Uztad Tampan Itu Suamiku

Uztad Tampan Itu Suamiku
Bab 2


__ADS_3

Saat ini mereka bertiga sedang berada di salah satu kamar pondok pesantren tempat Nindira akan menimba ilmu,dan sekaligus tempat orang tua dari suaminya.


Satu jam yang lalu akad nikah yang di lakukan dengan sangat sederhana itu telah usai.


Karena memang tidak ada perencanaan dari bulan-bulan sebelumnya,jadi akad nya hanya di hadiri oleh keluarga terdekat dari masing masing keluarga tersebut.Dan untuk acara resepsi kedua keluarga setuju untuk melakukan setelah anak-anak mereka sudah siap lahir dan batin,karena sampai saat ini saja sang mempelai perempuan belum juga tau wajah dari sang suami yang telah mengikrarkannya di janji suci pernikahan.karena saat ijab kobul mempelai pria dan wanita di pisah,tidak di pertemukan dulu,nanti setelah akad barulah sang mempelai wanita di panggil oleh penghulu untuk meminta restu dan do'a kepada sang suami dan keluarganya.


Dan sekarang ini mama dari sang mempelai perempuan sedang menuntun anak gadisnya yang telah di persunting laki-laki pilihannya yang di harapkan akan membawa perubahan besar bagi sang anak,terutama tata cara nya hidup yang di ridhoi Allah itu bagaimana.


"Ayolah Ra.....jalannya agak di percepat,kasihan semua yang ada di depan sedang menunggu kehadiranmu,seru sang mama kepada putrinya."


Iya,ma.....ini sudah cepat aku jalannya,apa aku harus berlari supaya cepat sampai di depan ma?pertanyaan sekaligus sindiran yang di lontarkan gadisnya hanya di respon dengan hadiah cubitan di lengan putrinya yang sangat luar biasa ini.


Aduh,!sakit ma....kenapa harus nyubit sih.?!protes Nindira terhadap mamanya.


Biar kamu paham apa kesalahanmu,dan Nindira pun hanya memutar bolanya malas.karna kalau sampai Nindira jawab Maka tidak akan ada habisnya perdebatan antara ibu dan anak itu.


Bagaimana harus bisa berjalan dengan cepat kalau hari ini saja,dia adalah hari pertama kalinya menggunakan hijab+kebaya putih yang sangat cantik dan alegan.pas banget dengan tubuhnya,walaupun kebayanya sangat menjuntai tapi modelnya pas banget dengan karakter Nindira yang tidak pernah pakek hijab itu,semua tubuh cantiknya terbungkus oleh kebaya yang sangat cantik yang menambah kesempurnaan sang Nindira,karena Nindira sudah sangat cantik tanpa harus mengenakan baju yang bagus,tapi sekarang karena hari istimewanya jadi dia harus tampil yang sangat memukau,walupun dengan hijab tapi tak memudarkan sedikitpun aura kecantikannya yang jelas Nindira malah lebih Perfect hari ini.


Dan tiba-tiba dia mengingat kejadian siang tadi,di mana ada lelaki yang memakaikan nya kerudung dengan sorban yang di sampirkan di bahunya tadi.Bagaimana aku bisa mengembalikan sorbannya,bahkan tau nama nya aja aku enggak,batin Nindira bermonolog.


Dan ternyata Allah langsung menjawab apa yang jadi pertanyaan dari Nindira di dalam hatinya tadi.


Sosok pria yang dia pikirkan sedang duduk bersam seorang laki-laki yang sangat berkarisma dan juga berwibawa walaupun usianya sudah sekitar 50 tahunnan,dan di sebelahnya lagi seorang wanita yang masih sangat cantik dan pakaian yang di pakainya pun menunjukkan kalau dia adalah wanita yang menjaga tubuhnya dari pandangan kaum Adam yang ingin menikmatinya,walaupun di usianya mungkin sekitar 40 tahun,tapi beliau sungguh masih nampak jauh di bawah umurnya.


Nindira masih sibuk dengan memandangi wajah tampan dan mempesona pria yang duduk di antara ke dua orang tuanya,Samapi sang mama menepuk bahunya untuk segera duduk di depan ibu mertuanya barulah Nindira sadar dari lamunannya.


Ibu mertua Nindira yang biasanya di sapa dengan Umu Salma itupun bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah menantunya.


Nindira hanya bersikap kaku karena perempuan berwajah teduh itu sedang mengusap kepalanya sambil melantunkan do'a do'a keberkahan kepada rumah tangga yang akan di jalani bersama putranya,dan di lanjutkan dengan mengecup kening Nindira dengan rasa tulus dan sayang terhadapnya,dan hati Nindira pun seolah terserang aliran listrik,dia merasa terharu dan merasakan kedamaian dalam hati nya.


Ternyata setelah ibu mertuanya selesai,Abi mertuanya juga ikut berdiri dan mengusap kepala Nindira walau tanpa ciuman di kening,tapi Nindira juga merasakan hal yang sama di dalam hatinya,perasaan bahagia dan nyaman menjalar ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Selamat datang anak ku,ucap Abi dan umi serempak".


Dan Nindira membalas dengan senyum yang sangat manis yang selama ini dia miliki.Sambil menatap bergantian ke pada Abi dan Umi mertuanya.


Umi mengapit tangannya dan membawanya bangkit dari sofa,ia menuntun Nindira ke arah suaminya yang saat ini sedang menatap kedua perempuan yang beda generasi itu berjalan menuju ke arahnya,dan Abinya yang melihat pemandangan itu sangat terharu bahkan sampai berair di ujung matanya,dan jangan di tanya lagi dengan ke dua orang tua Nindira bahkan sang mama sampai sesenggukan melihat Anak gadisnya di perlakukan semanis itu terhadap mertuanya.


Mereka benar benar bersyukur telah memberikan masa depan anak gadisnya terhadap keluarga yang tepat.


"Perkenalkan,ini adalah Faiz.


Faiz Zayyan Alfariqi.Laki laki yang akan menghabiskan seluruh waktu dan hidupnya denganmu nak.


"Suamimu".


Nada lembut yang di sampaikan Umi terdengar sangat merdu itu bagaikan cambuk yang di sabetkan di punggung Nindira.Kenyataan kalau Pria yang ia temui siang tadi adalah suaminya.Yang membuat Nindira enggak tau harus senang atau sedih.


Nindira Akui suaminya bukanlah sosok yang ia takutkan atau semenyeramkan yang selama ini dia pikirkan.


Seorang uztad yang pendek, dekil ,brewokan,dan tua apalagi di tambah perut buncitnya,Nindira membayangkan itu saja sudah tidak sanggup menghadapi kenyataan. Sewa


"Assalamu Alaikum ya Zawjatii."Nindira merasakan kerja jantung dan paru parunya berhenti seketika setelah mendengar sapaan yang telah di sampaikan suami tampannya ini kepadanya.


"Wa-Wa Alaikum salam"jawab salam Nindira singkat,karena Nindira judmga harus mengontrol kinerja jantungnya yang seakan habis lari maraton.Apalagi Suaminya menatapnya dengan tatapan mematikan yang membuat Nindira terasa di himoit oleh dua bukit yang akan menghimpitnya sampai kayak rempeyek,Nindira tak begitu mendengar salam yang di ucapkan sang suami ke padanya tapi dia hanya mendengarkan remang remang kalau ada sapaan salam dan dia hanya menjawab dengan,seadanya saja.karna dia harus menguasai rasa gugup yang ada pada dirinya.


"Nindira.....untung saja ada panggilan dari san mama,Seolah ada malaikat yang telah menolongnya dari himpitan gunung tadi".


Kami harus kembali lagi ke Jakarta malam ini,Nindira hanya diam saja tanpa menjawab pamit dari sang mama karena dai menganggap orang tuanya hanya bercanda saja.Tapi ternyata mama dan papanya tidak pernah bercanda apa yang beliau sampaikan adalah kebenarannya,bahwa malam ini juga orang tua Nindira benar benar pulang ke Jakarta.


"Kenapa harus malam ini juga?Kenapa tidak nunggu besok saja ma...pa....???rengek Nindira ke pada orangtuanya.


"Tidak bisa sayang....Papa dan mama akan berangkat ke Amerika besok pagi.

__ADS_1


Jadi kami mau tidak mau harus Pulang malam ini juga".Nindira tidak percaya kalau orang tuanya benar benar akan pergi ke Amerika,dia yakin pasti papa mamanya hanya beralasan saja untuk segera meninggalkan Nindira di tempat ini.Nindira sampai sampai punya fikiran jelek terhadap kedua orang tuannya,"apakah aku ini bukan anak kandungnya,sehingga mereka semua sudah tak peduli lagi terhadap aku".


"Sebelum pergi aku punya sebuah permintaan kepada papa sama Mama".


"Permintaan apa sayang?"


"Aku mau pernikahan ini di rahasiakan dulu untuk sementara",tandas Nindira,tapi ucapannya langsung dapat protesan dari kedua orang tuanya.


Tapi kenapa Nak....Bukankah lebih baik untuk mengumumkan saja pernikahan ini,agar tidak menjadi fitnah di kemudian hari.dan mertuanya pun menyetujui ucapan ke dua orang tua Nindira.


"Nindira cuma pingin hidup normal sebagai santri di pesantren ini.Tanpa ada embel embel sebagai istri atau yang lainnya.Nindira ingin orang lain memandang Nindira sebagai santri biasa selayaknya yang lainnya.Terlebih lagi usia Nindira sekarang masih 18 tahun untuk menjadi seorang istri.


Nindira pingin mengenal suami Nindira lebih baik dulu.


Dan itulah mengapa orang tua mereka mengadakan ijab kobul hanya sederhana saja Karana apa yang dia takutkan akan terjadi.


Kalau Umu dan Abi tadak masalah Nak,kami serahkan ke kalian berdua,karena di sini yang akan menjalani rumah tangga adalah kalian.jadi rundingkan dulu dengan suamimu gimana baiknya,Timpal Abi menasehatinya.


Karena apapun keputusan nya nanti itu tergantung dari ridhonya suamimu,bukan kita sebagai orang tua.Kita di sini sekarang hanyalah sebagai pendamping di mana kamu bersama suamimu membutuhkan bantuan,maka kami selalu siap Nak.


Nindira hanya memutar bolanya dan sekuat tenaga untuk tidak bicara kasar dan berteriak di hadapan mertuanya,apalagi masih ada papa mamanya di sini,dia tidak mau menyakiti hati kedua orang tuanya,karna sudah tidak punya sopan santun.


Jadi sekarang keputusan bagaimana kehidupannya berjalan ke depan bukan lagi di tentukan dirinya dan orang tuannya.Melainkan pria yang dari tadi hanya mendengarkan Debat alot antara istrinya dan orang tuanya.Apa nanti Nindira bukan lagi menjadi manusia merdeka di sepanjang hidupnya kelak.!


Nindira beralih menatap Faiz dengan tatapan yang tidak bersahabat,menuntut finalnya,tapi sayangnya pria itu masih diam dengan entah apa yang sedang di pikirannya.


"Jadi Bagaimana?desak Nindira tidak sabar".


Kita bicarakan ini besok,saya masih butuk waktu untuk memutuskannya,sebaiknya kita mengantarkan kepergian papa dan mama terlebih dahulu,kasian mereka nanti kalau harus lebih larut lagi pulangnya,apalagi beliau besok sudah harus berangkat lagi.


Lagi lagi Nindira harus memutar kedua bolanya lagi dengan jawaban yang telah di sampaikan oleh suaminya kepadanya.

__ADS_1


Suaminya itu bertindak seolah olah dirinya lah pemegang kekuasaan atau kendali di dalam hidupnya.Nindira bertekad kalau dia bukanlah wanita yang mudah di atur atur apalagi hanya seorang Faiz,suaminya harus tau kalau dia saat ini sedang berhadapan dengan siapa.Nindira sudah menggaris bawahi ke pada Faiz kalau dia bukan gadis yang mudah untuk di kendalika..


******Bismillah dengan judul baru semoga bisa selalu up Dite tanpa terkendala di rivieu oleh pihak novel toon.


__ADS_2