
"Iya kek, Kanza akan menyelesaikan masalah ini sendiri, kakek istirahat lah jangan terlalu sering pergi memancing, di situ sedang turun salju pakailah baju yang tebal" balas kanza khawatir dengan keadaan sang kakek
"Iya iya, kamu memang paling tahu kakek"
Setelah mereka berbincang sedikit keduanya mematikan sambungan telepon itu, namun sebelum mematikan sambungannya kakek kanza memberitahu kanza jika memang masalah yang dibuat kanza sudah tak bisa ia selesai kan sendiri maka ia juga akan turun tangan.
Kakek kanza memang selalu mengajarkan kanza agar tak sombong atau membeda-bedakan yang miskin dan yang kaya untuk di jadikan teman, kakek kanza juga mengajarkan kepada kanza agar bertanggung jawab sepenuhnya atas masalah yang di buat oleh cucunya itu, dan selama ini kanza tak pernah membuat masalah yang tak bisa ia selesai kan.
Kanza selalu bertanggung jawab terhadap apapun yang di buatnya, dan sampai detik ini tak ada yang berani menindas cucu satu-satunya itu, sejak dulu kanza selalu dengan gampang melawan jika ada yang mengganggunya bahkan membuat orang itu mendapat berkali-kali lipat ganjaran, hingga perusahaan orang tersebut bangkrut.
Di apartemen miliknya Agra sedang berpikir, apakah jalan yang di ambilnya ini benar atau salah? Bagaimana jika sebenarnya kanza itu bukan perempuan baik-baik, ia belum menggali lebih dalam tentang kanza dan keluarganya.
Agra merogoh kantung celananya lalu mengambil telepon miliknya dan menelpon sekretaris kepercayaan nya
"Selediki perempuan yang bernama kanza, sekarang!!! saya tunggu 10 menit" perintah Agra
"Baik" balas Leon
Leon pun membuka laptop miliknya lalu mencari data tentang kanza, namun anehnya bagaimana pun leon mencari ia hanya mendapat 2 tentang kanza yaitu nama asli nya dan juga asalnya
Setelah mendapat 2 informasi itu leon kembali menelpon Agra
"Maaf bos saya hanya mendapat 2 informasi tentangnya"
"Katakan" ucap agra dengan dingin dan tegas
"Nama aslinya kanza Atmarini dan sepertinya dia berasal dari negara N karna melihat riwayat terbangnya, ia ke sini naik pesawat memakai tiket ekonomi, itu menunjukkan bahwa dia bukanlah dari kalangan atas bos, emang dia siapa?" Tanya leon setelah menjelaskan informasi yang ia dapat tentang kanza
"Oke" ucap Agra tanpa menjawab pertanyaan leon lalu mematikan sambungan telepon itu
"Cih kebiasaan, kalau ada butuh nya aja baru nelpon gue, lagian kenapa ngga cari sendiri sih? Bos kan lebih jago tentang komputer" gumam leon tak terima dengan sikap bosnya itu
Agra mengambil kunci mobilnya lalu keluar dari apartemen menuju ke hotel tempat kanza saat ini berada.
__ADS_1
"Kanza Atmarini? Sekelas leon yang ilmu komputer nya tak tertandingi di kantor, tak bisa menemukan identitas perempuan itu? Siapa sebenarnya dia? Apakah dia benaran dari keluarga kalangan bawah?" Agra bertanya-tanya pada dirinya sendiri sambil fokus menyetir
Setelah 30 menit mengemudi Agra pun sampai di hotel bintang lima miliknya
"Buka kembali akses lift itu, saya ingin ke private room saya" ucap Agra di sambungan telepon
"Baik tuan" jawab lelaki di sebrang telepon yang bernama Indra
Agra mematikan teleponnya lalu turun dari mobil dan masuk ke dalan hotel tersebut, ia berjalan dengan langkah yang besar menuju lift pribadi miliknya
Tak butuh waktu yang lama untuk Indra membuka akses lift itu, ia hanya memerlukan waktu tak cukup lima menit berkutat di depan komputer, lalu lift itu bisa beroperator seperti biasa.
Agra menekan tombol lift, setelah pintu lift terbuka ia pun masuk lalu menekan tombol 22
Tingg...
Agra telah sampai di lantai 22, ia pun keluar lalu mengeluarkan akses kamar miliknya lalu menempelkannya di pintu.
Pintu terbuka membuat kanza yang sedang duduk santai menoleh ke arah Agra yang sedang menuju ke arahnya.
"Walau dengan pakaian casual biasa dia tetap cantik" ucap Agra membatin
"Bukankah ini masih pukul 6.30? Kenapa datang cepat sekali?" Tanya kanza dengan nada tak bersahabat
"Perjalanan dari sini ke rumah saya lumayan jauh, saya tak mau membuat keluarga saya menunggu" jawab Agra dengan nada mengintimidasi
"Oh" balas kanza
Agra tak suka cara bicara kanza kepadanya, ia selalu ingin marah jika melihat kanza yang cuek seperti ini.
"Ayo" ajak Agra ingin meraih tangan kanza namun langsung di tepis cepat oleh Kanza
"Silahkan" ucap kanza menyuruh Agra untuk jalan duluan
__ADS_1
Agra pun dengan langkah yang cepat pergi meninggalkan kanza, ia sangat jengkel sekarang, di antara banyaknya cewek hanya kanza seorang yang pernah menolak untuk di sentuh oleh Agra.
"Arogan sekali, dia memang bukan tipeku bahkan sangat jauh dari kata idaman" gumam kanza sembari mengikuti Agra dengan sedikit berlari
Untung saja kanza tak memakai high heels jadi ia dengan gampang mengejar Agra yang pergi dengan langkah besar
"Jalannya bisa cepat sedikit? Kau mau membuat keluarga ku menunggu berapa lama?" Sindir Agra kepada kanza yang baru tiba, sedangkan Agra telah masuk duluan ke dalam lift
"Cih.... Di sini yang korban siapa yang marah juga siapa, apa dia gila" gumam kanza dengan pelan tak terima dengan sindiran Agra
Walaupun pelan namun masih bisa di dengan oleh agra karna mereka berdekatan saat berdiri dalam lift itu
"Ingat nama saya Agra, jangan sampai kamu lupa dan membuat kacau di rumah saya sebentar"
"Hmmm"
Ting.....
Agra dan kanza telah sampai di lantai dasar, kedua keluar dengan di dahului oleh Agra, setelah keduanya keluar seketika semua karyawan di dalam hotel itu langsung memandang keduanya dan bertanya-tanya siapa wanita yang bersama Presdir mereka
"Siapa dia? Apakah dia pacar pak Agra?" Tanya salah satu karyawan ke karyawan lainnya
"Ngga tahu, tapi sebelumnya kita kan ngga pernah melihat pak Agra membawa perempuan lain ke private room miliknya selain keluarga nya" ucap karyawan lainnya
"Tapi perempuan itu sangat cantik, aku seperti melihat bidadari yang turun dari khayangan" ucap salah satu karyawan lelaki memuji kecantikan kanza
"Iya dia sangat cantik, aku baru melihat perempuan secantik itu di negara M ini" ucap lelaki lainnya
"Cantikan juga gue" ucap karyawan perempuan yang tak terima teman-teman nya memuji kanza
"Cihhh" ucap serentak lelaki yang memuji kanza barusan
Kanza merasa risih karna sepertinya semua mata menatap kepadanya, ia segera berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Agra lalu menunduk.
__ADS_1
Salah satu alasan kanza selalu keluar memakai masker dan topi adalah karna selalu banyak mata yang melihat dirinya seperti sekarang.