Utami Khoirunnisa

Utami Khoirunnisa
37. Tak pantas bersanding


__ADS_3

Utami suka suasana malam di masjid, apalagi saat dipenuhi kegiatan bermanfaat seperti ini, memambah rasa cintanya pada masjid dan pada Nabi tentunya.


Tim hadroh sudah menabuh rebana mereka dengan terlatih, Lagu lagu nasyid dilantunkan untuk menyambut para tamu yang datang.


Khodijah dan tiga gadis lainnya yang bernyanyi, sementara Utami, sibuk menyambut tamu dengan membagikan snack.


"Umi, udah itu mah sama si Abah aja, ini anak anak perhatiin dulu!" teriak Abi membawa banyak pita di tangannya.


"Lho, kok kamu nggak di sana?" tanya Utami seraya menunjuk pada penampilan hadroh yang masih berlangsung.


"Ah gampang ada si Agus, ini anak anak gak ada yang merhatiin!"


Bertepatan dengan itu, si Abah dan anggota mesjid lainnya datang untuk membantu para panitia yang sepertinya tampak kewalahan dengan banyaknya jema'ah yang hadir.


Utami mengambil beberapa pita yang ada di tangan Abi, kemudian masuk ke dalam masjid, di mana di pojok sana anak anak sedang bersiap dengan seragam yang sama,


"Waah udah pada siap nih?!" tanya Utami


"Teh ini gimana kerudung aku?"


"gamis aku kepanjangan, gimana dong?"


"Teteh pita aku hilang!"


Mereka mengadu begitu Utami bertanya, raut wajah mereka terlihat tegang, amat gugup dan ada pula yang menangis.

__ADS_1


"Oke tenang tenang, jangan panik, kalian pasti bisa" dukung Utami berusaha menenangkan.mereka satu persatu.


Kondisi hampir tak terkendali beberapa waktu, tapi untungnya semua bisa di atasi dengan baik, acara pun di mulai, satu persatu penampilan ditampilkan dengan baik.


Para orang tua dari anak anak pun turut memotret dan memidiokan mereka.


Hingga sebelum acara inti, Abi sebagai MC, menyebutkan penampilan selanjutnya, yaitu pembacaan tilawatil qur'an.


"Selanjutnya, pembacaan Ayat suci al-qur'an yang akan di bacakan oleh Ananda Utami khoirunissa dan Khodijah, waktu dan tempat kami persilahkan!" ucapnya kemudian turun dan berdiri di tepi panggung.


Khodijah bersiap, dengan memeluk alqur-an di dadanya, Utami yang terlihat gugup terpaksa maju karna namanya sudah di panggil.


Kedua gadis itu duduk bersanding, memperlihatkan perbedaan yang jauh antara keduanya, baik segi fisik ataupun ilmu, jelas Khodijah lebih unggul. Utami terlalu minder untuk di sandingkan dengannya.


Dan sayangnya, Khodijah menyodorkan mikrofon padanya, tatapannya seperti memberi isyarat kalau dialah yang harus mengaji.


Dengan memberanikan diri, Utami bersiap, dia menatap setiap mata yang mengarah padanya, dan tak sengaja, matanya menangkap ibunya Abi dan juga ayahnya, mereka tersenyum dan mengangguk, seolah mendukung sekali.


"Audzubillahiminasyaitonirrojim!"


Senyap!


Keheningan langsung didapatnya, tanda semua orang menghormati dan mengagungkan sang pencipta alam.


Alhamdulillah, walau awalnya gugup tapi Utami bisa melaluinya dengan cukup baik, bacaannya tidak terlalu sumbang ataupun berlebihan, sedang sedang saja.

__ADS_1


**********


Pukul 12 malam, tinggal pengurus masjid yang terisisa, membereskan kembali lantai yang dipenuhi sisa sisa makanan, menyapu, mengepel, hingga masjid kembali bersih dan wangi.


"Akhwat pulang aja, sisanya biar Ikhwan yang kerjain" tegas Abi, si ketua IRMA.


"Da emang mau pulang, dari tadi tugas aku paling berat" sahut Trixi karna dialah yang bertugas dibalik panggung, si sibuk yang tidak diperhatikan.


"Alaah lebay" cibir beberapa anak cowok.


"Yeeh bener!"


"Stop stop" lerai Asri amat lelah. "Kita pulang duluan yah, yoo semuanya, Assalamualikum" pamitnya segera dibuntutui ukhty ukhty yang lain.


"Sampai jumpa besok, Good night!" teriak Abi jelas tertuju pada Utami.


"Ekhm ekhm...." dehem cewek cewek seketika membuatny salting.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


.........


__ADS_2