tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 11. berbicara dengan kakek kanza


__ADS_3

Apa!! Tinggal di rumah ini? Bukankah kebebasannya akan hilang jika ia akan tinggal di sini? Ohhh tidak kanza harus memikirkan cara agar ia tidak di suruh pindah ke sini, terus aku di suruh kerja menjadi sekretaris Agra, sungguh konyol bukankah itu sama saja menyerahkan diri dengan pasrah??


"Ishhh ku kira rencanaku semalam berhasil, rupanya mereka tak memandang orang dari status sosial, huhhh ini membuatku sangat kesulitan untuk menghadapi keluarga ini" gerutu kanza dalam hati dengan bingung harus ngomong apa agar ia bebas dari belenggu keluarga Mahardika ini


"Kamu ngga apa-apa kan? Apakah perkataan om tadi membuatmu kaget?" Tanya Aiden khawatir


"Hmmm ngga kok om hanya saja.... Sepertinya aku kurang pantas untuk tinggal di rumah ini, aku kembali ke hotel aja om lagian koperku juga masih di sana kok" jawab kanza masih Keukeh tak mau pindah ke mansion ini.


"Ngga pantas kenapa? Apakah kamu tidak suka dengan rumah om ini?" Tanya Aiden lagi membuat kanza harus memutar otaknya memikirkan jawaban apa yang harus ia keluarkan agar Aiden tak memaksa nya untuk pindah ke rumah mereka


"Maaf sebelumnya om, tante, semuanya hanya saja kakek aku selalu mengajarkan agar aku tidak bergantung kepada orang lain, dan tidak merepotkan orang-orang yang ada di sekitar ku" ucap kanza sembarangan lalu melihat ke arah Agra berharap meminta bantuan lelaki itu.


Namun tak sesuai harapan Agra hanya mengangkat kedua bahunya dengan ekspresi wajah yang membuat kanza semakin kesal.


"Dasar laki-laki gila, lihat saja bagaimana aku akan membuat perhitungan denganmu nanti" ucap kanza dalam hati dengan kesalnya


"Owh kamu masih punya kakek?"


"Iya om"


"Terus kakek kamu berarti berada di kota napier sekarang?"


"Hmmm iya om" jawab kanza merasa bersalah karna berbohong lagi


"Bisakah kau menelponnya setelah sarapan? Biar om yang berbicara kepadanya"


"Uhuk..... Uhukk...." Kanza kembali terbatuk karena mendengar ucapan Aiden lagi

__ADS_1


"Makanlah dengan pelan agar tidak tersendat" ucap Agra memberikan air kepada kanza seraya mengelus-elus punggung nya


Kanza mengambil air itu dan meminumnya, lalu menurunkan tangan Agra dari punggung nya, kemudian tak.... Kanza dengan sengaja menginjak kaki Agra karena masih merasa kesal akibat Agra tak membantunya berbicara kepada Aiden barusan.


Agra yang kesakitan tak bisa berkata apa-apa, ia hanya melotot kepada kanza dengan menutup rapat bibir memakai tangannya agar tak mengeluarkan suara.


"Om, tante aku sudah selesai sarapan nya" ucap kanza lalu berdiri dari kursi yang ia duduki


"Ya sudah kalau begitu kita ke ruang keluarga melanjutkan pembicaraan yang tadi" balas Aiden


"Iya om" balas kanza dengan pasrah


"Kamu kenapa kak?" Tanya Asya kepada Agra karna melihat ekspresi wajahnya yang tidak baik


"Ngga kok, tadi kakak hanya kepikiran sama kucing garong yang kakak lihat di jalan kemarin, apakah dia baik-baik saja atau tidak" jawab Agra dengan kesal lalu berdiri pergi menuju ke ruang tamu dengan sedikit pincang.


Setibanya di ruang tamu Agra duduk menjauh dari kanza takut kejadian barusan terulamg kembali, bisa-bisa ia tak masuk kantor besok.


Hari ini adalah akhir pekan jadi keluarga Mahardika akan bersantai di rumah atau pergi keluar rumah seperti biasa mereka melewati akhir pekannya bersama-sama.


"Jadi bagaimana dengan pertanyaan om yang tadi bisa atau tidak?" Tanya Aiden lagi


"Hmmm boleh kok om, hanya saja mungkin kakek akan sibuk di jam-jam seperti ini, tapi akan aku coba om" jawab kanza lalu mengeluarkan handphone miliknya hendak menelpon kakeknya


"Wahhh bukankah itu handphone keluaran terbaru negara N? Bahkan handphone itu di buat hanya beberapa buah saja, kak kanza mendapatnya dari mana? Aku juga ingin membelinya" ucap Asya bertanya dengan kaget sekaligus kagum karna melihat handphone di tangan kanza


"Ini handphone hanya ada dua di dunia, milikku dan yang di gunakan kakek saat ini, bagaimana Asya bisa memilikinya, handphone ini juga sengaja di buat khusus untuk aku dan kakek bahkan baru selesai sebulan yang lalu" pikir kanza

__ADS_1


"Maaf ya Asya aku juga ngga tahu tentang hp milikku ini karna ini adalah hadiah dari teman ku yang biasa berkeliling dunia" jawab kanza mengarang cerita


"Owh gitu ya, rupanya kakak juga punya teman yang sangat kaya, padahal aku sangat menginginkannya juga, karna dari yang aku baca di internet handphone itu adalah yang tercanggih yang pernah di buat, bahkan bisa terus memiliki jaringan meskipun berada di desa atau tempat terpencil" balas Asya masih dengan terkagum nya menceritakan detail tentang handphone milik kanza, namun ia juga sedikit kecewa karna tak berhasil memilikinya


"Maaf ya aku ngga bisa bantu apa-apa"


"Sudahlah jangan hiraukan dia, Asya sudah sangat sering mengganti handphone akhir-akhir ini, kalau bisa kamu telpon kakek kamu sekarang aja agar kami bisa berbicara" ucap Aiden


Kanza pun segera menelepon kakeknya, menunggu sedikit hingga sang kakek mengangkat panggilannya.


"Assalamualaikum, Kakek " panggil kanza dengan lembut


"Wa'alaikumussalam, Apakah sudah merindukan kakekmu ini? Pulanglah kalau kamu sudah tidak betah di situ" jawab kakek dengan bercanda


"Kakek aku sedang serius, ada yang ingin berbicara dengan kakek" balas kanza sedikit khawatir takut kakeknya akan memberitahukan keluarga mereka yang sebenarnya.


"Owh.... Siapa yang ingin berbicara dengan kakek?" Tanya bingung damas kepada kanza, karna selama ini tak pernah ada satu orang pun yang kanza perkenalkan seperti orang tersebut.


Mendengar kata damas, Aiden lalu meminta handphone milik kanza agar di berikan kepada dirinya, kanza menurut memberikan hp itu kepada Aiden.


"Selamat pagi, saya adalah Aiden Mahardika, ayah Agra Mahardika pacar kanza" ucap Aiden membuat damas yang di sebrang telepon terbatuk beberapa kali


"Sepertinya kanza dan kakeknya suka sekali terbatuk jika berbicara denganku" pikir Aiden


"Keluarga Mahardika? Ada hubungan apa kamza dengan keluarga Mahardika? Apakah masalah yang di ceritakan kepadaku itu ada hubungannya dengan keluarga ini?, aku harus menyuruh anak buahku untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya" ucap damas membatin


"Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Aiden karna sedari tadi damas terdiam

__ADS_1


"Mampus aku, setelah ini kakek pasti akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu yang sebenarnya " pikir kanza


__ADS_2