
"Kamu mengingatkan Tante kepada sahabat tante yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dia juga tidak bisa mencium aroma udang, tante kira dia adalah satu-satunya wanita di dunia ini yang tidak bisa mencium aroma udang karna biasa orang-orang hanya akan alergi kepada udangnya bukan pada aromanya, ternyata masih ada kamu juga" ucap Alya kembali membuka suaranya mengingat kenangan bersama sahabatnya dulu
"Dulu sahabat tante itu pernah datang mengunjungi kami disini, dia datang membawa anaknya yang mungkin masih berusia 5 tahun atau 6 tahunan, iya kan pa?" Lanjutnya sembari bertanya kepada sang suami tercinta
Aiden mengiyakan lalu bertanya kepada kanza karna sejak tadi hanya Aiden saja yang berdiam tak bersuara
"Oh iya kanza, nama asli kamu siapa?"
"Kanza Atmarini om" jawab kanza
"Kamu dan Agra berkenalan di mana?"
Kanza terdiam memikirkan jawaban dari pertanyaan aiden ini
"Kami berkenalan lewat online om, saat itu aku tak sengaja melihat Agra memfollow aku di WeChat milikku" jawab kanza membuat Agra melotot dan juga lega karna kanza tak memberitahukan yang sebenarnya kepada keluarganya.
"Kamu sudah memberitahu orang tua kamu bahwa kamu dan Agra akan bertunangan minggu depan?"
"Maaf om tapi aku yatim piatu, orang tuaku sudah lama meninggal" ucap kanza dengan lirih lalu menundukkan kepalanya membuat agra yang di sampingnya menatap iba ke arah kanza, agra langsung mengeratkan tangannya yang berada di bahu kanza
"Maaf, om tidak sengaja"
"Iya ngga apa-apa kok om, semuanya juga sudah berlalu"
"Ngomong-ngomong Kamu berasal dari mana?" Lanjut Aiden bertanya mengorek identitas kanza
"Ini adalah kesempatan untuk aku agar aku tak lagi terjerat di keluarga ini, bukankah keluarga kaya biasanya tak menyukai orang miskin atau kalangan bawah, kalau begitu ayo kita berperan menjadi orang lemah dan tak punya apa-apa" ucap kanza membatin
__ADS_1
"Aku berasal dari kota napier om, aku baru saja tiba di negara M karna datang mengunjungi Agra sekalian mencari pekerjaan di sini om" jawab kanza dengan semangat
Kanza berpikir setelah ini Aiden pasti akan mengurungkan niatnya untuk menyuruh nya bertunangan dengan Agra, karna kota napier adalah kota yang sangat terpencil di negara N, jadi secara tidak langsung kanza mengatakan bahwa dia berasal dari kalangan bawah sekali
"Bukankah itu kota terpencil di negara N?"tanya aiden memastikan
"Iya om" jawab kanza
"Apakah kamu tinggal di sana sejak kecil? Asya juga pernah ke sana waktu umur asya 6 tahun bersama kak Agra, papa dan mama" potong Asya bertanya kepada kanza dengan semangat 45
"Iya aku tinggal di sana sejak kecil" bohong Kanza
Kanza sebenarnya tak enak untuk berbohong kepada keluarga ini, menurutnya keluarga Mahardika sebenarnya keluarga yang baik, namun kanza tak suka jika ia harus bertunangan dengan Agra lelaki arogan
"Kami semua pernah ke kota itu, dan saat itu umur asya masih 6 tahun, kota di sana walau terpencil tapi fasilitas nya lengkap kok, bahkan Wi-Fi pun ada, di sana hanya jarang pengendara mobil dan motor aja" tukas Asya
"Iya kami pernah ke kota itu,bahkan kami juga berjanjian bersama sahabat tante yang Tante ceritakan tadi" jelas alya
"Kalian kan keluarga kaya, ngapain ke sana Tante?" tanya kanza dengan bingungnya
"Iya karna keluarga kami kaya, makanya kami ke kota itu, kami tak ingin nantinya sombong dengan apa yang kami miliki saat ini dan melupakan fakta bahwa kami ini hanyalah hamba Allah, kami kesana karena kami ingin menjalani hidup yang biasa-biasa saja agar kami tak sombong dan tak membeda-bedakan status sosial" ucap Alya menjelaskan panjang lebar
"Tapi.... Saat kejadian itu, kami sekeluarga langsung pulang ke negara M ini" lanjutnya sedikit ragu menceritakan kejadian beberapa tahun lalu yang menyebabkan kedua sahabatnya meninggal karna kebakaran
"Kejadian apa tante?" tanya kanza dengan sangat penasaran karna semuanya memasang raut wajah sedih termaksud Agra yang kanza selalu arogan
"Kebakaran besar yang menyebabkan sahabat tante dan om meninggal dunia, untung saja anaknya saat itu telah di keluarkan oleh Agra, jika tidak mungkin saat itu anak mereka juga ikut meninggal" jelas Alya membuat selerih ruang tamu menitikan air mata mengenang kenangan yang amat menyedihkan di kala itu.
__ADS_1
Kebakaran itu adalah kejadian yang paling menyayat hati kelurga ini, dimana mereka menyaksikan sendiri zahwa dan Mahendra selaku sahabat terdekat mereka terbakar hangus di dalam gubuk yang mereka tempati saat itu.
Sesaat kemudian Alya, Aiden dan asya pamit ke kamar mereka karena jam telah menunjukkan pukul 22.00, menyisakan agra dan kanza di ruang tamu yang hebing itu karna para pelayan juga sudah tak banyak yang berlalu lalang.
Aiden juga menyuruh kanza untuk menginap di ruang tamu di mansion ini karna sudah larut.
"Aku antar kamu ke kamar tamu" ucap Agra memecah keheningan
"Kalau begitu terimakasih kasih tuan Agra Mahendra, silahkan" balas kanza berdiri dengan tegap seraya mempersilahkan agra untuk menuntunnya ke kamar tamu yang di sebutnya tadi
Agar menoleh sinis kepada kanza, rupanya wajahnya telah seperti biasa makanya ia kembali ke sikap aslinya, padahal tadi Agra sedikit menikmati saat-saat ia dan kanza duduk dengan sangat dekat.
Ceklek....
Agra membuka kamar ruang tamu di lantai 1 lalu mempersilahkan kanza untuk masuk
"Jika kamu butuh apa-apa kamu tekan saja tomboh bel di atas meja itu atau kamu bisa langsung ke kamar ku, kamar ada di lantai 2 yang pintunya berwarna navy gelap"
Setelah mengatakan itu Agra menutup pintu kamar kanza lalu pergi ke kamarnya sendiri
Kanza masih memikirkan perkataan Alya tadi, apakah benar kota napier pernah kebakaran? Setahu kanza tak pernah kebakaran di kota tersebut.
"Kebakaran?" kanza berbicara sembari berjalan menuju ke ranjang kamar tersebut, Namun tiba-tiba saja kepalanya langsung sakit seperti sedang di tusuk-tusuk memakai banyak jarum
Kanza memegang kepalanya yang sakit lalu menutup rapat matanya, ia seperti mencoba mengingat sesuatu yang telah ia lupakan namun ia tak tahu itu apa
"Ada apa denganku? Mengapa dengan kebakaran? Apakah ada sesuatu yang aku lupakan? Tapi apa?" Kanza mencoba berpikir apa yang telah ia lupakan, namun semakin ia memikirkan hal itu semakin membuat kepalanya bertambah sakit
__ADS_1
"Awww" pekik kanza sudah tahan dengan sakit kepalanya, kanza meraih meja yang berada di dekatnya, lalu menopang tubuhnya memakai meja itu agar tak jatuh.