
"Tutup akses lift dari lantai 22, jangan biarkan ada yang menggunakan lift ini setelah saya"
"Baik tuan" jawab di sebrang telepon
Setelah itu Agra mematikan sambungan telepon itu lalu keluar dari lift karena ia telah sampai di lantai dasar
Sementara itu di salah satu ruangan seorang laki-laki sedang mengotak atik komputer dan memastikan agar lift di lantai 22 tak bisa di gunakan.
Jika ingin ke lantai 22 atau lantai 23 hanya bisa menggunakan akses lift karna akses tangga darurat tak ada, jadi liftnya di buat sangat canggih dan kuat agar tak rusak, bahkan seseorang ahli akan datang setiap 2 minggu sekali memeriksa lift itu dan memastikannya aman untuk di gunakan oleh Presdir mereka
Sedangkan kanza yang di tinggal sendiri tak tahu harus berbuat apa, ia pun menuruti perintah Agra yaitu beristirahat, ia memang sangat butuh istirahat.
Biarlah setelah bangun tidur baru pikirkan jalan keluar masalahnya, pikir kanza
Kanza beranjak dari ruang tamu ke kamar tidur milik Agra sembari melihat jam yang berada di pergelangan tangannya, rupanya sekarang sudah pukul 2.15
Kanza melihat sekeliling ia baru tersadar ternyata kamar ini sangat indah dengan desain interior modern dan elegan serta cat tembok dan warna seprei yang sama yaitu navy gelap
"Hmmm I like" gumam kanza
Kanza merebahkan tubuhnya di kasur ia mencium aroma Agra yang masih tertinggal di kasur, lalu tak lama kemudian kanza tertidur
Tepat pukul jam 5.00 kanza terbangun karena perutnya kelaparan, ia memang belum makan sejak tadi siang, pagi harinya sebelum berangkat kanza hanya sarapan sandwich dan selepas itu dia tak makan apa-apa lagi.
Kanza turun dari tempat tidur sambil mengucek kedua matanya dengan pelan, lalu beranjak pergi ke ruang tamu, ia ingat pagi tadi kakeknya memasukan outmeal ke dalam kopernya.
Setiba di ruang tamu kanza membaringkan salah satu kopernya lalu membuka kunci dan ristleting kopernya. Benar saja ia melihat 2 bungkus besar quaker outmeal
Kanza mengambil salah satu outmeal itu lalu membawanya ke meja makan
__ADS_1
"Lebih baik makan ini aja dulu untuk pengganjal, daripada ngga sama sekali" gumamnya
Kanza beralih mengambil water boiler lalu memasukan air dan mencoloknya, karna airnya pasti akan butuh waktu untuk panas, kanza memutuskan untuk mandi dulu, jadi setelah ia mandi airnya sudah akan panas setelah itu ia makan dan pergi dari sini sebelum Agra kemabli ke hotel ini.
Kanza mengambil baju dan peralatan mandinya di dalam koper lalu masuk kamar dan menguncinya untuk jaga-jaga bila Agra datang saat ini, ya lebih baik mencegah daripada ia malu nantinya.
Setelah mengunci pintu kanza masuk ke dalam kamar mandi, peralatan di dalamnya ternyata sangat lengkap apa yang ia butuhkan telah tertata rapi di sini, hanya saja ini adalah barang-barang pria bukan untuk wanita.
Setelah melihat-lihat sebentar kanza pun memulai ritual mandi nya.
Beberapa menit kemudian kanza keluar dari kamar mandi dengan kembali membawa peralatan miliknya, lalu menyimpan peralatan itu ke atas meja dan ia pun mengambil hand and body lotion lalu memakainya di badannya.
Lalu Kanza memakai legging yang panjang hanya sampai di bawah lutut, setelah itu ia memakai dress berwarna hitam kotak dengan setengah lengan lalu di lapisi dengan cardigan polos berwarna cream.
Jika di lihat dari pandangan orang biasa pakaian kanza memang seperti pakaian orang-orang biasa pada umumnya, tak terlihat mahal namun juga tak terlihat murah, itu sangat cocok di badan kanza.
Mereka akan tercengang jika melihat baju yang sedang di pakai oleh kanza sebab setiap baju yang ia pakai harga perlembarnya paling sedikit hampir ratusan juta karena baju kanza dan baju kakeknya di buat langsung oleh desainer ternama keluarga mereka dan dengan menggunakan bahan yang paling bagus di setiap jahitannya.
Kanza selesai memakai pakaiannya kini ia keluar dengan memegang peralatan mandi miliknya tadi untuk di masukan kembali ke dalam koper miliknya.
Setelah itu kanza pergi mengambil water boiler yang tadi coloknya kemudian menyiram outmeal yang telah ia siapkan di mangkuk.
Kanza menunggu sebentar sambil mengaduk oatmeal tersebut agar matang dan tak menggumpal, baru setelah itu ia memakannya.
"Alhamdulillah" ucapnya setelah selesai makan
Kanza berdiri dari meja makan lalu pergi mencuci mangkuk dan sendok yang ia pakai dan mengembalikannya ke tempat semula
Setelah itu Kanza kembali ke meja makan dan mengambil quaker outmeal yang tersisa lalu menggulung atasnya lalu menjepitnya dan di kembalikan dalam koper.
__ADS_1
Kanza merapikan sedikit pakaiannya lalu beranjak,
"Oke waktunya kita pergi dari sini" ucapnya penuh semangat
Kanza keluar dari private room Agra, ia tak menutup rapat pintunya karna koper miliknya masih di dalam, ia keluar untuk mengecek apakah ada bodyguard atau Agra.
"Rupanya tak ada"
Kanza menelusuri tempat itu menyadari ternyata tidak ada tangga darurat, kanza mulai panik ia bukanlah orang bodoh tak ada bodyguard atau siapa yang menghalanginya untuk pergi lalu dengan percaya dirinya agra bilang akan menjemputnya jam 7 sebentar.
Cara satu-satunya agar kanza tak pergi dari sini adalah membuat liftnya tak berjalan hingga sampai Agra datang kembali ke sini. Kanza bergegas pergi mengecek liftnya benar saja berapa kalipun kanza menekan tombol lift itu, pintunya tak terbuka.
"Sial" umpat kanza kesal, lalu berbalik kembali ke private room milik Agra.
Setelah masuk ke dalam kanza mengambil tasnya kemudian menelpon seseorang
"Kakek" ucap kanza dengan manja
"Kenapa? Apakah kamu ada masalah?" Tanya kakek kanza khawatir
"Iya aku dalam masalah hanya masalah itu karena kanza sedikit ceroboh, apa yang harus kanza lakukan kek?"
Sebelum bertindak jauh sebaiknya kanza meminta saran kepada kakeknya dulu agar tak salah, kakeknya adalah satu-satunya keluarga nya jadi apapun yang terjadi padanya ia pasti akan memberitahu kan itu kepada sang kakek tercinta
"Sudah kakek bilang dari dulu, jika kamu asal dari masalah itu maka kamu harus menuntaskannya dan menyelesaikannya sendiri tanpa menyuruh orang lain, berani berbuat berani juga tanggung jawab " balas kakek kanza memberi nasehat
"Iya kek,. Kanza akan menyelesaikan masalah ini sendiri, kakek istirahat lah jangan terlalu sering pergi memancing di situ sedang turun salju, pakailah baju yang tebal" balas kanza khawatir dengan keadaan sang kakek
"Iya iya, kamu memang paling tahu kakek"
__ADS_1