tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 10. menjadi sekretaris


__ADS_3

Agra hanya tersenyum melihat tingkah kanza yang menurutnya lucu, padahal kanza hanya berterima kasih lalu pergi dengan langkah melompat-lompat seperti anak kecil.


Itu memang kebiasaan kanza jika ia jalan setelah makan saat bersama kakeknya, Kanza berkata jalan seperti itu bisa membantu menurunkan kekenyangan.


Agra juga berbalik ingin ke kamarnya, Namun sesaat kemudian ia teringat tujuannya turun ke lantai 1, hingga akhirnya ia melihat kanza yang keluar dari kamarnya dengan mengendap-endap seperti maling.


"Astaghfirullah hampir aja lupa" ucapnya sembari memukul pelan kepalanya


Agra tadi sebenarnya turun kelantai 1 karna ingin mengambil laporan di atas meja yang di bawa leon untuk ditandatangani, sebenarnya ia bisa saja mengambilnya besok karna kebetulan besok adalah akhir pekan, namun ia tak mau para pelayan memindahkan laporan tersebut, membuat Agra harus mencarinya lagi jika ia akan menandatangani nya.


Setelah mengambil laporan itu Agra kembali ke kamarnya lalu menyimpan laporan itu di laci samping ranjang tidur miliknya untuk besok ia tandatangani, Setelah itu ia naik ke ranjang dan bersiap untuk tidur.


Tepat pukul 05.00 semua penghuni mansion Mahardika telah bangun dari tempat tidur mereka masing-masing, bersiap untuk melaksanakan shalat subuh.


para lelaki yang bekerja di mansion ini pergi shalat di masjid termaksud Agra dan Aiden.


Sedangkan para pelayan wanita ada yang melaksanakan shalat di musholla mansion ini dan ada juga yang melaksanakan shalat di kamar mereka masing-masing.


Seperti Kanza saat ini, karna melihat ada mukena yang tergantung di almari pakaian yang di ambilnya semalam ia pun langsung melaksanakan shalat subuh di dalam kamar, sama hal dengan Asya dan alya yang melaksanakan shalat subuh di dalam kamar mereka.


Setelah shalat subuh Kanza sedikit tadarus melalui handphone miliknya. Setelah itu, karna tak tahu apa yang harus ia lakukan selepas tadarus, kanza pun duduk di tepi ranjang sembari melihat lihat laporan yang dikirimkan kepadanya melalui email handphone nya.


Ada lebih 20 laporan yang telah masuk, namun kanza hanya membuka laporan yang penting saja seperti laporan dari Zoya selaku sekretaris pribadi miliknya.


Laporan itu berisi tentang para direktur yang telah melakukan korupsi di cabang perusahaan miliknya.

__ADS_1


Kanza menyinggung kan senyum sinis nya kemudian membalas email itu dengan tenang.


"Hempaskan mereka, jangan beri ampun agar tak ada lagi kesalahan yang kedepannya!!! dan ganti dengan orang organisasi kita yang dapat dipercaya"


"Baik" balas Zoya


Setelah melihat email dari zoya kanza beralih melihat email lainnya, namun saat ingin membuka salah satunya, ia mendapat pesan baru dari sang Kakek tercintanya.


"Kakek tekah mentransfer uang 1 triliun di rekening kamu, gunakan untuk kamu berbelanja sepuasnya di negara M, kakek akan selalu mendukung apapun keputusan mu selama itu masih pantas"


Kanza tersenyum melihat pesan kakeknya, lalu mengecek rekening miliknya, sepertinya rekening nya akan membengkak karna kebanyakan menerima masukan uang.


"Kakek..... ini masih pagi sekali dan kakek sudah mengirimkan aku uang dengan begitu banyak, lihatlah salah satu ATM ku sebentar lagi akan membengkak akibat ulah kakek"


Kanza membalas pesan sang kakek dengan bercanda sambil tersenyum.


Entah sudah berapa lama kanza berkutat dengan handphonenya ia bahkan tak menyadari bahwa Asya sekarang sedang berjalan menuju ke arahnya.


"Kak kanza lagi ngapain? Serius amat" ucap Asya yang melihat kanza yang masih sangat serius memainkan handphone nya


"Ehh... Ngga kok,, kamu kapan masuk?" Ucap kanza lalu segera mematikan handphone yang dipegangnya sejak tadi


"Baru saja,,, Nggak apaan kak kanza aja serius banget tadi"


"Owh,, itu aku hanya sedang mencari pekerjaan... iya aku sedang mencari loker hahaha"

__ADS_1


"Owh kakak lagi cari loker (lowongan pekerjaan), kirain juga apa sampai serius gitu mukanya, lagian kakak ngga usah lah cari kerjaan kan ada kak Agra, ada aku juga ada mama sama papa juga, kalau kak kanza butuh apa-apa bilang aja sama kita-kita"


Kanza hanya diam mendengar ucapan Asya, tanpa membalasnya.


"Owh iya, kak ayo sarapan mama, papa dan kak Agra udah tunggu di meja makan" ajak Asya lalu menarik tangan Kanza keluar dari kamar pergi ke meja makan.


Di meja makan Agra, Alya dan Aiden sedang berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan Asya dan kanza, hingga mereka berhenti saat orang yang di tunggu datang.


Agra memerhatikan penampilan Kanza, setelah mandi subuh tadi, kanza kemabli mengenakan dress dan cardigan miliknya semalam, karna kanza berpikir ia akan pindah dari rumah ini, jadi ia tak boleh membawa apapun dari sini.


"Eh kok kamu masih pakai baju kamu yang semalam? Apakah kamu ngga lihat pakaian yang kami sediakan di almari?" Tanya Alya saat kanza telah duduk di kursi samping Agra.


"Lihat kok tante, hanya saja aku berpikir lebih baik aku mengenakan kembali pakaianku yang ini karna sebentar aku akan kembali ke hotel, kedua koperku juga masih di sana" jawab kanza lalu mengambil french toast yang telah di siapakan untuk dirinya dan ikut makan karna semuanya telah mulai memakan sarapannya


"Karna kamu sebentar lagi akan bertunangan dengan Agra, maka kamu tinggallah di sini dan kamu bisa mulai bekerja menjadi sekretaris Agra mulai besok, kata kamu semalam kamu sekalian cari kerja kan? Saya sudah memikirkan pekerjaan yang paling tepat untuk kamu adalah menjadi sekretaris Agra di kantor"


"Uhuk... uhuk..." Seketika saja kanza langsung terbatuk dan membelakkan matanya setelah mendengar ucapan Aiden


Agra yang berada di samping kanza dengan sigap mengambilkan susu di samping kanza dan memberikannya untuk kanza minum.


Kanza langsung mengambil susu itu dan meminumnya hingga habis tak tersisa, sungguh ia sangat kaget dengan ucapan yang di keluarkan oleh Aiden barusan.


Apa!! Tinggal di rumah ini? Bukankah kebebasannya akan hilang jika ia akan tinggal di sini? Ohhh tidak kanza harus memikirkan cara agar ia tidak di suruh pindah ke sini, terus aku di suruh kerja menjadi sekretaris Agra, sungguh konyol bukankah itu sama saja menyerahkan diri dengan pasrah??


"Ishhh ku kira rencanaku semalam berhasil, rupanya mereka tak memandang orang dari status sosial, huhhh ini membuatku sangat kesulitan untuk menghadapi keluarga ini" gerutu kanza dalam hati

__ADS_1


"Kamu ngga apa-apa kan? Apakah perkataan om tadi membuatmu kaget?" Tanya Aiden khawatir


__ADS_2