
Kedatangan Nindira beserta suaminya sudah di nantikan oleh mertuanya,buktinya sang Umi sudah menunggunya di teras sambil duduk di kursi.
Lama sekali sayang,Umi sudah sangat kangen sekali ingin segera bertemu denganmu,kedatangan Nindira langsung di sambut dengan pelukan hangat dari sang Umi,Abi pun telah menunggu di dalam,ayo sayang kita masuk untuk makan malam.Kenapa Umi melupakanku,protes Faiz merajuk.Kamu kan sudah terbiasa keluar masuk kenapa masih harus di minta,jawab Umi.
Nindira pun hanya menurut tanpa membantah sedikitpun permintaan mertuanya.
Umi pun langsung mengajak Nindira menuju ke meja makan,Umi sudah menyiapkan makan malam ini dari tadi,sengaja untuk kita berkumpul dan makan bersama,karna kamu jarang sekali makan bareng sama Umi dan Abi.
Apa kabar Nak,sapa Abi ke pada Nindira,dia pun tersenyum dengan sangat manis sambil mendekat ke arah sang Abi lalu Salim dengan takzim,kenapa kalau sama Umi dan Abi kamu bersikap sangat manis sekali Ra,sedangkan kalau bersamaku kamu garang sekali."batin Faiz bermonolog"
diam diam Faiz pun menghelakan nafas beratnya.
Abi,dan Umi rindu sekali denganmu,maaf ya jika kemarin kita sempat meninggalkan kamu di pesantren agak lama,karena memang banyak yang harus di selesaikan,sedangkan Abi kalau sendiri mana sanggup jadi Faiz pun harus ikut menyelesaikan nya.
Nindira menjawab dengan menampilkan senyum manisnya,tidak apa apa Abi,Umi.Nindira mengerti yang penting sekarang Umi dan Abi sudah kembali lagi dengan selamat dan sehat Nindira sudah sangat bersyukur.Bijak dan manis sekali kamu Ra,lagi Faiz hanya bisa menimpali perkataan sang istri dari hati saja,karna dari tadi keberadaannya tidak begitu di lihat.Sungguh kasian sekali kamu Faiz,anak kandung berasa anak tiri.waow author berani mengatai Faiz ya.
Abi sangat bangga sekali,mendengar kalimat kalimat yang kamu susun dalam ceramah tadi itu sudah membuktikan kalau kamu sudah banyak kemajuan sekarang Nak,puji Abi kepadanya.
Umi juga sangat bahagia sekali,dengan kerja kerasmu selama ini kamu akan memetik hasilnya sayang dan kamu juga akan semakin betah dan nyaman berada di lingkungan pesantren ini,cintailah lingkungan dan semua kegiatan yang sekarang ini kamu jalani maka lambat laun kamu pun tak akan bisa meninggalkannya karena sudah terbiasa dengan apa yang kamu kerjakan setiap hari di sini,dan jika kamu menjauh pasti akan rindu dengan suasana dan semua kegiatan di pesantren ini.Termasuk kamu pasti akan merindukan kami sebagai keluargamu.Umi memang sengaja sedikit memberi sentilan kepada menantunya ini,karena selama ini yang di amatinya adalah hubungan antara anak dan menantu ini kurang manis,jadi Abi dan Umi memang sengaja akan sering melibatkan mereka berdua tujuannya ya supaya mereka bisa menjalin hubungan yang lebih manis lagi.
Nindira hanya bisa menundukkan kepalanya dalam dalam,ia baru menyadari kalau kegiatannya tadi di perdengarkan kepada seisi pesantren ini melalui speaker besar yang berada di berbagai penjuru yang ada di sekitar pesantren.Hal yang sangat mustahil kalau Abi,Umi dan suaminya tak mendengarkannya.
Sekali lagi Umi melanjutkan kalimatnya tadi,"Umi benar benar bangga sama kamu sayang.Umi benar benar tidak salah pilih menantu."Abi pun menimpali dengan kekehan pelan sambil menatap ke arah Nindira.
Ayo segera ambil makanan mu dan juga punya suamimu.Lanjut Abi menginterupsi Nindira.
Nindira seketika menengadahkan kepalanya.Membalas pandangan ke arah Abi,dan Uminya dengan sorot pandangan yang sendu.Bukan ini yang di Inginkan,bukan ini yang seperti ia rencanakan.Ia tidak ingin membuat mertuanya itu semakin sayang dan menginginkannya menjadi menantu pilihannya.Seakan ia ingin mengulang waktu untuk mengacaukan penampilannya tadi,mungkin dengan begitu Abi dan Uminya tidak akan bangga dan akan merasa kecewa dengannya,dan menyesal memilih menantu seperti dirinya.
Usapan lembut yang di berikan Umi di tangan Nindira membuat ia sadar dari lamunannya dengan ragu Nindira berdiri untuk mengambilkan nasi lengkap beserta lauk pauk yang ada di meja untuk Faiz.
__ADS_1
Nindira sengaja mengambilkan nasi dan lauknya satu piring penuh,rasakan Faiz habiskan ini semua makananmu.Batin Nindira sambil tersenyum dengan penuh seringai.Faiz pun hanya memperhatikan istrinya untuk mengambilkan makanannya,di saat dia menyadari kalau Nindira akan mengerjainya "Sayang,apakah kamu ingin makan sepiring berdua denganku,ayo sini mendekat lah duduk bersamaku,kita akan menghabiskan makanan yang sudah kamu ambil itu untuk kita berdua".Faiz berucap sambil tersenyum dengan sangat mempesona ke arah Nindira,sedangkan yang di berikan senyuman langsung melotot kan matanya mendengar Faiz memanggil sayang saja sudah membuat jantungnya seakan berhenti apalagi di tambah dengan senyuman yang Faiz berikan,Nindira syok dengan keadaan itu.Seketika Ini dan Umi terkekeh melihat tingkah anak dan menantunya itu.
Dengan langkah berat dan meruntuki kebodohannya Nindira mendekat ke arah Faiz dan duduk di sebelahnya,sini duduk di pangkuanku biar romantis.Lanjut Faiz. Dengan mata melotot Nindira berucap jangan aneh aneh kamu ya Faiz,bukan ucapan yang di lontarkan Nindira terhadap Faiz melainkan hanya sebuah bisikan saja karna nggak mungkin Nindira berucap kasar di depan mertuanya.
Sudah sudah ayo segera habiskan makananmu sayang jangan dengarkan suamimu yang sedang mengagumu.Dan kamu Faiz sudah cukup untuk menggoda istrimu,lihatlah betapa imutnya wajah malaunya.Ayo segera pimpin do'a untuk makan.
Faiz pun hanya terkekeh saja lalu segera untuk memimpin do'a makan.
Hanya ada dentingan sendok selama mereka makan,Faiz dan Nindira pun makan dengan satu piring berdua,dengan susah payah Nindira berusaha menelan makanannya untuk masuk ke dalam tenggorokannya.Karena rasa gugup dan malu,selama menikah ini lah pertama kali mereka makan bersama lagi setelah Nindira memutuskan untuk tinggal bersama santri putri yang lainnya.
Nindira baru saja menyuapkan beberapa sendok ke dalam mulutnya tapi dia sudah berucap"aku sudah kenyang"dan perkataan itu langsung di potong sama Faiz.
Gimana sudah kenyang ini makanan masih banyak banget,dan kamu masih beberapa suap aja yang masuk,Nindira mau protes tapi sudah di dahului dengan Faiz menyuapkan makanan ke dalam mulutnya,Nindira pun kaget dengan kelakuan Faiz yang tiba tiba,dia berusaha untuk segera menelan dan akan berusaha menghentikan Faiz tapi sebelum itu Faiz pun telah menyuapinya lagi Den terus bergantian sampai akhirnya makanan yang ada di dalam piring habis tak tersisa,akhirnya makanan itu habis di makan mereka berdua,setelah selesai makan Faiz pun langsung menyodorkan minum ke pada Nindira setelah meneguknya Samapi tandas,Nindira memberanikan diri untuk bertanya,kenapa kamu Makai satu sendok untuk kita berdua?apa kamu nggak merasa jijik dengan bekasku bisik Nindira.
Tidak ada jijik jika kita suami istri,apapun itu.Tegas Faiz kepada istri kecilnya itu.Nindira hanya bisa manggut manggut mendengarkan jawaban Faiz.
Sebentar ya sayang jangan cepat cepat kembali lagi ke asrama,Umi ada oleh oleh buat kamu.
Setelah beberapa menunggu Umi pun datang dengan menenteng dua paper back di tangannya.
Ini untukmu sayang dan yang satu ini nanti bisa kamu makan bersama teman teman yang ada di dalam kamar.
Iya Umi,trimakasih sudah perhatian ke pada Nindira,dan trimakasih oleh olehnya.
Kamu jangan merasa sungkan sayang,anggaplah kami berdua sebagai pengganti orang tuamu yang berada jauh dari kamu,jangan hanya anggap kami sebagai mertua saja.Karna sesungguhnya kami juga sama seperti orang tuamu sendiri.
Nindira tersenyum kemudian memeluk Uminya.Iya Umi Nindira juga sayang sama Umi dan Abi.
Hanya Umi dan Abi nih,ke pada Faiz enggak?canda Umi,Nindira hanya menjawab dengan senyum dan wajah yang merah merona.
Sudah Umi anak putri ku malam ini sudah di goda terus,kasihan dia.Abi pun menimpali.
__ADS_1
Umi Nindira mau minta izin mau ke dapur dulu,Nindira haus mau ambil minum,tadi Nindira lupa cuma minum sedikit,pamit Nindira kepada Umi,ya sudah sana pergilah hati hati sayang.Nindira hanya tersenyum memandangnya saja.
Sesampainya di dapur Nindira langsung menuang air minum ke dalam gelas lalu jongkok dan segera meminumnya sampai Habis.Jika seperti ini gimana aku bisa lepas dari sini gumamnya.
Dan sebuah ide seketika muncul di dalam otak kecilnya.
Jika aku memecahkan tempat air yang cantik dan unik ini apa bisa membuat Umi akan marah kepadaku ya,dan jika umi marah otomatis Umi akan membenciku dan lama lama Umi akan meminta Faiz meninggalkanku.Nindira memikirkan idenya,tapi jika tidak aku coba kan belum tau hasilnya.Ok aku coba dulu.
Tanpa membuang waktu Nindira melaksanakan ide konyolnya itu,ia menjatuhkan tempat air yang terbuat dari keramik beserta lengkap dengan motif bunga nya yang tentu saja berbentuk cantik dan unik itu ke lantai.
Seketika suasana senyap di rumah Faiz itu berubah gaduh berkat ulahnya.
Langkah buru buru terdengar dari arah depan menuju ke dapur.
Ini ada apa?tanya Faiz yang ternyata datang terlebih dahulu dengan wajah kaget dan khawatir.
Menyusul kemudian,Abi beserta Umi di belakangnya.
Wajah Sang Umi seketika berubah ketika melihat tempat air yang Umi sayangi itu pecah berserakan di atas lantai.
Nindira mencoba melihat perubahan ekspresi di wajah mertuanya itu.
"Apakah ini artinya dia sudah tidak memenuhi kriteria sebagai menantu kesayangan Umi nya Faiz lagi?
monolog Nindira dalam hati.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya para raidres,dukungan mu selalu aku nantikan.Trimakasih