
Ceklek .....
Seketika ia mematung dan sedikit melotot
"Ups sepertinya aku salah masuk kamar" ucapnya membatin
Kanza terdiam tak melangkah maju atau mundur ia hanya diam tak berkutik di tempat.
Sedangkan 4 orang dalam kamar itu ikut kaget dan tercengang melihat kedatangan nya
Kanza sampai saat ini masih diam di tempat hingga ia panik karna salah satu di antara 4 orang itu berdiri dan menghampiri dirinya
"Apa... Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aduhhhh" ucapnya masih membatin
Karna saking kagetnya kanza bahkan kehilangan rasa ngantuk dan lelahnya
"Kamu siapa kok bisa masuk dalam sini?" Tanya Anastasya dengan penuh selidik sambil memperhatikan wajah kanza dengan intens
"Hmm cantik". Gumamnya
Kanza tak bisa berkata-kata saat ini ia masih terlalu kaget, hingga saat tasya mengulang kembali pertanyaannya baru kanza menjawabnya
"Ma... Maaf sepertinya saya salah kamar" jawab kanza lalu ingin bergegas pergi private room sebelah
"Tunggu" tahan tasya membuat kanza berhenti
"Apa tadi kamu bilang salah kamar? Mana ada!!! di sini itu khusus private room kami sekeluarga, yang di sebelah itu punya aku, dan yang ini punya kak agra" ucapnya lagi
Melihat tangannya yang di pegang oleh orang asing kanza sedikit tak suka ia langsung memasang ekspresi datar nya, walaupun perempuan tetap saja asing bagi kanza
"Nih cewek kenapa sih, udah dari tadi diam, eh sekarang pasang wajah datar lagi" gumam Tasya dalam hati
"Atau jangan-jangan kamu pacarnya kak agra ya? Karna malu kepergok jadi kamu bilang salah kamar,, iya kan? Kamu pacarnya kak agra kan?"
"Hahaha aku baru tahu ternyata kak agra punya pacar yang dia sembunyikan "
3 orang yang tadi hanya melihat kanza dan tasya akhirnya ikut berdiri, ada yang penasaran karna ucapan tasya tadi dan ada yang bingung
__ADS_1
Seketika kanza kaget atas apa yag baru saja diucapkan oleh tasya barusan, ia langsung saja melepaskan tangannya yang masih di pegang oleh tasya
"Omong kosong" sarkas kanza tak terima dengan ucapan yang baru saja tasya lontarkan
Kanza berbalik dan ingin pergi dari ruangan ini, ia berpikir tak apa cari hotel lain dari pada harus terjebak dengan keluarga aneh ini.
Namun lagi-lagi niat kanza yang ingin keluar di hentikan dengan keluarga tersebut
"Tunggu"
Sekarang bukan tasya lagi yang berucap melainkan Agra
"Huuuhhh" kanza menghela nafas sepertinya ia akan terjebak sedikit lama karena kebodohannya,
Kanza berbalik berniat meminta maaf, namun ia kembali di kagetkan karna Agra telah berada di depannya
"Astaghfirullah" ucap kanza dalam hati sambil mengusap dadanya
"Apakah perempuan ini yang akan menginap di private room milik asya? Astaga kalau tau dia perempuan tidak akan aku izinkan pak tua itu,. Sekarang harus bagaimana? Mana ada papa sama mama lagi" Agra bertanya-tanya pada dirinya sendiri
Jujur ia juga bingung harus bilang apa kepada orang tuanya, belum lagi tasya yang asal nebak, Agra juga kaget dengan kedatangan tiba-tiba kanza
"Saya sudah bilang tadi, saya salah masuk kamar apa masih tidak dengar? Saya bahkan sudah meminta maaf kepada kalian semua" jawab kanza
"Salah masuk kamar bagaimana? Yang di katakan putri saya benar private room di sebelah adalah punya dia dan yang ini punya kakaknya" jawab alya ibu Agra dan tasya
"Apakah kamu benaran pacar anak saya?" Tanya alya yang kini mulai penasaran juga kepada gadis cantik yang mengaku salah masuk kamar ini
Kanza tak berkutik ia hanya melawan dalam hati sekarang ia tak bersuara lagi, kanza masih memikirkan bagaimana cara agar masalah ini cepat terselesaikan
Agra juga sekarang sedang berpikir keras bagaimana harus menjelaskan ini semua kepada orangtua dan adiknya.
"Maaf sekali lagi tante, saya nggak kenal sama anak tante, bahkan saya juga tidak tahu menahu tentang keluarga kalian, sepertinya tante salah sangka, saya benaran salah kamar dan ini adalah kartu akses private room saya" jawab kanza sembari memperlihatkan kartu akses private room milik tasya
"Kamu dapat ini dari mana? Ini kan kartu akses private room milik asya" tasya berucap sambil menarik karu akses private room yang tadi di tunjukan oleh kanza
Agra menoleh melihat kartu private room tersebut
__ADS_1
"Benar itu adalah kartu akses private room milik asya yang saya berikan kepada pak tua itu kemarin " agra terus berpikir dalam hati apa yang harus dia lakukan
Melihat 2 koper yang lumayan besar di luar, Agra menebak bahwa wanita ini baru saja sampai di negara M ini.
Agra melihat ke arah koper lalu melihat lagi ke arah kanza seketika ia mendapat ide,
"Penampilan wanita ini tidak buruk dan wajahnya juga tidak jelek, dia hmmm.... cantik, sepertinya hanya ini jalan keluar satu-satunya"
"Maaf mah, dia memang pacar agra yang baru datang ke negara ini, dia orangnya pemalu mah, dia ngga kenal sama kalian karna aku belum pernah ngenalin dia ke kalian" ucap Agra sembari merangkul bahu kanza
Semua orang yang ada di sana langsung saja kaget dengan pengakuan dari bibir Agra, dan yang paling kaget sekarang adalah kanza
Bagaimana tidak kaget mereka bahkan tak tahu nama satu sama lain dan sekarang Agra mengaku bahwa mereka menjalin hubungan
What!!!! "What is this???
"Mmm" baru saja kanza ingin mengelak ia langsung mendengar bisikan dari lelaki di sebelahnya
"Jika ingin masalah nya cepat selesai lebih baik kamu diam, ini juga kesalahan kamu"
Kanza langsung bergidik ngeri saat Agra berbicara sangat dekat dengannya, jujur ini pertama kali ia sangat dekat kepada lawan jenisnya.
Kanza memberikan tatapan sinis kepada Agra, namun Agra tak menghiraukan nya
"Benar kan apa kata asya, dia benaran pacar tersembunyi kakak" ucap tasya dengan girang
"Halo kak nama kakak siapa? Nama aku Anastasya, panggil aja asya atau tasya juga boleh" sambungnya seraya mengulurkan tangannya kepada kanza
Kanza membalas lalu menyebutkan namanya
"Kanza"
"Oh namanya kanza, nama yang bagus" ucap agra dalam hati sambil menoleh melihat kanza
"Kalian pacaran sudah berapa lama?" Tanya alya
Alya dan asya sekarang sangat penasaran kepada kanza, Agra tak pernah membahas tentang wanita jika di depan keluarga mereka, dan sekarang tiba-tiba ia telah memiliki pacar, ini adalah berita heboh
__ADS_1
"Baru menjelang 4 bulan mah" jawab Agra, kanza hanya diam tak bersuara ia hanya tersenyum kecil, kanza berpikir terserah lah apa kata lelaki di sampingnya ini yang terpenting keluarga ini harus pergi dulu dari sini, biar dia dan agra sebentar yang berbicara 4 mata