
"Iya perjanjian, perjanjian 4 bulan, jika setelah 4 bulan kita bertunangan dan kamu masih tak memiliki rasa suka kepadaku, maka aku akan memutuskan pertunangan kita dan kamu tak usah khawatir biar saya yang akan bertanggung jawab kepada kakek kamu dan keluarga saya" ucap Agra memberikan tawaran kepada kanza dengan serius, ia sekarang memang belum cinta kepada Kanza tapi jika di tanya rasa suka ia sudah memilikinya bahkan mungkin rasa sukanya telah muncul saat mereka pertama kali bertemu di hotel
Kanza termenung memikirkan tawaran Agra
"Boleh juga, aku akan menetap dulu di sini selama 4 bulan lalu memutuskan pertunangan ini dan kembali ke kehidupan normal ku yang dulu. Hmmmm sebenarnya dia lumayan baik jika seperti ini" ucap kanza membatin
"Oke, tapi aku ada satu syarat" ucap kanza setuju
"Apa?, katakan saja"
"Aku tidak mau jika nanti saat aku keluar atau berpergian orang kamu atau keluarga kamu ada yang mengikuti ku atau memata-matai aku tanpa sepengetahuan ku atau persetujuan ku, jika itu terjadi maka saat itu juga hubungan kita selesai, ingat itu!!!"
"Oke deal aku tidak akan mengurusi urusan pribadimu, tapi dengan satu syarat saat kita masih bertunangan saya tidak mau mendengar atau melihat kamu dekat atau bersama dengan laki-laki lain selain saya" balas Agra dengan serius kepada kanza
"Oke" lalu keduanya bersalaman seperti dua orang yang telah berhasil bekerja sama dengan keuntungan yang sangat banyak
..........
Pada saat semuanya tengah makan siang salah satu anak buah Agra datang melapor bahwa koper kanza telah di ambil dari koper
Mendengar itu kanza langsung pamit berdiri dan mengambil kopernya, ia juga kebetulan telah selesai makan.
"Dimana kopernya?" Tanya Kanza kepada anak buah Agra
"Itu nona, silahkan" jawabnya
"Ohhh, terimakasih" balas kanza dengan tersenyum, lalu mengambil 2 koper miliknya. Kanza memang sangat cuek kepada orang yang tak di kenalnya tapi kanza bukan orang yang tak tahu terimakasih.
Kanza membawa 2 koper itu ke dalam kamar yang di tempatinya lalu menempatkannya di samping almari baju yang telah di siapakan, kemudian ia kembali keluar.
"Apakah barang-barang nya sudah kamu pindahkan di almari?" Tanya alya saat kanza sudah berada di ruang tamu
"Entar aja tante.... Eh maksudnya mah" jawab kanza masih tak terbiasa memanggil Alya dengan sebutan mama
__ADS_1
"Mama tau kamu pasti butuh waktu untuk semua ini, tapi seiring berjalannya waktu kamu pasti akan terbiasa kok dengan kami di sini"
"Iya mah"
"Kak kanza besok kan kakak akan kerja di kantor bersama kak Agra, gimana kalau sekarang kita pergi ke mall cari baju yang cocok untuk kakak pakai besok" ajak Asya kepada Kanza
"Ohh bolh juga usulan kanza itu, kalian pergilah biar Agra yang mengantar kalian, papah sama mamah akan keluar menghadiri acara reunian mungkin kami akan kembali larut malam, jadi kalian sekalian makan malam bersama jangan menunggu papah sama mamah" ucap Aiden menjelaskan
Sebenarnya kanza ingin menolak ajakan Asya karna ia hari ini ingin beristirahat di rumah saja, lagian bajunya sudah sangat banyak, bahkan jika kanza ingin baju apapun ia bisa menyuruh toko ternama untuk membawakannya tanpa harus ia keluar rumah.
Namun karna mendengar ucapan Aiden barusan kanza pun tak enak juga untuk menolak.
"Ini hadiah dari tante, pakailah untuk berbelanja semua keinginan mu" ucap Alya seraya memberikan kartu berwarna gold miliknya kepada kanza
"Hmmmm ngga usah mah, kakek pagi tadi baru saja mengirimkan aku uang" jawab kanza jujur dan menolak secara halus pemberian Alya, ia tak ingin banyak berhutang kepada keluarga ini.
"Benarkah? Baiklah jika kamu memang masih canggung untuk menerima pemberian mamah" balas Alya lalu memasukan kembali kartu itu kedalam sakunya
"Oke baiklah,. Lagian jika uang kanza tak cukup kan masih ada aku dan kak Agra " ucap Asya mencaikan kembali suasana
"Oh iya kak, umur kak kanza itu berapa sih?" Tanya Asya kembali
"Owh iya aku belum sempat nanya umur dan nomor telepon nya" ucap Agra membatin seraya menatap Kanza
"Umur aku 21 tahun, kalau kamu" tanya balik kanza kepada Asya
itu adalah visual Kanza Atmarini, umurnya 21 tahun
"Wah ternyata kita hanya beda 1 tahun, aku tahun ini masuk 20 dan kak Agra udah tua dia umurnya udah 25 tahun" jawab Asya tersenyum mengejek ke arah sang kakak
__ADS_1
"Umur masih aku muda, muka kakak juga masih muda kaya umur 18 tahun" balas Agra tak terima di katai tua oleh adiknya
dan ini adalah visual Agra Mahardika yang umur 25 tahun namun serasa 18 tahun.
Seketika ruang tamu itu penuh dengan tawa bahagia melihat tingkah kakak adik itu.
Kanza sekarang telah siap dengan style santainya yaitu kaos strip over size di padukan dengan celana jeans panjang berwarna hitam dan dengan sepatu hitam putih.
Sedangkan Asya, ia memakai lace dress berwarna putih. Dan Agra ia juga memakai baju dengan style santai yaitu kaos polos putih dengan kemeja flanel sebagai outner dipadukan dengan celana jeans panjang dan sepatu hitam putih.
Setelah ketiga nya keluar dari kamar, kanza dan Agra kaget kaget lalu berulang kali melihat pakaian mereka, sangt kebutulan mereka mamekai style yang sangat mirip, jika keluar seperti ini maka orang-orang di luar yang melihat mereka akan menyangka mereka sengaja dan menebak bahwa mereka pasangan.
"Ishhh kok bisa ada kebetulan seperti ini sih" gerutu kanza dalam hati
"Ya ampun, kalian sengaja ya pakai baju couple?" Tanya Asya membuat kanza semakin malu
"Ngga kok" bantah kanza
"Yaudah kalian tunggu di sini dulu aku akan ganti baju ngga lama kok hanya 15 menit" sambungnya ingin pergi mengganti bajunya agar tak sama seperti Agra,.
Namun sebelum kanza berbalik tangannya sudah di tarik oleh Agra dengan cepat.
"Aku ngga suka menunggu" ucap Agra membawa Kanza ke garasi mobil
"Heh, kak tungguin Asya dong ishhh, main jalan-jalan sendiri aja, ada pacar adiknya di lupain" gerutu Asya sambil mengikuti Agra dan kanza
Agra, kanza dan Asya memakai mobil Rolls-Royce phantom berwarna Orion, kanza dan Agra duduk di kursi depan sedangkan asya duduk di kursi belakang sendirian.
hari ini Agra melarang para bodyguard nya untuk mengikuti mereka, karna menurut Agra sudah ada dia yang akan menjaga Asya dan Kanza
__ADS_1