
Kelima mulai makan dengan tenang, hanya kanza yang tak menikmati makanan nya, ia hanya terpaksa duduk dan makan di meja makan ini.
Agra sedikit menoleh ke arah kanza lalu melihat keringat dingin di dahi kanza, Agra terheran mengira bahwa kanza mungkin tak pernah memakan makanan enak seperti ini makanya ia sangat senang hingga berkeringat dingin.
Kanza sungguh sudah tak tahan, aroma yang di keluarkan udang ini bagaikan asap baginya, semakin lama ia menghirupnya maka ia akan semakin sesak nafas
Kanza berdiri dengan ekspresi wajah yang limbung, ia sebenarnya tak enak namun dari pada harus pingsan di sini kan
"Maaf om, tante semuanya, aku udah kenyang, kalian silahkan lanjutkan makan kalian, terima kasih" ucap kanza lalu pergi menjauh dari meja makan itu dan meminta bimbingan dari salah satu pelayan agar menuntunnya ke kamar mandi
"Padahal ia baru makan sedikit, bahkan makanan di piringnya juga tak habis" ucap Alya bingung melihat kepergian kanza
"Mungkin sebelum ke sini kanza udah makan ma" ucap Agra menenangkan sang mama, sebenarnya ia juga bingung dengan tingkah kanza.
Agra sebenarnya tahu tak mungkin kanza sudah makan, kanza mengambil makanan dari mana? kan liftnya ia matikan selama ia pergi, karna malas berpikir Agra pun lanjut makan dan menghabiskan makanan di piringnya
Sedangkan kanza yang di kamar mandi masih merasa pusing dan sesak nafas, entah sudah berapa lama ia di dalam yang pasti keadaan belum baik-baik saja.
Sedari kecil kanza memang tak bisa menghirup aroma udang yang telah di olah, namun jika udang hidup ia masih bisa melihat bahkan memegangnya. Aneh bukan? Memang aneh tapi itulah menyakit yang di turunkan dari zahwa ibu Kanza.
Ibu kanza juga tak bisa menghirup aroma udang jika sudah di olah atau di masak entah mengapa, namun jika tak sengaja menghirup aroma tersebut ia akan sesak nafas dan akan anosmia selama beberapa menit jika menghirup terlalu lama aroma udang tersebut.
Keluarga Mahardika telah selesai makan namun masih tak melihat Kanza, Alya pun bertanya kepada pelayan dimana Kanza, pelayan itu menjawab bahwa salah satu teman mereka tadi mengantar kanza ke kamar mandi
"Apakah sampai sekarang belum keluar?" Tanya alya lagi kepada pelayan tersebut
"Sepertinya belum nyonya karna saya juga belum melihat nya" jawab Pelayan itu, lalu Alya menyuruh nya pergi
"Ada apa ma?" Tanya Agra mendekati mamahnya karna melihat ekspresi wajahnya yang bingung
__ADS_1
"Itu katanya kanza tadi ke kamar mandi tapi belum keluar sampai sekarang, udah berapa lama ini, jika kanza pergi waktu kita masih makan, coba kamu pergi cek, jangan-jangan dia kenapa-napa lagi" perintah alya kepada Agra
Agra pun bergegas pergi ke kamar mandi tempat kanza, ia sekarang mulai panik jika benar kanza kenapa-napa, entah apa yang harus ia lakukan.
Tok tok....
"Kanza apakah kamu di dalam?" Tanya agra berteriak dengan panik
Kanza kembali mencuci wajahnya, entah sudah berapa kali ia lakukan, lalu menjawab dengan suara lemasnya
"Iya aku di dalam, kamu pergilah aku akan segera keluar"
Agra yang panik sedikit santai setelah mendengar jawaban dari kanza, namun ia tak menuruti perintah kanza untuk pergi dari situ, ia berdiri menyandar di tembok depan kamar mandi seraya memasukan kedua tangannya ke dalam saku celananya.
Tak berselang waktu lama kanza keluar dengan wajah yang masih lembab dan mata sedikit merah dan dengan wajah yang sedikit pucat.
"Apakah kamu sakit?" Tanya Agra khawatir
Agra membantu kanza berjalan menuju ruang tamu dengan memegang bahu kanza, kanza tak menolak karna kanza benar-benar merasa sedikit pusing.
Setelah sampai di ruang tamu agra mendudukkan kanza di sampingnya dan mendapat pertanyaan bertubi-tubi dari asya dan alya
"Kak kanza, kakak kenapa? Kok pucat gitu?" Tanya asya khawatir dengan keadaan Kanza
"Iya kanza kamu kenapa? Apakah kamu sakit? Apakah kita harus memanggil dokter?" Tanya alya juga dengan khawatir
Kanza sebenarnya sangat senang mendapat perhatian dari Alya dan Asya karna selama ini ia hanya mendapat perhatian dari kakeknya yaitu keluarga satu-satunya milik kanza.
"Aku ngga apa-apa kok tante, asya, aku tadi hanya sedikit pusing" jawab kanza mencoba memperlihatkan bahwa ia benar-benar tak apa-apa
__ADS_1
"Apakah gara-gara udang?" Tanya serius Alya kepada kanza membuat semua orang yang ada di ruang tamu menatap bingung kepada Alya termaksud kanza
Kanza bingung kepada Alya yang langsung bisa menebak bahwa ia pusing karna udang
"Kok tante tahu?" Tanya balik kanza dengan wajah bingung dan polosnya
"Tante nebak aja, karna sedari tadi pas kamu duduk di meja makan kamu selalu menatap ke arah udang dan mengerutkan keningmu seperti tertekan, apakah kamu tak suka dengan udang?"
"Sebenarnya bukan tak suka aku hanya nggak bisa mencium aroma udang yang telah di olah tante, jika aku mencium aromanya aku akan sesak nafas dan akan mengalami anosmia selama beberapa menit jika sudah terlalu lama menghirup aromanya" jawab kanza menjelaskan kepada mereka semua
"Astaghfirullah kak kanza,, Kenapa ngga bilang dari tadi? Kan itu udang bisa di pindahin ke tempat lain" ucap Asya kaget dengan penjelasan kanza barusan
Begitupun dengan Agra, Alya dan Aiden mereka sama kagetnya dengan Asya, gejala anosmia bukanlah gejala yang biasa, anosmia adalah kehilangan Indra penciuman, walaupun tak lama namun kanza pasti sedikit sengsara.
"Ngga apa-apa kok, aku sekarang udah lebih baik, itu hanya sementara" tukas kanza tak ingin semua nya semakin khawatir kepada dirinya
"Benarkah?" Tanya Agra memastikan sambil melihat intens wajah kanza, benar saja wajah yang tadi sedikit pucat kini sudah kembali seperti biasa
"Iya" jawab kanza seraya mengangguk
"Benaran kak kanza udah ngga apa-apa?" Tanya Asya yang masih khawatir kepada kanza
"Iya Asya, aku udah ngga apa-apa kok, lihat aja muka aku kalau nggak percaya"
Asya melihat wajah kanza lalu berkata dengan polosnya
"cantik" sektika wajah kanza menjadi merah mendengar pujian Asya
"Asya lebih cantik kok" balas kanza
__ADS_1
"Kamu mengingatkan Tante kepada sahabat tante yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu, dia juga tidak bisa mencium aroma udang, tante kira dia adalah satu-satunya wanita di dunia ini yang tidak bisa mencium aroma udang karna biasa orang-orang hanya akan alergi kepada udangnya bukan pada aromanya, ternyata masih ada kamu juga" ucap Alya kembali membuka suaranya mengingat kenangan bersama sahabatnya dulu