Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 16


__ADS_3

"Jangan bergerak".Tetaplah di tempatmu


ucap Faiz penuh dengan penekanan.


"Kenapa?"Nindira sedikit takut dengan ekspresi yang di berikan oleh suaminya.


Apa kamu mau terkena pecahan itu jika kamu bergerak.Tetap diam dan jangan bergerak tunggulah sebentar.


Seketika itu Faiz langsung menghilang dari pandangan Nindira,Umi dan Abi pun sempat terkejut dengan kejadian yang baru saja di alami menantunya itu.Tetap lah tenang Nak,sabar ya,dan kemudian Faiz datang membawa sapu dan pengki lalu segera mendekat ke arah istrinya untuk membersihkan pecahan keramik yang berserakan di dekat kakinya.


Tatapan Nindira beralih kepada Uminya Faiz.Umi maafin Nindira yang telah memecahkan tempat air Umi?


Nindira memasang mimik wajah bersalah yang ia buat buat untuk meminta maaf pada Umi.


Tidak apa apa Nak,itu hanyalah tempat air,Umi akan merasa sangat sedih jika sampai kaki kamu yang sampai terluka kena pecahan tempat air itu,sebaiknya ayo kita kembali ke ruang keluarga,kamu pasti kaget dengan kejadian ini.Biarlah Mbok Nah yang akan membersihkan pecahannya.


Tapi umi,tempat air itu pasti mahal,Nindira minta maaf ya Umi.Karena kecerobohan Nindira tempat air Umi jadi pecah,Sebenarnya tadi setelah Nindira habis minum,Nindira berniat untuk mencuci gelasnya tapi tangan Nindira licin sampai sampai waktu Nindira meletakan gelas tidak sengaja menyenggol tempat air yang ada di sebelah tangan Nindira.Karena memang selama Nindira di rumah Nindira tidak pernah melakukan pekerjaan rumah.sesal Nindira berusaha menjelek jelek kan dirinya di depan Umi agar keluarga suaminya bisa ilfil sama Nindira.


Tidak apa Nak,semua itu butuh proses,asalkan kamu mau belajar semua pasti akan mudah untuk di kerjakan,seperti saat kamu ceramah tadi,selama kamu mau berusaha apapun yang ingin kamu capai pasti akan terwujud,semua pasti akan ada proses.


Umi tidak marah sama kamu,sama sekali tidak,Umi hanya khawatir jika sampai kaki kamu yang terluka,tapi alhamdulilah kamu juga baik baik saja.


Lagi lagi mertua Nindira itu tak menunjukkan rasa marah atau kecewa sedikitpun terhadapnya,justru senyuman yang penuh kasih yang selalu Umi berikan.Rencana gadis itu gagal total.Dia tidak menyangka hati ibu mertuanya selapang ini.


Nindira tidak tau harus bersyukur atau tidak karena sudah mendapatkan ibu mertua yang sangat sayang,peduli dan sangat tulus menerima nya sebagai menantu,Umi tidak pernah membeda bedakan antara memperlakukan anak sendiri dengan menantu,malahan yang sering Nindira lihat jika mereka sedang berkumpul Faiz lah yang sedikit terabaikan.


Ya sudah Abi dan Umi ke dalam dulu ya Nak,kita lelah sekali karena perjalanan nya cukup melelahkan.


Iya Umi,sekali lagi Nindira minta maaf.


Mertuanya hanya melempar senyum singkat sambil berdiri dari tempat duduk nya dan melangkah menuju ke dalam kamar.


Nindira pun berdiri dan ingin membersihkan pecahan tadi,mau kemana Ra?tanya Faiz singkat.


Aku mau bersihkan pecahan tadi dan ingin meneruskan mencuci gelas yang aku pakai tadi.jawab Nindira.


Apa kamu belum puas sudah memecahkan tempat air tadi,sehingga kamu mau pecahin gelasnya juga.


Seketika Nindira melototkan bola matanya ke arah Faiz mendengar kata kata penuh sindiran dari suaminya itu.


Meskipun aku gak bisa melakukan pekerjaan ini,tapi aku juga bisa belajar dari kesalahanku dan belajar untuk memperbaikinya.Nindira menjawab dengan sewotnya,dan langsung meneruskan tujuannya.


Oh ya?ucap Faiz dengan penuh nada ledekan.


Nindira mengabaikan ledekan Faiz dan tetep melanjutkan untuk membersihkan pecahan nya tadi.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan pecahannya,Nindira bergegas mencuci gelas nya tadi,sedangkan Faiz hanya duduk di belakangnya sambil memandangi istri kecilnya yang kelakuannya sangat konyol sekali menurutnya.


Akhirnya?seru Nindira merasa senang karena pekerjaannya sudah selesai sambil mengelap tangannya yang basah dia bergumam kecil.


Udah selesai kan,aku mau balik ke asrama dulu kalau gitu?


"Aku antar".


Nindira buru buru menggeleng dan menolak niat baik suaminya untuk mengantarkannya balik."Nggak usah aku bisa pulang sendiri".Ucapnya.


"Kamu yakin?"


Ya,kenapa memang nya.


Faiz menggeleng kepala singkat,Ya sudah pulang sana.Paling ujung ujungnya juga balik lagi,gumam Faiz pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nindira.


Nindira melotot mendengarkan ucapan Faiz.


Ya sudah,aku pergi pamit tersingkapnya pada Faiz.Dan buru buru untuk segera keluar meninggalkan rumah ndalem.


Gadis itu berjalan ke arah depan rumah dan turun melewati tangga menuju halaman rumah karena rumah Faiz terasnya ada tangga yang memang sengaja di buat untuk mempermanis rumahnya.


Sesampainya di halaman rumah,gadis itu teringat jika untuk sampai menuju kamarnya dia harus melewati sumur tua yang terkenal keramat di kalangan para santri.


Dengan langkah ragu ragu Nindira berusaha melanjutkan jalannya cepat cepat.


Gedung dapur sudah terlihat di depan mata,Nindira pun segera mempercepat langkahnya.Nindira sudah akan mencapai sumur tua itu ketika ada suara terdengar lirih di telinganya.


Nindira tak tau itu suara apa.


Karena ketakutannya yang menjadi jadi lebih mendominasi.Dengan langkah lebar sedikit berlari dia berbalik ke arah rumah Faiz dan segera memanggil manggil nama suaminya itu.


Faiz.....Faiz....Nindira terus memanggil nama suaminya tanpa ada embel embel Gus seperti para santri pada umumnya.


Dengan tergesa dia masuk lagi ke dalam rumah dan untung saja Faiz tidak menutup pintu depannya karena dia sudah tau jika istri kecilnya ini akan kembali lagi,dan tebakannya benar.Istri kecilnya sedang lari langsung duduk di sebelah Faiz sambil ngos ngosan,Faiz pun menyodorkan minum ke padanya karena Faiz sengaja menunggu istrinya di ruang tamu sambil mengerjakan beberapa berkas yang ada di dalam laptopnya.


Kamu kenapa?Setelah istrinya minum barulah Faiz bertanya.


A-aku ingin pulang!Ujar Nindira yang kesusahan menjawab pertanyaan dari suaminya.


Nafasnya belum teratur.


Ya sudah silahkan,Faiz berujar seakan akan dia bingung dengan pernyataan istrinya.Padahal dalam hati dia terkekeh melihat istri kecilnya yang lari sampai ngos ngosan karena takut.


Antarkan aku pulang,ujar Nindira akhirnya.

__ADS_1


Lho bukannya tadi kamu tadi mau pulang sendiri,dan tidak mau aku antar.


I-itu Akau takut lewat sumur yang ada di sana,


Kata anak anak di sana sering ada Mbak Kunti yang suka duduk disana.Apalgi tadi pas aku lewat aku dengar ada suara suara aneh,jadi ya aku lari ke sini.Nindira menceritakan dengan penuh rasa ketakutan akan kejadian yang baru saja ia alami.Nindira merasa ketakutan dan syok dengan semua ini.


Faiz berdecak"Tunggu".Laki laki itu kembali ke dalam kamar untuk mengambil jaket,dan langsung memakaikannya ke pada Nindira.


Ngapain pakai jaket segala,kita kan cuma mau ke kamar aku,bukan ke luar jauh,Faiz mengabaikan protes dari Nindira,setelah memakaikannya Faiz mengacak ujung atas hijab Nindira.Sudah ayo.


Nindira nurut dengan semua yang di perintahkan suaminya,menggandeng tangan Nindira agar bisa berjalan beriringan dengannya.Sebelah tangan Nindira yang tidak di gandeng Faiz dia masukkan ke dalam kantong yang ada di samping jaket tersebut,aroma maskulin menyeruak ke dalam hidung Nindira.Aroma khas suaminya yang menempel pada jaket yang sekarang di pakai oleh Nindira membawa pikirannya menerawang jauh.Dimana kamu mendengar suara tadi,pertanyaan Faiz ketika membuyarkan lamunan Nindira.


Perasaan gugup dan rasa takut yang sempat hilang karena lamunan tadi seketika menyergapnya kembali,sadar kalau istrinya ketakutan Faiz melepas kan tangannya dan beralih merengkuh pundaknya,agar bisa lebih dekat dengannya dan juga bisa menetralisirkan rasa takutnya.


Nindira hanya bisa nurut dengan perlakuan Faiz,bahkan dia sampai tak sadar jika tangannya melingkar di pinggang suaminya,Faiz pun hanya diam saja dengan perlakuan yang Nindira berikan padanya.


Faiz menghentikan langkahnya,dan bertanya dengan sangat lembut.


Di antar sampai sini apa sampai depan kamar,tawarnya.


Seketika itu Nindira sadar lalu segera melepaskan tangan yang sedang melingkar di pinggang sang suami.


"Di sini aja,"Katanya sedikit sewot karena dia berusaha menutupi rasa malu dan gugupnya ke pada Faiz.


Tapi kan kamar kamu masih di ujung sana,lanjut Faiz lagi.


Kalau kamu antar Samapi ujung sana apa kamu mau cari perkara lagi.Nanti anak anak pada kepo dan berujung aku lagi yang akan dapat masalah.Sewotnya lagi.


Laki laki itu mengangguk paham,ya sudah kalau gitu hati hati.


Nindira hanya memutar bolanya malas,ya sudah aku pergi lanjutnya sambil melangkahkan kakinya.


Tapi tiba tiba dia menghentikan langkahnya saat teringat sesuatu.Trimakasih sudah mengantarkan aku,dengan nada sedikit salah tingkah dia berucap ke pada Faiz.Dan untuk jaketnya...Nindira belum selesai mengucapkan perkataannya Faiz langsung memotongnya,iya sama sama dan untuk jaketnya kamu pakai aja.Anggaplah itu sebagai pengganti ku yang sedang menemani mu waktu tidur,seketika ucapan Faiz membuat Nindira tersipu malau pipinya merah bagaikan kepiting rebus.Dia buru buru membalik kan badan dan melangkah cepat menuju kamarnya.


Setelah memastikan istri kecilnya sudah memasuki kamar dengan selamat Faiz pun berbalik untuk pulang.


"Kamu dari mana aja?"


Nindira baru saja tiba di dalam kamarnya yang seketika mendapatkan pertanyaan pertanyaan yang sangat menuntut dari sahabatnya Nisa.


Kok kamu tiba tiba ngilang habis selesai ceramah,aku sampai cari cari kamu ke semua penjuru,bahkan aku dari tadi sudah menunggumu di sini,tapi kamu malah gak balik balik.Nisa bertanya sambil menyipitkan matanya.


Dan dia juga masih menunggu jawaban yang akan di berikan oleh sahabatnya ini.


Alhamdulilah,untuk hari ini sudah author turutin untuk dobel up ya,trimakasih untuk dukungannya.🙏🙏🙏😘

__ADS_1


__ADS_2