tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 1. kamar inikah?


__ADS_3

Seorang perempuan cantik keluar dari bandara internasional negara M, memakai kaos hitam yang di lapisi jaket over size dengan warna serupa di padukan dengan celana jeans panjang berwarna biru pudar serta topi yang menutup dan masker yang menutupi setengah wajahnya


Dengan gerakan elegan ia menyeret 2 koper yang cukup besar, walau wajahnya setengah tertutupi namun masih banyak orang yang terus memandang dirinya


Ia mengedarkan pandangannya mencari sosok supir yang akan menjemput dirinya, ia lumayan lelah dengan perjalanan jauh kali ini


"Permisi apakah anda nona kanza?" Tanya seorang lelaki paruh baya


Kanza mengangkat kepalanya lalu mengangguk pelan, ia lelah hingga membuat nya malas untuk berbicara


Melihat anggukan kanza lelaki paruh baya itu langsung mengambil alih 2 koper yang ada di tangan kanza dan membawanya ke mobil yang telah di siapkan


Di dalam mobil kanza perlahan membuka masker dan kacamata nya lalu sedikit memejamkan mata


Sopir itu tak tahan untuk melihat ke spion belakang, ia melihat kanza memejamkan mata, di matanya terlihat jelas bahwa ia sangat kelelahan, sesaat kemudian sopir itu langsung berkata


"Saya telah memesankan anda 1 private room di hotel bintang lima, saya akan memberikan anda kunci akses kamarnya setelah sampai"


Kanza lagi-lagi hanya mengangguk ia juga tak membuka mata untuk sekejap melihat sopir yang sedang berbicara padanya


Kanza baru lagi ke kota M ini setelah beberapa tahun silam, ia ke sini sebenarnya hanya untuk sekedar jalan-jalan sekaligus mengecek beberapa perusahaan milik sang kakek yang ada di sini.


Kanza kelelahan karna mengambil tiket pesawat kelas ekonomi, sebenarnya ia bisa naik jet pribadi miliknya atau naik helikopter yang terpampang jelas di halaman rumahnya yang luas


Namun siapa yang tidak tergiur di tawarkan naik pesawat kelas ekonomi seperti orang biasa, selama ini kanza selalu naik jet pribadinya ketika dari negara N ke negara-negara yang ingin di tujunya.


Begitu melihat tiket yang di tawarkan kakeknya kepadanya, kanza tak menolak ia juga sangat penasaran bagaimana rasanya menjadi orang kalangan biasa


Walaupun sangat kelelahan kanza tak menyesali keputusan yang di ambilnya, ia juga menikmati perjalanan menuju ke negara M dengan kelas ekonomi.

__ADS_1


Mobil berhenti, kanza telah sampai di hotel bintang lima yang sudah di pesan kan oleh sang supir.


Supir itu keluar terlebih dahulu lalu mengambil akses kamar dan menurunkan koper kanza dari job mobilnya lalu membawa masuk koper itu ke dalam hotel


Kanza memakai kembali masker dan topinya, lalu turun dari mobil dan mengikuti sang sopir masuk ke dalam hotel


Setelah tiba di depan lift, kanza berhenti lalu berkata


"Saya akan membawa sendiri koper saya, anda pulanglah beristirahat, terimakasih karna telah menjemput saya hari ini"


"Apakah baik-baik saja?" Tanya sopir memastikan


Kanza menatap sejenak sopir yang hampir seumur dengan kakeknya itu lalu mengangguk


"Jika begitu ini adalah kartu akses kamar nona, kamar nona ada di lantai 22, di situ hanya ada dua kamar, kamar nona ada di sebelah kanan dan di sebelah kiri kamar nona telah di tempati oleh seseorang"


Melihat Ekspresi kanza yang sepertinya tak suka sopir itu buru-buru menjelaskan bahwa yang di sebelah kamarnya itu adalah pemilik hotel ini, dan sebenarnya tak ingin menyewakan kamar yang sekarang akan di tempati kanza karena sedang berkumpul bersama keluarga nya.


Namun karna melihat kegigihan sang sopir pemilik hotel itu pun mengiyakan, karna sebenarnya ia tak akan lama di hotel ini, pria itu langsung memberikan sopir itu syarat agar tak mengganggu ia dan keluarganya. Melihat pemilik hotel mengizinkan sopir itu langsung menyanggupi dan mengucap banyak terimakasih.


Karna kelelahan kanza tak mau mempermasalahkan lagi karna tak mungkin ia akan keluar dan mencari hotel lain lagi, karna badannya kini sudah kelelahan dan yang ia pikirkan saat ini hanya 1 yaitu tidur di kasur yang empuk


"Oke, ya sudahlah, anda pulanglah saya akan naik sekarang" ucap kanza lalu menekan tombol lift, kanza menempelkan akses kartu private room yang telah di berikan oleh pak supir sebagai tanda pengenal agar ia bisa naik ke lantai 22.


lift ini di buat khusus untuk para penghuni lantai 22 karna hanya lift ini saja yang sampai lantai ke 23, sedangkan lift yang lainnya hanya sampai lantai 21 saja


"Baiklah nona" ucap sopir itu sambil menunduk sebentar ia tadi sedikit takut kepada kanza, mengira kanza akan marah karna yang dia dengar dari orang yang menyuruhnya kanza tak suka jika ada kelalaian dalam pekerjaan


Sebelum pintu lift tertutup sopir itu kembali mengingatkan lagi bahwa kamar kanza di sebelah kanan, lalu setelah lift tertutup ia pun keluar dari hotel bintang lima itu

__ADS_1


Dalam lift kanza tak memikirkan apa-apa yang ia pikirkan hanya tidur di kasur yang empuk seperti biasa


Tinggg.....


Lift terbuka tanda kanza telah sampai di lantai 22, kanza keluar sambil menyeret 2 kopernya, tak lama kemudian ia melihat 2 kamar.


Kanza tercengang, karna kelelahan ia sampai tak dengar jelas penjelasan sang sopir tadi, yang kanza ingat bahwa di samping kamarnya ada pemilik hotel ini


Kanza menatap sebentar ke dua kamar tersebut lalu melihat 1 kamar yang tak tertutup rapat


"Sepertinya itu kamarku, bukankah kata sopir tadi di sebelah kamarku ada pemilik hotel? Ia tak mungkin kan tidak menutup pintu,, pilihan satu-satunya adalah kamar ini" gumam kanza sambil menarik nafas karna ragu ia akan salah kamar


Baru kali ini kanza ragu karna pilihan nya, biasanya ia akan dengan sangat berani memilih apa yang ia inginkan, kanza bahkan sedikit deg-degan


Kanza membuka pintu lalu memasukkan sedikit kepalanya memastikan, ia tak melihat ada orang kanza pun lega.


Ia lalu masuk dan langsung menutup rapat pintu tersebut, kanza melihat desain sekelilingnya lalu sedikit bergumam,


"Sepertinya ini hanya ruang tamu,. Hmmm kamar yang cukup luas untuk ku tempati sendiri"


Kanza membuka masker dan topinya dan menyimpannya di atas meja ruang tamu itu, lalu menuju ke pintu yang di yakini bahwa itu adalah untuk tempat tidur dengan nyenyak


Dengan langkah yang sedikit cepat kanza pun membuka pintu tersebut,


Ceklek .....


Seketika ia mematung dan sedikit melotot


"Ups sepertinya aku salah masuk kamar" ucapnya membatin

__ADS_1


__ADS_2