
Sisa lelah semalam, masih berdampak shubuh ini, berat rasanya tubuh Utami saat ingin terbangun, Ia masih terlena dengan kehangatan selimutnya.
"Teh bangun, udah jam lima lebih!" Ibu menepuk pundaknya pelan, membuatnya Menggeliat dan memaksa dirinya untuk bangun.
Dengan gerakan cepat Utami bersiap, dia terlambat, sholat subuhnya terlambat, tahajjudnya ketinggalan, solat dhuha pun terlewat karna sesampainya di sekolah ia harus segera menjalani hukuman.
Hukuman atas keterlambatan dirinya, yang harus menggosok lantai kamar mandi dan memotong rumput di halaman belakang sekolah. Kemudian berjemur di bawah terik matahari bersama Yohan si ketua Dp, (Dewan Pramuka), percaya atau tidak, tapi sang ketua melakukan kesalahan.
"Aneh, dua duanya murid di siplin, kok bisa pada telat?" tanya Bu Yuni.
Utami tertunduk malu, gelisah sekali hatinya, tidak pernah sekalipun ia terlambat seumur hidupnya.
Begitupun dengan Yohan, cowok berdarah sunda tulen itu sama tegangnya,
"Utami, kenapa kamu terlambat?" tanya Bu Yuni tegas.
Apa yang bisa Utami katakan? Malu sekali kalau bilang ibu terlambat membangunkanya, sehingga diam adalah jawaban terbaik.
"Kamu Yohan? Kamu kan ketua Pramuka, malu atuh di liatin sama yang lain!" Tunjuk bu Yuni pada anak anak yang berolahraga di lapang.
"Maaf Bu!"
Tanpa toleransi, bu Yuni tetap patuh pada peraturannya. "30 menit, baru boleh masuk!"
Guru yang terkenal jutek itu pun melenggang pergi, tinggal mereka berdua yang berdiri seraya mengangkat satu kaki dan menjewer kedua telinga.
Diam diam Utami melirik ke arah cowok berkulit sawo matang itu, di lihat lihat memang jauh sekali dari kata tampan, tapi Utami heran, apa yang membuat sang kakak kelas ini menjadi idaman para wanita.
Tap!
__ADS_1
Yohan langsung menurunkan sebelah kakinya dan berdiri tegap. "Cangkeul euy!"
(cangkeul \= pegel)
"Eh, Aa nggak denger di suruh 30 menit sama bu Yuni?"
"Terus kamu gak pegel gitu berdiri kaya gitu? Jangan di denger teing guru begitu mah" dengan cueknya ia berjalan meninggalkan lapangan.
"Ih A Yohan! harus tanggung jawab dong!" teriak Utami kesal. Tidak mengerti dengan pikiran cowok yang simpel, padahal bisa saja mereka mendapat hukuman yang lebih berat dari ini.
"Aku gak bakal kabur!" kukuhnya tetap pada pendiriannya.
Tapi lama lama, kepalanya terasa pusing, penglihatannya sudah kunang kunang, sebentar lagi pasti Utami jatuh.
Benar, kini penglihatannya mulai gelap, tubuhnya tak seimbang lagi dan...
BRUK!
"Kamu ngapain?"
"Bapak!" seru Utami begitu penglihatannya kembali normal, ia berdiri tegap dan memandangi Pak Teguh, yang lagi lagi jadi pahlawannya.
Tapi dia tidak sendiri, seorang gadis remaja di sisinya menggandeng lengan Pak Teguh dengan kuat, spontan, Utami langsung melihat gadis itu. pandangan mereka pun bersirobok. Dan langsung saling menunduk.
"Shinta?!' batin Utami dengan jantung yang berpacu lebih cepat.
"Kamu di hukum?" tanya Pak Teguh.
"Iya pak, sama A Yohan harusnya, tapi dia kabur gak tanggung jawab!"
__ADS_1
Utami tidak menyadari senyum Pak Teguh untuknya, senyum bangga akan kejujuran dan tanggung jawab anak didiknya, selalu dibuatnya bangga oleh anak ini.
"Ya udah masuk aja, anggap aja Bapak ringanin hukuman kamu karna udah bertanggung jawab" ucapnya bijaksana.
"Tapi Bu Yuni-"
"Udah tenang aja, yuk masuk, panas!"
Utami pun menurut, ia berjalan beriringan dengannya, sesekali melirik secara diam diam pada Shinta, yang penampilannya kini sangat tertutup, gamis panjang dan kerudung syar'inya, serta manset tangan yang hanya memperlihatkan jari jari lentiknya saja. Shinta Sungguh cantik, berbeda daei pertama kali Utami melihatnya.
"Ini Shinta, adik Bapak!"
Degh!
Sekali lagi Utami menatap Shinta dengan tatapan mengintimidasi, adik? Berarti, Shinta bercerita banyak pada Pak Teguh tentang perundungan malam itu, Apa Pak Teguh tau? Tapi kenapa ia bersikap baik padanya?
"Oh, kenalin, Utami!" senyumnya menyodorkan telapak tangan kanan.
Gadis itu tersenyum halus dan menjabat tangan Utami. "Shinta!" semakin halus senyum itu semakin kuat ia meremas tangan Utami sampai gadis itu menahan sakit.
"Kalian tuh mirip, yang akur ya, Shinta bakal mulai sekolah besok, sekelas bareng kalian!"
Ya Allah, ada apa ini, firasatku buruk sekali
......................
...****************...
...----------------...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...