
Kanza merasa risih karna sepertinya semua mata menatap kepadanya, ia segera berjalan mensejajarkan langkahnya dengan Agra lalu menunduk.
Salah satu alasan kanza selalu keluar memakai masker dan topi adalah karna selalu banyak mata yang melihat dirinya seperti sekarang ini
Agra tercengang melihat kanza yang tiba berjalan di sampingnya, ia melihat wajah kanza yang menunduk dengan pipi yang memerah, Agra menyadari sepertinya kanza sedang malu.
Agra segera menjulurkan tangannya kebahu kanza lalu memberikan tatapan dingin ke arah karyawan yang sedang melihat kanza dan dirinya. Seketika para karyawan itu berkeringat dingin lalu bubar kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
bagaimana keduanya tak menjadi bahan perhatian dan perbincangan, secara perempuan nya cantik dan laki-laki nya juga ganteng,. dengan wajah tampan dan bibir seksi dengan wajah blasteran, bahkan pahatan wajah Agra bisa di bilang hampir sempurna.
Agra memang sangat tampan bahkan ketika ia keluar ia akan selalu di dekati para wanita-wanita kalangan atas bahkan aktris-aktris cantik papan atas
Sedankan kanza, setelah menyadari tangan Agra di bahunya ia langsung membatin tanpa mengangkat kepalanya
"Apakah dia sedang mengambil keuntungan dari kesulitan? Ishhh dasar pria arogan ini"
Mereka telah sampai di mobil Porsche yang dikemudi oleh Agra saat ke sini tadi, Agra membukakan pintu depan untuk Kanza.
"Terima kasih" ucap kanza sembari masuk ke dalam mobil itu
"Hmm" lalu Agra berputar dan membuka pintu kemudi dan menjalankan mobil itu
"Apa itu tadi? Balas dendam kah?" Pikir kanza menoleh ke arah Agra yang sedang fokus mengemudi
Setelah itu kanza memalingkan ke luar jendela menikmati pemandangan malam negara M, ia sedikit menurunkan kaca mobil itu membiarkan rambut panjangnya berkibas
"Wah pemandangan nya semakin bagus dari beberapa tahun silam" gumam kanza tetapi di dengar oleh Agra yang di sebelah nya
Agra menaikan satu alisnya lalu bertanya kepada kanza
"Apakah kamu pernah ke sini?"
__ADS_1
"Hmmm pernah, beberapa tahun silam bersama ayah dan ibuku" jawab kanza masih menikmati pemandangan di luar jendela
"Lalu kenapa kalian pergi dari sini?"
"Karna kami datang ke sini hanya bertemu sahabat ibuku yang ada di sini, sudahlah kamu jangan banyak tanya lagi" jawab kanza tak ingin keceplosan
Agra langsung menaikan kaca di samping kanza, membuat kanza berdecak kesal
"Cuaca tidak bagus, kamu bisa masuk angin jika berlama-lama seperti itu" ucap Agra dengan perhatian karna menyadari bahwa kanza kesal dengan ulahnya
Kanza pun hanya diam mendengar penjelasan Agra barusan, " ternyata dia bisa perhatian juga"
Setelah menempuh 40 menit perjalanan Agra dan kanza sampai di mansion utama keluarga Mahardika.
Kanza turun lalu mengedarkan pandangannya melihat rumah yang ada di depannya sekarang, walaupun tak sebesar kastil miliknya dan kakek, mansion ini juga sangat besar dan luas dengan air mancur besar di halaman rumah, mungkin di seluruh negara M ini rumah keluarga Mahardika ini adalah yang paling terbesar dan termegah.
Penjaga dan para bodyguard telah berbaris menyambut kedatangan keduanya, dari pintu gerbang hingga depan rumah kanza melihat banyak sekali penjaga dan bodyguard.
Agra melihat kanza terdiam melihat mansion milik keluarga nya mengira bahwa kanza belum pernah melihat rumah yang sebesar ini, apalagi mengingat perkataan leon bahwa kanza dari kalangan bawah atau keluarga biasa saja, padahal kanza hanya mengamati desain interior mansion keluarga Mahardika saja.
"Ayo masuk, mama, papa dan asya pasti udah nunggu" ajak Agra memegang tangan Kanza, Kanza sebenarnya ingin kembali menolak namun Agra berkata harus ada kontak fisik agar keluarga nya percaya, dan akhirnya kanza harus mengalah dan mengikuti kemauan Agra.
"Assalamualaikum ma, pah"
Para pelayan yang sudah berbaris rapi serentak menjawab salam Agra
"Wa'alaikumussalam tuan muda dan nona muda"
Para penjaga, bodyguard dan pelayan di mansion keluarga Mahardika telah mengetahui bahwa Agra akan membawa kekasihnya malam ini, jadi mereka semua langsung menyambut dengan hangat kedatangan kanza
Berbeda dengan kanza, ia sekarang sangat malu dan akhirnya pipinya kembali bersemu saat mendengar panggilan dari para pelayan yang menjawab salam Agra barusan.
__ADS_1
"Eh kalian udah datang, ayo sini" ajak alya setelah menjawab salam Agra
"Maaf tante" baru saja kanza ingin mengatakan bahwa dirinya ingin melaksanakan shalat dahulu, namun tak jadi karna mendengar ajakan dari aiden papa Agra
"Sebaiknya sebelum makan malam kita shalat isya dulu"
Mereka semua mengangguk lalu berjalan menuju musholla yang ada di mansion, begitupun para penjaga dan pelayan rumah ini.
Kanza tercengang melihat musholla yang luas di halaman mansion keluarga ini, sepertinya mereka sering shalat berjamaah bersama dengan para pelayan dan penjaga di mansion ini.
Setelah melakukan shalat berjamaah keluarga Mahardika dan kanza langsung menuju ke meja makan.
Namun sebelum kanza sampai di meja makan, ia langsung terhenti karna mencium aroma makanan yang ia sangat tak sukai bahkan akan membuatnya sesak nafas jika terus mencium aroma makanan itu.
Alya dan Asya yang jalan bersama kanza juga ikut terhenti karna melihat kanza berhenti mendadak
"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang membuatmu tak nyaman di rumah ini? Atau ada makanan yang kamu tak sukai di meja itu?" Tanya alya dengan lembut
Kanza diam belum berkata apapun
"Apakah jika aku mengatakannya mereka akan tersinggung? Atau mereka akan marah? Hmmm sebaiknya jangan, aku masih bisa menahannya selama beberapa menit" pikir kanza
"Ngga apa-apa kok tante, aku hanya kaget aja melihat makanan yang begitu banyak di meja, kan kalau ngga habis sayang mubazir" ucap asal kanza mengalihkan pembicaraan
"Ohhh gara-gara makanan, asya kira juga kenapa, tenang aja kak, makanan itu sekalian untuk para pelayan, penjaga dan juga bodyguard di rumah ini kak" jelas asya lalu menarik lengan kanza yang di ikuti oleh Alya menuju ke meja makan yang tak jauh dari mereka
Asya menarik kursi di samping Agra lalu menyuruh kanza duduk, dan setelah itu ia menarik kursi tunggal dan duduk sedangkan Alya dan Aiden duduk bersampingan menghadap kanza dan Agra
Kanza melihat olahan udang seperti udang saus tiram, tumis buncis udang serta udang sambel nanas, masing-masing udang itu berporsi besar.
Kanza menatap udang-udang itu dengan ekspresi tertekan dan berkeringat dingin
__ADS_1
Kelimanya mulai makan dengan tenang, hanya kanza yang tak menikmati makanan nya, ia hanya terpaksa duduk dan makan di meja makan ini.
Agra sedikit menoleh ke arah kanza lalu melihat keringat dingin di dahi kanza, Agra terheran mengira bahwa kanza mungkin tak pernah memakan makanan enak seperti ini makanya ia sangat senang hingga berkeringat dingin.