
"Apakah anda baik-baik saja?" Tanya Aiden karna sedari tadi damas terdiam
"Mampus aku, setelah ini kakek pasti akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu yang sebenarnya " pikir kanza
"Hahaha, iya aku sangat baik-baik saja, mendengar cucuku sudah mempunyai kekasih adalah kebahagiaan untukku " balas damas dengan sedikit tertawa di awal katanya, semua orang yang ada di ruang tamu itu dengan jelas mendengar ucapan damas karna telepon itu di speakers.
"Begini, saya ingin mengatakan kepada anda bahwa sebentar lagi Agra dan kanza akan bertunangan jadi saya mengajaknya untuk pindah ke mansion kami, apakah anda tidak keberatan?" Tanya serius Aiden membuat yang lainnya ikut penasaran dengan jawaban kakek kanza
"Wah ini adalah kesempatan yang sangat bagus agar kanza dekat dengan keluarga Mahardika, sejak dulu zahwa dan Hendra (orang tua kanza) kan sudah dekat dengan keluarga Mahardika, jadi saya rasa jika zahwa dan hendra masih hidup mereka tak akan mempermasalahkan ini karna Aiden dan alya adalah sahabat mereka" pikir damas
"Saya mendukung semua sepenuhnya keputusan yang di ambil oleh kanza, tanyakan saja kepada kanza terlebih dahulu" jawab damas tersenyum di sebrang telepon
Seketika semua orang yang berada di ruang tamu itu langsung beralih menatap ke arah kanza, kanza yang mengerti arti tatapan itu pun bingung harus mengatakan apa
"Apa maksud kakek, bukankah seharusnya dia melarang? Mengapa berkata demikian, ishhhh sepertinya setelah bertemu dengan keluarga Mahardika ini 80 persen kehidupan ku berubah" pikir Kanza
Karna tak bisa mengelak dan menolak kanza pun terpaksa menganggukkan kepalanya pertanda ia mau pindah ke rumah ini.
Semua orang pun tersenyum melihat respon positif dari Kanza, mereka kemudian beralih lagi kepada kakek kanza yang di sebrang telepon.
"Cucu anda telah mengiyakan" ucap Aiden
"Hahaha bagus kalau begitu, dan tentang pertunagan yang anda sebut tadi bisa di ceritakan secara detailnya?" Ucap damas dengan tersenyum bahagia, mendengar cucunya akan bertunangan dengan Agra Mahardika membuat damas sangat bahagia karena ia merasa tekah menjalankan amanah anaknya, zahwa dan hendra yang sejak dulu sangat ingin menjodohkan kanza dengan putra keluarga Mahardika.
"Oh jadi begini, saya berencana untuk melaksanakan acara pertunangan mereka pada hari sabtu depan, keduanya telah setuju, apakah anda bisa hadir?" Jawab Aiden dengan sopan
__ADS_1
"Maaf sekali sepertinya saya tak bia hadir di acara kalian, karna tubuh saya sudah tua dan sakit-sakitan jadi saya sudah tidak bisa berpergian jauh, tapi saya akan usahakan menyuruh orang lain untuk mengantarkan hadiah, sampaikan maafku kepada cucuku" jawab damas
"Owh tak masalah, di sini biar kami semua yang menangani nya, anda tenanglah jaga kesehatan dan jika kami ada waktu biar kami yang mengunjungi anda di negara N itu" balas Aiden lalu memberikan kembali telepon itu ke Kanza
"Kakek,, tidak usah memikirkan ku, aku bisa menjaga diriku baik-baik di sini, kakek baik-baik lah jaga kesehatan, jika aku sebentar ada waktu maka aku akan telepon kakek lagi, dadah kakek" ucap kanza dengan lembut lalu mengakhiri sambungan telepon itu dengan salam
"Kanza?" Panggil Alya dengan lembut
"Iya Tante " jawab kanza menoleh ke arah Alya
"Apakah kamu setuju dengan pertunangan ini? Apakah kamu bahagia bersama Agra? Kamu tidak terpaksa atau tertekan kan?" Tanya serius Alya kepada kanza
Alya sengaja bertanya kepada kanza, ia ingin memastikan bahwa kanza tak terpaksa atau tertekan karena pertunangannya bersama Agra, karna sedari kemarin semuanya mereka yang menentukan tanpa bertanya sedikit pun kepada kanza
Kanza sebenarnya sangat ingin mengatakan iya, ia sangat ingin mengatakan bahwa ia sangat tak mau bertunangan dengan Agra, ia sangat tertekan dan juga terpaksa mengikuti semua ini karena Agra.
"Iya tante,, aku setuju dengan pertunangan ini tanpa merasa tertekan dan terpaksa, aku juga bahagia kok bersama dengan kak Agra " jawab kanza dengan serius menatap mata Alya
Alya tersenyum lalu kembali berkata dengan bahagia
"Kalau begitu kamu jangan panggil kami tante dan om lagi, mulai sekarang kamu harus panggil mama dan papa seperti agra dan Asya memanggil kami"
"Hah??" Kanza terkaget ia tak menyangka Alya akan mengatakan ini, ia sebenarnya memang sangat merindukan sosok orang tua sejak orang tuanya meninggal 14 tahun yang lalu.
"Iya kamu harus memanggil mama dan papa juga seperti aku dan kak Agra karna kak kanza sudah menjadi anggota keluarga ini" tambah Asya membuat kanza hampir meneteskan air matanya karena terharu
__ADS_1
"Iya tan, eh maksudnya mah, pah akan kanza usahakan" jawab Kanza
Mendengar perkataan kanza Alya pun berdiri lalu memeluk Kanza, begitupun dengan Asya, ia juga ikut memeluk Kanza.
"Owh iya kalau gitu aku izin keluar untuk mengambil koperku di hotel" ucap kanza setelah melepas pelukannya dengan Alya dan Asya
"Tidak usah, saya akan menyuruh anak buahku untuk mengantarkan nya ke sini" ucap Agra lalu berdiri dari duduknya dan menarik pergelangan tangan kanza mengajaknya untuk ikut bersamanya
"Mah, pah ada yang ingin aku bicarakan bersama kanza, kami pamit kebelakang dulu" pamitnya membawa kanza ke taman belakang mansion yang luas itu
Kanza mengikut tanpa menolak, ia juga ada banyak yang harus di bicarakan 4 mata bersama Agra
Setibanya di taman ia melepas pegangan tangannya lalu memastikan bahwa tak ada orang yang akan mendengar percakapan mereka.
"Sebelum nya saya ingin meminta maaf karna telah menyeret kamu ke dalam keluarga saya" ucap Agra lalu duduk di salah kazebo taman itu
Kanza ikut duduk di kursi kazebo itu berhadapan dengan Agra
"Rupanya dia juga bisa meminta maaf" pikir kanza
"Terus setelah ini kita harus bagaimana?" Tanya Kanza dengan menatap wajah Agra, jujur ia tak mau terus berada dalam kebohongan yang mereka buat, apalagi kakeknya juga terseret dalam drama ini, kanza pasti akan mendapat acehan dari sang kakek sebentar
"Bagaimana kalau kita membuat perjanjian?" Usul Agra
"Perjanjian? Perjanjian apa?" Tanya kanza dengan bingung
__ADS_1
"Iya perjanjian, perjanjian 4 bulan, jika setelah 4 bulan kita bertunangan dan kamu masih tidak memiliki rasa suka kepadaku, maka aku akan memutuskan pertunangan kita dan kamu tak usah khawatir biar saya yang akan bertanggung jawab kepada kakek kamu dan keluarga saya" ucap Agra memberikan tawaran kepada kanza dengan serius, ia sekarang memang belum cinta kepada Kanza tapi jika di tanya rasa suka ia sudah memilikinya bahkan mungkin rasa sukanya telah muncul saat mereka pertama kali bertemu di hotel