
Kanza memegang kepalanya yang sakit lalu menutup rapat matanya, ia seperti mencoba mengingat sesuatu yang telah ia lupakan namun tak tahu itu apa.
"Ada apa denganku? Mengapa dengan kebakaran? Apakah ada sesuatu yang aku lupakan? Tapi apa?" Kanza mencoba berpikir apa yang telah ia lupakan, namun semakin ia memikirkan hal itu semakin membuat kepalanya bertambah sakit
"Awww" pekik kanza sudah tahan kepalanya yang bertambah sakit, kanza meraih meja yang berada di dekatnya, lalu menopang tubuhnya memakai meja itu ia tak jatuh ke lantai
"Apakah masih efek dari aroma udang tadi?, Mungkin iya, karna aku juga lumayan lama menghirupnya" gumam kanza
Kanza menetralkan pernafasannya agar bisa lebih tenang dan kepalanya sedikit membaik.
"Huuuhhhh..... Alhamdulillah" gumam kanza saat ia merasa kepalanya mulai membaik.
Setelah merasa keadaan nya benar-benar telah baik-baik saja, kanza beralih membuka salah satu almari yang berada di kamar itu, kanza melihat ada banyak piyama dan dress pendek maupun panjang, lengkap dengan ukuran nya.
Kanza lalu beralih membuka salah satu almari lainnya, rupanya isi almari itu adalah piyama serta jas dan pakaian laki-laki lainnya.
"Rupanya di semua kamar ruang tamu lengkap seperti ini" gumam kanza lalu menutup almari yang berisikan pakaian laki-laki dan mengambil salah satu piyama berlengan pendek di almari pakaian wanita dan membawanya ke kamar mandi untuk membersihkan badannya sekaligus mengganti pakaiannya.
Kanza keluar kamar mandi dengan memegang cardigan serta dress panjang dan legging yang ia pakai tadi. Kanza melipat pakaian itu dengan rapi lalu menyimpannya ke atas meja, dan bersiap untuk tidur.
namun saat kanza baru terduduk di ranjang perutnya langsung berbunyi karena kelaparan.
bagaimana tidak kelapar kanza tadi hanya makan outmeal saat di hotel dan saat tiba di mansion ini ia juga hanya makan sedikit sekali.
kanza berjalan menuju pintu lalu membuka pintu kamar itu dengan sangat pelan agar tak ketahuan oleh sang pemilik rumah atau para pelayan.
kanza mengeluarkan sedikit kepalanya mengecek apakah ada atau tidak orang di luar, setelah memastikan tak ada orang kanza pun keluar dengan mengendap-endap, hingga ia terhenti karena mendengar suara Agra yang mengagetkannya.
"apakah kamu ingin kabur?" tanya agra dengan suara bariton miliknya mengagetkan kanza yang sedang mengendap-endap entah ingin kemana
__ADS_1
"astagfirullah,, bisa tidak kamu jangan mengagetkanku!!!" Balas kanza dengan kesal karna telah di buat kaget oleh Agra sambil mengelus dadanya.
Kanza menatap kesal ke arah Agra yang sekarang telah menggunakan piyama tidur berwarna navy gelap. "Sepertinya dia sangat menyukai warna navy" pikir kanza
Bahkan saking kagetnya kanza sampai tak sadar bahwa mereka sama-sama mengenakan piyama yang berwarna navy gelap, yang berbeda hanyalah lengan baju itu, piyama yang di kenakan Agra berlengan panjang sedangkan piyama kanza berlengan pendek.
Agra juga balik menatap kanza, menyadari bahwa mereka memakai piyama dengan warna yang sama, namun piyama yang di kenakan kanza lengan pendek, sangat cocok di badan kanza, Agra pun tak tahan untuk tidak menyinggung kan senyumannya melihat penampilan kanza.
Lengan Kanza yang memang sudah seputih salju di tambah lagi dengan kanza yang berdiri di bawah cahaya lampu sungguh menyilaukan mata.
Belum lagi di tambah dengan rambut kanza yang hitam di urai dengan elegan membuat Agra betah berlama-lama menatap kanza.
"Lagian kamu ngapain keluar kamar malam-malam begini bukankah kamu tadi bilangnnya mau istirahat? terus jalannya ngendap lagi, kalau ngga kabur terus mau kemana?" Tanya Agra dengan selidik sembari mendekat ke arah kanza
"Ckkk semua orang yang ada di dalam rumah ini akan berpikir 100 kali lipat dulu sebelum kabur, secara di luar sana kan banyak penjaga dan bodyguard kamu, belum selangkah aku keluar dari rumah ini udah di tangkap balik. Ishhh" jawab Kanza masih dengan kesal nya
"benar juga apa yang dia katakan, siapa yang berani kabur dari dalam rumah ini? bahkan lalat pun akan terlihat oleh para penjaga dan bodyguardnya di depan sana" pikir agra
"Hmmm, aku lapar jadi ingin cari makan" balas kanza dengan menundukkan kepalanya
Sebenarnya kanza sangat malu mengatakannya tapi ia benaran sangat lapar saat ini
Agra menyinggung kan sedikit senyuman manisnya mendengar perkataan kanza, lalu menarik tangan kanza dan membawanya ke meja makan menyuruhnya menunggu di salah satu kursi meja itu, lalu Agra pergi ke dapur dan menyiapkan makanan untuk Kanza.
Setelah setengah jam menunggu Agra pun keluar dari dapur membawa 1 piring nasi goreng jagung sederhana di salah satu tangannya.
"Kamu ngga ada alergi sayur-sayuran kan?" Tanya Agra setelah sampai di meja makan
"Hmmm ngga kok" jawab kanza sembari menggelengkan kepalanya
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban kanza Agra segera menyimpan sepiring nasi goreng buatannya di depan kanza
"Bagus kalau begitu, ini makanlah"
"Terimakasih" ucap kanza dengan sopan
Karna Kanza memang sangat kelaparan jadi ia langsung saja makan nasi goreng buatan Agra itu
"Hmmm enak" gumam kanza di sela-sela makannya
Sedangkan Agra ia hanya duduk menatap kanza yang sedang makan nasi goreng buatannya dengan lahap.
"Dari cara makannya dia seperti mengerti tata Krama dan bukan seperti dari kalangan bawah pada umumnya, "apakah benar dia dari kalangan bawah? Tapi kalau dari kalangan atas dia ngga mungkin kan tinggal di kota yang sangat terpencil seperti napier itu" pikir Agra bertanya-tanya pada dirinya sendiri
"Ngomong-ngomong kamu benaran berasal dari kota napier negara N?"
"Bukankah aku tadi sudah mengatakannya, mengapa bertanya lagi?"
"Ngga, hanya ingin memastikan aja, soalnya dari cara bicara, berpakaian dan makan kamu tidak menunjukan bahwa kamu berasal dari kota terpencil itu"
Kanza tak membalas ucapan Agra, ia kembali fokus menghabiskan nasi goreng yang ada di depannya.
"Alhamdulillah selesai" ucap kanza yang telah selesai makan lalu ingin berdiri pergi mencuci piring nasi goreng tersebut
"Simpan di sini aja, biar besok pelayan saja yang cuci" cegat agra sembari memberikan minum untuk Kanza
Kanza menurui kata Agra dan mengambil air minum itu lalu meminumnya.
"Terimakasih, kalau begitu aku akan kembali ke kamarku" pamit kanza setelah berterima kasih kepada Agra
__ADS_1
Agra hanya tersenyum melihat tingkah kanza yang menurutnya lucu, padahal kanza hanya berterima kasih lalu pergi dengan langkah melompat-lompat seperti anak kecil.
Itu memang kebiasaan kanza jika ia jalan setelah makan saat bersama kakeknya, Kanza berkata jalan seperti itu bisa menurunkan kekenyangan.