Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 7


__ADS_3

Sebaiknya kamu memanggil teman temanmu untuk membawa Nindira ke Poskes,Dan untuk sementara biar dia saya yang menjaganya di sini.


Tanpa pikir panjang Nisa bergegas pergi untuk meminta tolong pada pihak Poskes yang hari ini bertugas.


Sejenak Faiz masih memperhatikan situasi di sekitarnya dia ingin benar benar yakin kalau di sekitarnya memang tidak ada yang melihatnya jika Faiz mendekati istri kecilnya,di rasa situasi aman dan terkendali Faiz mendekati ke arah istrinya,dia bener bener kawatir dengan kondisinya saat ini.


sebelum temannya datang dia langsung memeriksa istrinya,ia bersimpuh di dekatnya sambil mengelus pipinya dia panggil namanya beberapa kali.


"Nindira bangun"


Tapi Nindira masih tidak bergeming.


Faiz mulai mencoba memeriksa tubuh istrinya dari detak jantungnya,yang ternyata masih berdetak secara normal,tidak lambat dan juga tidak berdetak secara cepat.


Selanjutnya Faiz mendekatkan telunjuk jarinya ke depan hidungnya,nafasnya juga masih normal,suhu tubuh juga normal,lantas apa yang terjadi pada istri kecilnya itu,Faiz nampak berfikir tapi masih belum bisa menemukan jawaban atas pertanyaannya.


Nindira,Panggil Faiz sekali lagi dan berharap jika panggilannya kali ini bisa membuat istrinya sadar.


Dan tidak lama kemudian terdengar gumaman halus dari bibir istrinya sebelum kedua mata Nindira perlahan terbuka,dan istinya itu menguap kecil seolah olah dia baru bangun dari tidurnya.


Kesadaran tiba tiba di rasakan oleh Faiz,otak cerdasnya mulai menerka nerka apa jangan jangan istri kecilnya ini hanya tertidur saja,bukan pingsan seperti apa yang telah di sampaikan oleh sahabatnya tadi.


"Nindira"


Mendengar ada seseorang yang memanggil namanggil namanya,gadis itu begitu kaget dan langsung membetulkan duduknya,dan di saat dia mendongak ke arah suara,betapa syoknya gadis itu bola matanya sampai melotot,mulutnya menganga sampai sampai dia lupa jika dia saat ini ada di mana dan sedang ngapain.


"Faiz,ngapain kamu di sini?gimana kalau ada yang melihatmu ada di sini bisa mampus aku nanti"Pertanyaan yang bertubuh Tibi dari Nindira hanya di balas dengan usapannlembut pada bahunya,


Kamu kenapa sampai bisa pingsan di sini?kamu sakit"pertanyaan dengan suara yang begitu halus itu membuat Nindira mengernyitkan alisnya,"Siapa yang sakit?"pertanyaan Faiz bukan mendapatkan jawaban malah mendapatkan pertanyaan balik dari istri kecilnya.


"Aku kira kamu sakit,kerena kalau tidak kenapa kamu bisa pingsan di sini?"


Mendengar pernyataan itu,membuat raut wajah Nindira berubah menjadi merah,bagaikan kepiting rebus yang sudah siap untuk di makan sambil di cocol saus.pasti nikmat iya kan???


Dengan tergagap Nindira menjawab pertanyaan Faiz dengan nada pelan dan sambil menundukkan kepalanya ke bawah karena malu dan takut yang sungguh sangat jelas di raut wajahnya saat ini.


I-itu a-aku tertidur tadi,bukannya pingsan.


"Persis seperti apa yang ada di dalam pikirannya tadi"batin Faiz.Laki laki itu menghembuskan nafas lega,ternyata istrinya hanya tidur saja bukan seperti apa yang di kawatirkan sahabatnya tadi.

__ADS_1


"Kalau mau tidur, kenapa harus di toilet?"Tanya Faiz tak habis fikir.


Terus aku mau tidur di mana lagi,di sini gak ada tempat untuk ku beristirahat sejenak saja,kepalaku sungguh sangat pusing jika aku setiap hari harus melakukan kegiatan yang sebegitu padatnya,sampai sampai untuk istirahat saja sudah tidak ada waktu lagi.Dan juga,apa kamu mau jika aku tidur di dalam kamarku setelah itu aku akan mendapatkan hukuman,karna di sini semua serba main hukum menghukum.Aku bener benar ingin segera mengakhiri semua ini.Terocos Nindira meluapkan rasa yang ada di dalam hatinya ke pada Faiz.Kerena menurut Nindira dialah orang yang menyeretnya ke dalam lingkungannya.


Belum sempat Faiz menjawab semua yang telah di utarakan istri kecilnya,suara cempreng dari sahabatnya Nisa telah terdengar dari panca Indra kedua pasangan tersebut,Nindira langsung saja mengisyaratkan agar Faiz agak menjauh untuk menjaga jarak darinya.


Rombongan Nisa yang lebih dari 3 orang itupun mendekat ke arah Nindira,dan Nindira pun langsung meneguk ludahnya kasar ketika melihat Uztadzah Aisyah yang berada di sekitarnya.


"Alhamdulilah Ra,kamu sudah sadar,pekik Nisa merasa senang dan bersyukur karena sudah mendapatkan sahatnya yang sudah tersadar dari pingsannya tadi."


Nindira hanya bisa tersenyum malu dengan apa yang baru saja di ucapkan sahabatnya itu.


Lho Gus Faiz,Uztadzah Aisyah menatap heran ke arah Faiz,kenapa bisa kok sampai ada di situ,dan dengan jarak yang masih bisa di katakan dekat,karena tadi waktu di beri isyarat oleh istrinya dia hanya menggeser tubuhnya seja.Jadi wajar saja jika Ustadzah Aisyah berfikir yang tidak tidak saat ini.


Oh ya Uztadzah saya juga lupa bilang kalau Gus Faiz juga berada di sini.


Beliau yang meminta saya untuk memanggil Uztadzah dan teman teman untuk kesini,dan perkataan Nisa itu diam diam membuat hati Nindira lega,karena dia tidak perlu memikirkan jawaban yang di berikan Uztadzah Aisyah terhadapnya.


Dan Faiz juga mengangguk membenarkan ucapan sahabat istrinya itu.


"Tapi kenapa Gus Faiz bisa ada di sini?"tanya Uztadzah Aisayah sekali lagi kerena masih belum yakin dengan apa yang telah Nisa sampaikan kepadanya.


Belum selesai Nisa menjawab,Gus Faiz langsung menjawabnya dengan cepat.


Itu tadi Nisa memanggil saya dengan panik dan berkata kalau ada sahabatnya yang tengah pingsan di dalam toilet,jadi saya ke sini untuk memastikannya.Dan langsung dapat anggukan mengerti dari Uztadzah Aisyah.


Ya sudah tunggu apa lagi,Ayo cepat bawa Nindira ke dalam Poskes.


Perintah dari Gus Faiz membuat para santri Wati untuk segera membantu Nindira untuk berdiri dan berjalan ke Poskes yang ada di dalam pesantren itu.Dan Nindira pun hanya bisa diam dan nurut dengan perlakuan temannya karena dia tidak mau kalau sampai ketahuan dengan apa yang terjadi sesungguhnya pada dirinya.


"Syukurlah kamu sudah bangun,dan sudah bisa berjalan walaupun masih sedikit lemah,sebenarnya apa yang terjadi pada mu,kok sampai bisa pingsan seperti ini"?


Pertanyaan dari Nisa itu membuat Nindira bingung untuk menjawabnya.Sudut matanya melirik ke arah Faiz berusaha meminta tolong pada dirinya.


Mungkin dia hanya kelelahan,sebaiknya kalian segera bergegas,bahkan untuk berbicarapun dia sudah tidak sanggup lagi,ujar Faiz dengan nada sedikit menyindir istrinya itu yang hanya bisa diam saja sedari tadi.


Nindira lagi lagi hanya bisa menghembuskan nafasnya lega,karena Faiz mengerti akan kondisinya,ya walaupun dia juga sedikit kesal dengan jawaban dari faiz yang telah menyindirnya itu.


Tapi untuk saat ini ia hanya bisa diam dan berpura pura kalau dia memang sungguh sungguh tidak enak badan,supaya teman temananya juga tidak curiga terhadapnya,apa lagi kalau sampai Uztadzah Aisyah mengetahui nya,bisa kacau semuanya.

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di Poskes.Nindura di baringkan di tempat tidur yang sudah ada di dalam ruangan tersebut.


Kamu beristirahat saja hari ini,tidak usah berkegiatan dulu untuk sementara,sampai keadaan kamu benar benar sudah membaik.


Nindira hanya menganggukakn kepalanya saja sebagai jawaban yang ia berikan.Tapi


Dalam hatinya ia bersorak kegirangan membayangkan bisa tidur sepuasnya di tempat ini.


Kalau begitu,saya permisi dulu semuanya,Faiz berpamitan lantas keluar dari tempat itu.


Sepeninggal Gus Faiz dari sana,Uztadzah Aisyah mendekat ke arah Nindira lalu menempelkan punggung tangannya ke atas dahu Nindira.


Tidak panas,kamu beneran sakit?Uztadzah Aisyah bertanya dengan nada ragu.


Kepala saya pusing Uztadzah,karena semalam saya telah melewatkan jam makan malam saya,untuk mengerjakan tugas dari Uztadzah Mira.Dan mungkin magh saya kambuh,mangkanya kenapa tadi pagi saya mengeluh kalau kepala dan perut saya sakit.


Jawab Nindira sembari berpura pura mengernyitkan keningnya menahan sakit untuk menyempurnakan aktingnya.


Ya sudah Nisa kamu ke dapur umum,untuk meminta makanan ke ibu Risma.


Perintah dari Uztadzah Aisyah yang langsung dapat anggukan dari Nisa dan langsung bergegas ke arah dapur umum yang ada di pesantren itu.


Kalau begitu saya dan semua teman teman kamu pergi dulu,bia Nisa yang akan menjaga kamu di sini,pamitnya sambil membenahi selimut Nindira dan menepuk bahunya dengan lembut.


Jaga kesehatanmu dengan baik baik,kamu masih proses adap tadi di sini.Sakit seperti ini wajar,karena fisikmu belum terbiasa dengan semua kegiatan yang ada di dalam pesantren ini.Tapi lambat laun kamu akan segera terbiasa dengan kehidupan baru kamu,itupun jika kamu sungguh sungguh ingin menimba ilmu di sini.Nasihat yang di sampaikan Uztazah Aisyah hanya dapat anggukan dan senyum tipis dari bibir Nindira.


Merasa sudah cukup dan sudah tidak ada lagi untuk di sampaikan Uztadah meninggalkan tempat itu.Sedangkan Nindira masih terdiam dan berusaha mencerna setiap apa yang sudah di sampaikan Ustadzah Aisyah kepadanya,ternyata Uztadzah yang sangat jutek dan berkata kata pedas itu masih bisa berperilaku yang lembut,kekeh Nindira dalam hatinya.


Selepas kepergian Uztadzah Aisayah dan teman temannya,Nindira berusaha memejamkan kembali matanya,Dia masih ingin melanjutkan bobok manisnya yang sempat menggemparkan sahabatnya tadi,tetapi baru saja dia memejamkan matanya derit pintu yang kebuka membuat dia juga membuka matanya lagi dia menoleh ke arah sumber suara.Dan dari tirai yang tertutup ia mendengar langkah kaki menuju ke arahnya saat ini.


Tidak begitu di perdulikannya seseorang di balik tirai itu,karena pikir gadis itu yang datang adalah Nisa sahabatnya yang tadi di minta untuk ke dapur umum untuk meminta makan ke pada Bu Risma.


Tapi setelah seseorang itu muncul dan berdiri di hadapannya,Nindira begitu kaget pasalnya yang berdiri di depannya saat ini adalah suaminya yang beberapa waktu lalu sudah minta ijin untuk pergi meninggalkan tempat itu,tapi kenapa sekarang dia tiba tiba muncul di depannya lagi.Pikir Nindira sambil melihat ke arah suaminya.


Seketika Nindira bangkit dari tidurnya,ngapain kamu ada di sini lagi?Bisik Nindira terdengar panik,ia membuka tirai tempatnya tidur memastikan tidak ada orang lain di dalam ruangan itu,dan setelahnya aman dia cepat cepat menutupnya kembali.


Hai para readers yang baik hati,jangan lupa untuk selalu tinggalkan jejak ya...


Dukungan kalian saya nantikan.Iloveyou salam sayang dari saya.......

__ADS_1


__ADS_2