tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 15. Kanza Atmarini Afsheen


__ADS_3

"Maaf ya kak, kak Agra memang begitu orang nya, kakak kan bertengkar di depan demi masuk di sini, ya sudah kakak cari saja pakaian yang kakak inginkan" ucap Asya lalu ia juga meninggalkan Bella sendrian


"Ish apa-apaan mereka itu" gerutu bella menghentakkan sepatu high heels nya


Bella tak menyerah ia kemudian berjalan mengikuti arah Agra.


Agra duduk tepat di samping Kanza yang masih fokus memainkan handphone nya seperti saat ia tinggal untuk melihat keributan bella tadi.


"Apakah kamu tidak mau memilih baju?" Tanya Agra menatap kanza dengan lembut, ini adalah tatapan yang tidak pernah diberikan Agra kepada orang lain selain keluarga nya


"Nggak, aku malas" jawab kanza tanpa melihat wajah Agra


Agra gemes, lalu ia langsung menarik handphone yang di pegang kanza lalu di simpan di saku celanya.


"Kalau berbicara dengan ku tatap wajahku bukan handphone mu"


Respon pertama kanza adalah kaget, karna ia masih berbalas chat dengan zoya tentang kemajuan keluarga Nugraha.


"Ish balikin" minta kanza dengan kesal


"Nggak" jawab Agra acuh


Kanza tak lagi meminta handphone nya karna tiba-tiba saja ia merasakan keram perut, ia pun segera menekan perutnya.


"Kamu kenapa? Apakah baik-baik saja? Kenapa wajahmu langsung sedikit pucat? Apakah karna handphone mu yang ku ambil?" Tanya Agra dengan berturut-turut karna melihat raut wajah kanza yang tadinya baik-baik saja menjadi sedikit pucat, Agra bahkan menempelkan tangannya di dahi Kanza.


"Apaan sih, aku ngga apa-apa kok, kamu ngga usah lebay" ucap kanza menepis tangan Agra


Bella sudah tak tahan melihat Agra dan kanza bermesraan di depan nya ia pun langsung menghampiri keduanya.


"Cihhh siapa wanita murahan ini, beraninya mencoba merayu Agra di depan ku, dan juga pakaian mereka couple? Ish lihat apa yang akan aku lakukan padamu" gumam bella seraya mendekati keduanya

__ADS_1


"Tapi...." Baru saja Agra ingin berkata lagi, namun tiba-tiba di potong oleh ucapan bella


"Agra kamu kok ninggalin aku sih" ucap bella dengan manja membuat Agra memincingkan matanya dan menatap tak suka ke arah bella


"Apakah kita kenal" tanya Agra dengan dingin dan cueknya


"Kamu kok bertanya gitu sih, udah jelas-jelas tadi kamu yang nolongin aku di depan" ucap bella lagi ingin memanas-manasi Kanza


Namun tak sesuai harapan Bella, kanza bahkan yang tergerak sama sekali, ia bahkan tak menatap wajah bella sedikit pun.


"Nih cewe sebenarnya siapanya agra sih? Kalau dia pacar nya kenapa dia ngga cemburu sama sekali? Tapi kalau dia bukan pacar nya Agra kenapa mereka tadi sangat dekat bahkan sampai pegang pegangan lagi dan juga apa ini pakaian mereka couple? Cihhh pasti perempuan murahan ini sengaja mengikuti style Agra" pikir bella


"Kamu mau keluar sendiri atau aku panggil satpam untuk menyeret mu dari sini?" Tanya Agra sudah muak dengan sikap Bella


Kanza tak tahan akhirnya ia mengangkat kepalanya melihat wajah perempuan yang datang tiba-tiba ini mengganggu Agra dan dirinya.


"Arabella, ada hubungan apa dia dengan Agra?" Tanya kanza dalam hati


Kanza menatap lama wajah bella dengan heran, lalu kembali menatap wajah Agra, Agra yang merasa di tatap balas menatap kanza, ia tau sepertinya kanza sekarang sedang bertanya kepadanya siapa wanita di depannya ini


"Nama kamu siapa? Dan kamu siapanya Agra? Dan kamu ngapain di sini? Emang kamu bisa beli pakaian mahal di toko ini?"


Kanza menatap wajah Bella sejenak lalu setelah itu ia memasang ekspresi meremehkan dan tersenyum sinis


"Rupanya dia masih saja tetap sombong seperti dulu, buah jatuh memang tak akan jauh dari pohonnya " pikir Kanza


Arabella Nugraha adalah sepupu kanza dari pihak ayahnya yaitu Mahendra nugraha, namun saat menikah dengan ibunya yaitu Zahwa fayruz afsheen, hendra tak lagi menjadi pewaris perusahaan Nugraha karena ia memilih untuk membantu sang perusahaan zahwa yaitu perusahaan afsheen, perusahaan profit terbesar dan nomor satu di dunia dan sudah sangat banyak cabangnya hingga seluruh dunia.


Nama kakek kanza adalah Damas Adnan afsheen dan nama asli kanza adalah kanza Atmarini afsheen, kanza sengaja tak menyebutkan nama akhirnya karna jika ia menyebutkan nya di depan keluarga Mahardika maka mereka akan tahu bahwa kanza adalah cucu dan pewaris tunggal perusahaan afsheen.


"Siapapun nama saya itu tak ada hubungannya denganmu dan tentang bisa atau tidaknya aku membeli pakaian di sini bukankah kamu seharusnya bertanya kepadanya, karena dia yang membawaku ke sini" jawab kanza dengan dingin

__ADS_1


"Cihhh perempuan murahan ini sombong juga ruapanya" pikir bella


Baru saja ingin berkata lagi tiba-tiba Asya datang dengan banyak paper bag di tangannya


"Kak ayo bayar" ucapnya memanggil Agra


Agra berdiri sembari menarik tangan kanza, bella semakin kesal dengan sikap keduanya belum lagi mata semua penjaga toko selalu melihat ke arah Agra dan kanza karena baju keduanya couple, membuat bella bertambah iri.


Setibanya di meja kasir agra melepas tangan kanza lalu membuka dompetnya dan mengeluarkan satu kartu gold' unlimited dan memberikannya kepada kasir.


Salah satu kasir itu langsung mengambil dan menggesek kartu itu dengan cepat.


Setelah itu kasir itu mengembalikan kartu itu kepada Agra dan struktur belanjaan Asya yang ternyata harganya hampir 500 juta.


"Kamu sendirian beli baju begitu banyak untuk apa? Apakah ada acara?" Tanya Kanza melihat paper bag yang sekarang sudah berpindah ke tangan Agra


"Owh itu sekalian aku beli buat kak Kanza juga, aku ngga tau gimana selera kakak jadi aku membeli banyak" jawab Asya lalu menggandeng tangan Kanza dan berjalan keluar toko membiarkan Agra berjalan sendirian di belakang mereka


"Eh Asya kamu udah mau pulang?" Cegat bella setelah Asya dan kanza keluar dari toko baju itu


karena ketiganya telah keluar dari toko tersebut, para penjaga toko itu kembali menukar label close menjadi open.


Bella sengaja menunggu Asya keluar, ia ingin memanfaatkan Asya agar bisa dekat dengan Agra, namun ia kembali kesal karna ternyata perempuan yang di bilangnnya murahan juga dekat dengan Asya


"Iya" jawab Asya cuek


Asya memang tak terlalu kenal dengan bella, mereka


Hanya kenal sebatas senior dan junior.


"Ini masih sore lo, gimana kalau kita mampir ke kafe terus cerita-cerita dulu" ajak Bella

__ADS_1


"Kami ngga ada waktu" potong agra dengan dingin lalu membawa Asya dan Kanza pergi dan meninggalkan bella dengan kekesalan nya


"tunggu dan lihat saja, kamu akan bertekuk lutut di hadapan ku Agra, dan aku akan menjadi nyonya muda di keluarga Mahardika" gumam bella bertekad


__ADS_2