Ustadz, I Hate You

Ustadz, I Hate You
Part 01 - Ustadz, I hate you l Perjodohan l Novel Islami Romantis


__ADS_3

["Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu.


Boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagi mu.


Allah SWT mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui."]


(Qs. Al Baqarah : 216)


"Mah Pah, Rara mohon jangan jodohkan Rara dengan Ustadz Faroq, Rara tidak mencintainya.


Plisss Rara tidak mau. Rara sudah punya kekasih,namanya Reza."


tangis seorang gadis berambut panjang terurai,


sedang memohon kepada Mamah dan Papahnya


agar Ia tidak dijodohkan dengan pilihan


kedua orang tuanya.


"keputusan Mamah dan Papah sudah bulat,


ini demi kebaikan mu."


"Ustadz Faroq orangnya sangat baik, santun, dan yang terpenting bisa menjadi imam yang membimbing Rara agar menjadi perempuan yang taat lagi dalam beribadah." jelas Papah Rara


"Orang tua Ustadz Faroq adalah Kyai Pondok Pesantren Al Munawarah teman Papah kamu sejak kecil. Perjodohan mu dengan Ustadz Faroq sudah dibicarakan sejak kamu masih kecil," ucap Mamah Rara menambahkan.


"Dari pada kamu pacaran tidak jelas dengan Reza


yang belum tentu serius untuk menghalalkanmu


agar menjadi istrinya. Apalagi dijaman sekarang


banyak anak gadis yang hamil duluan karena


pacaran terus." sahut Papah Rara.


"Reza serius kok Pah sama Rara," bantah Rara.


"Rara akan ajak Reza untuk secepatnya melamar Rara, pokoknya Rara tidak mau dijodohkan dengan


Ustadz Faroq," jawab Rara dengan sedikit berteriak.


"Reza juga anak orang kaya selevel dengan keluarga kita, Ia adalah seo di perusahaan besar milik Papahnya." lanjut Rara


"Bukan hanya sukses di dunia saja yang Papah inginkan, tapi Papah juga mau punya menantu yang bisa merubah Rara menjadi perempuan sholehah, sehingga nanti kalau Mamah dan Papah sudah tiada ada anak sholehah dan mantu yang sholeh selalu mendoakan kami." Bantah Papah Rara.


"Bukan yang sekarang yang hobbynya cuma


buang-buang uang Papah saja, kelayapan diluar sana sampai malam, apa ini hasil dari kamu kuliah di luar negri?" tegas Papah Rara kembali.


Rara Alisya Bilqis atau sering dipanggil Rara. Anak


manja yang berparas cantik, berambut pirang


panjang terurai, hobbynya shopping dan sekarang


lagi bucin-bucinnya dengan pacar. Rara merupakan


anak satu-satunya sehingga sangat dimanja


oleh Mamahnya.


Sebenarnya keinginan Orang tuanya Rara ketika


menyelesaikan kuliah, Rara bisa secepatnya


meneruskan bisnis Papahnya, namun melihat kelakuan anaknya yang hanya suka foya-foya maka perjodohan Rara dengan Ustadz Faroq pun akan dipercepat.


Sebenarnya Rara gadis yang baik, walaupun Rara


lulusan luar negri, pergaulan yang bebas, namun


untuk menjaga kesucian diri Rara tidak pernah


lupa dan itu sangat dijaga olehnya.


"Reza juga bisa menjadi menantu idaman Mamah


dan Papah." Bantah Rara kembali


"Papah tidak mau tahu, jika Kamu masih

__ADS_1


menghormati Papah maka terimalah perjodohan mu dengan Ustadz Faroq, jika tidak maka jangan


panggil Papah lagi!" ancam Papah Rara.


Rara langsung pergi meninggalkan ruang


tamu menuju kamar tidurnya dilantai atas.


'Gubraakk'


Terdengar suara pintu yang dibanting cukup keras.


Rara hanya terdiam menahan tangis, tidak dapat


dibayangkan olehnya akan menjalani hari-harinya


dengan lelaki yang tidak dicintainya.


Menikah dengan lelaki yang tidak dicintainya


sama seperti siksaan baginya.


"Kamu sih terlalu memanjakan anak itu, sehingga


tidak tahu sopan santun sama orang tua."


Gusar Papah Rara.


"Sabar Pah.. tidak mudah bagi Rara untuk langsung


setuju, nanti akan Mamah bujuk." jawab Mamah


Rara yang berusaha menenangkan suaminya,


kemudian pergi menghampiri Rara.


'Tok tok tok'


"Rara sayang.. Mamah masuk ya,"


Rara langsung memeluk Mamahnya sambil menangis sejadi-jadinya. Rambut panjang Rara


dibelai Mamahnya dengan lembut sambil


menepuk-nepuk belakangnya.


Papahmu, sebaiknya kamu patuhi saja. Semua ini demi kebaikanmu, dari pada Papah marah dan jatuh sakit nanti Rara akan menyesal," bujuk Mamah Rara.


"Mah, Rara ingin bertemu Ustadz Faroq besok,"


ucap Rara sambil menyeka air matanya.


"Oke.. nanti Mamah suruh Ustadz Faroq untuk datang ke rumah," jawab Mamah Rara.


"Jangan di rumah Mah, Rara maunya diluar saja bicara berdua. Rara minta nomer whatsapp nya Ustadz Faroq ya Mah, biar Rara hubungi sendiri." Pinta Rara kepada Mamahnya, dengan harapan masih dapat membatalkan perjodohannya.


"Tapi ingat kalau ketemu sama Ustadz Faroq, bicara


yang sopan ya sayang!" pinta Mamah Rara. Rara


hanya mengangguk pelan.


****


Keesokkan harinya Rara bertemu dengan Ustadz Faroq disebuah restoran yang ramai pengunjung.


Sebenarnya Ustadz Faroq enggan bertemu berdua saja, namun Rara tetap ngotot ingin bertemu berdua saja ditempat yang terbuka. Rara datang menggunakan dress berwarna biru muda dengan rambut pirang panjang terurai, begitulah style nya Rara setiap hari.


Ketika pertama kali bertemu Ustadz Faroq sebenarnya Rara langsung kagum melihat


ketampanannya.


"Ustadz, Rara mohon, ya! Tolong, batalkan perjodohan ini. Rara sudah punya pacar, namanya Reza. Lagipula, Rara tidak mencintai Ustadz Faroq, yang Rara cinta hanya Reza seorang untuk selamanya!" cecar Rara tanpa memikirkan perasaan Ustadz Faroq.


"Rara mau minum atau makan apa, biar aku


pesanin?" tanya Ustadz Faroq balik dengan santai.


"Rara tidak mau minum ataupun makan apa-apa!"


jawab Rara dengan ketus.


"Kalau begitu aku pesanin es krim durian ya?

__ADS_1


Pokoknya es krim terenak disini," ucap Ustadz Faroq.


Rara hanya diam tanpa menjawab pertanyaan


Ustadz Faroq. Setelah selesai memesan 2 buah es


krim durian, Ustadz Faroq baru melanjutkan


menjawab pertanyaan dari Rara yang tadi


sempat terputus.


"Maafin aku, Ra! Aku tidak dapat mengabulkan


permintaan mu untuk menolak perjodohan ini,


karena merupakan permintaan Abi aku,"


"Dari dahulu, aku tidak pernah menolak apa yang


disuruh Abi dan Ummi ku, karena aku juga yakin


itu merupakan pilihan terbaik mereka, dan


sebenarnya ada alasan lain juga," tutur ustadz


Faroq menjelaskan.


"Apa alasan lain itu?" tanya Rara


"Kamu akan mengetahuinya setelah kita menikah."


jawab Ustadz Faroq, yang membuat Rara penasaran.


"Tapi Rara tidak mencintai Ustadz Faroq!"


jawab Rara tegas.


"Allah selalu punya skenario terindah untuk hambanya. Cinta itu datangnya dari Allah, dan jodoh itu kayak alif lam mim, ayat pertama surah al baqarah, artinya hanya Allah yang tahu. Jadi tidak menutup kemungkinan nanti hati Rara pun akan berubah," jawab Ustadz Faroq dengan menundukkan pandangannya. Sebenarnya hati Ustadz Faroq bergetar ketika bilang itu.


"Tapi Rara tidak suka diatur! Rara juga tidak suka


berkerudung! Apa nanti Ustadz mau punya istri


yang tidak menutup auratnya?" tanya Rara ketus.


"InsyaAllah nanti aku dapat menjadi imam yang baikyang dapat membimbing Rara dengan iman danketaqwaan, menjadi suami yang dapat kamu


andalkan juga. Aku ingin menikahimu tulus karena ingin mencari ridha Allah." jawab Ustadz Faroq dengan mantap.


Rara terdiam sebentar mendengarkan perkataan


Ustadz Faroq. Ia bingung kenapa Ustadz Faroq begitu kekeh untuk menerima perjodohannya.


"Apa jangan-jangan Dia mencintai Rara ya, kan Rara


cantik dan seksi juga. Ustadz kan juga manusia, tapi gak mungkin ah masa iya jatuh cinta pada pandangan pertama." Rara berbicara sendiri dalam hati.


Rara terdiam sebentar mendengarkan perkataan


Ustadz Faroq. Ia bingung kenapa Ustadz Faroq begitu kekeh untuk menerima perjodohannya.


"Apa jangan-jangan Dia mencintai Rara ya, kan Rara


cantik dan seksi juga. Ustadz kan juga manusia, tapi gak mungkin ah masa iya jatuh cinta pada pandangan pertama." Rara berbicara sendiri dalam hati.


Ustadz Faroq hanya tersenyum dalam hati. Sebenarnya sedari tadi Ustadz Faroq gugup dan hatinya bergetar, namun tetap dicoba agar terlihat tenang.


"Kan kata Ustadz tadi, ada alasan lain selain kita


dijodohkan?" tanya Rara kepo.


"Kalau kamu mau tau jawabannya, sebaiknya


persiapkan diri untuk menjadi istri ku!" jawab


Ustadz Faroq.


"Sekali lagi ya, Rara tegasin!! Rara cintanya hanya sama Reza seorang!!" tegas Rara kembali.


"Ustadz, I hate you!! dan mustahil Rara bisa


merubah hati Rara antara Reza orang yang Rara

__ADS_1


sayang, dengan Ustadz orang yang Rara benci."


ucap Rara, yang kemudian pergi meninggalkan Ustadz Faroq menuju mobil alphardnya yang sudah ditunggu sopir didalamnya, tanpa memperdulikan perasaan Ustadz Faroq.


__ADS_2