Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 13


__ADS_3

Sungguh Nindira tak punya nyali saat menyaksikan sendiri bagaimana meyeramkannya sosok mertuanya. Selama ini dia melihat mertuanya sebagai sosok orang yang penuh dengan kasih sayang,orang yang sangat kalem,tapi ternyata di balik semua sikapnya ada emosi yang sangat siap menerkam musuhnya sampai ke tulang tulang,Nindira hanya bisa menundukkan kepalanya saja tanpa berani sedikitpun untuk memandang sang mertua yang sedang memarahi Sasa dan Bela.


Apalagi di saat memberikan hukuman,Umi nya ternyata lebih sadis di bandingkan Uztadzah Aisyah,Nindira jadi berfikir apakah sikap dingin yang di miliki suaminya ini adalah garis turunan dari sang Umi,atau dari sang Abi,karena Nindira belum pernah tau bagaimana marahnya sang Abi selama dia jadi menantunya,jelas saja belum pernah tau,dia aja tinggalnya milih di kamar dansantri bukan di rumah ndalem,jadi kan jarang betul dia berinteraksi dengan Abi.Gimana sih kamu itu Ra,Ngadi Ngadi deh,mau nih Author sentil!


Aku gak bisa bayangin bagaimana rasa frustasinya untuk membersihkan kamar mandi dan masjid tiap hari,belum lagi untuk bermurojaah,satu Minggu sekali harus setor sama Uztadzah Aisyah.


Nindira diam diam menyunggingkan senyumnya,walaupun hanya tipis tapi itu semua sudah mewakili hatinya yang sudah puas untuk memberi pelajaran terhadap Sasa dan Bela.


Ternyata sahabatnya Nisa menyadari kalau itu semua kelakuan nya Nindira,tapi dia sangat tahu betul dengan apa yang terjadi pada sahabatnya,Nisa hanya bisa menggeleng- gelengkan kepalanya saja,merasakan betapa absrudnya temannya itu.


Kamu ini,teman lagi susah kamu malah cengengesan,simpatilah sedikit,ujar Nisa kepada Nindira.


Ish,ngapain simpati pada mereka.Di saat aku kesusahan apakah mereka punya rasa simpati kepadaku.Malahan mereka yang memang sengaja bikin aku susah.Dan mereka tidak pernah memikirkan dampak ke depannya,jadi menurutku ini sudah impas,apalagi sampai aku tidak punya muka lagi sama Faiz.Terunya dalam hati.


Iya aku paham dan mengerti dengan perasaan yang kamu alami,tapi untuk kedepannya sudah berhentilah untuk membalas mereka,tidak ada faedahnya untuk mu Ra,bukan rasa bahagia yang akan kamu dapatkan tapi hanya kepuasan nafsu lah yang kamu dapatkan,dan hati kamu nantinya akan di selimuti rasa kurang puas dan itu yang akan di manfaatkan oleh setan untuk selalu membimbingmu dalam kedengkian.Akhiri semua ini ok.


Nindira hanya mengangguk saja sebagai jawaban yang di berikannya.


Memang Nindira akui Nisa bener benar mempunyai sifat yang sangat berbeda dengannya,Nisa yang selama ini dia kenal adalah gadis yang sangat tulus kepada siapa saja,dia tidak pernah membedakan antara teman satu dan lainnya,Baginya semua sama tak ada yang harus di bedakan,dan Nisa pun akan selalu memberi nasehat nasehat yang baik dan penuh dengan kelembutan kepada temannya.Dia benar benar gadis yang sangat bijaksana menurut Nindira.Karena itu apapun yang di katakan oleh Nisa selama ini Nindira banyak menurutinya.Nisa bagaikan ibu yang sedang memberi nasehat pada anaknya ketika anaknya membuat kesalahan.


Udah yuk,mending kita pulang saja.Toh acaranya juga sudah selesai.Aku capek kaki ku pegal pegal dari tadi,aku pingin segera meluruskan kakiku Nis,apalagi nanti masih ada kegiatan kan kita di dalam kelas.


Sebentar lagi Ra,tidak sopan jika kita mendahului yang lebih tua,sedangkan Uztadzah Aisyah dan yang lainnya saja masih di depan.


Nindira melirik ke depan yang mana dia masih melihat Uztadzah Aisyah sedang memberi petuah ke pada para santri,tetapi sayangnya Nindira tak begitu mendengarkannya,berhubung Nindira sudah tak sanggup menahan kakinya yang semakin lama semakin pegal,jadi dia diam diam pergi meninggalkan tempat itu dan memilih untuk mengabaikan nasihat panjang lebar yang di berikan oleh Nisa kepadanya.


Sebegitu menyenangkannya kah melihat orang lain dalam kesusahan.


Suara itu menghentikan langkah Nindira,Faiz memang sengaja duduk di teras rumahnya untuk menunggu istri kecilnya itu,sebenarnya Faiz bisa saja langsung memanggilnya tapi Faiz tidak melakukan itu semua karena tidak mau menimbulkan praduga dari Uztadzah dan para santri lainnya.


Dan ketika dia sudah melihat istri kecilnya keluar dari arah pintu rumahnya maka Faiz langsung menegurnya.


"Maksud kamu apa?"tidak paham dengan pertanyaan yang di lontarkan Faiz kepadanya.


"Kamu sudah membuat temanmu menjalani hukuman yang seharusnya tidak ia terima".


Nindira kini mengerti,arah pertanyaan Faiz ke padanya yang sedang membahas masalah Sasa dan Bela yang mendapatkan hukuman dari Umi mertuanya tadi.


Siapa bilang mereka tidak pantas menerimanya,mereka sangatlah pantas menerima semua hukuman yang Umi berikan.

__ADS_1


Apakah Faiz tau kalau aku yang membuat kegaduhan ini,tapi bukan masalah Faiz pun juga harus tau gimana perasaanku kemarin.Monolog Nindira dalam hati.


"Oh ya?"


Faiz mengangkat sebelah alisnya menandakan dia tidak percaya dengan apa yan di katakan istri kecilnya ini padanya.Seolah Faiz menantang keberanian Nindira.


Ok.Aku akui akulah penyebab dari semua masalah ini,aku lah yang menyebabkan mereka dapat hukuman dari Umi,tapi memanglah mereka pantas untuk mendapatkan itu semua,karena kemarin pun ia juga sudah berani mengerjai aku,jadi hari ini aku hitung LUNAS.Nindira menekankan kata kata itu untuk menegaskan kepada Faiz jika dia bukanlah gadis yang mudah untuk di tindas,pikirnya sudah kepalang basah Faiz mengetahuinya jadi dia luapkan saja semuanya.


Kenapa?Kamu mau melaporkanku?


Ya sudah lapor sana?


Kamu bukannya merasa bersalah sudah melakukan kejahatan dan malah bersikap bebal seperti ni,ujar Faiz tak percaya melihat kelakuan istrinya.


Apa mereka punya rasa bersalah setelah melihatku di perlakukan seperti kemarin.Apakah mereka juga punya rasa menyesal setelah aku mendapatkan hukuman.Jawabannya adalah Tidak.Mereka bahkan sangat menikmati di saat aku mendapatkan perilaku seperti itu.


Kenapa kamu selalu saja melihat dari pandanganmu sendiri tanpa mencari tau dulu kebenarannya,jadi sekarang setelah kamu tau semua kelakuanku apa kah kamu menyesal sudah menikahi gadis yang tidak punya aturan seperti ku.Kamu baru tau kan kalau istrimu ini makhluk bebal,keras kepala,licik dan jahhat.Ya sudah kenapa kamu tidak menceraikan ku saja?.


Ya,Nindira tidak bisa menyia nyiakan kesempatan ini untuk membuat citranya semakin buruk di mata Faiz dan membuat laki laki itu untuk segera menceraikannya.


Faiz menggeram.Berhenti bersikap seperti anak kecil Nindira Pernikahan bukanlah sesuatu yang bisa kamu akhiri hanya karna kamu bosan dan ingi.


Nindira kembali mengingat bagaimana Faiz mengabaikan dirinya, yang meminta pertolongan kepada laki laki itu untuk membelanya tempo hari,untuk sesaat Nindira percaya dengan perkataan nya jika suami istri itu ibarat pakaian untuk saling menutupi.dan tentang bagaimana suami istri itu saling menutupi aib satu sama lain.


Faiz mengernyit,maksud kamu apa Ra?


Nindira menggeleng dan mengedikan bahunya.Ia hanya diam tidak berniat lagi untuk meladeni semua pertanyaan dari Faiz.


Nindira kembali bersuara.


Terserah kamu mau memberi tahu semua orang yang ada di dalam sana kalau aku yang bersalah atau terserah kamu lah semaumu saja.Pasrah Nindira akhirnya.


Tapi yang jelas bagiku mereka berdua memanglah pantas untuk mendapatkan hukuman itu karena mereka sudah memfitnahku.


"Menfitnahmu?"


Soal kejadian kemarin mereka memfitnahku.


Oh ya,bukannya kamu memang lebih mempercayai mereka dari pada aku,dan kamu pun memilih untuk mengabaikan ku,kan?Lanjut Nindira dengan senyum mirisnya.

__ADS_1


Gadis itu menghela nafas panjang,sudah lah aku mau pergi,capek debat sama kamu.


Nindira berniat melanjutkan langkahnya namun pergelangan tangannya lebih dulu di tangkap oleh Faiz.


Maaf kalau kamu mengartikannya seperti itu,ucap Faiz berusaha meminta maaf ke pada istrinya.Sudah lah capek aku,kamu tidak akan pernah mengerti,ucap Nindira.


Tapi Ra,Faiz belum menyelesaikan perkataannya yang langsung di potong sama Nindira,lepaskan tanganku aku mau istirahat.


Dengan berat hati Faiz melepaskan tangannya dan membiarkan istrinya melangkah meninggalkannya.


Setelah kepergian istrinya Faiz pun masuk ke dalam rumahnya sambil memikirkan semua yang sudah di ucapkan istrinya dari tadi kepadanya,tapi sayangnya Faiz masih betul betul kurang faham dengan semuanya.


Nindira benar benar sudah tidak tahan lagi di tempat ini.


Setiap harinya ada saja masalah yang harus ia hadapi dan membuat gadis itu semakin tidak betah.Dari mulai bangun pagi,padatnya jadwal kegiatan yang membuatnya sulit mendapatkan waktu istirahat,belum lagi tentang kurangnya kebersihan yang ada di lingkungan ini,teman temannya sungguh sangat susah untuk di beri tahu,pelajaran yang susah untuk ia terima,dan kejulitan teman temannya,dan masih banyak lagi yang akan susah jika menjabarkan satu persatu.


Pokoknya Nindira benar benar sudah tidak tahan dan ingin segera pindah dari tempat ini.


Namun masalahnya Nindira masih belum mendapatkan cara unik bisa keluar dari penjara suci ini,Dan Nindira pun juga tidak mungkin untuk meminta Faiz menceraikannya seperti waktu bertemu terakhir kemarin.


Bahkan saat ini Faiz dan Abi beserta Uminya sedang melakukan perjalanan ke pesantren cabang katanya untuk meninjau keadaan di sana.Sudah lebih dari dua Minggu mereka meninggalkan rumah.


Nindira sempat berfikir bagaimana jika ia membuat keributan yang sangat luar biasa di dalam pesantren supaya dia bisa di keluarkan dari tempat ini,tapi setelah di pikir ulang itu tidak akan mungkin ia lakukan,selain membuatnya malu,imbasnya pasti akan ke pada kedua orang tuanya,dan Nindira tidak sampai hati jika seperti itu,berapa kecewanya papa dan mamanya jika Nindira melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal.


Satu satunya yang bisa ia lakukan adalah menyakinkan Faiz kalau mereka bukanlah pasangan yang cocok,Kalau perlu Nindira akan membuat mertuanya tidak menyukainya.


Sehingga mereka dengan suka rela akan memutuskan ikatan antara Faiz dan juga Nindira.


Tapi setidaknya Nindira saat ini harus sabar untuk menunggu mereka pulang terlebih dahulu,baru melaksanakan rencananya.


Hai ngelamun terus,kesambet setan sumur baru tau rasa kamu.Nisa menepuk pundak Nindira yang sedang sibuk melamun di depan kamar mandi umum untuk mengantri saat gilirannya mandi.Ini juga salah satu faktor yang menyebabkan gadis itu nggak betah di tempat ini.


kamu cepetan nanti mandinya ya,kak Hanum minta untuk kita buat kumpul sebentar sebelum Maghrib.Afa briefing sebentar padannya tadi.


Briefing buat apa?


Nisa menggeleng,nggak tahu.


Ya sudah pokoknya kamu nanti cepetan aja mandinya supaya kita gak penasaran lagi.Aku pamit dulu ya.....

__ADS_1


Hai......para readers jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak ya.Dukungan kalian selalu aku nantikan.


__ADS_2