
Pagi yang sangat cerah. Nina dan Emely segera bangun dan langsung mandi.
Tiba-tiba suara telfon Nina berdering.
Orang yang menelfon itu tak lain adalah tuan Kim.Nina langsung mengangkat telfon itu.
“Halo?”ucap Nina.
“Pagi Nin?Apa kalian sudah bangun?”tanya Kim.
“Pagi juga tuan Kim?Kami sudah bangun tuan. Aku dan Emely baru saja ingin mandi.”Jawab Nina.
“Baguslah kalau begitu.Setelah selesai mandi langsung turun saja ke bawah ya.Kami akan menunggu kalian untuk sarapan pagi.”Ucap Kim mengajak Nina dan Emely untuk sarapan pagi.
“Baik tuan.Kami akan segera kesana.”Jawab Nina sambil mengakhiri percakapan.
“Dari siapa Nin?”tanya Emely.
“Dari pria tampan tuan Kim doong woon.”Jawab Nina tersenyum dan menyebutkan nama lengkap dari model itu.
“Oh gitu ya Nin. Aku kira dari siapa.Memangnya kenapa tuan Kim menelfonmu se-pagi ini?”tanya Emely heran.
“Dia mengajak kita sarapan pagi.”Jawab Nina.
“Ayo kita segera mandi Nin!”ajak Emely.
“Oke.Kita mandi dan segera turun ke bawah ya.”Jawab Nina.
Akhirnya kedua gadis itu segera mandi. Mereka tak ingin lama-lama berdandan dan membuat ketiga pria tampan itu menunggu.
“Ayo kita segera turun Nin!”ajak Emely.
“Let's go.”Jawab Nina sambil mengikuti langkah Emely.
Kedua gadis itu akhirnya turun ke bawah untuk sarapan pagi. Tampaknya ketiga pria tampan itu telah lebih dulu berada disitu.
“Mengapa kalian sangat lama?”ucap Natan datar.
“Kami baru selesai mandi tuan.”Jawab Nina deg-degan.
“Sudahlah Nin.Kamu tak perlu terlihat formal begitu. Kita semua berteman. Tak perlu memanggil sebutan tuan pada kami.”Ucap Kim tersenyum.
“Iya tuan.Maaf,maksudku Kim.”Jawab Nina dengan perasaan canggung.
“Biasakan untuk memanggil Kim. Aku tak ingin kalian memanggilku tuan Kim.Kita disini masih sebaya,jika kalian memanggilku dengan sebutan tuan,maka aku akan merasa yang paling tua disini.”Ucap Kim sambil tertawa.
“Hahahaha....memang kamu sudah ketua-an bro.”Ken menggoda.
“Iya. Kamu benar Ken.Sekarang diantara kita semua,Kim yang paling tua.”Sambung Natan tertawa.
“Oke. Aku terima kali ini.Sekarang kita makan yuk!Apa kalian tak lihat kedua gadis ini telah menunggu dari tadi.”Ucap Kim tersenyum.
Nina dan Emely hanya melihat drama yang diciptakan dari ke-tiga pria tampan ini.
“Ayo makan!Jangan bengong.”Ucap Natan masih dengan gayanya yang datar.
“Baik tuan.”Jawab Nina dan Emely.
Mengapa aku sangat tegang jika berdekatan dengan Natan? batin Emely gugup.
Akhirnya merekapun sarapan pagi bersama. Keadaan menjadi hening.
Setelah selesai makan,Nina dan Emely akan diajak ke taman hiburan yang ada di kota tokyo.
“Kalian siap-siap ganti baju. Kita akan melanjutkan perjalanan liburan.”Ucap Kim.
“Memangnya kita mau kemana Kim?”tanya Nina.
“Kita akan ke taman hiburan tokyo disneyland.”Jawab Kim.
“Wah,aku sangat senang Kim!Aku dab Emely belum pernah kesana.”Ucap Nina yang terdengar polos.
“Iya Kim.Kami sangat senang jika diajak kesana.”Sambung Emely.
Tiba-tiba Natan langsung menyambung percakapan mereka.
“Cepat saja kalian siap-siap!Waktu tak akan menunggu kita.Jangan kelihatan norak ya.”Ucap Natan dengan gaya sombongnya.
“Hahaha...jangan membuat mereka tegang. Bersikaplah lembut kepada mereka.”Jawab Ken membela.
“Iya Natan.Kamu harus bersikap dewasa dalam memperlakukan wanita.”Kim membela.
Hahaahaha...mengapa aku sangat senang mendengar tuan Kim dan Ken membela kami dari orang sombong dan narsistik itu?batin Emely merasa senang karena dibela.
“Sudahlah. Kalian tak perlu membela mereka.
Aku sangat tahu dalam memperlakukan wanita yang ku-sukai.”Jawab Natan tersenyum.
Dia terdengar sangat percaya diri. Wanita gila mana yang akan nyaman jika diperlakukan kasar seperti itu.Jika ada wanita yang mau diperlakukan begitu,maka dia benar-benar wanita gila.Batin Emely seakan tak percaya dengan ucapan Natan.
“Oke bro. Kita lihat saja nanti.”Ucap Kim.
“Tunggu dan saksikan saja,bagaimana seorang Natan akan merebut hati dari gadis itu?”ucap Natan yang terdengar penuh dengan teka-teki.
“Tak perlu berdebat. Kalian siap-siap dan kita akan segera berangkat.”Sambung Ken.
“Ayo Nin!Kita ganti baju dulu.”Ajak Emely pada sahabatnya.
Akhirnya Nina dan Emely segera naik ke atas untuk mengganti pakaian.
Natan dan yang lainnya juga segera bersiap-siap untuk pergi ke tempat hiburan selanjutnya.
Setelah selesai,Nina dan Emely segera turun ke bawah untuk menemui ke-tiga pria tampan itu.
“Ayo kita turun ke bawah Nin!”ajak Emely.
“Siap bu Emely.Nina segera melaksanakan tugas.”Jawab Nina seakan menggoda.
“Kita jangan kelamaan,nanti si tuan sombong dan narsistik akan menceramahi kita.”Sambung Emely lagi.
“Iya Emely sayang. Ayo kita turun ke bawah!”jawab Nina tersenyum.
Tak lama kemudian,Natan,Kim dan Ken telah tiba dan menghampiri mereka berdua.
“Sudah siap berangkat gadis-gadis cantik.”Ucap Kim memuji.
“Sudah tuan Kim.Kami siap berangkat ke ujung dunia sekalipun.”Jawab Nina menggoda Kim.
“Kalian terlihat sangat cantik.Sungguh membuat aku jatuh hati.”Ucap Kim memuji lagi.
“Iya,benar Kim.Aku sangat menyukai penampilan kedua gadis ini.”Sambung Ken lagi yang terdengar memuji Nina dan Emely.
“Terima kasih Ken.Kamu juga sangat tampan hari ini.”Jawab Nina memuji ketampanan Ken.
“Jadi,cuma hari ini Ken terlihat tampan?”sambung Kim menggoda.
__ADS_1
“Aku tak bermaksud seperti itu tuan Kim.Hanya saja hari ini Ken terlihat sangat beda dari hari-hari kemarin.”Jawab Nina yang terdengar polos dan jujur.
Natan dan Emely hanya menjadi pendengar setia dari pembicaraan Nina,Kim dan Ken.
“Ayo berangkat!Jangan kebanyakan bicara.”Ucap Natan datar.
“Oke bro. Kita berangkat sekarang.”Sambung Kim lagi.
Setelah itu,mereka langsung masuk ke dalam mobil dan segera berangkat.
“Siapa yang menyetir?”tanya Kim.
“Aku saja yang menyetir.”Jawab Ken menawarkan diri.
“Oke. Silahkan tuan Ken!”sambung Natan lagi.
Ken yang akan menjadi supir mereka seharian. Banyak tempat hiburan yang akan mereka tujui nanti.
“Pertama,tempat yang kita tujui adalah tokyo disneyland.Setelah itu,kalian bebas untuk menentukan dimana tempat yang akan kalian tujui.”Ucap Natan.
“Aku setuju bro. Kita bawa kedua gadis cantik ini untuk ke tempat itu. Aku yakin mereka belum pernah kesana.”Jawab Kim yang terdengar mendukung ajakan Natan.
“Aku dan Emely belum pernah kesana.Kami sangat ingin melihat secara langsung tempat itu.Selama ini,aku dan Emely hanya melihatnya di internet.”Ucap Nina yang terdengar polos dan jujur.
“Iya. Itu sudah pasti. Wajah-wajah kalian ini,aku yakin belum pernah ke tempat wisata seperti itu.Jadi,bersyukurlah kalian bisa melihat tempat itu secara langsung bersama tiga pria tampan.”Jawab Natan yang seakan terdengar sombong seperti biasanya.
“Iya,memang kami tak pernah kesitu tuan. Karena aku dan Nina tak punya cukup uang untuk berlibur seperti anda.Jalan hidup kita sangat jauh berbeda. Aku dan Nina harus bisa bekerja keras untuk mendapatkan liburan ini. Sementara tuan adalah anak orang kaya yang bisa kemanapun sesuka hati.Jadi,liburan ini sangatlah berarti untuk kita berdua.”Sambung Emely membela Nina.
“Aku semakin kagum denganmu Emely!”ucap Kim memuji.
“Aku sangat menyukai gaya bahasamu.Selama ini tak ada satu wanitapun yang sanggup untuk berbicara jujur di hadapan sang direktur tampan ini.”Ken yang terdengar memuji keberanian Emely.
“Rasanya,aku seperti disudutkan oleh sahabatku sendiri.”Natan seakan menyinggung.
“Aku tak menyinggung.Hanya saja kata-kata Emely terdengar sangat tegas dan jujur.Aku salut dengan keberaniannya yang bisa mengungkapkan isi hatinya yang terpendam.”Jawab Ken tersenyum.
“Jangan terlalu memujinya.”Ucap Natan sinis.
“Iya-iya. Aku cuma berkata seadanya saja bro. Jangan marah.”Jawab Ken seakan menggoda Natan.
“Ah rese loh Ken.”Natan masih terlihat kesal.
Nina dan Emely tersenyum mendengar pembelaan Ken. Kim hanya tersenyum melihat pembicaraan ke-tiga temannya.
Hahaahaah....aku senang melihatnya kesal. Apa setelah ini,ia akan memecatku nanti? batin Emely bertanya-tanya.
Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di tempat tujuan.
Natan langsung keluar dari mobil dengan wajah kesalnya.
Ia merasa jika Emely telah mempermain perasaannya di hadapan kedua sahabatnya itu.
Sungguh menyebalkan. Gadis itu seakan-akan mempermainkanku di hadapan Kim dan Ken. Awas saja nanti!Aku akan membalasnya.Batin Natan kesal.
“Ayo keluar!Jangan kelamaan.Aku paling benci dengan orang yang lambat.”Ucap Natan sambil melangkah pergi meninggalkan mereka.
“Ada apa dengannya Ken?”tanya Kim bingung.
“Dia pasti sangat kesal dengan pembahasan tadi. Aku sangat mengenal jiwanya.”Jawab Ken tersenyum.
“Apa dia tak akan memecat kami setelah pulang dari sini?”tanya Nina yang terlihat khawatir.
“Kalian tak perlu takut. Natan orangnya baik.Dia tak akan melakukan hal yang sedemikian rupa hanya karena sekedar marah.”Jawab Kim tersenyum.
Emely hanya terdiam. Ia tak tahu harus bertindak apa dan harus bagaimana.
Walaupun selalu bersikap cuek,namun Emely pernah mendapat perlakuan khusus dari sang direktur yang terlihat dingin itu.
Pada saat dirinya kecelakaan,Natan yang merawatnya.
Apa kata-kataku tadi sangat kelewatan?Aku tak tahan dengan ucapannya yang terdengar arogan itu.Batin Emely bertanya-tanya.
Akhirnya merekapun pergi ke tempat hiburan.Nina,Kim,Ken dan Emely berjalan bersamaan.Sementara Natan berjalan sendiri lebih dahulu.
Kim dan Ken sangat memanjakan kedua gadis ini.
Mereka sangat senang melihat kepolosan Nina dan Emely.
Jarang sekali ada gadis yang menunjukkan sikap norak di hadapan para pria tampan. Namun,Nina dan Emely tak terlihat demikian. Mereka berdua tetap bersikap apa adanya, meskipun berhadapan dengan pria tampan.
“Ayo Nin! Kita foto bersama boneka beruang itu.”Ajak Emely yang terlihat gembira.
Kedua gadis itu tak tanggung-tanggung langsung berfoto dengan boneka beruang yang ukurannya besar seperti tubuh manusia dewasa.
“Lihatlah mereka!Aku tak menyangka masih ada gadis yang sangat polos seperti itu.”Ucap Kim sambil tersenyum.
“Hahaahhaa.... akupun demikian.Mereka sungguh wanita yang sangat unik dan antik.”Jawab Ken membenarkan ucapan Kim.
“Dimana Natan?Apa sekarang dia masih marah dengan ucapan kita di dalam mobil tadi.”Kim dengan nada khawatir.
“Tak perlu khawatir dengannya.Natan akan baikan dengan sendirinya.”Jawab Ken santai.
Nina dan Emely masih menikmati suasana di taman hiburan tokyo disneyland.
Mereka berdua tak lupa juga mencicipi jajanan yang ada disekitar situ.
Rupanya sudah dari-tadi Natan melihat tingkah konyol kedua gadis itu.
“Mereka terlihat sangat senang dengan tempat ini. Kelihatannya mereka sudah menunggu lama dengan liburan ini.”Ucap Natan perlahan.
Natanpun sebenarnya merasa bahagia melihat senyuman cantik yang menghiasi wajah dari tunangannya itu.
“Mengapa ia sangat kejam dengan tunangannya sendiri? Apa dia benar-benar lupa jika ia adalah milik Natan sang direktur tampan dan baik hati?”sambung Natan lagi dengan nada perlahan.
Natan memang terkenal dengan sikapnya yang dingin dan cuek.Walaupun demikian,ia sebenarnya adalah sosok lelaki hangat dan perduli.
Setelah puas melihat taman hiburan, Ken mengajak mereka ke bioskop.
“Apa kalian setuju kita ke bioskop setelah ini?”tanya Ken.
“Wah, pasti seru!”jawab Nina tersenyum.
“Aku akan setia mengikuti kalian dimanapun.”Sambung Kim.
“Bagaimana denganmu Natan?”tanya Ken lagi.
“Ini bukan liburanku.Jadi,lakukanlah sesuka hati kalian.”Jawab Natan datar.
“Baiklah,karena semua setuju untuk pergi. Maka tempat yang akan kita tujui adalah bioskop dan ditutup dengan acara terakhir adalah tempat karaoke.”Ken dengan nada menjelaskan.
Nina dan Emely sangat senang mendengar keramahan Ken yang siap untuk mengantar mereka kemana saja.
“Wah, anda memang sangat bisa di andalkan tuan Ken.”Puji Nina.
“Iya.Aku setuju dengan ucapanmu Nin.”Sambung Emely membenarkan ucapan Nina.
__ADS_1
“Tak perlu basa-basi.Ayo kita pergi sekarang!”ucap Natan masih dengan nada yang datar.
“Siap bos.let's go!”jawab Ken.
Mereka segera masuk ke dalam mobil dan melakukan perjalanan selanjutnya.
Rupanya hari ini ke-tiga pria tampan sengaja mengajak Nina dan Emely untuk menikmati suasana liburan di kota tokyo.
Di dalam mobil, Nina dan Emely terlibat percakapan.
“Apa kamu melihat wajah datar direktur?”tanya Emely berbisik.
“Iya Emely. Aku sangat takut dengan nasib pekerjaan kita setelah dari sini.”Jawab Nina dengan nada perlahan.
“Akupun demikian Nin.Kita pasrahkan saja nasib.Kalau akhirnya kita berdua harus keluar dari perusahaan itu.”Emely masih dengn nada perlahan.
“Tapi, aku sangat suka bekerja disana.Aku juga sudah mencintai pekerjaan itu dan teman-teman yang lain.”Jawab Nina dengan nada rendah.
“Akupun demikian.Jika sang direktur tetap memecat kita bagaimana? Kita tak bisa berbuat apa-apa.Apalagi dia adalah direkturnya.”Emely dengan nada lesuh.
“Kalau begitu, kamu harus minta maaf pada direktur.Tolong lakukan permintaan sahabatmu yang baik dan manis ini.”Nina dengan nada memohon.
“Kenapa aku yang harus minta maaf Nin?Aku tak pernah berbuat kesalahan pada direktur.”Ucap Emely yang seakan membela dirinya.
“Iya,aku tahu.Tapi sekarang kita tak punya pilihan selain minta maaf. Ucapanmu tadi membuat direktur tersinggung.”Nina menjelaskan perlahan.
Emely hanya terdiam mendengar ucapan sahabatnya.
Nina dan Emely tak sadar jika Natan mendengarkan ucapan mereka sedari-tadi.
Apa yang mereka fikirkan tentang diriku?Apa aku terlihat sangat kejam hingga harus memecat mereka? Sungguh pemikiran yang tak masuk akal.Batin Natan mulai kesal.
Kim dan Kenpun mendengarkan pembicaraan Nina dan Emely. Kedua pria tampan ini hanya tersenyum mendengarkan pemikiran yang mereka ungkapkan tentang Natan.
Setelah lama perjalanan, akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan.
“Ayo gadis-gadis!Kita beli tiketnya ya.”Ajak Ken.
Nina dan Emely hanya tersenyum dan mengikuti langkah kaki ketiga pria tampan itu.
Ken membeli tiketnya dan memberikan pada teman-teman yang lain.
“Ayo masuk!Kalian pasti suka dengan filmnya.”Ucap Ken percaya diri.
“Terima kasih Ken. Anda benar-benar pemandu yang baik.”Puji Kim.
Mereka berlima akhirnya masuk ke dalam dan menonton filmnya.Nina dan Emely tampak serius menonton drama itu.
Mereka sampai terbawa Emosi akibat dari jalan cerita film tersebut.
“Benar-benar pria yang kejam.”Ucap Emely tegang.
“Iya.Dasar pria mata keranjang.”Sambung Nina yang ikut tegang juga.
Kim dan Ken rasanya ingin tertawa lebar menyaksikan kelucuan dari kedua gadis polos itu.
“Apa kamu melihat tingkah mereka dari tadi?”tanya Kim.
“Aku melihatnya Kim. Sungguh di luar dugaan kedua gadis itu bertingkah demikian.”Ken tertawa kecil.
Natan hanya duduk diam mengamati reaksi kedua gadis itu.
Apa hanya pria yang akan disalahkan?Memang para wanita selalu saja ingin mengutuk dan menyalahkan pihak pria.Batin Natan kesal.
Nina dan Emely sangat suka dengan filmnya.
Sampai harus terbawa emosi.
Selesai menonton bioskop, mereka melanjutkan perjalanan ke tempat karaoke yang menjadi tujuan akhir.
Mereka ke tempat karaoke untuk menghibur kedua gadis ini.
“Sampai disana, aku ingin melihay kalian berdua menyanyi.”Ucap Ken tersenyum.
“Iya. Aku juga ingin mendengar suara kalian jika menyanyi.”Sambung Kim setuju.
Nina dan Emely tersenyum manis dan memberi tanda bahwa mereka siap menerima tantangan itu.
“Ayo berangkat!”ajak Ken.
Mereka semua langsung masuk ke dalam mobil.
Ken langsung pergi membawa mereka ke tempat berikutnya.
Sampai di tempat karaoke,Nina dan Emely sangat senang karena bisa bernyanyi bebas disitu.
“Ayo gadis-gadis cantik!Tunjukkan kemampuan kalian dalam bernyanyi.”Ucap Ken seakan terdengar menantang Nina dan Emely.
“Hari ini, kalian berdualah yang jadi bintangnya. Lakukanlah sesuka hati.Nikmati liburan kalian.”Sambung Kim.
“Baik tuan Kim dan Ken.Kami akan menunjukkan kemampuan kami. Lihat dan saksikan!”jawab Nina dan Emely yang terdengar sangat percaya diri.
Hah, apa mereka sangat percaya diri ingin bernyanyi? batin Natan rasanya tak percaya.
Natan tertawa kecil melihat sikap percaya diri kedua gadis itu.
Mereka memesan bir untuk menemani suasana di dalam ruang karaoke.
Nina dan Emely siap untuk bernyanyi bersama di depan ketiga pria tampan itu.
“Mereka gadis-gadis yang sangat lucu dan seru jika di ajak liburan.”Puji Kim.
“Iya Kim. Mereka berdua sangat tahu cara menikmati liburan.”Sambung Ken tersenyum.
Emely berhenti menyanyi sejenak dan mulai duduk istirahat.
Ken maju ke depan untuk menemani Nina bernyanyi.Sungguh suasana yang sangat seru dan menyenangkan.
Emely tak tahu jika di botol itu adalah minuman bir. Ia tak sengaja meminumnya. Emely berfikir jika itu adalah minuman biasa yang tak memabukkan. Walaupun alkoholnya rendah, namun tetap saja akan membuat mabuk jika orang yang belum pernah mengkonsumsinya.
Kepala Emely mulai pusing beberapa saat kemudian. Natan baru sadar jika Emely sedang mabuk sekarang karena meminum bir itu.
Emely pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya.Natan mengikuti tanpa sepengetahuan dari Emely. Sampai di kamar mandi,Emely hampir saja jatuh.
Natan laangsung berlari cepat memeluk tubuh Emely.
Natan deg-degan kala bersentuhan langsung dengan Emely.
Emelypun merasakan hal yang sama walaupun kepalanya agak sedikit pusing akibat bir yang ia minum tadi.
Ia terlihat sangat cantik.Mengapa jantungku berdetak sangat kencang?Apa aku sedang jatuh cinta pada gadis ini!? batin Natan bingung.
Ternyata bukan hanya Natan yang merasakan hal yang demikian. Emelypun rupanya telah jatuh hati pada sang direktur.Tubuhnya seakan bergetar dan aliran darahnya bagaikan listrik.
Apa yang salah denganku sekarang?Aku seperti hanyut dalam pelukannya.Apa sekarang aku telah menyukainnya? batin Emely bertanya-tanya.
__ADS_1
Rupanya kejadian itu membuat keduanya mulai merasakan perasaan yang berbeda dari sebelumnya. Bisa dibilang sekarang mereka sedang jatuh cinta.