Utami Khoirunnisa

Utami Khoirunnisa
30. Brutal


__ADS_3

Semua orang sedang pergi istirahat, Tersisa Pak Teguh dan Utami juga Daniel yang tengah menghafal bersama di Mushola.


Waktu menuju perlombaan tinggal beberapa hari lagi, Tidak ada waktu untuk main main, Bahkan kali ini Pak Teguh terlihat begitu serius, tak memberi waktu untuk mengobrol ataupun bercanda.


Keduanya pun mencoba untuk fokus, walau perasaan Utami masih gusar memikirkan masalah yang menimpa Asri selama dirinya sakit. Tak pernah Utami melihat Asri semenyidhkan hari ini, itu benar benar membuatnya khawatir.


BRAK!


Suara gebrakan meja didepannya membuat gadis itu terkejut, tidak keras, tapi teramat sangat mengejutkan sampai dirinya mengerjap berkali kali.


"Denger gak Bapak ngomong apa barusan?"


Ditanyai seperti itu Utami malah bengong, benar benar terlihat seperti orang linglung, sama sekali tidak mendengar apa yanga Pak Teguh katakan saat dirinya melamun tadi.


"Maaf Pak, Ulangi lagi, Umi mau lebih fokus sekarang" pintanya serius. Tapi tampaknya, Pak Teguh sudah tidak mood lagi, dia menghela nafas berat dan mengusap wajahnya kasar.


"Yaudah istirahat aja dulu, nanti pulang sekolah datang lagi ke ruangam Bapak" Pak Teguh beranjak dari duduknya dan pergi.


Begitu Pak Teguh hilang dari pandangan, Utami bergegas, namun langkahnya ditahan oleh Daniel.


"Balesan surat dari Nissa!"


"Oh dibales cepet, makasih ya, aku duluan" pamitnya terburu buru, ia pergi ke kamar mandi untuk sekedar membaca balasan surat yang ia berikan sebelumnya lewat Daniel.


Begitu Utami membukanya, dia terkejut dengan isi surat Nissa yang menjelaskan kejadian saat dirinya tidak sekolah seminggu ini. Bagaimana Asri di sekap, digunduli dan dimaki hanya karna hal sepele. Sungguh itu amat menyesakan hati Utami sebagai sahabat baiknya


Utami menahan dadanya yang terasa sesak, emosi memuncak seketika, dirinya tak terkendali, benar benar emosi yang teramat sangat tinggi.


BRAK!


Utami membuka pintu kamar mandi dengan kasar, ia berjalan seperti banteng mengamuk yang siap menyerang mangsanya. Mencari keberadaan Selly dan teman temannya yang kebetulan saat ini mereka sedang melihat para pria berlatih basket dilapangan.


"Yuli!" Panggilnya langsung menarik krudung panjang Yuli hingga membuat dirinya berdiri.


Kejadian mendadak itu membuat Selly dan Fitri melongo sejenak.


PLAK!


PLAK!


dua tamparan sekaligus melayang dipipi gadis itu. "Punya prasaan gak kamu? punya hati nurani gak kamu? hah?"

__ADS_1


"Maksud kamu apa hah?" Selly bertindak, melepaskan cengkraman tangan Utami di krudung Yuli.


"Kalian emang gak punya malu"


"Berani kamu ya!" Fitri menyulut, dia mendorong tubuh Utami hingga membuat dirinya terjengkang dan jatuh ke lantai.


Suasana mulai memanas, ketiga gadis itu memaki Utami secara bergantian, namun sayangnya, suara mereka kalah oleh teriakan Utami yang terlihat begitu mengerikan.


Tidak terlihat sosok yang biasa terlihat lugu dan pemalu, gadis itu benar benar brutal dan kasar, menunjukan sisi gelap dirinya pada semua orang yang kini sudah mengerubungi mereka hanya untuk sekedar menyaksikan saja.


Untung saja ketua OSIS datang melerai, para anggotanya memisahkan mereka dan membubarkan tontonan tidak terpuji ini.


"Bubaaar!" teriak salah satu dari mereka yang langsung dipatuhi.


"Lepasin A, biar mereka tau diri dan gak berani macem macem lagi sama temen aku" berontak Utami pada sang ketua OSIS yang masih berusaha menahannya.


"Tenang dulu, istigfar, jangan nururtin nafsu setan!" nasihatnya.


Utami berusaha menenangkan diri, ia mengambil nafas beberapa kali dan berucap istigfar dalam hati.


Bertepatan dengan itu, Asri dan Trixi datang dengan raut wajah khawatir.


"Kenapa Mi? diapain? kok bisa berantem?" tanya mereka ricuh, seraya memeeiksa tubuh Utami, memastikan jika tak ada luka disana.


"Kamu gak perlu ngelakuin ini demi aku" Asri yang menyadari hal itu langsung memeluk Utami dengan erat. Tangisnya tak bisa lagi dibendung. Sementara Trixi yang tidak tahu apa apa, menatap keduanya dengan heran.


"Maaf, tapi kalian harus ke ruang BK, jelasin semuanya disana" tegur ketua OSIS tegas.


***************


Suasana di ruang BK saat ini cukup mencekam, dan membuat Utami syok karna ibunya dan juga ibu yang lain sudah duduk berbaris di kursi yang di sediakan.


Tatapan ibu yang membunuh, terasa melepaskan jiwa dari raga Utami dengan paksa.


Mau tak mau ia harus duduk berhadapan bersama Bu Yuyun selaku guru BK, dan para orang tua lainnya. Hanya orang tua Asri yang tidak datang.


"Kalian tau kenapa ibu memanggil orang tua kalian?" tanya Bu Yuyun.


ke enam gadis itu tak menjawab, mereka hanya diam dengan kepala tertunduk.


"Utami, kamu yang mulai duluan pertengkaran tadi, coba jelasin kenapa kamu bisa berbuat seperti itu?" tanyanya lembut namun penuh ketegasan.

__ADS_1


Utami mengangkat wajahnya, sekilas melirik pada Selly yang memberi tatapan tajam. Namun ia tidak peduli, inilah saat yang tepat untuk mengadukan semuanya.


"Karna Selly dan teman temannya sudah berbuat dzalim pada Asri bu, mereka menyekap Asri di gudang dan menggundulinya, kalau ibu nggak percaya, ibu bisa liat rambut Asri sekarang" jawab Utami membuat semuanya syok, khususnya trixi.


"Benar itu Selly?" Bu Yuyun menatap Selly dengan tajam.


Gadjs itu terdiam, dan hanya menyikut pinggang Yuli yang sudah berkeringat dingin. Namun tidak satupun dari mereka yang berani menjawab.


"Ibu tanya, apa itu benar?"


"Bohong Bu!" elak Fitri.


Brak!


Utami menggebrak meja. "Kaya gak tau aja kalau bohong itu dosa!"


"Sabar Utami, tenang dulu!"


"Tapi Bu, menurut aku mereka udah keterlaluan, mereka ngelakuin itu karna cemburu, karna la-"


"Utami!" bisik Trixi sambil menyentuh punggung tangan Utami, memberinya isyarat kalau dia tidak boleh memberi tahu soal pacaran. baginya sangat memalukan,. Karna berbicara hal seperti itu dihadapan para orang tua.


"Oke, ibu paham dan ibu mengerti kalau masa masa kalian itu adalah tahap perkembangan hormon, punya ketertarikan dan terobsesi sama lawan jenis, tapi ibu mohon, kalian sebagai pelajar lebih bagus memiliki Ambisi dan cita cita untuk sukses, karna laki laki juga tidak mau pada perempuan yang meskipun cantik tapi tidak berakhlak baik dan menjaga martabatnya, karna perempuan yang seperti itu hanya akan menjadi mainan bagi laki laki, mengerti?"


Ucapan yang cukup menampar mereka semua semakin membuat mereka tak berkutik dan terus meminta maaf pada guru yang bijaksana itu, tidak galak tapi cukup tegas.


"Kalian ibu hukum, untuk Selly, Fitri dan Yuli, ibu minta kalian tulis surat permohonan maaf satu buku penuh, tanda tangani oleh wali kelas kalian dan kumpulin sama ibu besok, selain itu, kalian tidak bisa mengikuti pelajaran selama tiga hari, menjalankan piket memasak dan membersihkan hujroh sebulan penuh, tidak boleh izin keluar ataupun menelpon orang tua kalian selama sebulan ini, Juga mendapat surat peringatan yang akan ibu berikan pada orang tua kalian masing masing" terang Bu Yuyun tak bisa dibantah, hanya anggukan terpaksa saja yang bisa mereka lakukan.


"Untuk Utami, kamu cukup membersihkan kelas dan memastikan perlengkapan alat alat dikelas selama sebulan, dan tidak ada hukuman untuk Asri maupun Trixi, tapi kalau hal ini sampai terulang kembali, ibu tidak akan segan untuk memberi kalian hukuman yang berat"


"Gak adil dong bu!" sergah Selly tak terima.


"Ngajuin banding ibu tambah nih hukumannya" senyumnya mengerikan "Dan tolong, panggilkan Reza, Rendy, Daniel sama Ade, suruh mereka ke ruangan ibu sekarang juga!" ucaonya lagi.


Mereka berdecak kesal sambil menggerutu dalam hati masing masing, hingga setelahnya mereka diperbolehkan keluar, tinggal para orang tua yang diberi keterangan tentang kelakuan anak anak mereka.


......................


...****************...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2