
“Aku pulang.” ujar Shizuka setelah menutup pintu dan mengganti sepatu.
Kishima datang menghampirinya. “Bagaimana?”
“Sudah kuantar.”
“Baiklah. Ibu ingin bicara sebentar denganmu.” ujar Kishima sambil berjalan ke ruang keluarga diikuti dengan Shizuka.
Shizuka mengikuti dan ikut duduk di sofa samping Kishima. “Ada apa?” tanya bingung.
Kishima memegang kedua tangan Shizuka dengan menggenggamnya. “Kau baik-baik saja?”
“Apa?” tanya Shizuka semakin bingung. Namun sedetik kemudian ia sadar kemana arah pembicaraan Kishima.
“Dia sangat mirip dengan Kazuto. Bahkan namanya pun mirip. Apa kau akan baik-baik saja?” tanya Kishima. Mukanya sangat memelas tampak sangat khawatir pada Shizuka.
Shizuka tersenyum. “Aku akan baik-baik saja. Dia murid baru dari Tokyo. Awalnya aku juga sangat terkejut. Tapi sifatnya seratus persen berbeda dengan Kazuto. Mereka orang yang berbeda, tenang saja.”
“Wajah mereka sangat mirip dan sangat familiar. Bagaimana jika dia benar-benar…”
Shizuka menghela napas. “Tidak mungkin, Bu. Dia hanyalah orang baru dengan nama Kazuya” Aku hanya ingin membuat Ibu sedikit lebih tenang.
Kishima mengelus dan mengusap wajah Shizuka. “Baiklah. Kau harus berhati-hati ya. Ibu tak ingin ada apa-apa denganmu.”
Shizuka tersenyum. “Hm. Aku sudah besar, aku akan baik-baik saja. Baiklah, aku ingin lanjut belajar lagi.”
“Baiklah. Semoga berhasil.”
Shizuka berdiri dan kembali ke kamarnya. Ia melepaskan jaketnya dan duduk di meja belajarnya.
Kenapa Kazuya langsung sakit begitu melihat kalungku? Apakah sekarang itu menjadi kutukan bagi orang lain yang melihatnya? Atau sebenarnya Kazuya memang sedang sakit, ya? Ah… mikir apa aku ini. Lebih baik aku lanjut belajar.
“Hei, Shizuka, apakah kau sudah belajar?” tanya Himari pertama kali begitu mereka bertemu di kelas.
“Sudah. Tak lihat mataku hitam begini?” sindir Shizuka. Ia melirik ke samping dan melihat Kazuya masih memandangi buku pelajarannya. “Kazuya, kau sudah belajar?”
Kazuya menoleh. “Hm. Sekarang sedang baca-baca saja.” jawabnya singkat.
“Apakah kepalamu baik-baik saja?” lanjut Shizuka.
“Ya. mungkin kemarin karena terlalu lama belajar.” jawab Kazuya.
Pasti dia tak ingin ketahuan Himari kalau semalam kami belajar bersama di rumahku.
“Ha? Ada apa dengan Kazuya?” tanya Himari penasaran.
Shizuka tertawa garing. “Tidak apa-apa. Mungkin dia belajar terus menerus hingga sakit kepala.” jawabnya.
__ADS_1
Tak lama setelah itu pun, Ibu Guru memasuki kelas dan mulai membagikan soal-soal kepada para murid.
“Bagaimana, Shizuka?” tanya Himari. Ia merasa sudah belajar dengan baik dan benar namun masih terasa tidak percaya diri. “Aku merasa kesulitan.”
Shizuka tertawa kecil. “Aku juga. Aku kurang belajar. Bagaimana denganmu, Kazuya?”
Kazuya menganggukkan kepalanya. “Lumayan.” jawabnya.
Apakah ia masih belajar setelah pulang dari rumahku?
Hari demi hari ujian berlalu. Tidak terasa sudah hampir dua bulan berlalu sejak awal Kazuya pindah ke sekolahan itu. Musim gugur pun sudah mau berganti ke musim dingin. Rasa kecewa ada pada diri Shizuka, karena musim gugurlah yang sangat ia sukai. Menikmati pemandangan indah dengan daun-daun yang berjatuhan dari pepohonan dan berserakan di jalanan. Anginnya yang sejuk membuat Shizuka tak pernah merasa bosan. Ia berharap hanya ada musim gugur di negeri ini.
Musim gugur akan berlalu. Dan ujian juga akan segera selesai. Setelah ini, ada acara yang sebenarnya Shizuka tak begitu suka, festival olahraga. Ya, Shizuka bukanlah tipe yang suka mengeluarkan keringat atau untuk membuat tubuhnya semakin bugar. Ia hanya tak ingin banyak bergerak dan kelelahan. Rasanya… hatinya saja sudah membuat fisiknya lelah. Kini ujian telah berakhir dan semua murid tampak berbahagia. Walaupun tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti.
Sport festival pun dimulai. Semua murid tampak semangat berpartisipasi dalam perlombaan olahraga itu termasuk Himari. Tidak dengan Shizuka. Ia hanya diam dan hanya melihat yang lain saling berbicara. Memang, ini perlombaan antar kelas, namun Shizuka benar-benar tak ingin berpartisipasi. Biarkan ia menjadi penyemangat saja.
“Shizuka!” panggil Himari kencang.
Shizuka hanya menopang dagu dengan tangan kanannya. “Apa?” tanyanya cetus. Ia tahu bahwa Himari akan menyuruh Shizuka untuk mengikuti perlombaannya.
“Ayolah, ikut saja. Ini akan menyenangkan.”
Shizuka hanya menggelengkan kepalanya.
“Ini tahun terakhir kita. Apa kau tak ingin bersenang-senang? Ayo, bersemangatlah sedikit.”
“Aku akan menyemangati kalian saja. Aku tak pandai berolahraga apa pun. Aku lemah dan aku akan membuat kelas kita kalah jika aku ikut.” ujar Shizuka.
Himari tampak terkejut dan mengedipkan matanya. “Tumben sekali kau bicara seperti itu.” Himari beralih pada Kazuya. “Kazuya, tolong ajak Shizuka. Kau sendiri ikut dalam pertandingan sepak bola dan bola basket, bukan?”
Kazuya terdiam selama beberapa detik lalu menjawab, “Ya.”
“Shizuka, lihat, Kazuya saja ikut dia perlombaan. Apa kau ingin diam saja selama pertandingan dimulai?”
Justru itu yang kuinginkan. Diam dan melihat.
“Kazuya, bagaimana menurutmu?” tanya Himari.
Beberapa detik terdiam. Shizuka dan Himari menunggu jawaban Kazuya. Akhirnya Kazuya membuka mulut. “Festival olahraga akan menyenangkan.”
“HA!” Teriak Himari. Ia tertawa terbahak-bahak dan merasa sudah menang dari Shizuka. “Bagaimana, Shizuka? Ikut?” tanyanya.
Shizuka menghela napas panjang. “Baiklah. Terserah padamu.”
“Yeah!” seru Himari lalu sibuk mendaftarkan Shizuka pada pertandingan olahraga yang ada kepada murid-murid yang lain.
Bagaimana bisa aku meng-iya-kan permintaan Himari? Kenapa aku langsung tergerak begitu Kazuya berkata itu? Sebal…
__ADS_1
“Kenapa wajahmu kusut?” tanya Kazuya.
Kazuya dan Shizuka berjalan berdampingan keluar dari sekolah dan menyusuri pinggir sungai.
“Ini semua karenamu.” cetus Shizuka. Sepertinya, baru kali ini ia merasa kesal pada Kazuya.
“Kenapa?” tanya Kazuya lagi.
Shizuka menghela napas. “Festival olahraga. Aku sangat tak menyukainya. Aku tak ingin kelelahan dan menghabiskan tenagaku. Lebih baik aku diam dan menyemangati kalian saja.”
Kazuya terdiam.
“Kenapa kau diam saja?”
“Aku hanya bingung.”
“Apa?”
Kazuya berhenti dan menghadap Shizuka. “Apakah kau tidak sadar? Kau setiap hari pergi mencariku ke loteng sekolah sambil membawa makanan dan minuman yang kau beli terlebih dahulu di kantin. Apa kau tak lelah? Apa kau merasa kau tak membuang tenagamu?”
Shizuka menatap mata Kazuya tajam. “Itu bukanlah olahraga. Itu hanya kegiatan sehari-hari. Aku takkan lelah dengan hal seperti itu.”
“Kau juga takkan berolahraga setelah festival ini selesai. Kau hanya mengeluarkan tenagamu selama satu atau bahkan dua hari.”
Shizuka menghela napas. Ia lebih baik menyerah karena ucapan Kazuya ada benarnya. “Baiklah, baiklah. Aku menyerah. Aku takkan marah.”
Sesaat setelah Shizuka menjawab seperti itu, Kazuya tersenyum dan mengelus kepala Shizuka. “Itu baru anak pintar.”
Shizuka mencibir namun ia tak bisa marah dengan kepalanya yang diusap oleh Kazuya.
“Aku janji, ini akan menjadi festival yang menyenangkan bagimu. Bagi kita.”
“Bagi kita?”
“Ya, aku berencana untuk membuat taruhan denganmu.”
“Taruhan…” Shizuka mengerutkan dahi.
“Kita akan lihat, siapa yang akan menang dalam pertandingan nanti. Jika aku memenangkan semua pertandingan yang aku ikuti, kau harus mengikuti apa yang aku inginkan. Sebaliknya, jika kau memenangkan semua pertandingan yang kau ikuti, aku akan menuruti semua keinginanmu. Bagaimana?”
“Tapi, kau mengikuti pertandingan sepak bola dan bola basket. Sedangkan aku hanya ikut pertandingan bola voli. Bukankah itu tidak adil?”
“Ya, tidak apa-apa. Tapi, jika kau kalah, lalu aku hanya memenangkan salah satunya saja, kita menjadi seri. Tapi, jika kau menang dan aku hanya memenangkan salah satunya saja, maka kau lah pemenangnya, Bagaimana?”
Shizuka tampak mengangguk. “Baiklah. Aku setuju. Lebih baik kau bersiap-siap.”
Kazuya tersenyum. Ia merasa bahwa rencananya berhasil. Dengan begini, Shizuka akan termotivasi untuk mau bermain dengan serius dan memenangkan pertandingannya. Dengan adanya taruhan ini, Kazuya dan Shizuka akan berusaha untuk membuat timnya menang dan membuat kelasnya menang. Jadi, Kazuya berpikir bahwa ini adalah rencana yang baik untuk memenangkan semua pertandingan untuk kelasnya.
__ADS_1