bangun sedari-tadi.”Jawab Emely menjelaskan.
“Bangunkan dia!Kalian cepat mandi dan langsung turun sarapan pagi!Masih banyak tempat yang akan kita kunjungi hari ini.”Ucap Kim.
“Iya tuan Kim Aku akan segera membangunkan Nina.Kita akan kemana hari ini tuan?”tanya Emely penasaran.
“Hari ini,kita akan ke pantai.Kalian harus menikmati keindahan pantai yang ada disini.”Jawab Kim.
“Baiklah tuan Kim.”Ucap Emely sambil mengakhiri pembicaraan.
Emely langsung membangunkan Nina.
“Nin,ayo cepat bangun!Tuan Kim akan mengajak kita ke pantai hari ini.”Ucap Emely.
Nina masih mengantuk,namun ketika mendengar Emely menyebutkan nama tuan Kim,tiba-tiba Nina langsung terbangun seketika. Nina terlihat sangat segar,seperti tak terlihat lelah.
Rupanya Nina sudah siap untuk melakukan perjalanan lagi.
“Kamu kenapa sih Nin?Aku menyuruhmu bangun dari tadi,tapi kamu tak kunjung bangun.Setelah mendengar ajakan tuan Kim,tiba-tiba saja kamu seperti orang yang baik-baik saja.”Ucap Emely heran dengan sikap Nina.
“Jangan kepo dan cerewet.Ayo kita segera mandi dan siap-siap ke pantai!”ucap Nina tersenyum malu-malu.
“Ih rese loh Nin.Kamu jatuh cinta sama Kim ya!”ucap Emely seakan menuduh sahabatnya itu.
“Hahahaha...kamu tak perlu menyembunyikan dariku Nin.Aku bisa melihat raut wajahmu yang malu-malu itu.”Ucap Emely yang semakin menggoda sahabatnya.
“Ih,Emely rese.”Jaeab Nina langsung masukbke kamar mandi.
Emely tertawa lebar, karena melihat wajah Nina berubah menjadi merah merona.
“Hahahahaha....akui saja Nin.Aku tahu,kamu menyukai tuan Kim.”Teriak Emely.
“Ih,Emely. Kamu memang gadis menyebalkan.”Jawab Nina dengan nada kesal.
“Aku sangat bingung denganmu Nin.Kamu terlihat akrab dengan kedua pria tampan itu.Aku juga tak tahu,siapa yang nantinya akan kamu pilih sebagai kekasihmu?”ucap Emely yang terdengar semakin asyik menggoda sahabatnya.
“Iya-iya.Aku suka keduanya.Apa kamu puas sekarang?”teriak Nina dalam kamar mandi.
“Jangan marah Nin!Aku akan mendukungmu dengan siapa saja yang akan menjadi kekasihmu nanti.”Ucap Emely.
“Iya,Emely.Aku juga akan mendoakanmu agar berjodoh dengan direktur dingin itu.”Jawab Nina tertawa lebar.
Emely tak membalas lagi ucapan Nina. Ia bingung harus berkata apa.
Tiba-tiba,Nina berteriak dari dalam kamat mandi lagi.
“Apa kamu mau,jika tuhan menjadikan kalian pasangan kekasih?”tanya Nina yang kembali menggoda sahabatnya.
Emely hanya terdiam.Gadis ini berseru pada Nina.
“Cepat saja mandi!Aku juga mau mandi.Kita akan kena pasal jika berlama-lama.”Seru Emely.
“Hahahaha....kedengarannya sekarang,kamu sedang mengalihkan pembicaraan ya.”Seru Nina yang terdengar senang menggoda sahabatnya.
“Ih,dasar rese loh Nin.”Jawab Emely kesal.
Nina tertawa lebar,ia sangat senang menggoda Emely.
Selesai mandi,Nina langsung bersiap-siap. Sementara Emely baru akan mandi.
“Kamu cepat mandi ya!”ucap Nina.
“Iya Nin.Aku juga tak akan berlama-lama.Kamu duluan saja ke bawah!”ucap Emely.
“Iya.Aku akan turun duluan ya.Nanti kamu cepat menyusul ke bawah.”Seru Nina.
Akhirnya,Nina turun duluan ke bawah.
Ia melihat tiga pria tampan telah berada di meja makan sedari-tadi.Nina menghampiri mereka.
“Pagi semua?”sapa Nina tersenyum.
“Pagi juga Nin?”jawab Kim.
__ADS_1
“Kamu terlihat sangat cantik pagi ini.”Puji Ken.
Natan hanya diam ketika mendengar pujian Ken terhadap Nina.
“Diman Nina?”tanya Kim.
“Nina sementara mandi.Nanti ia akan menyusul kesini.”Jawab Nina.
“Mengapa ia sangat lama kesini?Aku sudah menyuruhnya untuk mandi secepatnya tadi.Kalian makan duluan!Aku akan menyusulnya ke atas.”Ucap Natan langsung meninggalkan mereka.
Kim,Ken dan Nina sangat bingung dengan tingkah Natan yang tak biasanya.
Ia terlihat seperti buru-buru ingin menghampiri Emely.
“Ada apa dengannya ya?Mengapa ia terlihat sangat aneh hari ini?”ucap Kim yang mulai merasa bingung.
“Iya,kamu benar Kim.Akupun merasakan hal yang sama. Natan bertingkah tak seperti biasanya.Aku sangat mengenalnya.
Ia tak akan mungkin bersikap demikian,jika tak ada sesuatu yang ia rasakan.”Ken menjelaskan dengan nada penasaran.
Sementara Nina hanya terdiam menyaksikan pembicaraan mereka.
Namun dalam hati,Ninapun merasakan hal yang demikian.
Ada apa dengan sang direktur ya?Aku sangat heran dengan sikap yang ia tunjukkan barusan.Batin Nina mulai merasa bingung.
Kim,Ken dan Nina tak tahu jika Natan dan Emely telah bertunangan beberapa bulan yang lalu.
Tak pernah ada bayangan,jika Natan akan menjadikan Emely sebagai tunangannya.
Sampai di atas.Natan langsung membunyikan bel kamar. Ia tak lagi merasa canggung ataupun merasa aneh dengan perilakunya sekarang.
Yang bisa ia fikirkan sekarang adalah menemui Emely.
Rupanya Emely baru selesai mandi.Gadis cantik ini masih mengenakan handuk berwarna putih yang panjangnya hanya sampai di lutut.
Emely berjalan cepat untuk membukakan pintu.Ia mengira jika orang yang datang adalah Nina sahabatnya.
Setelah membuka pintu,alangkah terkejutnya.
Ternyata,orang yang datang bukanlah Nina.
Sang direktur berdiri tepat di hadapan Emely yang hanya mengenakan handuk berwarna putih.
Emely sangat merasa malu untuk yang kedua kalinya dalam sehari ini.
Ya Tuhan!Aku benar-benar merasa malu padanya. Mengapa ia sekarang berdiri tepat di depanku dalam keadaan yang sangat tak pantas ini? batin Emely mulai merintih.
Rupanya,Natan paham dengan raut wajah Emely sekarang.Natan sengaja tak ingin menatapnya lama-lama.Ia khawatir jika Emely akan berfikiran yang aneh-aneh tentangnya.
Natan hanya akan bersikap santai seperti biasanya.
Emely yang masih merasa malu,namun ia tak bisa menghindari Natan yang sudah berdiri tepat di hadapannya.
“Ada apa pak?”tanya Emely yang terdengar agak sedikit gugup.
“Apa kamu akan lari lagi seperti tadi?Membiarkan pria berdiri di depan pintu sangatlah tak sopan.Apa aku tak di izinkan masuk ke dalam?”tanya Natan yang seakan menunjukkan wajah yang tak seperti biasanya.
Emely tambah gugup karena mendengar ucapan Natan barusan.
Apa dia sudah gila?Apa yang akan difikirkan mereka,jika tahu aku membawa pria masuk ke dalam kamar ini. Batin Emely merintih dan mengharapkan ada keajaiban yang datang menolongnya nanti.
Emely tak punya alasan untuk menolak Natan masuk ke dalam kamar mereka.
“Silahkan masuk pak!”ajak Emely masih dengan wajah salah tingkah.
Natan tak menjawab.Ia langsung masuk dab mengikuti jejak kaki Emely.
“Silahkan duduk tuan!Aku ganti baju dulu.”Ucap Emely dan langsung meninggalkan Natan.
Emely segera memakai baju.Ia tak ingin membuat sang direktur menunggu lama.
Emely duduk di depan kaca untuk mengeringkan rambutnya.
Tiba-tiba,Natan muncul di belakang Emely dan mengambil pengering rambut yang dipegang oleh Emely.
Natan tanpa bicara,ia langsung membantu Emely mengeringkan rambutnya.
Gadis ini tak menolak ataupun bertanya pada Natan dengan apa yang dilakukannya sekarang.
Natan dengan lembut memegang rambut Emely dan mulai mengeringkannya.
Apa yang terjadi dengan direktur?Mengapa ia terlihat sangat aneh hari ini?Tak seperti biasanya ia melakukan hal yang demikian.Batin Emely kebingungan.
Setelah mengeringkan rambut Emely,tiba-tiba Natan langsung mendekati Emely.Ia berbicara lembut pada gadis itu.
“Mulai sekarang,jangan pernah lagi menatap pria lain selain aku.Detik ini,jangan pernah lagi menggenggam tangan dari pria lain.Kamu adalah tunanganku.Bersikaplah seperti kekasihku.Aku tak ingin jika tunanganku menggenggam tangan pria lain.Aku juga tak suka mendengar jika tunanganku memuji pria lain.Mulai dari sekarang kita harus menjadi pasangan kekasih sungguhan.”Ucap Natan sambil mencium pipi Emely.
Setelah mengatakan hal itu,Natan langsung turun duluan ke bawah.
Sepanjang jalan,ia senyum-senyum sendirian seperti orang yang kehilangan akal sehatnya.
Emely tambah merasa bingung dan panik Ia terkejut dengan sikap Natan yang sangat berubah-ubah itu.
Ya Tuhan,apa yang terjadi barusan?Apa aku bermimpi atau cuma berhayal?Mengapa ia menciumku tanpa alasan? batin Emely mulai resah.
Ia tak ingin berfikiran yang macam-macam dengan kejadian barusan.
“Aku tak boleh berfikiran lebih.Mungkin direktur hanya khilaf melakukan hal itu.Aku tak percaya jika ia berani melakukan hal itu.”Ucap Emely dengan wajah senang bercampur malu.
Sungguh Emely salah tingkah setiap bertemu Natan.
Ia selalu mengingat kejadian yang menurutnya tak masuk akal.
__ADS_1
Emely mulai terganggu dengan perasaannya sekarang.Tanpa ia sadari,jika Natan sekarang lagi mengambil hatinya agar jatuh ke pelukannya.