Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 17


__ADS_3

"Kamu dari mana?"tanya Nisa sekali lagi.


Emm...emmm..,itu-itu...aku tadi dari toilet.


Kamu tau sendiri kan betapa gugupnya aku,apa lagi waktu pas waktu giliranku perutku langsung mules,beruntung aku masih bisa menyelesaikannya dengan baik,walaupun sebenarnya perutku sampai sedikit kram dan kepalaku pusing.


Jadi setelah aku turun tadi aku langsung menuju ke toilet,sampai aku benar benar bisa menetralkan rasa sakitku.Kilah Nindira panjang lebar dan begitu meyakinkan sahabatnya untuk percaya dan tidak punya rasa curiga sedikitpun terhadapnya.


Tapi kamu nggak sampai pingsan lagi seperti kapan hari itu kan?tanya Nisa lagi.



Alhamdulilah tidak,tapi aku tadi memang sedikit lama hanya untuk menormalkan diri aku lagi.Jawab Nindira lagi.


Kenapa kamu nggak minta untuk aku temani?


Sudah lah Nis,sekarang kan aku sudah tidak apa apa,iya aku minta maaf masalah tadi,bukannya aku nggak mau minta tolong sama kamu,tapi berhubung tadi keadaannya sangat mendesak jadi aku sudah nggak bisa mikir ke mana mana lagi,aku langsung lari aja tadi ke toilet.tromakasih ya kamu sudah peduli sama aku.Maaf.....Nindira langsung memeluk sahabatnya itu dari arah samping.


Ya udah,iya aku paham tapi lain kali kamu jangan bikin orang khawatir lagi lho ya.


"Siap Bosque"jawab Nindira sambil memberi hormat kepada Nisa seolah olah dia adalah komandan dan perintahnya mutlak untuk di laksanakan nya.


Nisa pun langsung terkekeh melihat aksi sahabat konyolnya ini.


Nindira merasa ada yang beda di dalam kamarnya tersebut.Tak biasanya kamarnya kosong tak ada orang cuma ada Nisa saja yang katanya memang menunggu nya di dalam kamar dari tadi.


Yang lain pada kemana?tanya Nindira setelah memastikan sekeliling kamarnya memang tidak ada orang lagi selain mereka berdua.


Lagi setor hafalan di Uztadzah Risa.


Lha kamu sendiri nggak nyetor?


aku kan udah bilang aku lagi nungguin kamu dari tadi.Dan sekarang pun sudah malam mau ke sana aku udah ngantuk duluan besok aja lah ya.


Bilang aja kamu lagi malas,iya kan!ngaku...????


Heheheh......iya aku lagi males,capek banget aku badanku sedikit pegal pegal mungkin lagi mau dapet kali.


Ohh.....Nindira menjawab hanya dengan ber oh ria,tapi dalam hatinya dia terkekeh,ternyata sahabat nya yang biasanya aktif ini masih juga mempunyai rasa males.


Kamu sendiri nggak nyetor.Tanya balik Nisa kepadanya.


nggak ah,males juga aku.Mau tidur aja badan ku masih lemas setah dari toilet tadi,cengir Nindira menirukan jawaban yang di berikan sahabatnya kepada dirinya.


Nindira langsung berjalan menuju tempatnya dan mengganti baju yang ia kenakan untuk segera tidur.


Jangan lupa bangunin aku ya Nis,aku mau tidur dulu,pesan Nindira sambil merebahkan badannya di kasur.


Itu kenapa jaket di pakek lagi bukannya selimutmu sudah lumayan tebal.Apa kamu memang sakit ya.Kok baru aku lihat jaketnya.


Pertanyaan Nisa membuat Nindira bingung sendiri.Lha ya kenapa aku pakek lagi ya jaketnya,pikir Nindira merasa cengo sendiri.


Nindira membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Nisa dan menjawab.Oh..ini.Ini jaket papa.nggak sengaja ke bawa di koper,kilah Nindira sambil tertawa canggung untuk menutupi kebohongannya.


Udah ah,aku mau tidur.Jangan lupa untuk bangunin aku ya.


Nindira berbalik lagi dan langsung memejamkan matanya agar Nisa tidak lagi menginterogasi dirinya.


Setiap hari menjelang pertengahan malam semua santri wajib bangun dan menjalankan kewajibannya.


Mengambil air wudhu untuk mempertemukannya ke pada sang maha pencipta.


Sholat tahajud di sini sangat lah wajib di laksanakan semua santri kecuali bila saatnya uzur atau berhalangan baru santri akan istirahat dulu untuk melakukan kewajibannya.


Setelah selesai Sholat mereka pun akan menunggu waktu sholat subuh dengan melakukan tadarus bersama,baru setelah itu sholat subuh dan di lanjutkan dengan kajian bersama uztad atau Uztadzah yang akan mengisi.


Setelah prosesi di masjid selesai barulah mereka membersihkan kamar dan melanjutkan kegiatan untuk menimba ilmu di dalam kelas seperti pada umumnya anak sekolah.

__ADS_1


Tapi saat ini adalah hari Jum'at di mana kelas seperti biasanya di liburkan dan di ganti dengan kelas khusus ketrampilan.


Dan lagi lagi Nindira mendapatkan masalah di hari ini.


berhubung Sasa dan Bela tadi telat bangun dan mereka berdua tidak di bangunkan. sampai waktu tadarusan baru menampakkan wajahnya di dalam masjid.


Satu kamar mendapatkan hukuman dari Uztadzah Aisyah untuk membersihkan Masjid lengkap mulai dari belakang sampai depan.


Seharusnya kalian tidak abai dengan teman sekamar kalian dan apapun masalahnya kalian harus saling mengingatkan.


Ayo sekarang segera lah untuk melaksanakan tugas kalian.perintah dari Uztadzah Aisyah tidak akan ada yang berani protes.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 11.00 dan waktu yang biasanya di pergunakan para santri untuk istirahat dan mempersiapkan diri untuk sholat dhuhur,tapi mereka harus segera menjalankan hukuman dari Uztadzah Aisyah apa lagi jam sudah begitu mepet jadi mereka harus cepat cepat untuk menyelesaikan tugasnya sebelum semua santri memenuhi masjid untuk melaksanakan sholat duhur berjamaah.


Baru menyelesaikan bagian teras dan juga bagian dalam tinggal yang belakang saja,tiba tiba Nisa meminta tolong kepada Nindira untuk membuang sampah.


Setelah membuang sampah Nindira ternyata tak kembali lagi ke dalam masjid untuk bergabung bersama teman temannya lagi.


Berhubung perutnya sangat lapar dan mereka semua juga sudah melewatkan untuk makan siang jadi Nindira memutuskan untuk istirahat sejenak sambil makan Chiki yang ada di dalam sakunya.


Ia segera menjatuhkan bokongnya di depan ruang OSIS bagian pojok,merasa sudah aman dia membuka Chiki nya dan memakannya dan tak lupa dia menghabiskan sekotak susu yang baru saja ia beli.


Ia tak melihat Faiz yang berjalan ke arahnya.


Kamu ngapain di sini?


Nindira tersentak dan membulatkan mata ketika melihat Faiz di depannya.


Kenapa malah makan di sini?


Faiz kembali bertanya sambil menunjuk tangan Nindira yang memegang Chiki dan di sampingnya ada satu kotak susu.


Malas mencari alasan,Nindira memilih jujur kepada suaminya alasannya disini.


Sedikit kabur,gara gara di suruh bersihin masjid,tapi sudah hampir selesai kok tadi tinggal yang belakang saja.Padahal yang salah bukan aku tapi melainkan Sasa dan juga Bela yang bangunnya kesiangan,eh malah satu kamar yang kena getah.Enak aja bikin kita kita semua dapat hukuman.


Apa kamu tau alasan kenapa kok satu kamar yang dapat hukuman,bukan hanya memberi hukuman kepada kedua temanmu saja?


Nindira hanya mengedikkan bahu.Iabtidak tahu dan tak mau tahu.


Terserah Faiz mau menyebutnya tak memiliki solidaritas.


Faiz menatap Nindira dan menghela nafas pelan.


Hukuman itu di berikan untuk kalian agar kalian mau memperhatikan teman teman kalian.Saat kalian berbuat baik ajak mereka,begitupun saat mereka berbuat buruk,maka hentikanlah mereka.Kalian di sini tidak di ajarkan untuk tetap diam saat teman kalian melakukan sesuatu yang buruk.Di sini kalian di ajarkan untuk bertanggung jawab saling mengingatkan kepada sesama.Untuk selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan yang buruk.


Nindira mengangguk.Gadis itu paham kalau apa yang di sampaikan Faiz itu benar,tapi lagi lagi sisi egoisnya muncul kembali.


Tapi kan mereka yang berbuat salah,lalu kenapa kita semua yang mendapatkan hukuman gerutunya.


Ayo kembali ke teman teman kamu.Apa kamu tidak kasihan lihat mereka bekerja sedangkan kamu asyik duduk di sini dan makan.


Aku capek,aku nggak mau!.


Faiz mengangguk,Ya sudah.balas laki laki itu.


Nindira menyipitkan mata,ia bingung.Apakah semudah ini Faiz melepaskannya dan tidak memaksanya kembali.Kenapa Nindira punya firasat yang sedikit buruk ya terhadap suaminya.


Gadis itu memperhatikan Faiz yang berjalan menjauhinya tanpa berkata apapun.Dia tidak habis pikir,Faiz adalah tipe pemaksa.Ia selalu memastikan kalau kemauannya harus di turuti.Tapi kenapa sekarang tiba tiba laki laki itu malah memilih pergi tanpa berusaha membujuk nya lebih keras lagi.


Dan apa yang telah ia pikirkan menjadi kenyataan.Faiz kembali tapi masalahnya ia tidak sendiri melainkan ia bersama dengan seseorang yang menjadi mimpi buruk bagi Nindira,ya itu adalah Uztadzah Aisyah yang berada di samping Faiz saat ini.Mereka berdua berjalan mendekat ke arah Nindira.


Bukannya tadi kamu sedang membuang sampah Nindira?dan apa sekarang pembuangannya sudah pindah ke tempat ini?


Sindir Uztadzah Aisyah saat sudah tepat berada di hadapannya.


Nindira memberikan pelototan kesal ke pada suaminya yang sudah berani melaporkannya.

__ADS_1


Yang di balas Faiz dengan sorot mata biasa saja tanpa sedikit rasa bersalah pun kepadanya,Solah olah dia tidak melakukan kesalahan.


Saya sedang bertanya sama kamu Nindira,tapi kenapa kamu malah memelototi Gus Faiz?Dasar tidak sopan.


Maaf Uztadzah,ujar Nindira pelan.Ia tidak berani menatap mata Uztadzah ya yang begitu tajam bahkan pisau saja akan kalah tajam dengan sorot mata yang di berikan Uztadzah Aisyah terhadap Nindira.


Kenapa kamu sekarang malah menunduk?kemana sikap berani yang sudah kamu perlihatkan dengan memelototi Gus Faiz.Tadi aja kamu masih berani menunjukkan sikap kurang ajarmu pada Gus Faiz.Apa kamu lebih takut ke pada saya di banding dengan pimpinan pesantren ini?


Dalam hati Nindira membenarkan perkataan yang di ucapkan Ustadzahnya itu ke padanya.


Yang ia bayangkan adalah jika Uztadzah Aisyah ibarat singa yang sangat buas dan seakan berbanding kebalikan dengan Gus Faiz yang bagaikan beruang kutub dan gunung es itu.Tentu saja Nindira lebih takut dengan singa dari pada dengan beruang kutub Tapi tidak mungkin juga jika Nindira mengatakan itu semua kepadanya.Bisa bisa kehidupannya di sini akan lebih buruk jika mencari masalah dengan Uztadzah Aisyah.


Tidak,Uztadzah maafkan saya,saya tidak akan mengulangi kesalahan saya lagi,saya janji.


Saya memang tidak berniat membuat kamu mengulangi kesalahan yang sama lagi kedepannya.


Nindira hanya menelan ludahnya kasar,membayangkan hukuman yang sudah menantinya saja dia merasa ngeri sendiri


Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu,pamit Gus Faiz kemudian meninggalkan mereka berdua.


Iya Guz,sekali lagi saya berterima kasih sudah memberi tahukan tentang kelakuan Nindira,balas Uztadzah Aisyah dengan suara yang berkebalikan dengan nada suara yang di ucapkan pada Nindira.


Sama sama Uztadzah,Mari Assalammualaikum.


Waalaikum salam jawab mereka berdua.


Tanpa melirik sedikitpun Faiz meninggal kan Nindira bersama Uztadzah Aisyah.


Nah sekarang kamu ikut saya.


Nindira melangkah mengikuti jalan nya Uztadzah Aisyah di depannya.


Uztadzah mengarahkan Nindira ke ruang makan,bukan menyuruhnya untuk makan melainkan untuk membersihkan semua bekas piring dan tempat yang telah tinggal sisa makanan itu.


Kamu cuci Samapi bersih dan bersihkan juga ruangannya.Saya tinggal dulu nanti saya cek lagi ke sini.perintahvdari Uztadzah Aisayah.


Ayo cepat mulai.intrupsinya lagi.Jangan berani kabur lagi kamu ya,sampai kamu berani melakukannya awas saja kamu.


Iya Uztadzah saya tidak akan kabur,jawab singkat Nindira


Nindira langsung bergegas mengambil sapu di sudut ruangan dan mulai melaksanakan hukumannya,setelah selesai membersihkan ruangan kurang lebih 30 menit dia harus mencuci piring beserta yang lain.


Nindira sambil komat Kamit meruntuki Faiz sambil mencuci piring dan yang lainnya.


Padahal aku kesini ingin membantumu,tapi melihat kalau kamu masih punya tenaga untuk meruntuki ku mending aku mending aku mengawasimu saja di sini supaya kamu tidak bisa kabur lagi.


Nindira tidak merespon apa yang di bicarakan oleh Faiz kepadanya


Nindira sudah menyelesaikan tugas mencuci piring nya,Ia berbalik dan masih mendapati suaminya berada di sana.


Setelah berbalik dan menatapnya Nindira menangkap kalau Faiz sedang menyunggingkan senyum mengejek kepadanya.


Baru saja dia mau melontarkan kata katanya,tapi dia sudah keburu berbalik lagi ke arah wastafel untuk mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perutnya,dia tiba tiba merasa mual dan ingin segera mengeluarkannya.


Faiz yang melihat itu di Landa kepanikan dan langsung menghampiri istrinya.


Faiz menyentuh bahunya dan bertanya,kamu kenapa?


Nindira berusaha menghindar darinya dan langsung berkata,ini semua gara gara kamu.


Nindira masih terus mengeluarkan sisa sisa yang ada di dalam perutnya mengingat sampai saat ini hanya sarapan pagi,Chiki dan satu kotak susu yang masuk ke dalam perutnya.


Perasaan bersalah dan cemas langsung menyergap diri Faiz.


Apa aku sudah keterlaluan terhadap Nindira,sampai sampai dia sampai seperti ini.


Belum juga Faiz selesai menebak nebak isi hatinya,Nindira tubuhnya tiba tiba lemas dan merosot ke bawah,Faiz pun dengan sangat panik langsung mengangkat tubuh istri kecilnya ini untuk di pindahkan ke dalam kamar yang berada di rumah ndalem.Faiz sudah tidak bisa berfikir yang lain lagi tujuannya sekarang yaitu membawa Nindira untuk segera istirahat di kamarnya.

__ADS_1


Alhamdulilah,Bab terpanjang kali ini sudah up ya,semoga para raidres suka.Jangan bosan untuk membaca dan menantikan cerita selanjutnya,karna tidak akan lama lagi mereka akan saling memahami perasaan mereka,konflik konflik nya juga bakal tambah ya jadi biar semakin seru Trimakasih.....


__ADS_2