Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 8


__ADS_3

"Kamu bener bener bikin gue jantungan ya"Lo tu niat nggak sih buat nutupin hubungan kita untuk sementara waktu.Sikap Lo itu bikin tambah rumit tau nggak,gak usah Deket Deket gue,gue gak tau lagi harus bicara apa sama orang yang nanya macem macem tentan Lo dan gue.semua pasti nyangkanya gue yang keganjenan sama lo.udah deh mending sekarang cepetan pergi aja dari sini,sebelum ada yang masuk lagi.


Faiz hanya diam dan mendengarkan saja semua rentetan kalimat panjang dari bibir mungil istri kecilnya itu.


Ia mendekat dan meletak kan sebuah kotak makan dan botol minum di atas nakas yang tepat berada di sebelah Nindira.


"Makan lah dulu" katanya singkat.


Nindira mendengus sambil memutar bola matanya kesal melihat sikap dari suaminya yang cuek dan tak mau mendengarkan perintahnya tadi.


Lo denger gue ngomong gak sih?tanya Nindira kesal.


Saya bakal dengerin kamu kalau kamu sudah bisa berbicara dengan baik dan tenang.Jangan pakai lagi istilah dan logat anak metropolitan kamu di sini.karena itu sungguh terdengar tidak sopan Ra.


Nindira menghembuskan nafasnya pasrah.Ia sudah gak tau lagi gimana caranya memberikan pengertian lagi ke pada Faiz.


"Ya sudah,"jawabnya singkat.


Kamu paham dengan apa yang aku ucapkan tadi kan?kamu jangan deketin aku lagi,jangan mengajak aku untuk berbicara,dan juga jangan sekali kali kamu menyapa aku,jangankan untuk sekedar menyapa kalau bisa kamu juga tidak boleh melihat keberadaan ku.


Ujar Nindira berusaha menekan emosinya supaya dia bisa berbicara sesopan mungkin dan supaya Faiz pun bisa menerima apa yang ia inginkan.


Saya tidak bisa berjanji Ra,begitu susahnya kah kamu menerima ini semua?lanjut Faiz.


Yak! kamu memang bener bener manusia yang paling...-----Aaaagghhhhhh entahlah susah betul bicara sama kamu.Nindira sudah tidak bisa berucap lagi,dia sudah kehabisan kata kata.


"Lebih baik kamu tidur.


Bukan kah itu tujuanmu dari tadi."


Gimana aku bisa tidur,kalau kamu sungguh sangat menyebalkan sekali.Jadi beban pikiran tau nggak.


"Kamu jangan khawatir,saya belum ada niatan untuk mengumumkan setatus kita,setidaknya tidak untuk saat ini.Jadi kamu tenang saja.


Sekarang kamu makan dulu,setelah itu kamu istirahat lagi,jangan terlalu di paksa,nanti kamu juga yang rugi jika kamu sampai sakit.


Faiz membuka kotak makan dan berniat untuk menyuapinya,baru saja Faiz menyodorkan satu suapan di depan mulutnya Nindira,tapi lagi lagi Nindira memelototi dan berucap"aku bisa makan sendiri"yang langsung mengambil alih makanan yang di pegang Faiz,dan langsung di makannya dengan sangat rakus.


Pelan pelan Ra,nanti kamu bisa kesedak,kekeh Faiz sambil mengusap kepala istri kecilnya yang menurutnya sangat menggemaskan sekali.

__ADS_1


Nindira mlongo kecil.Ia sesaat takjub dengan ekspresi dan sikap yang di tampilkan Faiz padanya.Selama dia berada di dalam lingkungan pesantren dan berinteraksi sama suami yang tanpa banyak ekspresi itu,baru kali ini Nindira melihat dan mendengar tawa dari pria yang di julukinya bongkahan es itu.


"Merdu ternyata,"batin Nindira refleks tanpa sadar dia berucap,walaupun sangat pelan tapi Faiz masih bisa mendengarkan dengan sangat jelas.Ia pun segera melanjutkan makannya lagi setelah berucap karena dia sungguh sangat lah malu dengan kebodohan nya sendiri.Jangan terpesona Nindira.Gumamnya lagi sambil mengembalikan kewarasannya saat ini.


Tapi lagi lagi Faiz malah menggodanya,


"Apakah kamu sudah terpesona dengan senyuman manis saya Nindira?"Sambil berlalu meninggalkan istri kecilnya Faiz masih terus saja menggoda Nindira"colekan yang di berikan Fais di hidung Nindira membuat Nindira semakin lemas saja."


menghadapi laki laki gunung es ini,ternyata dia juga bisa ngegombal.


Ia tak habis fikir dengan dirinya sendiri,kenapa dia selalu saja di buat tidak fokus dengan apapun tingkah dari suami nya itu lakukan.Jangan Samapi apa yang ia rencanakan dengan matang matang hancur berantakan hanya karena hati dan logikanya selalu bertentangan ketika di hadapkan dengan Faiz.


Sebelum pintu tertutup dengan sempurna,Faiz berucap lagi"Cepat di makan dan istirahatlah."


" Faiz"panggil Nindira sebelum Faiz menutup pintunya kembali.


"Ya."Kamu masih ada yang di perlukan lagi?


Terima kasih buat yang tadi.Trimakasih kamu sudah tidak mengatakan yang sebenarnya pada mereka semua.Kalau aku bukan lah pingsan melainkan tidur.Nindira menahan malu saat mengucapkan itu semua ke pada suaminya.Ia benar benar malu kenapa harus suaminya yang mengetahui kejadian itu,jika cuma Nisa tak akan jadi masalah,kecuali kalau yang mengetahui Uztadzah Aisyah itu baru kena masalah.Karna bukan hanya masalah yang akan di hadapi oleh Nindira tapi sebuah hukuman pasti akan langsung menantikannya.


Suami istri itu ibarat pakaian untuk melengkapi satu sama yang lain.Makna pakaian di sini adalah sebagai penutup untuk satu sama lain.Sebagai seorang suami itu,sudah menjadi tugasku sebagai penutup aibmu.Faiz menarik lengkung di bibirnya membentuk senyuman kecil tapi sungguh sangat mempesona,lalu menutup pintu dengan rapat, dan pergi dari sana.


Hal sekecil apapun yang di lakukan Faiz,dan perlakuan yang di berikan kepadanya,semua sungguh membuat Hati Nindira meleleh.


Kenapa dia masih bisa bersikap sebaik dan selembut itu padaku,padahal aku sudah berusaha memprovokasi dirinya agar dia bisa membenci dan segara untuk melepaskan ku.


Tapi setelah semua yang ku lakukan padanya,aku merasa semakin tipis harapan ku untuk segera mengakhiri hubungan ini.


Apakah memang dia tak punya sedikitpun keinginan untuk melepaskan?Pertanyaan pertanyaan yang ada di dalam hatinya terus saja bermunculan seiring Nindira memikirkan laki laki yang sekarang ini menyandang status sebagai suaminya.


Kapan sih Faiz berhenti untuk selalu mengacak acak hati dan pikiranku,Nindira benar benar pusing memikirkan hal yang membuat pikirnya oleng karena Faiz sang suami.


Tak lama pintu terbuka lagi,dan Nisa lah yang kini sedang melangkah mendekat kearahnya,sambil membawa nampan yang berisikan makanan dan minuman yang akan di berikan untuk sahabatnya yang tengah terkulai lemas di atas kasur di depannya.


ya walaupun sebenarnya memang tidak seperti apa yang ada di dalam bayangan Nisa, tapi di mata Nisa Nindira saat ini kondisinya memang kurang baik.


Lho ini kotak makan dari siapa,tanya Sifa bingung karena memang dirinyalah yang di tugaskan tadi untuk mengambilkan makanan.tapi setelah ia kembali dia malah sudah menemukan makanan dan minuman di atas nakas tersebut,dan memiliki menu yang lain dari yang ia bawakan dari dapur umum yang ada di pesantren,sudah di makan pula sama sahabatnya ini,Nisa bisa menyimpulkan sudah di makan karena memang makanannya sudah hampir habis.


Ini siapa yang bawa?tanyanya lagi

__ADS_1


"Tadi ada santri datang ke sini untuk ngantar makanan itu,Nindira berusaha menjawab dengan sesantai mungkin supaya sahabatnya ini tidak curiga.


Emang kamu gak nanya makanan itu dari siapa?


Oh- iya - aku lupa cengir Nindira,habisnya dia juga buru buru jadi aku juga gak sempat nanya.masih dengan nada santai.


ya sudah sih gak usah di pikir,gak penting juga itu dari mana,yang penting sekarang perutku sudah terisi.Sayang banget kan kalau gak di makan,lanjut Nindira.


Kamu gak takut kalau makanan itu ada racunnya?mending makan punyaku saja lanjutnya lagi.


Nanggung banget udah mau habis.Masalah racun,tenang aja kamu gak usah khawatir udah di jamin aman.jawab Nindira.


"Kamu yakin kalau itu aman?"Nisa masih ragu.


Tenang aja gak bakalan terjadi apa apa,Ok.Nindira meyakinkan Nisa sekali lagi.


Ya sudah lah,tapi terus yang aku bawa ni gimana?ya kamu makan aja kan beres Sa,kenapa harus di bikin ribet sih?.


"Aku masih gak ngerti deh,kenapa Gus Faiz bisa tau kalau kamu ada di dalam toilet?"Nisa mengunyah makanannya sambil bicara pelan kepada Nindira,yang membuat hati Nindira semakin tak karuan.


Ya,mungkin dia nggak sengaja liat aku masuk kali,jawab Nindira setenang mungkin.


Ya,aku tau mungkin Gus Faiz melihatmu masuk ke dalam toilet,tapi yang membikin aku masih nggak bisa faham adalah kata kata yang sudah berusaha aku cerna dari tadi masih belum bisa ngeh aja,masak dia mengatakan kalau kamu masuk ke dalam toilet itu sudah lebih dari setengah jam lalu,berarti selama itu Gus Faiz kan melihatmu masuk dan menunggumu sampai keluar.


Nisa memandang ke arah Nindira dengan pandangan mengintimidasi dan sangat menyudutkan supaya temannya ini bisa berkata jujur padanya."dan bukankah kalau seperti itu Gus Faiz sedang memperhatikan dan seolah olah sedang menunggumu,tapi pertanyaannya untuk apa Gus Faiz menunggumu?apa jangan jangan kamu ada yang kamu sembunyikan dari aku?pertanyaan mematikan itu keluar dari bibir Nisa seraya menunggu untuk sebuah jawaban yang sangat menuntut dari sahabatnya.


Nindira terbatuk dan tersedak makanannya,.Dengan segera Nisa mengambilkan air untuk segera di minumkannya ke pada Nindira.


Pelan pelan aja makannya,Ra.


Kamu kok kayak kaget gitu dengan ucapanku?apa jangan jangan kamu memang ada hubungan ya dengan Gus Faiz?sudut Nisa lagi.


Dasar kamu ini ada ada saja,aku di sini itu baru tiga hari,masak iya aku punya hubungan dengannya,bahkan kenal aja enggak.Barang kali dia tadi pas banget ada di sekitar situ,jadi tau kejadian yang aku alami,udah deh nggak usah mikir yang aneh aneh,bikin tambah pusing saja kamu ini.


Nisa manggut manggut untuk mencerna apa yang di ucapkan Nindira kepadanya tapi dia masih kurang percaya dengan perkataan temannya itu.


"Tapi biasanya Gus Faiz itu jarang sekali berkeliaran di area santri putri,dia bahkan tak mengambil tugas untuk mengajar di sini dan ia lebih memilih menghabiskan waktu di area putra,karena ia lebih nyaman berada di sana.Lalu kenapa Gus Faiz bisa ada di sini,di dekat toilet wanita lagi?Nisa masih berusaha mengupas dan mengusut teka teki yang begitu rumit ini,karena sungguh sangat hal yang sangat mustahil sekali kalau sampai sampai Gus Faiz bisa berkeliaran di area putri.Kalau memang ada kepentingan biasanya Gus Faiz langsung menghubungi pihak yang bersangkutan,kalau tidak beliau bisa mengutus salah satu santri yang ada di sekitar situ untuk menyampaikannya.Sungguh sangat hal yang jarang sekali di temui di area putri bahkan hampir tidak pernah sama sekali.


*********

__ADS_1


Terimakasih semua Jagan lupa tinggalkan jejak mu ya .......


__ADS_2