tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 16. perempuan jadi-jadian


__ADS_3

Agra, Asya dan Kanza pulang ke rumah, mereka bertiga singgah ke masjid dan restoran juga untuk makan malam.


"Kamu mau makan apa?" Tanya Agra kepada kanza karna hanya tersisa kanza yang belum memilih menu


Kanza terdiam sejak di mall tadi ia sudah merasa perut nya nyeri dan pinggang nya juga sakit, jadi ia tak banyak bicara dan gerak.


"Kak?" Panggil Asya sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah kanza karna dia tak menjawab pertanyaan Agra


"Aku.... hm apakah ada ofe onugbu?"tanya kanza kepada waiters


"ada" jawab waiters itu


"ofe onugbu satu, aku itu aja" ucap kanza


"Sepertinya dalam waktu dekat ini aku akan datang bulan" pikir Kanza


setelah itu waiters itu pergi membawa catatan pesanan mereka bertiga


ofe onugbu merupakan hidangan tradisional yang bahan utamanya memakai berbagai macam dedaunan pahit.


kanza memang sengaja memesan menu itu, saat akan datang bulan ia biasanya memakan makanan dan minuman yang terbuat dari bahan bahan tradisional, karna saat kanza datang bulan maka ia akan mengalami keram atau sakit perut yang tidak biasa seperti orang orang normal pada umumnya.


kanza merasakan keram perut yang sangat sakit karena sejak dulu ia melakukan latihan yang sangat keras saat belajar ilmu beladiri, makanya kanza bisa mengusai semua jenis bela diri saat umurnya baru menginjak 18 tahun.


bahkan di umur itu juga kanza telah mengetahui cara memakai berbagai macam senjata.


"kak bukankah sup ofe onugbu itu makanan yang terbuat dari dedaunan yang pahit ya? emang kakak ngga merasakan pahit?" tanya asya tiba tiba dengan rasa penasarannya


"ngga sepahit yang ada di bayanganmu kok, karna walaupun memakai berbagai jenis dedaunan yang pahit namun kuahnya masih terasa lezat di karenakan sebelum di masak daun daun tersebut harus di peras terlebih dahulu untuk mengilangkan rasa pahitnya, dan juga daun daun tersebut di rebus di dalam air mendidih lalu di tambahkan minyak sawit, pasta cocoyam dan ogiri igbo, setelah itu kita dapat memasukkan beberapa jenis daging, tapi aku biasanya hanya memakai babat dan beberapa potongan daging sapi" jawab kanza menjelaskan tentang ofe onugbu kepada asya dengan panjang lebar


asya hanya manggut manggut tanda mengerti dengan penjelasan kanza

__ADS_1


"kalau gitu aku boleh ngga sebentar mencobanya bersama kakak?" tanya asya lagi


"boleh kok dengan senang hati" jawab kanza tersenyum ramah


'kamu sepertinya sangat mengetahui tentang ditail cara masak ofe onugbu, apakah kamu pernah memasaknya sendiri?" tanya agra


"aku ngga pernah masak sendiri, aku hanya pernah melihat orang yang membuatnya" jawab kanza seadanya


kanza memang tak pernah membuatnya sendiri karna jika ia ingin memakan ofe onigbu maka ia hanya menyuruh koki di rumahnya untuk membuatkannya


"dari cara kamu menjelaskan sepertinya kamu cukup sering memakan hidangan itu" ucap agra mencoba mencari tahu tentang kanza


"hmmm sebenarnya ngga terlalu sering terkadang 1 atau 2 bulan sekali" balas kanza


baru saja agra ingin bertanya lagi, namun ia urungkan sebab para waiters telah datang memawa pesanan mereka.


ketiganya mulai makan dengan tenang hingga kanza memberikan separuh makanan nya untuk asya seperti ucapan nya tadi.


kanza sedikit berpikir sebelum ia membuka mulutnya untuk menerima suapan dari asya, jujur saja kanza selama ini selalu jijik jika memakai 1 sendok atau satu piring dengan orang lain. ini adalah yang pertama kali untuknya makan memakai sendok orang lain.


"tak seburuk yang aku bayangkan rupanya, ternyata di dunia ini semua hal harus kita coba dulu agar kita mengetahui hasilnya" pikir kanza


asya dan kanza saling bertukar makanan bahkan suap suapan dengan riang, kanza sangat menyukai asya karna selama ini ia tak punya saudara perempuan, bahkan saudara sepupu perempuannya mereka tidak sedekat ini.


agra juga ikut bahagia melihat kanza dan adiknya yang begitu dekat.


setelah selesai makan, agra lalu membayar ke kasir dan setelah itu ketiga pulang ke rumah.


se sampainya mereka di sambut oleh para pelayan yang berjejer.


"mama sama papa belum pulang?" tanya agra kepada para pelayan

__ADS_1


"belum tuan" jawab salah satu pelayan yang bernama lili


setelah mendengar jawaban dari lili agra pun segera mengantar kanza ke kamar nya, sedangkan asya saat turun dari mobil tadi ia langsung masuk rumah dan menuju ke kamarnya bahkan ia tak membalas sapaan dari para pelayan yang menyapanya.


"aku bukan anak kecil yang akan kesasar, mending kamu ke kamar kamu sana" usir kanza


"ini rumahku jadi aku berhak ingin kemana saja" balas Agra dengan cuek


"ish" gumam kanza sembari melihat agra dengan sinis


sementara itu di kejauhan ada sepasang mata yang menatap keduanya dengan tatapan tidak suka.


"aku yang bahkan telah 5 tahun menjadi pelayan di sini tak pernah di ajak bicara oleh tuan agra, atas dasar apa cewe kampungan itu mendekati tuan agra, bahkan nyonya sama tuan juga membiarkannya tinggal di sini, cihhhh...... tunggu saja aku akan membuatmu di usir dari rumah ini dan agra akan menjadi milikku" gumam lili dengan perasaan benci kepada kanza


"Aku telah sampai, apakah kamu berencana mengikutiku hingga ke dalam kamar?" tanya kanza geram kepada agra setelah sampai di depan kamar yang di tempati nya


"jika kamu mengizinkannya" jawab agra menggoda kanza


kanza memasang kuda kudanya lalu tak..... dengan cepat kanza menendang tulang kering agra lalu membuka pintu kamarnya dan menguncinya dari dalam meninggalkan agra dengan kekesalan dan kesakitan nya di luar kamar.


"Makanya jangan macam-macam" teriak kanza di balik pintu membuat agra semakin kesal


"Padahal aku hanya bercanda, dia menendangku dengan begitu keras apakah ia itu perempuan jadi-jadian? Sedikit-sedikit injak kaki sedikit-sedikit tendang kaki, apakah dia ingin membuat calon suaminya ini tidak bisa jalan?" Gumam agra dengan kesal bahkan tak sadar berbicara calon suami


Dengan kekesalannya Agra meninggalkan kamar kanza dan menuju ke kamarnya yang di lantai 2 dengan pincang, namun sebelum ia naik ke kamarnya, Agra menyuruh para pelayan untuk mengambil belanjaan mereka tadi yang masih berada di dalam mobil.


Setelah masuk ke dalam kamar nya Agra mandi dan memakai piyama tidur nya, lalu menelpon leon sekretaris pribadi nya.


"Assalamualaikum, ada apa bos" ucap leon setelah menjawab telepon Agra tanpa berbasa basi karna ia sedang makan malam


"Hmm wa'alaikumussalam, aku hanya ingin memberitahu mu agar besok datang lebih pagi dari biasanya karna besok aku akan berangkat bersama seseorang" balas Agra dengan dingin

__ADS_1


__ADS_2