Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 14


__ADS_3

Setelah menunggu antrian yang tidak begitu panjang,akhirnya Nindira menyelesaikan mandinya dan segera menuju ke kamarnya,Sesampainya di kamar ternyata semua teman temannya sudah menunggu sambil duduk membentuk lingkaran.


Assalammu'alaikum sapa Nindira untuk segera ikut bergabung tak lupa ia menyimpan peralatan mandinya terlebih dahulu.


Waalaikum salam,jawab kur semua.


Ayo Ra buruan sini ikut gabung,seru kak Hana.Nindira pun langsung mengikuti arahan dan ikut duduk bersama teman temannya.


Hana pun mulai mendiskusikan apa yang akan jadi tujuannya untuk mengumpulkan semua adik adik binaannya.


Baiklah berhubung semua sudah berkumpul kakak akan menjelaskan apa tujuan kita berkumpul saat ini.Dan yang lainpun hanya mendengarkan dengan sungguh sungguh.


Seperti agenda pada bulan bulan biasanya yaitu di mana setiap bulan pesantren mengadakan perkumpulan antara Uztadzah dan para santri yang bertujuan untuk menjalin kebersamaan dan saling bersilaturahmi.


Seperti bulan bulan sebelumnya, dan alhamdulilah untuk bulan ini kamar kita yang akan men dapatkan tugas untuk mengisi acara tersebut.Jadi mulai malam ini kita bisa mempersiapkan agenda dan siapa yang akan bertanggung jawab di setiap tugas dan fungsinya,mari kita diskusikan siapa yang akan menjadi pemandu acara,dll.


Nindira kamu sudah paham kan dengan semua tugas tugas yang kakak maksud tadi?tanya Hana.


Iya kak saya sudah tau dan sedikit paham,tapi saya minta untuk tugas yang ringan saja dulu ya,karena saya juga belum pernah terjun langsung jadi petugas di acara ini,harap Nindira supaya kak Hana mengerti,lanjutnya lagi.


Ra,semua di sini pasti akan mengalami seperti apa yang kamu rasakan saat ini,tapi kalau kamu belum mencoba dan tidak mau memberanikan diri untuk mencoba maka akan selamanya kamu tidak akan mempunyai rasa keberanian.Coba lah dulu apapun tugas yang akan kamu dapatkan nanti,entah itu menurut kamu berat atau ringan,jika kamu sungguh sungguh untuk belajar maka kamu akan mendapatkan hasil yang sebanding dengan jerih payahnya sendiri,dan kamu pasti akan bangga dengan hasil terakhirnya Karena itu adalah hasil murni dari diri kamu sendiri,bukan dari orang lain.Percayalah dengan kemampuan kamu sendiri.Jelas Hana memberikan motifasi ke Nindira dan juga di setujui oleh teman temannya.


Dan tugas tugas pun sudah di bagi,Nindi sebagai pembawa acara,Nisa sebagai pembaca Al-Qur'an dan terjemahannya atau yang biasa di sebut tartil Qur-an.Dan Nindira membawakan sambutan tapi bukan sambutan untuk para tamu melainkan sambutan yang bertemakan membahas salah satu teman yang akan di di jelaskan nya ke pada para santri lain.Yang tentunya dengan membawakan bahasa yang mudah di mengerti,dan kata kata yang bijak.


Dan tugas itulah yang membuat Nindira semakin kekeh untuk bertukar posisi sama teman lainnya,tapi semua nya tidak ada yang mau,dengan alasan semua sudah pernah mendapatkan giliran untuk membawakan tugas tersebut.


Jangan berkecil hati Ra,jadikan ini semua menjadi ajang pembelajaran.

__ADS_1



Nindira menoleh tak percaya kepada Nisa.Sahabatnya itu bahkan tidak mendukungnya.



Benar kata Nisa,jadikanlah ini semua bagian dari pembelajaran kamu.


Seperti yang tadi kakak sampaikan,Semua disini semua pernah mengalami moments pertama kalinya.Dan saat itu kami juga sama sepertimu,seorang pemula.Dan kerena satu langkah berani itu,menjadikan kami seperti sekarang,"terbiasa"ujar Hana memberi keyakinan lagi kepada adik binaannya.


Di pesantren itu memang seperti ini Ra,Di paksa,Terpaksa,Biasa,Terbiasa dan kemudian menjadi LUAR BIASA,salah satu teman Nindira menimpali dengan menekankan kata kata yang menurutnya mengharuskan ia harus melakukan tugas itu tanpa ada penolakan sama sekali.


Teman teman yang lainnya pun mengangguk setuju.Dengan terpaksa seperti yang mereka bilang.


Nindira pun sudah tak punya alasan dan kekuatan lagi untuk menolak tugas itu.Dia hanya bisa menerima dengan pasrah.


Nindira hanya diam dan gulang guling di atas kasurnya,dia masih memikirkan tugas yang ia emban.


Jika saja dia jadi pembawa acara pasti dia tidak akan segelisah ini,karena tugas itu hanya membaca dari susunan acara.La ini aku harus memikirkan tema apa yang di bawakan,kata kata yang baik dan mudah untuk di pahami semua orang,apa yang harus aku lakukan ya Allah,jerit hati Nindira.Apalagi di tambah dia masih baru dan belum mempunyai banyak pengetahuan di bidang agama.Bacaan Alquran nya pun masih tersendat sendat.Akankah semua nanti akan menertawakan ku?pertanyaan pertanyaan di dalam hatinya terus saja bermunculan,sampai dia tertidur jam berapa dia bahkan tak tau karena bayangannya terlalu menerawang jauh.


Hari minggu yang seharusnya jadi hari santai,yang biasanya dia pergunakan untuk memanjakan mata dan mengistirahatkan otaknya.Tapi sayang nya harus ia korbankan untuk mencari materi sambutan ceramah dan harus bisa memahami makna dan kata supaya dia bisa menghayati apa yang akan jadi pembahasannya bisa menyatu dengan ekspresi yang akan di peragakannya.


Nindira berusaha untuk menghafalkannya.


Hari demi hari terus berjalan terasa cepat,berbanding kebalik dengan hari hari seperti biasanya yang ia lewati.Kesibukan Nindira bertambah selain harus belajar materi yang akan ia bawakan,dia juga banyak berdiskusi dengan Nisa apakah sudah pas atau belum,Nindira pun tak sungkan sungkan bertanya ke pada salah satu Uztadzah yang berada pada kelasnya,walaupun sekecil apapun meterinya Nindira berusaha yang terbaik.


Hingga panggilan dari Allah pun terdengar di telinganya,dia menghembuskan nafas panjang nya mengakhiri belajarnya,lalu bergegas untuk segera ke masjid untuk mengikuti sholat jamaah Maghrib bersama yang lain.

__ADS_1


Hari yang sudah di nantikan beberapa hari ini pun telah tiba,dengan persiapan yang matang dan usaha yang di rasa Nindira cukup.Walauoun sejujurnya hatinya masih sedikit gelisah dan gugup tapi dia berusaha setenang mungkin.


Setelah dia masuk ke ruangan yang sudah di tentukan,ternyata jantungnya semakin berdebar menunjukkan rasa nervous itu semakin nyata,bahkan perutnya pun ikut mulas melihat betapa banyaknya yang hadir di acara ini,apa lagi setelah namanya di panggil untuk mengisi acara selanjutnya,lututnya pun semakin lemas seakan sudah tak sanggup lagi untuk melangkahkan kakinya ke depan fodium.


Akalnya masih berusaha mengingatkan Nindira dan berusaha untuk menyemangati dirinya sendiri"KAMU PASTI BISA RA"


Dengan langkah sedikit ragu Nindira maju ke depan.Sejenak dia mengatur nafas dan jantungnya dan berusaha menyugesti pikirannya kalau orang yang ada di depannya itu semua adalah patung yang akan diam saja walaupun dia akan berbicara panjang lebar ,setelah menghembuskan nafas dan mengucapakan BISMILLAH Nindira pun memulai ceramahnya,Dengan suara yang masih terlihat nerfeousnya di awal namun semakin berlalunya waktu,Nindira sudah mulai menguasai diri dan fodium.Gadis itu membawakan ceramah bertemakan sikap yang baik terhadap teman saudara,keluarga dan terutama kepada suami.Salah satu sikap yang lucunya gadis itu tidak memilikinya.Mungin Nindira mengambil tema itu sebagai pengingat dirinya sendiri.


Ceramahnya mengalir seperti apa yang dia pelajari selama beberapa hari ini,Nindira menyampaikan materinya dengan sangat baik,bahasa yang sopan dan mudah di mengerti,bahkan dia merasa sedang berdiskusi dengan yang ada di podium saat ini.


Nindira menarik nafas lega setelah mengucapkan salam sebagai tanda penutup sarinya,dan tepuk tangan dari semua yang mendengarkan ceramahnya,Teman temannya pun tak menyangka kalau Nindira bisa menampilkan performa yang sangat luar biasa di depan para santri dan Uztadzah lainnya.


Nisa pun sangat bangga kepada sahabatnya ini,dan benar yang di sampaikan kak Hanum kemarin,Hasil dari jerih payah dan usaha sendiri itu lebih dari luar biasa.Betapa bangganya Nindira kepada dirinya sendiri,ternyata jika dia mau berusaha belajar apapun pasti akan bisa di raihnya.Itulah yang sekarang yang di rasakan ya,bahagia campur terharu telah menjadi satu.


Ia turun dari podium dengan wajah sumringah,senyum selalu menghiasi wajah cantiknya,ia kemudian keluar dari pintu kecil di samping masjid berniat untuk bergabung bersama teman teman lainnya,ingin sekali Nindira untuk berlari ke sahabatnya dan memeluknya untuk menyalurkan betapa bahagianya dirinya saat ini.


Tapi realita tak seindah harapannya.


Seseorang yang berdiri di balik pilar menghentikan langkahnya.Nindira diam mematung berusaha menajamkan penglihatannya.Seseorang yang beberapa Minggu ini tak nampak di matanya,Seseorang yang diam diam sebenarnya ia tunggu tunggu kehadirannya.Dan kini seseorang itu telah berdiri di hadapannya dan melangkah mendekat kepadanya.


"Umi dan Abi memanggilmu.Beliau ingin kamu kerumah dan menemuinya sekarang."Ucap Faiz tanpa basa basi.


"Untuk apa?"tanya Nindira.


Faiz melihat sekelilingnya,bisakah kita pergi saja sebelum seseorang melihat kita.Bukankah kamu tidak mau terlihat sedang bersamaku.


Nindira membenarkan ucapan Faiz dalam hati.Tanpa berpikir panjang,gadis itu mendahului langkah Faiz,tapi tangannya sudah di tangkap terlebih dahulu oleh suaminya.Nanti ada yang melihat kita Faiz tolak Nindira.Faiz pun hanya terkekeh pelan melihat wajah was wasnya Nindira,Faiz pun melepaskan tangannya dan membiarkan istrinya berjalan di depannya untuk menuju rumah ndalem.

__ADS_1


Trimakasih semua yang sudah mendukungku.salam sayang dan semoga sehat selalu ya.....dan jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak anda.🤚🤚😘😘


__ADS_2