
Udara pagi hari sungguh sangat sejuk sekali,apalagi di area ponpes ini masih tergolong begitu asri,walaupun banyak gedung gedung untuk di jadikan tempat belajar para santri tapi di sana juga ada banyak pepohonan yang sudah di tata sedemikian apiknya.Jadi wajar saja jika udara nya masih terasa segar.Begitu pula dengan pagi yang di awali oleh Nindira,dia merasakan udara yang beda pada pagi ini.Jika biasanya di kotanya udara yang dia rasakan begitu panas,karena sudah banyak polusi tapi di sini dia begitu bebas untuk menghirup udara sebanyak banyak nya untuk mengisi oksigen pada paru parunya.Ya,Saat ini Nindira sedang menikmati udara di belakang rumah mertuanya,dia begitu menikmati dengan merentangkan kedua tangannya sambil memejamkan matanya,sampai sampai dia tidak sadar jika ada suara yang mengalun syahdu di Indra pendengarannya.
Apakah kamu hari ini jadi pingin pindah ke asrama pesantren?Suara berat tapi sampai bisa membuat jantungnya berdebar,tapi sungguh terdengar merdu di telinga Nindira.
Seketika Nindira membuka matanya dan menoleh ke arah suara yang ada di sampingnya.
Ya sosok laki laki yang sekarang ini sudah menjadi kan Nindira seorang istri,sekarang ia berdiri tepat di sampingnya.
Nindira pun hanya menjawab dengan anggukkan kepala nya saja,karna dia tidak mau terlihat kalau saat ini dirinya sedang sangat gugup,dia berusaha menetralkan detak jantungnya.
"Kalau memang itu yang menurutmu terbaik aku mengizinkannya tapi kamu harus ingat dengan apa syarat yang aku berikan kepadamu semalam"Tambah Sang suami memberikan izin kepada istri kecilnya ini.
"Ya baiklah,aku akan selalu berusaha untuk belajar sebagai istri yang baik,aku juga akan belajar tata cara untuk melayani suami yang baik"Jawab Nindira cukup jelas dan singkat.
Kalau begitu sekarang kamu bersiap siaplah,nanti setelah aku Menemui pimpinan Asrama putri baru aku jemput dan aku antar kamu ke sana.Jelas Faiz kepada Nindira.
Hhhemmm
Dan Nindira sekali lagi hanya menjawaab dengan singkat saja.
Nindira berjalan di belakang Faiz sambil membatin"Semoga ini adalah terakhir kalinya dia berduaan bersama Faiz,karna jujur saja dia sungguh tidak mampu jika harus berlama lama dengan suaminya.Baginya berduaan dengan Faiz bisa membuat hati dan pikirannya tak tenang,dan satu lagi kesehatan jantungnya juga harus ia jaga,karna tiap kali sama Faiz kerja jantungnya jadi tidak normal."
Keduanya masuk ke dalam rumah dengan tujuan yang berbeda,Nindira menuju ke kamar untuk menyiapkan dirinya dan barang ke butuhannya yang akan dia bawa ke Asrama,Sedangkan Faiz langsung keluar rumah menuju pimpinan Asrama perempuan yang tentu saja masih di kawasan dalam pesantren itu sendiri.
Apakah sudah siap semuanya?tanya umi sambil mendekat ke arah Nindira.Suaah Umi,Jawab Nindira sambil tersenyum kalem.Ternyata Umi menghampirinya ke dalam kamar dan melihat persiapan menantunya ini yang kekeh ingin pindah di dalam Asrama.
Kalau begitu kamu harus semangat untuk meraih apa yang kamu inginkan,dan jangan sampai kamu mengecewakan suami bahkan orang tuamu,pesan Umi ke pada Nindira,Iya Umi Insya Allah saya akan berusaha,Nindira menjawab sambil mengelus tangan Umi mertuanya.
Ya sudah kayaknya Faiz sudah sampai berhati hatilah dan kamu harus sering sering main ke rumah ndalem,tambah Umi lagi terhadap Nindira.Iya Umi Jawab Nindira sambil menyalim takzim kepada tangan mertuanya dan mengucapkan salam yang di iringi oleh Faiz untuk langsung mengantarkan Nindira ke Asrama putri.
__ADS_1
Nindira pikir seluruh uztadzah di pesantren ini sama semua seperti Umi mertuanya,Berkepribadian lemah lembut dan dengan tutur sapa yang menenangkan jiwa yang membuat siapa saja akan merasa nyaman berinteraksi dengannya,apa lagi dengan senyum teduh yang di tunjukkan ya,seakan membawa hati selalu damai sejahtera jika bersamanya.
Tetapi Nindira harus merubah pikirannya ketika berhadapan langsung dengan salah satu uztadzah Aisyah ternyata beliau serupa dengan sosok guru BK di SMK nya dulu,sosok guru yang selalu menampilkan aura yang tak pernah bersahabat dan jangan lupakan tatapan mata yang menyipit yang seolah olah melihat mu dengan segudang kesalahan dan dosa dosa yang siap kapan saja ia beri hukuman,dan belum lagi nada suaranya yang sangat terkesan ketus dan jutek dengan nada bicara yang keras dan tegas yang membuat siapapun langsung menciut nyalinya dan hanya akan bisa mengeluarkan cita kecil bagaikan tikus yang terkena jebakan yang tidak akan pernah sanggup untuk melawan atau memberontak sedikitpun.
"Jadi kamu adalah Nindira yang tadi di laporkan Uztadz Faiz ke pada saya,"Ucap Uztadzah Aisayah tanpa menoleh kepada Nindira,jangankan menoleh melirik saja tidak,pertemuan awal yang akan memberikan kesan yang mendalam.
Tatapan Uztazdaah Aisyah masih fokus membaca Formulir yang beberapa menit lalu di isi oleh Nindira,Ya,tadi Faiz hanya memberi tahu saja jika akan ada santri baru yang akan belajar.Dan Faiz waktu mengantar Nindira hanya sampai depan pintu saja.Karna itu semua juga atas permintaan Nindira yang tidak mau nanti di tanya yang aneh aneh oleh pimpinan Asrama putri.
Ustadzah Aisyah mengeluarkan beberapa kertas dari dalam lacinya
Sekarang kamu isi pertanyaan pertanyaan yang ada di dalam kertas ini agar saya dapat menentukan kamu akan masuk ke dalam tingkat Ula,Ulya dan Uhya.
Tingkat tingkat itu maksudnya apa?Tanya Nindira tak mengerti.
Tidak usah banyak bertanya.Saya akan jelaskan nanti setelah kamu selesai menjawab semua yang ada di dalam kertas itu,itupun jika kamu bisa menjawabnya meskipun saya bisa menebak kalau kamu tidak akan bisa menjawabnya dan saya juga bisa menebak kalau kamu akan masuk kelas mana.Lagi lagi ucapan Uztadzah Aisyah menyentil emosi Nindira.
Sejak kedatangannya tadi,Nindira sudah di buat kesal dengan Uztadzah Aisyah,Bagaimana tidak kesal,perempuan yang usianya sekitar 30 tahunan itu selalu memandangnya dengan sorot tatapan sinis,tatapan yang bagaikan Nindira itu adalah musuh yang harus di kenyapkan dari muka bumi ini,Uztadzah Aisyah itu menganggap Nindira adalah gadis yang urakan,nakal,tidak bisa di atur pokoknya segala jenis gadis yang sangat bermasalah,dan sudah tidak ada harapan lagi untuk ya berubah,dan dia kan merasa membuang buang waktu jika harus menghadapinya.Respon yang tidak sepantasnya guru berikan kepada seorang santri baru yang ingin mencari bekal,ilmu yang bermanfaat bagi dirinya dan yang ada di sekitarnya.Dan sekarang wanita itu bisa mengukur kemampuan Nindira hanya dari segi mengamati nya sejak mulai bertemu pada waktu masuk ruangan tadi.Ia seolah olah menilai jika Nindira ini masuk ke dalam kategori santri yang belajar kemari hanya untuk merubah sikap dan prilakunya saja,Ya walaupun itu memang tidak semuanya salah.
Waktunya 2O menit tidak kurang dan tidak lebih.Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dan di mulai dari hal yang terkecil.Syarat mutlak yang tidak bisa di tolelir di dalam pesantren ini adalah tentang kedisiplinan waktu.Nindira hanya bisa tersenyum kecut mendengar perkataan yang di sampaikan Uztadzah Aisyah kepadanya yang lebih condong ke pada sindiran.
"Baik"Jawab Nindira singkat.
Selama 20 menit itupun Nindira habiskan untuk menjawab soal soal yang ada di dalam lembar kertas tersebut.Nindira ******* ***** tangannya sambil komat Kamit tidak jelas,Otaknya sungguh sudah tidak sanggup lagi untuk mencerna Abjad abjad Arab yang tertulis di dalam lembaran tersebut,sungguh otak kecilnya sudah sangat panas bahkan sudah keluar kepulan kepulan asap di atas kepalanya yang sudah siap untuk meledak.
Pantas saja Uztadzah Aisyah memandangnya sangat skeptis.Nyatanya memang dia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan pertanyaan yang ada di dalam kertas itu,Nindira mengakui jika memang dirinya sangatlah kurang dalam ilmu agama,apa lagi tentang Abjad abjad Arab yang jarang banget dia pelajari selama ini.
Nindira hanya mengisi beberapa pertanyaan yang mampu ia kerjakan itupun pertanyaannya yang masih dengan tulisan latin,ya walaupun dia tak yakin dengan jawabannya benar atau tidak yang jelas dia sudah berusaha keras untuk menjawab.
Hasil tes kamu persis seperti apa yang saya pikirkan.Kamu akn belajar dari tingkat Ula.Untuk proses pembelajaran dan jadwal jadwal kamu akan di pandu oleh pembina kamar.
__ADS_1
Uztadzah Aisyah bangkit dari duduknya."Tunggu apa lagi,saya akan mengantarkan kamu ke Asrama."Nindira buru buru langsung bangkit dari tempat duduknya dan mengikuti langkah Uztadzah Aisyah yang sudah lebih dulu keluar dari ruangan yang sudah membikin kepala Nindira terasa mau meledak.
Di sebuah gedung bertingkat dua yang di dominasi cat berwarna putih.Uztadzah Aisyah menghentikan langkahnya.Dan dia memasuki kamar yang berada di deretan paling ujung.
Ruangan yang panjangnya kira kira 10m itu di bagi menjadi 6 ruangan yang berada di lantai satu bangunan itu.Nindira turut mengikuti langkah Uztadzah Aisyah yang memasuki kamar yang bernomorkan 6 tepat di depan pintu kamar hijau muda itu.
Di dalam kamar tersebut Uztadzah langsung di sapa dengan gadis yang diperkirakan Nindira adalah sebagai pembina kamar tersebut,mengingat wajahnya yang terlihat lebih dewasa di bandingkan dengan dirinya.
Aura Senioritasnya langsung menguar ke sudut sudut panca Indra Nindira.Tatapan tatapan intimidasi pun langsung di tunjukkan nya.
Hana,perkenalkan ini adalah Nindira santri baru yang akan menjadi teman sekaligus penghuni baru yang akan menempati kamar ini,Uztadzah Aisyah melihat ke arah Nindira dengan mengisyaratkan agar dia memperkenalkan diri ke pada pimpinan kamar dan teman yang lainnya yang ada di dalam kamar tersebut.
"Halo kak,Assalammu'alaikum sapa salam Nindira singkat dengan senyum ramah yang dia perlihatkan.
Saya Hana Aprilia cukup dengan kamu panggil Hana saja,Dan ranjang kamu sebelah ujung sana,balas Hana seraya menunjuk tempat disisi sebelah kiri Nindira.
Ia bisa melihat dengan adanya koper dan tas ranselnya yang ada di atas kasur yang blm ada sepreinya itu.
Baik kak,trimakasih atas bantuannya yang sudah repot repot membawakan koper dan tas saya ke dalam kamar ini.
Santai saja bukan saya yang bawa kok,balas Hana dengan senyum serat akan makna.
Tapi saya cukup terkejut dengan orang yang membawakan koper dan tas kamu itu ke sini tadi,tambahnya lagi.
Siapa,memangnya yang membawa ke sini karna seingat aku tadi koper dan tas ranselku,aku tinggal di depan pintu pada waktu masuk ke dalam ruangan Uztadzah Aisyah,tanya Nindira.
Gus Faiz jawab singkat itu yang langsung membuat jantung Nindira hampir berhenti berdetak.
Kenapa Gus Faiz sampai repot repot membawakan barang santri baru,kamu ada hubungan apa dengan beliau?
__ADS_1
******
Para redees jangan lupa tinggalkan jejak,dan ulasan ya,karna saya di sini menunggu dukungan dari para redees semuanya.Terimakasih.......