
"Assalamualaikum, ada apa bos" ucap leon setelah menjawab telepon Agra tanpa berbasa basi karna ia sedang makan malam
"Hmm wa'alaikumussalam, aku hanya ingin memberitahu mu agar besok datang lebih pagi dari biasanya karna besok aku akan berangkat bersama seseorang" balas Agra
"Sii...." Baru saja leon akan bertanya namun ia mendengar bahwa teleponnya telah terputus
"Ckkk, nasib gue punya bos dingin kaya gini" gumamnya kesal lalu melanjutkan makannya
Setelah mematikan telepon dengan Leon, Agra lalu berjalan menuju balkon sambil memutar-mutar handphone nya
"Apakah dia tidak akan menyusahkan ku saat di kantor besok? Apakah dia akan baik-baik saja di sisiku?" Gumam Agra berpikir sambil memijat mijat pelipisnya
Bukan tanpa alasan Agra takut kanza berada di sininya, Agra selama ini punya banyak musuh di luar sana, bahkan saat Asya keluar rumah saja ia menyuruh puluhan bodyguard untuk mengikuti nya.
Dan sekarang Kanza, jika para musuh-musuh nya mengetahui tentang hubungannya dengan kanza maka mereka akan menargetkan Kanza, agar Agra tunduk dan mau bekerja sama.
Namun Agra bukanlah lawan yang enteng, selama ini Agra telah banyak membuat musuh-musuh nya tak berkutik, tapi tetap saja ia khawatir tentang kanza. Apalagi kanza baru di kota ini
"Aku berjanji aku akan melindungi mu dengan nyawaku" ucap agra berjanji pada dirinya sendiri
Sementara itu di dalam kamar kanza telah selesai mandi dan sedang berbicara melalui telepon dengan kakeknya
"Kakek jangan marah ya, sebenarnya masalah yang aku buat itu adalah masalah dengan keluarga Mahardika dan sekarang aku terpaksa tinggal dan berpura-pura menjadi pacar Agra dan kami akan bertunangan hari sabtu mendatang" ucap Kanza panik takut sang kakek marah dan membuat darah tingginya kumat
Damas tersenyum ia tahu kanza pasti sekarang sedang panik, takut ia akan memarahinya.
"Ia kakek tidak akan marah dengan syarat kamu harus menuntaskan masalah mu tanpa membuat orang lain bersedih atau menyebabkan masalah lainnya lagi" balas damas dengan perhatian
"Benarkah? Kakek tidak memarahiku? Sepertinya duniaku benar-benar telah berubah" pikir Kanza
Damas memang tak pernah memarahinya namun kanza telah berspekulasi bahwa setelah menceritakan kejadian yang sebenarnya seharusnya damas cukup marah.
__ADS_1
"Kamu jaga diri baik-baik, dan jangan pernah melepas JPS mu" ucap Damas memperingati Kanza
"Ia kakek tenang saja, aku bisa jaga diriku baik-baik, apakah kakek meragukan ku?" Balas kanza
"Kakek hanya sedikit khawatir, kamu istirahat lah kakek juga mau istirahat karna di sini sudah pukul 11.00 malam"
"Iya kek, assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam" jawab damas lalu mematikan sambungan telepon itu
"Andai saja kamu mengingat kejadian yang sebenarnya tentang kematian orang tuamu, mungkin di saat itu aku tak tahu harus berbuat apa, apakah aku harus mendukung keputusan mu atau justru sebaliknya, semoga saja Agra bisa membuatmu jatuh cinta agar kamu tak mencoba mengingat tentang kebakaran itu" ucap damas dengan meneteskan air mata kesedihan mengingat anak dan menantunya yang meninggal dengan mengenaskan.
Damas bukannya tak mampu untuk membalas kan dendam kematian zahwa dan Hendra, damas bahkan sangat mengetahui siapa dibalik kematian mereka berdua.
hanya saja ia mengingat ucapan Hendra saat sebelum meninggal, yaitu jangan ada pertumpahan darah antara perusahaan afsheen dan Nugraha.
Damas mengepalkan tangannya saat mengingat kembali kejadian itu, ia sebenarnya sangat ingin membalas dendam hanya saja ia menghargai keputusan menantu kesayangan nya itu.
Dalam kamar kanza sedang memindahkan pakaian yang ada di kopernya ke almari kamar tidurnya, setelah selesai memindahkan pakaian nya. kanza beralih mengambil dan mengeluarkan satu foto dengan bingkai yang terbuat dari ukiran kayu agarwood.
Kayu agarwood adalah kayu yang berkualitas tinggi dan kayu yang paling mahal di dunia, perkilonya mencapai hingga 1,5 milyar per kilogram.
Kanza memeluk foto itu, ini adalah fotonya bersama orangtua nya dan ini adalah foto satu-satunya yang ia miliki karna foto foto orangtuanya yang lain telah di simpan oleh sang kakek dan hanya memberikannya satu foto ini.
Kakeknya juga berpesan agar kanza tak memperlihatkan foto itu kepada siapapun.
Kanza kemudian menyimpan foto itu di dalam almarinya lalu beranjak ke tempat tidurnya, hari ini cukup melelahkan baginya, untung saja perutnya sudah baikan jadi kanza malam ini bisa tidur dengan nyenyak.
Keesokan harinya Kanza telah bersiap dengan setelan formal panjang dan rambut yang di ikat ekor kuda, hari ini adalah hari pertama nya bekerja di perusahaan Mahardika dan menjadi sekretaris Agra.
Agra juga telah bersiap dengan setelan jas hitam yang di padukan dengan dasi bergaris berwarna biru, sungguh sangat di badan atletisnya, Agra bahkan sangat tampan memakai jas seperti ini.
__ADS_1
"Wahhh kakak cantik banget dengan pakaian formal seperti itu" puji Asya saat kanza telah tiba di meja makan
"Makasih" balas kanza
Alya dan Aiden hanya tersenyum melihat penampilan Kanza, sangat rapi dan elegan sepertinya itu adalah gaya Kanza selama ini
"Apakah kamu membeli baju itu saat di mall kemarin?" Tanya Alya melihat baju yang di kenakan Kanza sangat bagus
"Ahhh... Ini adalah hadiah dari teman dekatku" jawab kanza yang mengerti dengan tatapan yang di berikan oleh Alya
"Seharusnya kakak pakai baju yang aku beli kemarin" timpal Asya
"Baju yang kamu beli terlalu mahal, sepertinya tidak akan cocok dengan selera ku yang rendah" balas Kanza sengaja agar tak ada yang mencurigai nya
"Ngga kok, kakak pasti akan cocok kok pakai baju yang aku beli itu, nanti kakak cobalah dan jangan mempermasalahkan tentang harga keluarga kami tak akan bangkrut jika hanya membelikan baju untuk mu, lihatlah bahkan kak agra bekerja sangat keras siang dan malam" timpal Asya lagi membuat semuanya tersenyum
Mereka lalu sarapan dengan diam hingga ada pelayan yang mengatakan bahwa leon telah tiba di depan mansion mereka.
Kebetulan Agra dan Kanza telah selesai sarapan, Agra dan kanza pamit kepada Alya dan Aiden lalu pergi.
Leon terpaku melihat kanza ia kagum sekaligus kaget, ia kagum karna baru kali ini ia melihat wanita yang cantik dan sangat berwibawa dan kaget melihat kanza yang berjalan bersama Agra.
"apakah wanita itu yang di maksud bos semalam?" pikir leon sambil memperhatikan kanza dari dalam mobil
"Bos dia...."
Belum sempat Leon bertanya, Agra langsung memberikan perintah dengan dingin
"Jalan"
Mendengar perintah Agra, leon segera menjalankan mobil Aston Martin itu.
__ADS_1