
Ray dan Meli berjalan pada prosesi pedang pora, tradisi khas untuk seorang tentara saat menikah. Ray dan Meli menjalankan prosesi itu cukup lama. Suara pukulan dram dan alat musik lainnya menghiasi perjalanan Ray dan Meli pada tradisi pedang pora.
Setelah acara pedang pora selesai, Ray dan Meli kembali ke pelaminan untuk menerima ucapan selamat dan doa dari para tamu yang telah datang. Ray dan Meli tak henti untuk tersnyum saat menyalami para tamu.
"Selamat ya Mel, kita jadi persit di batalyon yang sama nih"Sarah menyalami Meli kemudain memeluk nya bahagia.
“Ternyata manjur ya buket bunga nya”ujar mas Fad tersenyum bahagia menatap Meli dan Ray mengingat saat prosesi lempar bunga di pernikahan dirinya.
“Oh iya ya mas”ucap Ray tersenyum mengingat dirinya yang sebenarnya menangkap tangan Meli bukan buket bunga pada waktu itu.
“Alhamdulillah”balas Meli tersenyum.
“Gantian dong”Rafli menepuk pelan pundak mas Fad yang masih berada di depan nya menghambat antrian.
“Eh iya, sorry sorry”mas Fad dan Sarah langsung segera turun dari pelaminan.
“Selamat ya mas, mba”Rafli menyalami Ray dan Meli bergantian seraya terus tersenyum.
“Tunggu, ko bareng Rani?”tanya Meli saat melihat Rani berdiri di belakang Rafli.
“Iya mba, kan udah dapet restu”Rafli menunjuk Kusuma yang sedang mengobrol dengan Hendra menggunakan jari jempol nya.
Meli dan Ray tertawa pelan, “Iya deh, sukses ya kalian, semoga berjodoh”timpal Ray tersenyum.
“Aaamiiin ya Allah”ucap Rafli dan Rani bersamaan.
“Selamat menempuh hidup baru ya Ray”Karin menyalami Ray kemudian Meli dengan tersenyum bahagia melihat mereka bisa bersatu.
“Makasih dok”jawab Meli dengan senyuman yang manis dan bahagia.
“Jangan panggil dok dong”
“Eh, mba Karin”Meli menyebut ulang nama Karin tanpa embel-embel dokter.
*****
2 jam berlalu, Ray dan Meli sudah berada di kamar mereka setelah acara resepsi selesai. ray yang sudah mandi terlebih dahulu pun menunggu Meli yang sedang membersihkan badannya setelah seharian
menjadi ratu.
Ray memandangi foto dirinya dengan Meli yang terpajang di meja nakas samping tidurnya. Ray tersenyum, ia tidak menyangka akan menikah dengan wanita yang ia cintai, Ray kira dirinya akan menikah dengan Karin dan menjalani hubungan tanpa rasa.
Namun, kini Ray tenang karena dirinya mempunyai teman hidup yang membuat nya selalu nyaman saat bersama dan gelisah jika terpisah jauh. Ray berjanji dengan dirinya sendiri akan selalu ada untuk Meli, akan selalu melindungi Meli dan yang terpenting menjadi suami yang bertanggung jawab serta setia.
__ADS_1
“Loh mas, aku kira kamu udah tidur”ucap Meli saat keluar dari kamar mandi dengan menggosokan rambut nya dengan handuk.
“Belum lah, kamu aja belum selesai gimana mau tidur”jawab Ray tersenyum tipis.
Meli berjalan ke meja nakas, namun langkah nya terhenti saat Ray menarik tangan nya dan langsung mendudukan nya di pangkuan Ray.
“Mas, ap, ”ucapan Meli terhenti karena bibir nya yang mungil sudah di bungkam oleh bibir Ray.
Setelah mencium Meli, Ray pun bangkit dari duduk nya dan beralih ke arah jendela. Ray tersenyum melihat Meli yang masih duduk dan terdiam di pinggir kasur. “Kamu kenapa?”tanya Ray masih tersenyum.
“Mas, tau ga?”
Ray menggelengkan kepala nya.
“Itu ciuman pertama aku”jawaban Meli membuat Ray tertawa.
“Terus?”
“Yaaa, kamu ngambil gitu aja sih”
“Mel, kamu sama aku udah nikah, kita udah sah, saya berhak atas kamu, ga Cuma bibir, tapi semua Mel, SEMUA”ucap Ray menekan kata ‘semua’ kemudian kembali tertawa.
“Oh iya, astagfirullah aku lupa kita kan udah nikah ya”
“Ya ampun Mel, kita baru selesai resepsi dua jam yang lalu loh”Ray menghampiri Meli dan duduk di depan nya.
“Sini”Ray mengambil alih hairdryer yang di pegang Meli kemudian mulai mengeringkan rambut Meli.
“Waaa, romantis nih”
“Apaan sih masa gini aja romantis, kalo gini baru”ucap Ray seraya menciumi pipi chuby milik Meli berkali-kali.
“Mel, aku sih pengen cowo tapi kalo cewe juga ga papa deh”ucapan Ray membuat kedua pipi Meli memerah karena malu.
“Kalo aku sih apa aja mas”jaawb Meli malu-malu.
“Yaudah yu”ajak Ray denga tersenyum lebar seraya merentangkan kedua tangan nya
“Kemana?”
“Kita kan harus berusaha”
Meli menghampiri Ray dan memeluk Ray, Meli meresapi setiap kali jantungnya berdebar kencang begitu pun Ray yang memeluk Meli erat seakan tidak ingin melepaskan nya.
__ADS_1
*****
"Makasih ya Ka udah nganter aku pulang"ucap Rani tersenyum pada Rafli.
"udah tugas aku buat nganterin kamu dengan aman dan nyaman"jawab Rafli yang tersenyum senang menatap Rani.
"Ka, aku kan masih kelas satu SMA, udah gitu aku punya penyakit, aku ga tau sampe kapan aku bisa hidup"
Rafli menepuk pelan pundak Rani, "Ran, cuma Allah yang bisa menentukan kematian seseorang, kita sebagai manusia ga boleh ngomong kaya gitu, kita ikuti aja alur nya". "Kalo masalah sekolah, pasti mas tungguin, ohya sekarang jangan panggil ka ya, panggil mas"
Rani tersenyum menatap Rafli kemudian menganggu. "Yaudah kamu pulang lah mas"
Rafli yang mendengar itu langsugn tersenyum sumringah, "Ya Allah terima kasih, akhirnya saya ga jomblo lagi"ucap Rafli senang.
Rani yang melihat itu hanya tertawa seraya menggelengkan kepala nya. "Udah pulang, nanti kemaleman"
Raflli mengangguk, "Yaudah kamu masuk dulu lah"suruh Rafli.
"Ngga lah, kamu aja yang pergi dulu"
"Kamu aja yang masuk lebih dulu"
"Oke, aku masuk ya, hati-hati dijalan mas"Meli melambaikan tangan nya pada Rafli yang masih berdiri menatap nya seraya membalas lambaian tangan Rani.
Setelah ,melihat Rani masuk ke dalam rumah nya, Rafli langsung menyalakan mesin mobil nya dan bergegas pulang ke asrama untuk mengistirahatkan badan nya lelah.
*****
"Mas, aku pengen ketoprak tapi ketoprak yang di tangerang itu mas"rengek Sarah yang mengidam. Sarah memang tengah hamil 3 bulan.
"Ya ampun de, ga ada yang lebih jauh lagi?"
"Ada mas, yang di bogor deket tukang soto babat haji imam"
Mas Fad yang frustasi hanya menghembuskan nafasnya. "Aku cariin yang deket sini aja ya"
"Ga mau mas, mau nya yang di tangerang kalo ga yang di bogor"Sarah merengaek tidak ingin ketoprak selain yang dijual di tangerang ataupun bogor.
"Kenapa gitu sih?"mas Fad yang memang mengantuk pun terasa sedikit kesal mendengar permintaan Sarah.
"Yaudah kalo ga mau beliin"sarah masuk ke dalam kamar nya namun ditahan oleh mas Fad yang tersenyum manis pada Sarah.
"Pedes ya mas"Sarah kembali masuk ke kamarnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Perjuangan menjadi dady, semangat"mas Fad berusah menyemangati dirinya ditengah tanggung jawab nya.
*****