tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 18. siapa wanita ini?


__ADS_3

"Bos dia...."


Belum sempat Leon melanjutkan ucapannya, Agra langsung memberi perintah dengan dingin


"Jalan"


Mendengar perintah Agra, leon segera menjalankan mobil Aston Martin itu.


Leon menyetir dengan kecepatan rata-rata, sedangkan di kursi belakang Kanza dan Agra hanya diam dengan pikiran mereka masing-masing.


Leon sungguh sangat penasaran siapa sebenarnya kanza ini, mengapa dia mengikuti Agra ke kantor dan menurut nya kanza sangat cantik bahkan mungkin di negara M tak ada yang bisa mengalahkan kecantikan Kanza.


Karna penasaran jadi Leon mencuri pandang melihat Kanza yang sedang duduk tenang di samping Agra melalui spion di depannya.


Kanza bukannya tak menyadari bahwa leon mencuri-curi pandang melihat nya, namun ia terlalu cuek akan masalah sepele seperti ini, yang penting bukan pelecehan atau hal jahat lainnya maka kanza akan diam saja


"Jika kau melihatnya sekali lagi akan ku buat matamu itu tak bisa melihat matahari terbit besok" ucap Agra dengan dinginnya membuat leon salah tingkah dan gemetar takut


Leon tahu sang bos jika berbicara tak pernah berbohong dan tak pernah ingkar, leon pun hanya fokus saja ke depan dan tak berani lagi melirik Kanza


"Sungguh menakutkan, apakah dia pacar bos? Sepertinya aku melihat aura kecemburu dari mata bos tadi" gumam leon


Ketiganya pun terdiam tanpa ada yang memulai percakapan.


"Turunkan aku di depan sana" ucap kanza sembari menunjuk ke tepi jalan yang sudah tak jauh dari perusahaan Mahardika group


Agra menaikkan satu alisnya lalu bertanya kepada kanza


"Mengapa?"


"Aku akan menjadi karyawan baru di perusahaan mu, bukankah aneh jika kita turun satu mobil pas di hari pertama aku bekerja?" Jawab Kanza dengan malas, karna menurut nya Agra ini bodoh atau gimana


"Kamu tinggal bilang bahwa kamu pacarku, apa susah nya?" Ucap Agra membuat leon membelakkan matanya kaget karna selama ia ini leon tak pernah melihat Agra dekat dengan wanita dan tiba-tiba leon mengatakan bahwa kanza adalah pacarnya


"Apakah ada yang aku lewatkan tentang bos akhir-akhir ini?" Pikir Leon bertanya kepada dirinya sendiri


"Apakah kamu sudah tidak waras?" Tanya kanza dengan kesal kepada Agra

__ADS_1


Semua karyawan perusahaan akan sangat sungkan padanya atau bahkan akan para karyawati akan menghujat nya mati-matian jika ia mengatakan bahwa Agra adalah pacarnya


"Dia tak punya kelebihan apa-apa selain wajahnya yang tampan huh" pikir kanza


"Hentikan mobilnya" sambungnya memberi perintah kepada Leon


Leon bingung harus melakukan apa, ia pun menoleh ke arah Agra menanyakan apa yang harus ia lakukan dengan ekspresi wajahnya, melihat Agra mengangguk leon segera menghentikan mobil sesuai perintah kanza


"Terimakasih" ucap kanza lalu keluar dan membanting pintu mobil


Leon dan Agra kaget karena pintu yang di tutup dengan keras


"Apakah dia marah? Apa salahku?" Gumam Agra tak mengerti dengan sikap Kanza


Setelah kanza turun leon kembali menjalankan mobil itu sampai ke perusahaan.


"Cihhh dia itu pura-pura bodoh atau ingin aku menderita di hari pertama ku bekerja" gerutu kanza sembari berjalan


Kanza melihat gedung tinggi di depannya, ia kemudian menarik nafas dalam-dalam kemudian masuk ke dalam kantor itu.


Saat tiba di pintu masuk tiba-tiba salah satu karyawan mendekat ke arahnya dan bertanya.


"Ya" jawab kanza seadanya


"Silahkan ikut saya, saya akan mengantarkan nona ke ruangan pak Agra" ucap resepsionis itu dengan sangat sopan lalu berjalan ke depan dan di ikuti oleh Kanza


Saat Agra sampai ia langsung memanggil salah satu resepsionis untuk menunggu kedatangan kanza, ia khawatir kanza akan di persulit karna hari ia belum mendapatkan kartu tanda karyawan.


"Siapa wanita ini? Perasaan aku baru melihatnya, apakah pacar pak Agra? Bahkan pak Agra dengan sangat perhatian menyuruhku untuk membiarkan wanita ini untuk memakai lift pribadi nya"


Sambil berjalan resepsionis itu bertanya-tanya tentang hubungan kanza dan Agra kepada dirinya sendiri.


Setelah sampai di depan lift khusus Presdir resepsionis itu membukakan lift untuk kamza lalu mempersilahkan nya untuk masuk dan menyuruhnya menekan tombol paling atas yaitu angka 29.


Sebelum pintu lift nya tertutup kanza memberi senyum tipis ke arah resepsionis itu, menurut kanza dia cukup ramah.


"Sepertinya ini lift yang khusus yang hanya di gunakan nya" gumam Kanza

__ADS_1


Kanza tak bodoh ia tahu ini lift khusus Agra karna tak ada orang yang mengantri memakai lift ini seperti lift lift lainnya.


Tingg.....


Pintu lift terbuka, kanza telah sampai di lantai 29 tempat ruangan Agra berada


"Apakah anda nona Kanza?" Tanya seorang wanita cantik yang sepertinya telah sengaja menunggu nya


"Iya" jawab kanza


"Mari saya tunjukkan ruangan anda" ucap wanita itu yang bernama Sindi


"Ini adalah ruangan mu, jika kamu membutuhkan sesuatu panggil saja aku, ruangan ku tepat di samping ruangan ini, yang di depan itu adalah ruangan pak Agra Presdir kita, dan yang di sampingnya adalah ruangan leon asisten pribadinya" ucap Sindi menjelaskan tentang detail ruangan-ruangan yang ada di lantai 29


"Owh iya di sini hanya ada 5 ruangan yaitu ruangan mu saat ini, ruangan saya, ruangan rere yang berada di samping ruangan ku, ruangan pak leon, dan ruangan pak Agra, dan usahakan jangan masuk ke dalam ruangan pak Agra jika bukan masalah penting atau pak Agra yang menyuruh, kamu harus berhati-hati, jangan sembarang " sambung Sindi lagi memperingati


"Oke, terimakasih " ucap kanza dengan ramah


"Ruang dapur lantai ini ada di sana, jika tak ada yang lain aku akan kembali ke ruangan ku" ucap Sindi lalu meninggalkan kanza


"Tunggu" cegat Kanza


Sindi berbalik lalu bertanya kepada kanza


"Ada apa?"


"Apakah ada pekerjaan untukku?" Tanya kanza


"Untuk saat ini tidak ada, kamu duduk saja sambil menunggu tugas dari pak leon" ucap sindi lalu pergi meninggalkan kanza


Kanza meletakkan tasnya di atas meja lalu duduk di kursi yang di siapakan untuknya.


Setelah setengah jam duduk kanza mulai bosan karna tak melakukan apapun, leon juga tak memberinya tugas, ia kemudian menyalakan komputer untuk menghilangkan kebosanannya.


"Huhhh apakah tidak ada pekerjaan yang harus aku lakukan? Terus aku ke sini sebenarnya ngapain? Aku seperti orang yang tak berguna di sini" gerutu kanza sedikit kesal dengan kebosanannya


Kanza mendapat ide, ia lalu mengotak atik komputer yang ada di depannya dengan lihai. Tak sampai 5 menit ia telah mendapatkan apa yang ia inginkan

__ADS_1


"Bukankah dia Presdir? Mengapa gampang sekali mendapat nomor telepon nya?" Ucap kanza heran


__ADS_2