tunanganku yang misterius

tunanganku yang misterius
bab 3. jangan buat saya memaksa


__ADS_3

"Baru menjelang 4 bulan mah" jawab Agra, kanza hanya diam tak bersuara ia hanya tersenyum kecil, kanza berpikir terserah lah apa kata lelaki di sampingnya ini yang terpenting keluarga ini harus pergi dulu dari sini, biar dia dan agra sebentar yang berbicara 4 mata


Aiden sang ayah kembali duduk sambil memperhatikan wajah kanza, sepertinya ia pernah melihatnya namun karena sudah lumayan tua mungkin ingatan nya juga sudah mulai pudar atau bisa jadi itu hanyalah perasaannya saja


Aiden menatap lekat lekat ekspresi wajah kanza lalu beralih ke wajah Agra, aiden pun segera berdiri


"Makan malam nanti bawa dia ke rumah agar papa bisa mengaturkan acara pertunangan kalian minggu depan" ucap aiden seraya mendekati mereka semua


"Apa!!!" Teriak kanza dalam hati


Kanza sekarang sudah tak tahan, ia tak mau terjerumus terlalu jauh dalam keluarga ini, kanza ingin membantah namun saat merasakan bahunya sedikit di tekan dan tatapan tajam dari Agra, ia pun langsung mengurungkan niatnya


"Asya ikut kita pulang biarkan mereka berbicara dan mendiskusikan apa yang barusan papa katakan"


Mereka semua pun pergi dan meninggalkan agra dan kanza di dalam


Setelah pintu tertutup rapat, kanza langsung menjauh dari Agra


"Nah sekarang mereka sudah pergi, jadi saya juga pamit mau ke kamar" ucap kanza ingin pergi meninggalkan Agra


"Tunggu" cegat Agra memegang tangan kanza


Kanza langsung saja menepis tangan Agra ia paling tidak suka ada menyentuh nya.


"Apa lagi? Bukankah urusan kita sudah selesai?? Dan satu lagi jangan pernah anda sembarangan menyentuh saya, jika anda ingin berbicara, bicara saja tanpa ada kontak fisik" ucap kanza menegaskan


"Jika begitu maafkan saya, dan kenalkan nama saya Agra.... Agra Mahardika " ucap Agra memperkenalkan diri dengan menegaskan nama mahardika agar kanza tau Agra itu siapa


"Dan yang tadi itu adalah mama, papa dan adik saya" lanjutnya

__ADS_1


Kanza hanya ber oh, malas menanggapi Agra ia bahkan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saat Agra memperkenalkan dirinya


Agra sedikit tidak suka dengan sifat cuek kanza, biasanya tanpa menyebutkan nama lengkapnya sekalipun para wanita-wanita cantik atau aktris-aktris papan atas akan segera mendekati nya jika melihat dirinya.


Keduanya hening beberapa saat hingga Agra kembali membuka suara


"Kamu tinggal saja di sini dan sebentar jam 7 ikut saya pulang kerumahku"


"Anda pikir anda siapa bisa memerintah saya? Anda pikir saya adalah anak buah anda yang bisa sesuka hati di suruh ke sana ke sini?" Tolak tegas kanza sembari menatap tajam kearah Agra


"Pertemuan kita sampai di sini saja, dan terimakasih atas tawarannya tapi maaf saya tidak butuh, saya bisa dengan mudah mencari hotel lain di negara ini"


Kanza berbalik pergi dari kamar itu, lalu mengambil masker dan topinya hendak memakainya, tapi sedetik kemudian tangannya kembali di cekal oleh Agra


"Tidak bisa!! Kamu harus ikut pulang ke rumah saya sebentar " ucap Agra dengan penuh pemaksaan


Kanza menatap tajam ke arah Agra seraya berpikir


"Harus aku membanting nya? Lalu membuat nya babak belur dan memanggilkan ambulans untuknya? Setelah itu baru aku kabur. Tapi sepertinya dia kuat, kira-kira bisa tidak ya aku mengalahkannya? Aduhhhhh gimana ya,. Jika aku melawannya terus aku kalah, dia akan tahu bahwa aku pandai ilmu beladiri dan tetap akan membawaku ke rumahnya"


Kanza sudah terbiasa melawan preman atau laki-laki dengan otot dan badan yang besar, ia bahkan bisa mengalahkan beberapa preman sekaligus.


saat belajar ilmu beladiri kanza telah mencapai master taichi di umur yang masih terbilang muda yaitu umur 15 tahun, ia juga menguasai semua teknik ilmu beladiri saat umurnya 18 tahun


Dengan berbekal ilmu beladiri tinggi kanza sangat percaya diri dan tak takut jika akan keluar rumah hanya sendirian di malam hari, Namun sepertinya kanza kali ini merasa sedikit berbeda dengan aura yang ada di tubuh Agra, dan untuk pertama kalinya juga ia ragu hanya untuk sekedar meninju atau menendang lelaki yang sedang memegang tangannya ini.


"Maaf..... dan sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak mau mengikut kerumah anda, jadi lepas tangan saya, sedari tadi anda sudah terlalu lancang kepada saya "


"Saya tidak akan melepaskan tangan kamu sebelum kamu mengiyakan permintaan saya" tegas Agra kembali memperkuat pegangan tangannya karna Kanza mulai memberontak

__ADS_1


"Jangan membuat saya kehilangan kesabaran "


Kanza sepertinya sudah akan kehilangan kesabarannya saat ini


Agra mengangkat sebelah alis lalu berpikir apa yang bisa di lakukan gadis di depannya ini jika hilang kesabaran? Sepertinya dia sangat percaya diri


"Mau tidak mau kamu harus ikut saya ke rumah, ini juga kesalahan kamu, siapa suruh kamu masuk di kamar ini. jika saya sendiri, mungkin saya bisa membiarkan mu pergi dengan mudah, tapi tadi ada orang tuaku" ucap agra membuat kanza yang sedari tadi memberontak langsung diam


"Benar, ini sebenarnya kesalahan ku juga,. Namun hanya karna salah masuk kamar masa aku harus menjadi tunangan nya sih, mana papanya tadi bilang minggu depan lagi,. Ishhhhh" ucap kanza membatin


"Kamu tau keluarga saya, jadi jangan buat saya memaksa" ucap Agra membuyarkan lamunan kanza


Keluarga Mahardika adalah keluarga yang masuk 5 besar keluarga terkaya sedunia bahkan hampir menduduki peringkat pertama. Namun kanza tak takut selagi belum menduduki posisi pertama menurutnya keluarga Mahardika masih bisa ia lawan karna yang menduduki peringkat pertama adalah kakeknya, apa yang harus dia takuti


"Iya saya tau keluarga anda adalah keluarnya yang masuk 5 besar keluarga terkaya sedunia, jadi jangan juga membuat saya terpaksa " jawab kanza dengan tatapan matanya yang tajam


"Iya terpaksa menggunakan kekuasaan ku untuk melawan keluarga kalian" lanjut kanza berucap dalam hati


Agra balas menatap mata kanza,. Ia seperti melihat aura bangsawan dari tatapan kanza, mata yang berwarna coklat dengan kulit putih membuat Agra tak bosan jika menatap nya lama


Agra sedikit tercengang dan beradu tatap dengan kanza hingga kanza memalingkan wajahnya ke arah lain


"Istirahat lah sepertinya kamu sangat kelelahan, kamu bisa tidur di kamarku, sebentar jam 7 aku akan menjemput mu, entah kamu bersedia atau tidak" ucap agra sembari berlalu meninggalkan kanza yang terdiam


Agra keluar dari private room miliknya lalu menekan tombol lift dan turun kelantai dasar sambil menelpon seseorang


"Tutup akses lift untuk naik ke private room saya, dan jangan biarkan ada yang menggunakan lift ini setelah saya"


"Baik tuan" jawab di sebrang telepon

__ADS_1


__ADS_2