
Nindira menghela nafas sambil mendudukkan dirinya di atas sofa.
"Bukan pembelajaran yang seperti ini yang ia harapkan,di saat dia masih berusia belum genap 18 tahun tapi ia sudah di tuntut untuk mempelajari bagaimana cara yang baik untuk melayani suami."
Faiz pun akhirnya menjelaskan tujuannya dia memberikan buku yang harus di pelajari oleh Nindira.
" Di dalam buku ini adalah Ilmu yang menjelaskan tentang ibadah terpanjang yang akan kita jalani ke depannya.Dan di dalamnya juga mengandungIni Ilmu yang akan kamu kembangkan di sepanjang hidupmu.Jadi kamu harus benar benar mempelajarinya dengan sungguh sungguh.Karena di dalam buku itu bukan hanya sekedar ilmu dunia yang ingin kamu pelajari dan hanya dapat kamu kembangkan lagi di dunia.Di dalam buku ini ada banyak tentang tata cara bagaimana mengantarkan seorang istri datang menuju syurganya Allah.
Nindira tertegun mendengarkan penjelasan panjang lebar yang di sampaikan oleh suaminya.Dan ternyata Faiz menganggap pernikahan mereka benar benar serius,bukan hanya lelucon yang seperti Nindira pikirkan selama ini.
Dan dari semua penjelasan yang di sampaikan Faiz dia juga menginginkan kalau dia akan di jadikan Istri untuk selama lamanya,jadi tidak ada kata perceraian seperti apa yang sudah di rencanakan Nindira sebelum datang ke pesantren.
Selama beberapa saat Nindira merasa bersalah kepada Faiz yang menganggap pernikahan ini hanyalah lelucon saja.Tapi kenyataannya Faiz menganggap kalau pernikahan ini bukanlah main main.
Tapi Nindira tiba tiba ingat akan cita citanya yang ingin sekali jadi Pramugari.Jadi ai bertekad untuk mengusir jauh jauh perasaan ini sebelum berkemban dan kembali kepada tujuan awalnya,tekat Nindira masih sangatlah kuat belum tergoyahkan walau sudah bertemu dengan Faiz.
Kamu bisa membacanya besok,ucap Faiz membuyarkan lamunan Nindira.Ia mengambil buku itu dari tangan istrinya dan meletakkannya di meja belajar yang tidak jauh dari sofa yang tengah ia duduki bersama Nindira.
Sekarang kamu ambil air wudhu dulu.Kita sholat isya lalu sholat sunah Zifaf Perintah Faiz,dan Nindira pun langsung berdiri dari tempat duduknya untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi.
Sholat Zifaf?Beo Nindira karena masih kurang faham dengan sholat sunah yang akan di kerjakan ya bersama sang suami.Walaupun Nindira tidak hafal dengan sholat sholat sunah tapi untuk beberapa dia juga tau,seperti sholat tahajud,witir,hajat,Dhuha dll.
Tapi baru kali ini dia mendengarkan sholat sunah yang Faiz tadi sebutkan.
Itu adalah sholat sunah di mana setelah pasangan pengantin selesai melakukan akadnya,jelas Faiz karena dia tau kalau Nindira bingung dengan sholat sunah yang ia sebutkan tadi.Nindira menelan ludahnya gugup karena penjelasan dari suaminya.
"Kamu sholat duluan saja,nanti aku akan sholat sendiri"tolak Nindira.
Dia tidak ingin pernikahan yang ia jalani sekarang ini akan menjadi sebuah pernikahan yang sesungguhnya,walaupun kenyataannya pernikahan ini sah di mata hukum dan negara.
Tapi Nindira tidak ingin larut dalam pernikahan ini dan dia juga tidak mau kalau sampai pernikahan nya ini sampai bertahan lama,karna yang di inginkan Nindira saat ini adalah kebalikannya,dia ingin cepat cepat segera mengakhirinya.
__ADS_1
Salah satu alasan orang tuamu menikahkanmu adalah supaya kamu mempunyai imam yang bisa membimbing mu,membimbing di jalan yang di ridhoi Allah dan mengingatkanmu jika kamu lalai akan perintahnya.Contohnya ya saat seperti ini,sebagai suami dan imammu mulai sekarang dan seterusnya aku tidak mengizinkanmu melakukan sholat dan sesuatu tanpa izin dariku,kamu harus sholat berjamaah sama aku,kamu lalai mau melakukan apapun juga harus ijin ke padaku dulu,karna ingatlah izin dari suami adalah ridho dari Allah,tanpa izinku kamu sama halnya kamu tidak ingin dapat ridho dari Allah.
Wudhu Nindira jangan bertanya dulu,kamu nanti keburu masuk angin jika kelamaan di dalam kamar mandi.Suara berat milik Faiz yang sedikit mengintimidasi itu di tunjukkan kepada istri nakalnya.Apalagi tatapannya yang sangat tajam bagaikan burung elang itu.sungguh sangat tajam dan berbahaya.
Baiklah,hanya malam ini saja aku akan menuruti kemauanku selayaknya seorang istri yang nurut terhadap suaminya.
Mereka akhirnya sholat berjamaah,seusai sholat Faiz lalu menyodorkan punggung tangannya seraya berkata,di tangan seorang suami terdapat ridho Allah akan selalu menyertaimu,maka nya kamu kalau mau kemanapun harus ijin dan Salim dengan takzim terhadap suami.
Nindira mengambil tangan Faiz dan mencium tangan itu.Faiz mengusap kepala Nindira lalu mengecupnya sambil melafalkan doa doa kebaikan rumah tangganya.
Perlakuan Faiz yang sederhana itu mampu membuat Nindira tertegun,dia bahkan tak bisa bernafas,apalagi setelah Faiz mengecup kepala terus pindah ke keningnya seakan jantung Nindira berhenti berdetak.Masalahnya dia beranggapan kalau hanya ciuman apa lagi sudah menjadi pasangan suami istri itu wajar dan sangatlah lumrah.Tapi Faiz memperlakukannya sungguh sangat beda,Nindira merasa sangat sepesial di perlakukan selembut ini dengan lawan jenisnya apa lagi yang melakukan ini adalah sang suaminya.Sungguh hati dan pikirannya mendadak kacau.
Menyadari semua itu membuatnya terharu,bahkan dia sampai menitipkan air mata.
"Kamu menangis?" Tanya Faiz sambil mengusap air mata yang ada di ujung mata istrinya,Nindira langsung menyentuh tangan Faiz yang sedang menghapus air matanya.
Aku hanya teringat dengan papa sama Mama.
Di tinggal di tempat yang asing seperti ini wajar jika aku merasa sedih.
Nindira menghela nafas nya berat,kenapa dia di pertemukan dengan seorang yang sangat baik hati seperti ini,bukan lah seorang yang banyak melakukan kesalahan kesalahan yang akan mempermudahkan dia untuk segera mengakhiri hubungan pernikahan ini.Dan sekarang pun Nindira rasa untuk terlepas dari sang suami akan lah tidak semudah yang ia bayangkan selama ini.
Ini sorban kamu,sambil menyodorkan sorban yang di jadikan kerudung tadi siang waktu pertama kali bertemu dengan sang istri.
"Simpan saja,"Balas Faiz singkat
Tapi untuk apa,aku tidak akan mungkin mengenakan ini lagi,kecuali____Nindira tidak melanjutkan ucapannya.
"Kecuali apa?"Desak Faiz supaya meneruskan kalimatnya tadi.
Kecuali kalau kamu tidak mau membelikan aku baju beserta kerudungnya.Jadi ini ya terpaksa q pergunakan.Cebgir Nindira sambil berdiri merapikan mukena yang ia gunakan.
__ADS_1
"Kalau begitu apa perlu besok kita keluar untuk membeli baju dan kerudung yang akan kamu kenakan?"Tanya Faiz kemudian.
Nindira langsung menjawabnya cepat.
"Tidak perlu,aku sudah membawa baju yang cukup untuk aku pakai di sini,itu tadi aku hanya bercanda saja,supaya kamu tidak terlalu menakutkan.Faiz menaikan satu alisnya sambil bertanya"Apakah aku semenakutkannya sehingga kamu sampai gugup seperti itu?"Bodoh!Jika aku mengatakannya apa kamu tidak akan marah kepadaku bitin Nindira.Tidak kekeh Nindira.
Tapi untuk apa aku menyimpan sorban ini,toh ini adalah barangnya laki laki?Simpan saja,aku juga masih punya banyak sorban di lemari jadi jika aku memberikan satu ke padamu tidak akan membuat aku kekurangan,apa lagi aku kasih kan ke pada Istri sendiri makin banyak pahalanya,anggap aja itu adalah barang pengingat pertama kali kita bertemu.Dan sebagai pengingat agar kamu selalu bisa menjaga hijabmu.
Semoga sorban itu selalu menjadi pengingat mu kalau seluruh yang ada di dalam dirimu adalah sesuatu yang boleh di lihat oleh mahrommu saja.
Dan dalam hal ini aku memiliki hak penuh untuk hal itu.
Nindira menganga tidak percaya dengan apa yang baru saja di ucapkan laki laki yang ssudah sah menjadi suaminya tersebut.
Baru saja ia memuji Faiz karena tidak akan pernah memaksa dan selalu berkata kata yang sopan dan tidak akan memaksakan kehendaknya untuk menyentuh tubuh tanpa izin dari perempuan itu dengan dia mau tidur di atas sofa karena tidak ingin membuat Nindira merasa tertekan dan ketakutan.Tapi apa yang dia lontarkan sekarang,Faiz seolah olah lupa dengan apa yang dia bicarakan panjang kali lebar sejak tadi di hadapan nya.
Apa maksudmu?Bukankah kamu tadi sudah berjanji kepadaku kalau kamu tidak akan memaksaku untuk melakukan itu,sungut Nindira dengan emosi.
Faiz mengernyitkan kening bingung.Sesaat kemudian ia menyeringai.Sepertinya istri kecilnya ini pikirannya sudah ke mana mana.
Dan dia tau arah yang di sampaikan Nindira ini kemana.
"Kau yang kenapa?"
Apa perkataanku barusan salah?Aku mengatakan yang sebenarnya.Aku memang memiliki hak prerogatif itu.Tapi apakah aku mengatakan kalau aku akan memaksakan sesuatu yang memang sudah menjadi hakku itu kepadamu?"
Tidurlah ini sudah larut malam,apakah kamu tidak merasa capek sedari tadi mengajak aku debat terus?
Nindira menutup seluruh tubuhnya karena menahan malu,ia tersadar kalau Faiz memang tidak mengatakan itu.Ini hanya kesimpulan bodohnya saja yang selalu mengarah ke situ.Dan suara berat pun di dengar lagi."Cepat tidurlah atau kamu sengaja pingin aku tulidurkan terlebih dahulu."!
********
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak komen dan ulasannya ya dan jangan lupa kirimin aku bintang apa lagi kalau sampai aku di suguhi kopi,terimakasih
I