Ustadz, I Hate You

Ustadz, I Hate You
Part 07 - Ustadz, I Hate You l Hasutan Reza l Novel Islami Romantis


__ADS_3

"Tidak semua orang beruntung


menikah dengan cinta sejatinya.


Tapi semua orang bisa beruntung


menjadikan orang yang dinikahinya


sebagai cinta sejatinya.


(Tere Liye)


"Turunin aku disini saja!" ucap Rara.


"Kamu mau kemana Ra?" tanya Ustadz Faroq.


"Gak usah kepo deh, ingat perjanjian kita ya!" jawab Rara ketus yang segera turun meninggalkan suaminya. Rara buru-buru masuk mall dan menuju tempat makan, dimana disana Reza sudah lama menunggunya.


"Maaf ya sayang.. lama ya nunggunya?" ucap Rara


sambil menutup mata Reza mulai belakang.


Segera Reza meraih tangan dan membalikkan


badannya menghadap Rara.


"Tumben kamu telat lupa sama janji kita, padahal


biasanya kamu selalu on time?" jawab Reza terlihat kecewa.


"Maaf sayang, plisss.. handphone aku dalam tas cuma getar aja jadi aku gak dengar kamu ada manggil beberapa kali," ucap Rara sambil memohon.


"Kamu sekarang udah pakai kerudung ya? cepat banget berubahnya setelah jadi istri Ustadz! Jadi Ustadzah ya sekarang?" singgung Reza karena cukup kaget melihat perubahan Rara yang tiba-tiba.


Rara baru sadar kalau ia belum berganti pakaian karena ingin cepat-cepat bertemu Reza. Secepatnya Rara membuka kerudung yang ia pakai.


"Mampir ke rumah mertua sampai lupa ya sama janji kita, sepertinya kamu bahagia ya Ra setelah menikah?" lagi-lagi Reza bicara seakan menyinggung Rara.


"Sayang.. udah dong marahnya, iya aku salah. Aku lupa sama janji kita tapi siapa bilang aku bahagia menikah dengannya. Dan aku memakai jubah dan kerudung tadi cuma didepannya kok demi perjanjian biar kita bisa bebas bertemu, maaf sebelumnya aku gak ada cerita soal ini." jawab Rara menjelaskan alasan yang sebenarnya.


"Kenapa gak bilang kalau kamu ada bikin perjanjian sama dia? memangnya perjanjian seperti apa?" tanya Reza yang penasaran.


"Perjanjian agar dia tidak ikut campur kemana aku dan bersama siapa juga dia gak perlu tau, dan dia juga gak bisa macam-macam denganku, Mamah sama Papah juga gak boleh dikasih tau," jawab Rara.


"Terus dia nya sendiri minta apa sama kamu agar dia setuju? gak mungkin dong dia terima begitu aja tanpa minta sesuatu juga?" tanya Reza kembali yang masih belum puas mendengar jawaban Rara.


"Dia cuma minta aku sholat dan berkerudung kok,"


jawab Rara.


"Jadi dia ingin membuat kamu berubah, setelah


kamu berubah nanti kamu juga akan sedikit demi


sedikit mencintainya!" ucap Reza yang menurutnya sudah mengetahui pemikiran Ustadz Faroq.


"Gak mungkin lah aku jatuh cinta sama dia, selama masih ada kamu, hati aku gak akan pernah berpaling kemanapun sayang. Emm.. gini aja deh sebagai pembuktian hari ini waktu aku sepenuhnya buat kamu. Malam ini aku gak akan pulang, gimana? Tapi jangan marah lagi ya?" pinta Rara dengan ekspresi muka memelas agar dimaafkan Reza.

__ADS_1


Melihat kekasihnya sudah memasang muka seperti itu, Reza akhirnya luluh juga.


"Kamu tau kan Ra kenapa aku begini? gimana perasaan aku waktu kamu nikah sama dia? semalaman aku gak bisa tidur mikirin kamu, aku takut kamu bakalan cinta sama dia."


"Iya aku ngerti Za, pokoknya aku akan buat dia


telah menyesal karena sudah menikahiku!" jawab


Rara meyakinkan Reza.


"Kita gak usah bahas dia lagi ya. Kamu sudah pesan makan?" tanya Rara yang mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Gimana aku bisa makan duluan kalau kamu belum datang, emmm.. aku kayaknya mau chicken salad aja, kalau kamu Ra?" tanya Reza memanggil pelayan resturan sambil melihat-lihat buku menu. Rara sebenarnya masih merasa kenyang habis makan di rumah mertuanya tadi namun demi menjaga perasaan pacarnya jadi ia juga ikut pesan.


"Sama deh.. chicken salad 2, minumnya es krim durian ya," ucap Rara kepada pelayan.


"Iya mbak.. ditungga ya." jawab pelayannya.


"Habis makan temenin aku shopping sepuasnya ya hari ini, mau ke salon juga sepertinya rambutku jadi lepek abis berkerudung tadi," pinta Rara sambil mengelus rambutnya yang panjang.


****


"Berapa mbak totalnya?" tanya Rara setelah


memilih-milih beberapa baju bermerek.


"Rp. 4.096.000,00 kak Rara," jawab karyawan


yang sudah mengenal Rara karena sering belanja


disana. Rara pun segera memberikan kartu ATM nya.


"Memangnya kenapa mbak?" tanya Rara yang cukup kaget karena tidak biasanya kartunya tidak bisa dipakai. Rara pun memberikan kartu yang satunya lagi.


"Coba kartu ini mbak," pinta Rara.


Namun kartu kedua pun tetap tidak bisa digunakan, meski sudah dicoba beberapa kali.


"Maaf kak Rara kartu ini juga tidak bisa," jawab


karyawannya.


"Ini mbak pakai kartu punya saya aja," Reza segera


memberikan kartu ATM miliknya.


"Oke.. terima kasih kak," jawab karyawannya kembali menyerahkan kartu ATM milik Reza.


Setelah berganti pakaian Reza dan Rara pun segera ke parkir menuju mobil Reza.


Rara dengan cepat menelpon Papahnya dengan


perasaan yang cukup kesal.


"Pah kenapa ATM aku semuanya gak bisa dipakai?" tanya Rara meminta penjelasan.


"Memangnya suamimu gak ada bilang? katanya karena sudah menjadi suamimu jadi segala kebutuhanmu biar dia yang tanggung semuanya," jawab Papah Rara.

__ADS_1


Rara pun langsung mematikan telponnya, dengan


perasaan yang tambah emosi.


"Emang ya dasar itu si Ustadz mau cari gara-gara sama Rara, awas aja nanti kalau aku pulang!!"


"Tuh kan dia itu memang mau ngatur dan


mengekang kamu Ra!" Reza pun sengaja berkata


seperti itu agar Rara tambah marah dengan suaminya.


"Makasih ya Za kamu sudah bayarin belanjaan aku


tadi," ucap Rara yang merasa tidak enak.


"Gak apa-apa kalau cuma segitu kecil sayang.. jadi


abis ini mau ke salon?" tanya Reza.


"Nanti saja ke salonnya, aku mau nenangin fikiran


dulu, kita clubbing yuk baru nanti karaokean," pinta


Rara yang langsung disetujui Reza.


Rara sebenarnya tidak terbiasa ke club malam, terakhir ia ke club malam waktu di luar negri itu pun karena Reza yang mengajaknya. Reza dan Rara pacaran sewaktu mereka sama-sama kuliah di luar negri. Ini adalah pertama kalinya Rara kembali ke club malam karena fikirannya yang kacau. Rara langsung memesan minuman beralkohol dan minum sepuasnya. Suara musik


yang sangat nyaring membuat Reza dan Rara tidak bisa berbicara banyak. Reza langsung membawa Rara yang sudah mulai sedikit mabok masuk kedalam ruangan karaoke yang sudah dibookingnya.


Sampai didalam yang kedap suara Rara pun seperti mengungkapkan isi hatinya dengan berteriak.


"Gara-gara loe ya Ustadz, hidup gue jadi kacau! loe


sudah mengambil kebahagian yang gue rasa selama ini. ahahahaaa.. gue akan bikin perhitungan sama loe!! ingat itu!!" teriak Rara sambil minum yang membuatnya sudah benar-benar mabok sampai terbaring diatas sofa.


Suara handphone Rara pun berbunyi. Reza segera


membuka tas Rara dan melihat ternyata suami


Rara yang menelpon.


Ternyata Ustadz Faroq sudah menelpon Rara dengan 23 kali panggilan tak terjawab. Chat dari Ustadz Faroq pun lumayan banyak.


"Ra kamu dimana?"


"Kamu dimana biar aku jemput ya?"


"Aku khawatir, sudah sore kenapa kamu belum pulang?"


"Ra sudah jam 9 malam, tolong balas pesan aku kalau kamu baca. Ini aku sambil keliling cari-cari kamu."


"Ra.. kamu tidak kenapa-kenapa kan? tolong jawab pesan dan angkat telponku ya."


Namun Reza malah mematikan handphone milik


Rara. Reza tidak peduli dengan perasaan Ustadz

__ADS_1


Faroq, tujuannya agar Rara tambah membenci


suaminya dan secepatnya bercerai dengan suaminya.


__ADS_2