Tuhan Jangan Ambil Dia

Tuhan Jangan Ambil Dia
Bertemu Kim doong woon


__ADS_3

Para karyawan merasa sulit melakukan tugas itu. Belum ada satu orangpun yang bisa mengajak kerja sama sang model terkenal itu termasuk Emely dan Nina.


Kedua gadis ini tak mau menyerah begitu saja dengan tugas ini.


Emely semakin tertantang untuk melakukan pekerjaan sulit ini.


Ninapun demikian. Ia sangat tertarik dengan hadiah liburan gratisnya.


“Ayo,kita mulai bekerja! Jangan pernah bosan membujuk pria model itu.”Ucap Emely penuh keyakinan.


“Oke Emely. Aku juga tak sabar ingin mendapatkan hadiah liburan itu.”Jawab Nina penuh semangat.


Kedua gadis ini pergi lagi ke alamat model itu.


Mereka sebenarnya tak yakin akan membuat Kim doong woon bekerja sama.


Meskipun sangat kecil peluangnya,namun kedua gadis ini tetap saja mencoba peruntungan.


Kedua kelompok yang lain sudah menyerah untuk bertemu dan meminta kerja sama pada model itu.


Pagi yang cerah, Emely dan Nina langsung pergi ke alamat sang model.


Seperti biasa ada seekor anjing yang terus-terusan menggonggong.


Nina dan Emely tetap membulatkan tekad untuk tetap masuk ke dalam.


Betapa terkejutnya kedua gadis itu yang menemukan Kim sedang olahraga di halaman rumah. Pria itu bertelanjang dada dan nampak otot-ototnya yang kekar membuat pemandangan semakin indah terlihat.


“Ya Tuhan, ini memang ciptaanmu yang paling sempurna!”ucap Nina terpesona dengan tubuh sang model.


“Ih apaan Nin. Mengapa kamu menatap pria yang lagi telanjang seperti itu?”jawab Emely sambil menutup mata


“Dasar gadis bodoh! Cobalah perhatikan tubuh indah dan sexi itu!”Nina mengoceh sambil menarik tangan Emely hingga terlepas.


Rupanya Kim sudah melihat tingkah mereka sedari tadi.


“Ada apa dengan gadis itu? Mengapa ia menutup mata kala melihatku?”kim bingung.


Nina langsung menoleh ke arah Kim yang sedang melihat mereka. gadis ini tersenyum manis namun tak dibalas oleh Kim.


Pandangan Kim hanya tertuju pada gadis yang menutup mata yang tak lain adalah Emely.


Kim melambaikan tangannya menandakan ia menyuruh kedua gadis itu untuk ke tempatnya sekarang.


“Ayo Emely! Kelihatannya pria itu memanggil kita.”Ajak Nina dengan wajah penuh senyuman.


“Apa dia sudah pakai baju?”tanya Emely yang masih dengan mata tertutup.


“Dasar bodoh! Ayo buka matamu dan nikmati pemandangan yang indah ini!”jawab Nina langsung menarik Emely.


Mereka berdua akhirnya pergi ke tempat sang model tampan.


Nina merapat dekat sedangkan Emely masih menutup matanya.


“Hey, buka matamu! Apa yang salah denganmu?”tanya Kim dan menyuruh Emely membuka matanya.

__ADS_1


“Maaf,tuan Kim. Dia memang kalau lagi banyak masalah sikapnya akan seperti ini.”Jawab Nina berbohong.


Bagaimana kita bisa bicara jika kamu menutup mata?”ucap Kim pada Emely.


“Ayo buka matamu Emely!”ucap Nina perlahan.


Tiba-tiba Emely langsung menjawab Kim.


“Tolong pakai bajumu tuan! Aku akan berbicara jika anda memakai baju.”Ucap Emely yang masih menutup matanya sedari tadi.


“Oke.”Jawab Kim singkat.


Lalu Kim mengambil baju dan langsung memakainya.


“Aku sudah memakai baju. Silahkan buka mata anda nona!”ucap Kim lagi.


Seketika itu Emely langsung membuka mata dan mulai berbicara pada sang model.


“Silahkan duduk!”ucap Kim santai.


Mendengar hal itu, Nina langsung mengambil kursi dan duduk di dekat pria tampan itu. Sementara Emely dengan wajah serius langsung masuk ke pembicaraan inti.


“Terima kasih,atas waktunya tuan Kim. Perkenalkan namaku Emely denisa. Aku bekerja di perusahaan majalah. Maksud kedatanganku adalah mengajak anda untuk bekerja sama dengan perusahaan kami. Pihak perusahaan akan sangat berterima kasih jika anda mau bekerja sama. Banyak keuntungan yang di dapatkan jika anda mau bergabung. Ayo bekerja sama dan dapatkan keuntungan!”ucap Emely serius.


Melihat wajah Emely membuat sang model tertawa lebar. Ia tak menyangka masih ada gadis yang kaku seperti itu. Kim semakin tertarik melihat ekspresi wajah lucu Emely. Gadis itu menjelaskan dengan wajah yang terlihat sangat serius.


“Apa keuntunganku jika bekerja sama dengan perusahaan kalian?”tanya Kim yang seakan menikmati wajah polos Emely.


“Banyak tuan. Anda bisa mendapatkan keuntungan yang banyak. Uang anda akan semakin banyak jika bekerja sama dengan perusahaan kami.”Jawab Emely yang terdengar polos namun serius.


Kim semakin tertawa lagi mendengar jawaban Emely yang terbuka namun jujur.


“Uang?hahaahaha...anda memang sangat terbuka dan to the point. Tak perlu terlihat serius seperti itu. Apa alasan anda ingin mengajakku kerja sama?”tanya Kim lagi yang masih mengerjai Emely.


“Tuan Kim adalah salah satu model terkenal dan mempunyai banyak potensi. Selain model,anda juga pernah bermain di beberapa judul film dan layar lebar. Perusahaan kami sudah memantau perjalanan karir anda selama beberapa tahun terakhir ini. Marilah kita bekerja sama dan dapatkan keuntungan!”ajak Emely lagi.


Rupanya gadis itu sangat serius dengan ucapannya. Apa aku harus menerimanya atau tidak?Batin Kim masih merasa bingung.


Saat ini,Kim tak tertarik untuk bekerja sama dengan perusahaan manapun. Ia hanya datang berlibur dan menghabiskan waktunya di Indonesia.


Tapi mengapa setelah berbicara dengan gadis ini, Kim semakin terbuka hatinya untuk memulai kerja sama.


Kim adalah model yang sangat susah di ajak bekerja sama. Kalaupun setuju, mungkin adalah suatu keberuntungan yang tak terduga.


“Baiklah. Aku akan menyetujui permintaanmu jika saja kamu mau terjun ke kolam renang itu untuk mengambil berkas ini.”Ucap Kim memulai tantangan.


Tanpa berfikir panjang, akhirnya Emely menyetujui permintaan Kim.


Emely langsung saja terjun ke dalam kolam renang dan mengambil tiap lembar kertas yang di buang oleh tuan Kim.


Melihat hal itu, membuat Nina sangat panik.


Gadis ini tahu kalau Emely tak bisa berenang.


Nafas Emely terengah-engah dalam mengambil tiap lembaran kertas itu.

__ADS_1


Sampai akhirnya ia berhasil melakukan tugasnya,namun Emely tak bisa lagi naik ke permukaan. Gadis ini rupanya telah meminum air kolam itu.


Nina berteriak panik meminta pertolongan Kim.


“Tuan Kim, tolong sahabat saya yang tak bisa berenang!”teriak Nina yang merasa sangat panik.


Kim langsung terjun ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan Emely.


Pria ini tak tahu jika Emely tak bisa berenang.


Kim mengangkat tubuh Emely di atas kolam renang. Emely terlihat mengeluarkan air banyak di dalam mulutnya.


Sang model langsung menindih dengan tangannya ke bagian perut Emely agar air yang masuk ke dalam mulut bisa keluar semua.


“Ayo bangun Emely!”ucap Nina dengan nada panik.


Setelah melakukan hal itu, akhirnya semua air kolam yang masuk ke mulut Emely keluar. Kini gadis itu masih tampak lemas. Emely masih bisa tersenyum walaupun dalam keadaan seperti itu.


Kim mengangkat tubuh Emely dan membawanya masuk ke dalam kamar. Ia menyuruh Nina untuk mengganti pakaian sahabatnya.


“Tolong ganti bajunya!”ucap Kim sambil memberikan sebuah baju lengan panjang dan celana jeans.


Nina mengambil baju itu dan memakaikan pada Emely.


Tuan Kim langsung keluar dari kamar dan pergi ke ruang tamu untuk menunggu.


Nina masih dalam keadaan khawatir dengan sikap Emely yang sangat nekat dan bisa membahayakan jiwanya.


“Mengapa kamu nekat terjun padahal tak bisa berenang? Jika terjadi sesuatu padamu bagaimana?”ucap Nina khawatir.


“Iya Nin. Aku minta maaf ya. Aku hanya berfikir untuk mendapatkan hadiah kita.”Jawab Emely jujur.


“Tapi itu bisa membahayakan nyawamu. Aku tak akan bahagia jika menerima hadiah itu dan membuat sahabatku celaka.”Ucap Nina tulus.


Emely tersenyum tipis melihat sahabatnya yang polos dan begitu baik.


“Iya Nin. Aku janji tak akan melakukan kesalahan lagi!”jawab Emely bersungguh-sungguh.


“Iya. Awas kalau masih di ulang !”ucap Nina menasehati.


Tampak dua gadis ini sedang bercakap-cakap. Kim masih di ruang tamu dan memikirkan sikap nekat Emely.


Dia begitu serius dengan pekerjaannya. Dia terlihat sangat nekat walaupun tak bisa berenang tetap saja melompat ke dalam air. Dasar wanita aneh! Gumamnya dalam hati yang mengingat tingkah Emely yang cukup membuatnya tersenyum.


Setelah itu Kim masuk ke dalam kamar dan menyatakan siap bekerja dengan mereka.


“Dimana berkas yang harus ku tanda tangani?”tanya Kim serius.


Nina secepatnya langsung mengambil berkas itu dan memberikan pada Kim.


“Ini tuan. Silahkan di cek dulu! Setelah itu tanda tangani.”Ucap Nina terlihat senang.


Kim tak lagi membacanya, ia langsung saja tanda tangan.


“Beres kan? Jangan pernah lagi melakukan hal bodoh itu lagi!”ucap Kim sambil memukul pelan bagian kepala Emely dengan kertas.

__ADS_1


Kedua gadis ini berpelukan bahagia karena mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan model terkenal.


Kim hanya tertawa tipis melihat kedua gadis itu yang terlihat bertingkah seperti anak kecil.


__ADS_2