Ustadz, I Hate You

Ustadz, I Hate You
Part 04 - Ustadz, I Hate You l Bukti Sebuah Cinta


__ADS_3

"Hati itu diibaratkan seperti cangkir,


semakin banyak engkau isi dengan


kecintaan kepada Allah, maka akan


semakin sedikit ruang yang tersisa


untuk kecintaanmu terhadap dunia."


Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, suara adzan berkumandang dan Ustadz Faroq pun langsung membangunkan istrinya dengan suara lembut untuk diajak sholat bersama.


"Rara ayo bangun.. sekarang sudah adzan subuh, yuk kita sholat subuh dulu." ucap ustadz faroq membangunkan, sambil mengelus tangan istrinya pelan-pelan.


"Apaan sih! masih ngantuk tau!" jawab Rara ketus


dengan mata masih terpejam.


"Kita shalat dulu, sekarang sudah adzan subuh. Kalau ngantuk mandi dulu, nanti juga hilang ngantuknya," bujuk Ustadz Faroq.


"Aku gak mau! kamu shalat aja sana, lagian dosa juga tanggung masing-masing kok!" jawaban Rara yang membuat Ustadz Faroq kembali mengelus dada.


"Astagfirullah.. Karena sekarang aku adalah suami mu jadi kamu sebagai istri adalah tanggung jawabku."


Rasulullah SAW bersabda : "Shalat adalah cahaya."


HR. Muslim:223


"Oleh karena itu aku ingin membawa cahaya shalat itu kedalam rumah tangga kita," jelas Ustadz Faroq.


"Dan perintahkanlah kepada keluarga mu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.."

__ADS_1


QS Thaha:132


"(Pembatas) antara seorang muslim dan kesyirikan serta kekafiran adalah meninggalkan shalat." HR Muslim:256.


Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata : "Apa yang


berharga dari agamamu jika shalatmu saja tidak berharga bagimu? padahal yang akan ditanyakan pertama kali padamu dihari kiamat nanti adalah tentang shalat."


"Bagaimana mungkin engkau berfikir bisa melangkah ke surga jika untuk melangkah menuju tempat shalat saja kakimu terasa berat dan malas?" ucap Ustadz Faroq dengan mata berkaca-kaca.


"Apa kamu ingin terbenam dalam api neraka bersama Ubay bin Khalaf, Qarun dan Fir'aun, karena perkara shalat?"


"Pak Ustadz kalau mau ceramah sana di mesjid saja! Iya.. iya.. nanti aku shalat, Pak Ustadz duluan saja!"


jawab Rara kesal.


Dari 'Abdullah bin Mas'ud, ia berkata, "Aku pernah


HR. Bukhari:7534 dan Muslim:85


"Jadi lebih baik kita menyegerakan shalat dari pada menunda-nunda, aku akan menjadi imam mu." bujuk Ustadz Faroq lagi.


"Bawel banget sih!" celetuk Rara.


"Iya-iya.. Aku bangun dan shalat! Sudah puas kan! Nanti keluar lagi sabda dan hadits-hadits, sampai bawa-bawa neraka lagi!" Rara pun bangun dengan terpaksa karena tidak mau diceramahi lagi.


"Maaf ya kalau ada kata-kata ku yang menyinggungmu. Kalau masalah agama apalagi tentang shalat aku memang akan sedikit keras, apalagi sekarang kamu istriku. Ini bentuk kecintaan ku kepadamu Ra." jelas Ustadz Faroq.


Ini adalah pertama kalinya Rara shalat setelah kurang lebih 4 tahun ia tidak pernah shalat 5 waktu lagi. Semenjak ia kuliah diluar negri, seakan ia lupa akan kewajibannya sebagai seorang muslim. Ia terbiasa bangun telat dan pergaulannya pun berubah drastis. Rara seperti kehilangan arah, hanya kesenangan duniawi saja yang ada difikirannya, bahkan gaya berpakaian pun sudah kebarat-baratan.


Padahal sebelumnya Rara cukup rajin untuk

__ADS_1


urusan shalat karena merupakan lulusan sekolah


Aliyah yang lebih banyak pelajaran agamanya.


Namun karena keinginannya melanjutkan kuliah


diluar negri, akhirnya sekarang ia benar-benar


lupa tentang yang namanya dosa.


Dirumah bersama kedua orang tuanya pun kalau


disuruh shalat selalu ada saja jawabannya, bahkan kalau ditanya jawabnya selalu sudah shalat padahal itu hanyalah suatu kebohongan.


"Assalamu 'alaikum wa rahmatullah,"


"Assalamu 'alaikum wa rahmatullah."


Setelah selesai shalat subuh berjamaah, hati Rara terasa lebih tenang dan damai. Seakan ia baru mendapatkan ketenangan yang selama ini tidak ia rasakan.


Rara kembali merebahkan tubuhnya diatas ranjang, sedangkan Ustadz Faroq masih melanjutkan berdzikir dan berdoa. Disaat rebahan Rara melihat suatu tulisan dalam bingkai foto yang cukup besar bertuliskan


"SUDAHKAH ANDA SHALAT DIAWAL WAKTU?"


Seketika hati Rara langsung seperti disengat listrik, ia merasa sangat malu karena jangankan shalat diawal waktu, ia bahkan selama ini selalu meninggalkan shalat. Tanpa terasa Rara meneteskan air matanya.


Setelah selesai berdoa Ustadz Faroq melanjutkan


dengan membaca ayat suci Al Qur'an. Lantunan ayat suci yang ia baca membuat siapa pun terhanyut mendengarnya. Ia merupakan salah satu qori terbaik yang ada dikota Banjarmasin.


Tidak terkecuali dengan Rara, kemerduan suara

__ADS_1


suaminya membuatnya kagum. Namun Rara masih bertahan dengan keras kepalanya, ia masih ingin menjalankan strategi agar suaminya bisa secepatnya menceraikannya.


__ADS_2