Under The Autumn Leaves

Under The Autumn Leaves
Unpredictable Confession


__ADS_3

Sejak hari itu, hubungan Shizuka dan Himari terus baik-baik saja. Bahkan sesekali mereka bertemu dengan Igara dan semuanya terasa baik-baik saja. Seolah-olah, masalah Igara dan Shizuka tak pernah terjadi. Shizuka sangat bersyukur bahwa semuanya masih menjadi teman. Igara tampak baik seperti biasanya dan Himari selalu ceria seperti biasanya.


Namun, ada beberapa hal yang aneh akhir-akhir ini. Seorang gadis kecil dari kelas sebelah, Aoi, terus-terusan datang ke kelas Shizuka dan terlihat menunggu seseorang. Bahkan sekarang, ketik Shizuka dan Himari ingin pulang, mereka kembali bertemu dengan Aoi di lorong depan kelasnya.


“Aoi.” panggil Shizuka.


Gadis itu tampak ingin lari namun Shizuka berhasil meraih tangannya yang kecil itu. “Tunggu.”


Aoi terdiam ketakutan.


Shizuka tertawa kecil. “Jangan takut. Aku takkan memarahimu atau menyakitimu. Aku hanya ingin bertanya. Apa yang kau lakukan setiap hari di depan kelas kami?”


Awalnya Aoi tak menjawab, tapi akhirnya ia membuka mulut. “A-aku ingin mengenal Fujikawa Kazuya! K-kau adalah te-temannya, bu-bukan?”


Karena gelagapan, Shizuka tertawa. “Ah… kau menunggu Kazuya. Sayangnya, dia selalu pulang cepat. Lihat, dia sudah tak ada di kelas. Sayang sekali, Aoi.”


Aoi tampak melirik ke dalam kelas dan memang sudah tak melihat Kazuya. “Begitu ya…” katanya pelan.


Tak tega melihat Aoi yang sedih, Shizuka membuka mulut, “Jangan sedih, Aoi. Kalau ingin bertemu dengannya, kau bisa datang pagi-pagi atau saat jam istirahat.” Ha? Bukannya jam istirahat dia di loteng bersamaku? Astaga…


Aoi mengangguk. “Baiklah. Terima kasih banyak.” katanya lalu pergi meninggalkan Shizuka dan Himari.


“Apakah tidak apa-apa?” tanya Himari dari belakangnya.


“Apa maksudmu?” tanya Shizuka bingung.


“Ada gadis yang tampaknya tertarik pada Kazuya. Apa kau akan baik-baik saja?”


“T-tentu saja! Kenapa pula… Aku tidak marah, aku tidak gelisah atau apapun! Ha..ha..ha.. Ayo pulang.” ajak Shizuka dengan ketawa garingnya.


Benar… kenapa aku harus memberi saran padanya? Bagaimana jika Aoi benar-benar menemui Kazuya dan mereka menjadi dekat? Lalu Aoi akan menggantikan posisiku sebagai teman Kazuya dan selalu menunggu di loteng? Tunggu… Kazuya bukan tipe lelaki yang dekat dengan sembarang orang. Hanya aku dan Himari yang bisa mengobrol dengannya saat ini. A-aku yakin Kazuya takkan tertarik padanya. Aku percaya pada Kazuya… aku percaya padanya.


Keesokan harinya, Shizuka sama sekali tak bicara lagi dengan Kazuya. Mereka bertemu namun hanya menyapa saja. Tak sampai mengobrol panjang seperti biasanya. Hingga akhirnya ketika mereka bertemu saat beristirahat. Shizuka mendatanginya di loteng sekolah seperti biasa.


“Hm… Kazuya.” panggil Shizuka. Ia duduk di samping Kazuya.


“Hm?” Kazuya berusaha mengeluarkan sebuah kotak bekal makanan.


Shizuka mengerutkan dahinya heran. “Apa itu?” tanyanya.


“Ini… gadis bernama Aoi memberikannya padaku tadi pagi.” jawab Kazuya sambil membuka tutup bekalnya. Terlihat nasi dan lauk pauk yang tertata dengan rapi dan menarik.


Shizuka menatap makanan itu. “Aoi… memberikannya padamu?”tanyanya memastikan. Karena seingatnya, ia datang hampir terlambat sehingga tak banyak memperhatikan Kazuya.

__ADS_1


Kazuya hanya mengangguk. Ia mulai teringat akan kejadian tadi pagi.


Kelas terlihat masih sangat sepi. Namun, Aoi mengintip dari pintu kelas. Melihat Kazuya duduk sendirian di kelas. Kazuya tampak menatap keluar jendela.


Aoi masuk dan berjalan perlahan menghampiri Kazuya. “Hm… permisi.” katanya.


Kazuya menoleh dan tampak terkejut melihat Aoi sudah berdiri di sampingnya. Kazuya tak berkata apa-apa.


“A-aku Yukina Aoi. Aku dari kelas sebelah.” ujar Aoi.


Kazuya masih terdiam.


“K-kau Kazuya, bukan?” wajah Aoi semakin terlihat gugup dan ketakutan.


“Benar. Ada apa?” tanya Kazuya pelan. Ia tahu bahwa Aoi sangat gugup jadi ia berusaha berbicara pelan.


Aoi tiba-tiba menyerahkan sebuah kotak. Terlihat seperti kotak bekal. “I-ini! Aku buatkan bekal makan siang untukmu… aku benar-benar membuatnya sendiri untukmu… tolong terima…”


Kazuya tercengang namun ia tak tega untuk menolak kotak bekal itu. Apalagi ketika ia mendengar bahwa Aoi membuatnya sendiri untuknya. Sebelah tangan Kazuya terangkat dan meraih kotak bekal itu. “Terima kasih.” katanya.


Mata Aoi tampak berbinar-binar dan tersenyum sangat lebar. “S-semoga kau menyukainya!” seru Aoi lalu pergi keluar dari kelas Kazuya.


Kazuya menghela napas dan hanya bersyukur karena ia sudah mendapatkan makan siang.


Kazuya menyodorkannya. “Kau mau?”


Shizuka terkejut karena Kazuya malah menawarkan pemberian Aoi. Jelas dia tidak mau. Dia merasa bahwa ia masih bisa memasak lebih baik dari Aoi. “T-tidak, terima kasih. Kau saja yang makan.” katanya.


Setelah itu, Kazuya tampak memakan isi bekal itu dengan lahap. Dan seketika pun ia sudah menghabiskannya.


Ternyata Aoi sudah melakukan ini kepada Kazuya. Aku yakin… ini pasti untuk menarik perhatian Kazuya. Pasti untuk mengambil hati Kazuya. Aku… seperti tak rela hal ini terjadi. Tapi, kenapa aku bersikap begini? Kenapa aku tak suka Kazuya memakan makanan pemberian orang lain? Ada apa sebenarnya?


Ketika sepulang sekolah, Kazuya berniat untuk mengembalikan bekal makanan itu kepada Aoi. Tanpa berpikir panjang lebar, Kazuya menunggu di samping depan gerbang sekolah. Ia tak ingin mengembalikannya di tempat tersembunyi atau apa pun, ia hanya ingin cepat mengembalikannya.


Tak lama setelah Kazuya menunggu, seorang gadis keluar dari gerbang sekolah. “Permisi…” panggilnya. Ia masih merasa aneh untuk langsung menyebut nama Aoi.


Aoi tampak kaget dan langsung menghampiri Kazuya. “Kazuya?” sapanya.


“Aku ingin mengembalikan ini. Terima kasih.” ujar Kazuya singkat.


Aoi menerima bekal itu kembali. “Apakah enak?” tanyanya.


Kazuya mengangguk. “Enak. Terima kasih. Kalau begitu, aku pulang.”

__ADS_1


“Tunggu!” seru Aoi.


Kazuya diam dan menatap Aoi. Ia heran karena Aoi terlihat gugup lagi seperti tadi pagi. “Ada apa?” tanyanya.


“A-aku…”Aoi gelagapan. Ia tampak mendekap tempat bekal itu dengan sangat erat.


Kazuya menunggu Aoi melanjutkan.


“A-aku menyukaimu!” lanjut Aoi.


“Ha…?” Kazuya terkejut namun ia tampak seperti tak peduli. “Kenapa?”


“Aku menyukaimu. Aku tahu kita tidak dekat, tapi aku tetap menyukaimu.”


Kazuya mendekat pada Aoi. “Aku menyukai makanan buatanmu… Tapi, maafkan aku, bukannya aku bermaksud jahat, tapi aku sama sekali tak menyimpan perasaan padamu. Kita baru saja kenal tadi pagi. Aku baru mengetahuimu kurang dari satu hari. Rasanya mustahil aku bisa langsung menyukaimu. Tapi, aku sangat berterima kasih pada bekalmu tadi. Itu sangat enak.” ujarnya pelan.


Aoi tersenyum kecil. “Apakah kau menyukai seseorang?” tanyanya.


Kazuya terdiam sejenak. “Aku tak tahu.”


“Tidak kah kau menyukai Shizuka? Gadis yang selalu bersamamu.”


Kaget, Kazuya memalingkan wajahnya. “T-tidak. Aku tak tahu.”


“Baiklah… aku sudah lega karena sudah mengatakannya padamu. Terima kasih sudah jujur padaku, Kazuya.” gumam Aoi sambil tersenyum.


Kazuya tahu bahwa gadis itu tak sepenuhnya ingin tersenyum. “Sekali lagi aku minta maaf.” katanya. Walaupun ia tak pandai bersosialisasi dengan orang lain, tapi ia tak ingin menolak perasaan Aoi dengan cara yang tak baik. Ia hanya ingin sopan kepada semua orang.


“Baiklah. Aku pulang dulu. Sampai jumpa. Kazuya.” ujar Aoi lalu ia berjalan melewati Kazuya.


“Aku pulang.” ujar Kazuya setibanya di rumah. Ia menghampiri neneknya yang sedang duduk di sofa sambil merajut sesuatu.


Neneknya tersenyum. “Sudah makan malam?” tanyanya pelan.


Kazuya tersenyum kecil. “Belum. Nanti saja. Aku mau membersihkan diri dulu. Aku ke kamar dulu, ya.”


“Kalau lapar, makan malam sudah ada di meja makan, ya.”


“Ya, Nek.” Kazuya berjalan memasuki kamarnya.


Ia duduk di tepi ranjang. Sebenarnya ia masih kepikiran dengan Aoi tadi. Apakah yang ia katakan kepada Aoi itu sudah tepat atau belum. Ia takut akan menyakiti perasaan Aoi. Tapi, sejak kapan ia menjadi orang yang peduli dengan orang lain?


Aoi, ya? Maafkan aku… mungkin aku lebih tertarik dengan gadis lain. Walau aku sendiri belum yakin, tapi aku tidak ingin melihat yang lain selain dia. Cukup satu… dia saja.

__ADS_1


__ADS_2