Utami Khoirunnisa

Utami Khoirunnisa
29. Berdo'a di depanmu!


__ADS_3

Suasana dikelas saat ini sedikit ramai karna bangku di bentuk melingkar sesuai kelompok. Mereka sedang menyusun kerangka cerita untuk menampilkan Drama antar kelas yang akan di adakan minggu depan.


Beruntungnya, Utami satu kelompok dengan Daniel, orang yang menurutnya bisa dimintai.tolong.


"mmm...aku boleh minta.tolong sesuatu gak?" tanya Utami pelan.


Daniel jadi salah tingkah, ia membenarkan kaca matanya dan tersenyum kaku. "Boleh, minta tolong apa?"


"Kasih ini ke Nissa, di tempat yang aman ya!" Utami memberikan selembar surat yang dilipat rapi. "Aku percaya kamu bisa pegang amanat, tolong yah, Niel"


"Oh oke, aman!" tanpa banyak tanya, Danie mengambil lipatan kertas itu, menyebabkan terjadi kontak fisik dan spontan membuat wajah Daniel memerah karna malu.


Sedangkan Utami, ia diam mematung, bukan karna jantungnya berdegup kencang, tapi karna sentuhan tangan itu seperti pernah Utami rasakan sebelumnya. Entah kapan dan dimana.


"Makasih ya"


...****************...


Alllahuakbar....Allahuakbar....


Adzan dzuhur yang dikumandangkan oleh muadzin di mushola terdengar merdu, Sebagian murid yang tepat waktu sudah duduk di barisan shaf depan dengan khidmat.


Saat Utami sedang membaca dzikir sambil menunggu Iqomah, ia dikejutkan oleh wajah Rendy yang tiba tiba sudah berhadapan dengannya saat Utami menengadah.


"Astagfirullah!" ucapnya refleks memejamkan mata kembali.


"Kaget Bu Ustadz?" tanyanya terkekeh.


"Jangan ganggu, atau aku laporin kamu ke guru!" ancamnya semakin menundukan kepala. Ia tahu, di sudut ruangan sana ada Selly yang pasti sudah memantaunya saat ini.


"Kita udah putus say, tenang aja, liat aku dulu sebentar!" ucapnya terdebgar merayu.

__ADS_1


"Gak, pergi sana!"


Rendy terkekeh melihat tingkah Utami yang menurutnya lucu. Sampai dia meletakan tangan di puncak kepalanya, kemudian membaca sesuatu


"Allahumma yaa Rabbi anta hasbii ‘alaa (Utami Khoirunnisa) ‘aththif qolbahaa ‘alayya wa sakhkhir li qolbahaa wa dzallihaa lii wa habbibnii ilaihaa hattaa ta’tiya ilayya khoodhi-atan dzaliilatan min ghoiri mahlatin wa asygholhaa bi mahabbatii innaka ’ala kulli sya’iin qodirr"


"Baca apa?" Tanya Utami penasaran saat mendengar kalau dalam doa itu dia menyebut namanya


"Aminin dulu!"


"Doa apa dulu?"


"Amin dulu"


"Amin" Utami menurut karna penasaran.


"Itu doa buat dapet jodoh yang kita inginkan" cengirnya terlihat buaya sekali.


Utami syok dan refleks mulutnya terbuka lebar, kemudian mengambil tumpukan sajadah yang sudah dilipat rapi ke arah wajahnya, namun sayang, pria itu lebih dulu pergi dengan tawa yang teramat puas.


"Ada apa Umi?" tanya Pak Teguh yang baru saja masuk mushola dengan rambut basah karna wudhu. Dan itu tampan sekaligus berdamage.


"Ng nggak kok pak, tadi ada kecoa di sini" bohongnya sambil memunguti sajadah yang dilemparnya dan melipatnya kembali dengan rapi.


PUK!


Sebuah gulungan kertas tiba tiba saja mengenai kepalanya, Utami memungutnya dan membaca dua kata ancaman.


AWAS KAMU!


Spontan, matanya melirik pada Selly yang sudah memberinya tatapan tajam dan membunuh.

__ADS_1


Untung saja Iqomah sudah berlangsung, sehingga mereka segera mendirikan sholat dzuhur, dzikir bersama, kemudian istirahat.


"Umi sini dulu!" panggil Pak Teguh saat Utami hendak keluar.


"Iya pak?"


"Mau jaga kantin?"


"Iya"


"Di ganti Trixi sama Asri dulu bisa gak? soalnya Umi harus cepet hafal, waktu lomba udah mepet"


Trixi dan Asri menatap Umi secara bersamaan, memang rencananya Trixi akan menggantikan Utami jaga kantin, Asri dan Utami akan mengobrol bersama Reza dan Rendy juga Nissa disini. Tapi Utami lupa kalau dirinya akan menghafal bersama Pak Teguh.


"Kok malah pada bengong?"


"Iya bisa.pak" jawab Trixi cepat.


"Kalian boleh ambil jajan sepuasnya!"


"Makasih pak" akhirnya keduanya pamit meninggalkan Utami yang masih kebingungan.


"Hey, sini duduk!" titah Pak Teguh sambil menepuk lantai di depannya.


Utami melangkah pelan sekali, sampai akhirnya tiba di depan Pak Teguh, dia curiga kalau Pak Teguh akan bertanya sesuatu padanya


"Bapak tau semuanya" ucapnya benar benar sesuai dugaan Utami.


......................


...****************...

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2