
Selama perjalanan kanza hanya terdiam sembari memandang pemandangan luar mobil yang sedikit mendung, ia kemudian mengingat masa-masa bahagia nya bersama ibu dan ayahnya dulu.
Dimana ayah dan ibunya membawanya pergi, mengajaknya ke tempat yang kanza sebut walaupun ke luar negri, bahkan ayah dan ibunya pernah membawanya ke pantai Boulders, Afrika Selatan hanya karena kanza mengatakan bahwa ia ingin melihat pinguin yang sangat banyak.
Se sayang itulah orang tua kanza kepada nya, kanza tak tahan untuk tidak mengeluarkan air matanya.
Setetes air matanya jatuh di pipinya namun langsung ia usap karna tak ingin Agra dan asya melihatnya menangis. Namun kanza salah walaupun ia menghadap ke luar Agra tetap bisa melihat kanza mengusap air matanya.
"Apakah kenangannya di sini sangat pahit hingga ia menangis" ucap Agra membatin lalu kembali fokus menyetir mobilnya
"Kak Kanza pernah ngga ke sini?" Tanya Asya tiba-tiba
"Pernah waktu aku umur 5 tahun, dan itu adalah terakhir kali aku ke sini, ini adalah pertama kalinya aku ke sini setelah 16 tahun berlalu" Jawab kanza menjelaskan
"Wahh udah lama banget ya kak, emang dulu kakak ke sini ngapain?"
"Aku di ajak ibu dan ayahku untuk menemui sahabat mereka yang berada di sini"
"Berarti kakak punya kenalan dong di negara ini?"
"Ngga, karna aku sudah lupa dengan sahabat yang pernah di kunjungi ibu dan ayahku dulu "
"Wah sayang banget, kalau kakak ingat kita kan bisa antar kak kanza ke sana"
"Hehehe makasih, tapi sepertinya mereka juga sudah lupa kepadaku karena itu juga udah 16 tahun yang lalu"
"Jika kamu mau, Aku bisa menyuruh orang untuk mencari tahu tentang keluarga yang pernah kamu temui itu" ucap Agra tiba-tiba tanpa melihat kanza
__ADS_1
"Sekali lagi terimakasih, tapi tidak usah" tolak kanza
Tak berapa lama ketiganya telah sampai di mall terbesar di tempat mereka.
Ketiga nya keluar dari mobil lalu memasuki mall itu bersama-sama.
Saat ketiganya memasuki mall itu semua mata tertuju kepada Agra dan kanza yang berpakaian couple, semua orang yang melihat keduanya mengira bahwa mereka sangat romantis dan sangat cocok satu cantik dan satunya ganteng sungguh pasangan yang sempurna.
Karna malu kanza yang memang sudah berjalan di samping Asya langsung menggandeng tangan Asya, tinggi keduanya memang tak berbeda jauh jadi kanza sangat gampang menyesuaikan langkahnya dengan langkah Asya
"Kenapa? Kakak malu ya?" Goda Asya melihat kanza yang menggandeng tangannya sembari jalan menunduk
"Ishhh" gerutu kanza membuat Agra dan Asya tersenyum
Agra tak menghiraukan orang-orang yang memandang ke arahnya ia hanya berjalan dengan collnya sembari menyesuaikan langkahnya dengan langkah kanza dan Asya.
Tak lama kemudian ketiganya berhenti dan memasuki toko ternama di mall itu.
Melihat pelayan toko yang begitu antusias menyambut mereka kanza langsung menebak bahwa mall ini adalah salah satu milik keluarga Mahardika.
Asya sangat semangat memilih-milih baju branded yang baru di keluarkan oleh toko ini.
Sedangkan Agra ia hanya melihat Asya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mencari kursi untuk di dudukinya, Agra heran melihat ternyata kanza sudah terlebih dahulu duduk di sofa yang di sediakan toko itu.
Saat hendak duduk Agra malah di kagetkan dengan keributan yang di luar toko, begitupun dengan Asya yang sedang memilih baju.
Agra dan Asya mendekati keramaian itu, sedangkan kanza masih duduk di sofa sambil memaikan handphone nya tanpa menoleh sedikit pun ke keributan di luar toko tersebut.
__ADS_1
"Kalian ngga tau saya siapa hah? Kalau saya bilang ingin masuk di dalam berarti kalian harus memperbolehkan saya untuk masuk" ucap perempuan itu kemudian kembali ingin menerobos masuk ke dalam toko namun kembali di tahan oleh penjaga toko tersebut.
"Maaf nona siapa pun anda kami tidak bisa membiarkanmu masuk ke dalam toko kami ini karna toko kami ada pengunjung VVIP" ucap penjaga toko itu masih dengan nada sopan
"Saya bisa saja membuat kalian semua kehilangan pekerjaan kalian bahkan saya juga bisa menyuruh orang tua saya untuk menutup toko kalian ini jika kalian masih tak membiarkan ku masuk" ucap wanita itu lagi dengan sombongnya
"Kak bella" ucap Asya saat melihat bahwa ternyata bella yang membuat keributan di luar toko itu
Bella adalah senior asya di kampus mereka beda 2 semester, itu berarti bella seumuran dengan Kanza.
Melihat ternyata Asya dan Agra adalah pengunjung toko ini bella langsung bahagia, ia menerobos para penjaga itu lalu mengahampiri Asya dan Agra, para penjaga toko itu tak lagi menghalangi karna melihat Asya ternyata mengenal Bella.
Para penjaga itu malah balik berkeringat dingin mengingat ucapan bella bahwa mereka akan di pecat dari pekerjaan mereka sekarang.
"Eh Asya, rupanya kamu adalah tamu VVIP yang di sebut penjaga toko itu, kalau aku tau dari tadi aku nelpon kamu" ucap bella sengaja dengan lantangnya
Asya bingung mendengar ucapan bella, keduanya tak sedekat itu hingga bella bisa menelponnya, bahkan Asya tahu bella itu karna dia sangat sering menjadi bahan perbincangan di kampus mereka.
Arabella Nugraha adalah anak pertama keluarga Nugraha, itu menjadikan bella sombong bahkan sering menindas orang-orang kalangan bawah, selama ini apa yang ia mau selalu ia dapatkan karena keluarga Nugraha juga termaksud keluarga terpandang, bahkan bisa di bilang jika keluarga Mahardika yang 2, keluarga Nugraha adalah yang 4.
"Hay kak, kamu pasti kakak Asya kan Agra aku bella kakak senior Asya di kampus" ucap bella lagi seraya mengulurkan tangannya
Bella tahu Agra bahkan ia sudah sangat mengagumi Agra saat melihat fotonya di majalah dan ia bertekat untuk mendapat Agra bagaimana pun caranya, termaksud mendekati Asya.
Tanpa melihat membalas dan melihat ke arah Bella, Agra langsung berbalik berjalan menuju ke tempat duduk Kanza tadi.
Bella sakit hati melihat perlakuan dingin Agra kepadanya ia pun hendak mengejar Agra namun di hadang oleh Asya.
__ADS_1
"Maaf ya kak, kak Agra memang begitu orang nya, kakak kan bertengkar di depan demi masuk di sini, ya sudah kakak cari saja pakaian yang kakak inginkan" ucap Asya lalu ia juga meninggalkan Bella sendrian
"Ish apa-apaan mereka itu" gerutu bella menghentakkan sepatu high heels nya