Utami Khoirunnisa

Utami Khoirunnisa
32. Hamba yang Kufur atas nikmat-Nya


__ADS_3

Bulan Rajab ini adalah bulan yang paling berat bagi Utami, empat bulan selama dirinya di kelas sepuluh terasa begitu di uji. Namun seperti janji-Nya...


La yukallifullahu nafsan illa wus'aha...Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.


Tidak perlu membanding-bandingkan kapasitas yang kita miliki dengan orang lain yang dianggap lebih banyak atau lebih sedikit.


Kita hanya perlu berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang kita miliki dan berserah diri kepada Allah atas segala yang terjadi.


Seperti pagi ini, Lomba antar sekolah baru saja dimulai, Saat melihat daftar hadir serta Juz yang mereka hafal, Utami adalah orang dengan hafalan yang paling sedikit. Mereka sudah 5-6 Juz, sementara dirinya baru saja menghafal Juz amma, itu pun dalam kurun waktu sebulan, bahkan semua bisa terlupa saat dirinya gugup. Utami sedikit resah. Ia takut mengecewakan Pak Teguh yang sudah mengajarinya selama ini.


"Pak!" Utami bergerak gelisah, terlebih saat melihat jika nomor urutnya tinggal menunggu beberapa peserta lagi.


"Apa?"


"Kalo Umi gak menang gimana?"


Dengan lembut Pak Teguh mengulum senyumnya. "Bukan masalah menang atau kalahnya, yang penting kamu udah berusaha, dan Bapak tetep bangga sama kamu"


Ah manis sekali, rasa gugupnya sirna seketika.


Ketika namanya dipanggil, Utami mulai tenang, ia melirik pada Pak Teguh yang memberinya senyum semangat, sementara Daniel yang masih menunggu, menatapnya dengan penuh cinta, membuat Utami merinding, namun dia coba untuk tak peduli.


Di dalam ruangan yang cukup luas namun tertutup, terdapat tiga juri disana, dan tersedia kursi di tengah tengah ruang kosong tersebut.

__ADS_1


Utami dipersilahkan untuk mengambil nomor undian, hasilnya nomor 7, dan beruntungnya, nama surah itu adalah surah yang dihafalnya.


Ar-rahman!


"Silahkan bacakan ayat 1 sampai 30!" titah dewan juri bijaksana.


Utami menarik nafas beberapa kali, mencoba untuk rileks, pikirannya berpusat pada ayat ayat yang selalu dia baca selepas shubuh, Surat yang sudah ia hapal di luar kepala sejak SD karna ibu selalu menganjurkannya untuk dibaca setiap hari.


"Audzubillahiminasyaitonirrojim..."


"Bismillahirahmanirrohim..."


"Ar-rahman...Alamalqur'an...kholaqol insaan..."


Tak terasa air mata terus menetes, Utami membaca kalimat-Nya dengan isakan, hingga akhirnya ia tak mampu lagi melanjutkan ayat berikutnya.


Seorang dewan juri menghampirinya dan mengusap punggung Utami. "Kenapa kamu menangis?"


Utami menggelang pelan, "Maaf Ustadzah, saya nggak bisa melanjutkan" ucapnya dengan suara sangau.


"Kamu terharu?"


Utami kembali menggelang. "Saya malu Ustadzah, takut akan azab Allah SWT karena sudah melupakan nikmat karunia Nya. Surat Ar Rahman jelas sekali menanyakan kepada kita apakah kita ingkar akan nikmat dan segala rejeki yang Allah berikan??FABIAYYI ALAA ‘IRAABIKUMAA TUKADZDZIBAANN, Tiga puluh ayat dalam surat Ar Rahman memiliki kalimat ini, terus berulang, Allah memberi peringatan kepada kita berulang bahwa, Nikmat Tuhan  Kamu Yang Manakah Yang Kamu Dustakan? Tapi saya sudah menjadi hamba yang sombong karena tidak bersyukur atas nikmat yang Allah berikan."

__ADS_1


Demi mendengar hal itu, para juri merasa terenyuh, mereka silih berganti memeluk Utami.


"Semoga kamu menjadi seorang Hafizoh dengan hafalan 30 Juz" ucap dewan juri memyemangati.


Setelah waktu berlalu, Akhirnya Utami selesai melewati tes, tidak tahu bagaimana dengan hasilnya nanti, ia sangat ragu dan tidak percaya diri.


"Gimana? Lancar?" sambut Pak Teguh begitu Utami kembali ke ruang tunggu.


"Umi nggak yakin pak" jawabnya kecewa.


"Gak papa, yang penting kamu udah berusaha" senyumnya tetap menyemangati.


Utami sudah berusaha, serahkan hasilnya pada yang ada di atas segalanya.


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf kalau misalkan Author salah tafsir atau cara menerangkan dalil, ayat, hadits, Author bukan anak pesantren, 😢 mohon saran dan kritik dari kalian yang baca yang bahkan mungkin keluaran pesantren😢....

__ADS_1


__ADS_2