
"What? Yang benar saja, apakah kakak kekurangan uang? Aku bisa memberikan nya, tapi tak mungkin jika kekurangan uang walau bagaimanapun kanza mencoba untuk menghabiskannya, tunggu!!! bukankah seharusnya kakak sekarang sedang keliling dunia?" Ucap zayan dengan herannya dan dengan suara yang sedikit besar
"Pelankan suaramu" tekan Kanza
"Owh maaf" ucap Zayan dan langsung menutup bibirnya.
"Kamu pulanglah aku masih ingin berjalan-jalan"
"Berjalan-jalan kemana? Aku masih ingin bersama mu" rengek Zayan
"Kamu bukan anak kecil lagi, jangan terus merengek seperti dulu!! Aku berjalan-jalan melihat sekitar sini karna aku masih baru disini" balas Kanza
"Kalau gitu aku akan menemanimu, setelah selesai aku baru pulang "
"Baiklah ayo"
Kanza dan Zayan keluar lagi manajemen periklanan, keduanya menuju lift dengan bercerita dan bercanda hingga membuat para karyawan yang melihatnya iri dengan kedekatan keduanya.
Selama berjalan jalan Kanza memperingati zayan agar tak memberitahukan hubungan mereka yang sebenarnya kepada siapapun, seperti selama ini tak ada yang tahu bahwa keduanya adalah saudara sepupu.
Kanza juga menceritakan kepada zayan bahwa ia akan menetap di negara M selama beberapa bulan dan ia juga memberitahukan bahwa ia sedang bekerja di perusahaan Mahardika dengan alasan pribadi.
Mendengar penjelasan kanza, zayan juga tak bertanya lebih jauh lagi karna ia tahu karakter kanza seperti apa, jika tidak berarti tidak dan jika iya berarti iya.
Sebenarnya saat turun ke bawah tadi Kanza selalu menggunakan lift biasa bukan lift khusus Presdir, namun karna melihat Zayan di sampingnya, Kanza takut Zayan akan merasa risih jika bersama para karyawan lain, bagaimana pun zayan adalah aktris walaupun ini di kantor pasti akan ada banyak yang memerhatikan nya.
Kanza mengajak Zayan untuk naik ke lift khusus Presdir, Zayan mengikuti kanza dengan patuh.
Dalam lift zayan dengan manjanya menjatuhkan kepalanya ke bahu Kanza, lagi-lagi Kanza mengelus rambut Zayan dengan lembut, Kanza selama ini sudah menganggap zayan seperti adiknya begitupun juga zayan, Jadi Zayan biasanya sangat manja kepada Kanza.
Karna kepala zayan cukup berat Kanza berniat untuk memindahkan nya, namun tiba-tiba saja ia kembali merasakan keram perut membuatnya terdiam dari gerakannya.
__ADS_1
Pada saat yang sama juga lift yang di pakai Kanza dan Zayan berhenti tepat di lantai 19.
Pintu lift terbuka namun Agra bukannya masuk ke dalam lift itu, ia malah menatap kanza dengan tatapan tajamnya.
Agra dan Leon baru saja selesai dari rapat direksi di lantai 19.
Kanza masih terdiam, sedangkan Zayan buru-buru mengangkat kepalanya dari bahu Kanza karna melihat Agra dan Leon, Zayan juga kenal dengan Agra namun tak dekat hanya sebatas kenal karna ia sedang bekerja sama dengan perusahaan milik Agra.
Agra terdiam di luar pintu begitupun Kanza, hingga tiba-tiba pintu lift itu hampir tertutup kembali barulah Agra dan leon bergerak masuk, namun saat Agra tiba di dalam lift
Bugh.....
Dengan tiba-tiba kanza pingsan, untung saja Agra gercep dan langsung menangkapnya, sedangkan Zayan langsung panik karna melihat wajah Kanza yang pucat.
"Kak kanza"
Baru saja zayan ingin menyentuh Kanza tangannya langsung di tepis oleh Agra dengan keras.
Agra sangat panik karna melihat wajah pucat Kanza, ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke ruang nya.
Sindi terkaget melihat Agra yang menggendong Kanza dengan wajah pucat, sindi pun bertanya ada apa dengan Kanza, namun bukan hanya tidak menjawab agra bahkan tak melihat ke arah Sindi.
Sindi tak bertanya lagi, ia kemudian sedikit menunduk dan kembali ke meja kerjanya, sedangkan itu Rere sudah mengepalkan tangannya melihat Agra yang memperlakukan Kanza dengan sangat perhatian.
Rere berpikir lagi, ia selama ini belum pernah bersentuhan dengan Agra, orang yang membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan sekarang di depan matanya sendiri ia melihat orang yang dicintainya menggendong Kanza yaitu orang yang di bencinya
Seketika kebencian Rere kepada kanza semakin besar, ia bersumpah dalam hati bahwa ia akan menyingkirkan kanza bagaimanapun caranya.
Zayan sebenarnya tadi tak mau turun ke bawah dulu karna masih khawatir dengan keadaan kanza, hanya saja siapa yang berani menolak perintah seorang Agra Mahardika? Sepertinya tidak ada.
Dengan perasaan khawatir nya zayan terpaksa turun ke bawah dan di antar oleh Leon.
__ADS_1
"Kak kanza biasanya tak selemah itu, ada apa dengannya? Apakah kak kanza ada penyakit yang tidak ku ketahui?" Pikir zayan yang masih khawatir kepada kanza
Agra membaringkan kanza di ranjang kamar pribadi nya yang berada dalam ruangannya.
Agra menatap wajah kanza yang sedikit pucat, ia menempelkan tangannya ke dahi kanza mengecek suhu Kanza, sedikit hangat.
"Dia kenapa? Mengapa tiba-tiba pingsan? Dan apa hubungan kanza dengan zayan? Zayan adalah artis yang sangat populer tahun ini bahkan ia juga terkenal dengan tempramen nya yang sangat labil dan tak mudah di hadapi, mengapa bisa sedekat itu dengannya?" Pikir Agra terheran
Tak lama kemudian kanza sadar dari pingsannya, ia langsung merasakan ada yang mengalir di bawahnya, seperti dugaan nya ia datang bulan
"Ahhh... Apakah aku tadi pingsan di depannya? Astaghfirullah dia pasti akan menertawakan ku, lagian sejak kapan aku selemah ini?" Pikir Kanza
Kanza bangun dari posisi baringnya dan ingin turun dari ranjang, namun di cegat oleh tangan besar Agra
"Tetaplah di sini, aku sudah memesan makan siang!! Kita makan di sini saja" ucap Agra dengan dingin
"Ada apa dengannya bukan kah tadi baik-baik saja? Mengapa sekarang berubah dingin kembali? Aneh" pikir Kanza
"Tapi... Ada yang harus aku ambil" ucap Kanza
"Ada yang ingin kamu ambil atau kamu masih ingin menemuinya?" Tanya Agra dengan tersenyum sinis
"Apa maksud mu?" Tanya kanza semakin heran dengn sikap Agra
"Ckkk ngga usah pura-pura polos, kamu tak se polos itu, denganku kamu selalu menjaga jarak padahal Dengan nya kalian sangt dekat bahkan terlihat sanagt mesra" sindir Agra dengan dingin
"Aku tak tahu apa maksud mu dan apa yang sedang kamu bicarakan" balas Kanza lalu turun dari ranjang dan menuju ke pintu kamar itu
"Selangkah saja kamu keluar dari pintu itu akan akan membuat karir nya hancur saat ini juga" ancam Agra seraya menatap kanza dengan tajam
"Apakah kamu sudah gila? Siapa yang mau kau hancurkan karirnya? Zayan kah?" Tanya kanza masih belum mengerti dengan ucapan Agra
__ADS_1
.