Waktu Berharga

Waktu Berharga
Hari Pertama


__ADS_3

Georgina Geraldin adalah seorang wanita cantik, ramah dan baik hati. Dia terlahir dalam keluarga sederhana dan berkecukupan. Memiliki dua kakak laki-laki, satu kakak perempuan dan satu adik perempuan. Ayahnya abah Hermawan seorang buruh bangunan, sedangkan ibunya bunda Renata adalah ibu rumah tangga yang mengurus segala urusan rumah dan terkadang membuat jajanan yang terbuat dari ubi-ubian.


"Gege...!!!" itulah nama panggilan dari Georgina Geraldin, anak keempat dari lima bersaudara. Gege menoleh ke arah suara yang datang memanggilnya. Ternyata Giona Giovani, kakak perempuan Gege yang akrab dipanggil Gigi.


"Yah kak, ada apa?!!" Gege menghentikam langkahnya dan melihat kearah Gigi.


"Nanti disekolah kalau kamu mau jajan, mintak sama kakak yah. Soalnya bunda tidak ada uang kecil."


"Iyah kak." Jawab Gege singkat melanjutkan langkahnya dan menyalami sang ayah yang tengah duduk santai menikmati secangkir kopi.


"Gi, ini kerupuk ubinya jangan lupa dibawa. Bunda buat 50 bungkus buat kamu dan 25 bungkus buat adekmu." Imbuh Bunda Renata yang datang dari dapur.


"Iya bun, kami pamit sekolah dulu." Sambil mencium tangannya Gigi pun berpamitan dengan bunda dan abahnya.


Dibelakang Gigi, Gege mengikuti apa yang dilakukan oleh kakaknya. "Assalamualaikum Bah, Bun." Ucap mereka berdua hampir bersamaan.


"Wa'alaikumsalam nak." Serempak Abah dan bunda membalas salam mereka.


Gege dan Gigi kesekolah berjalan kaki, karena jarak sekolah dan rumah mereka cukup dekat. Hanya dalam waktu 10 menit mereka akan sampai disekolah yang mereka cintai.


"Ge kamu senang gak, hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah." Tanya Gigi pada adik kecilnya, ketika mereka sedang jalan santai menuju sekolah.


"Ge senang banget kak, karena akhirnya Gege bisa masuk kedalam kelas. Bertemu teman baru, duduk diatas kursi dan menulis di atas meja. Hehehe...Gak perlu sembunyi-sembunyi lagi dibelakang jendela." Sambil tersenyum manis memperlihatkan sederatan gigi mungilnya.


"Hahaha..." Gigi tertawa renyah mendengar ucapan sang adik, dengan gayanya yang lucu dan cara bicaranya yang seperti orang dewasa tapi sangat menggemaskan.


"Baguslah, kamu harus tetap semangat dan dapatkan juara kelas. Oke...!!!" timpal Gigi menasehati dan menyemangati adiknya.


"Oke kakak..." Jawab Gege singkat sambil melangkahkan kami kecilnya sambil menjinjing jajanan yang dibuat oleh bunda mereka.

__ADS_1


Sebelum masuk sekolah, Gege memang selalu mengikuti kakaknya kesekolah. Diam-diam Gege akan melihat kakaknya yang sedang belajar dari luar jendela dengan memegang satu buku dan pensil. Ketika belajar menulis, maka Gege akan menulis dibukunya. Ketika belajar membaca, Gege akan mengikuti dari luar. Meski begitu, Gege tidak pernah membuat guru yang sedang mengajar kelas kakaknya marah. Sebisa mungkin Gege tidak akan membuat keributan, dia tau jika dia membuat masalah. Maka kakaknya akan dimarahi oleh gurunya. Begitulah hari-hari yang dilakukan Gege sebelum memasuki sekolah pada hari ini.


Sesampainya disekolah Gege langsung masuk kedalam kelas dengan semangat yang menggebu-gebu dia mengeluarkan alat-alat tulis yang akan dia gunakan.


"Selamat pagi anak-anak," seorang guru memasuki ruang kelas dengan senyuman yang sangat manis. Namanya buk maya, wali kelas Gege.


"Selamat pagi buk guruuu...!!!" Jawab anak-anak serempak.


"Sebelum kita mulai, ayo kita saling berkenalan terlebih dahulu. Jadi siapa yang mau kedepan duluan...?!" imbuh buk guru menatap anak-anak muridnya yang duduk manis dibangku masing-masing.


Semua murid hanya diam mendengar ucapan sang guru, tidak ada yang berani menjawab apalagi maju kedepan. Setelah beberapa detik kemudian, Gege menunjuk tangan dan maju kedepan.


"Hallo semua, nama saya Gege. Saya punya hobby membaca. Cita-cita saya mau jadi dokter. Terima kasih." Gegepun langsung duduk setelah memperkenalkan diri.


Melihat Gege yang sudah tampil duluan, teman-teman yang lain mengikuti secara bergantian.


Hari pertama sekolah Gege berkenalan dengan banyak teman baru. Semua teman-temannya sangat baik, disekolah Gege banyak mendapatkan pelajaran baru. Menulis, membaca, mengerjakan tugas berhitung dan tampil kedepan menyelesaikan soal-soal yang diberikan guru kelas. Karena Gege sangat suka tampil kedepan, tanpa diminta sama sang guru maka dia akan langsung menunjuk tangan. Menyelesaikan tugas dengan mudah, lalu kembali duduk ketempatnya dengan manis.


Lonceng sekolah berbunyi menandakan waktu pulang sekolah. Seluruh anak-anak berlari menuju pintu keluar. Ada yang kejar-kejaran, ada yang jalan santai sambil bercanda ria, ada juga yang hanya mengikuti dari belakang sambil menundukkan kepalanya.


Gege berjalan riang keluar dari kelasnya, sedangkan Gigi masih berada disekolah. Karena jam pelajaran mereka memang berbeda. Gege sekolah hanya sampai jam 10 siang, sedangkan kakaknya Gigi harus disekolah hingga makan siang.


"Kak aku pulang dulu yah," ucap Gege ketika melihat kakaknya Gigi yang baru saja keluar dari kelas jam istirahat.


"Iya, langsung pulang yah jangan kemana-mana dan hati-hati dijalan."


"Baik kakakku..." Gegepun melanjutkan langkah kecilnya berjalan menuju gerbang sekolah.


Jarak sekolah dengan rumah mereka tidak terlalu jauh, hanya dalam waktu 10 menit dengan berjalan kaki Gege sampai dirumah.

__ADS_1


Sesampainya dirumah Gege langsung mengganti seragam sekolah dengan pakaian rumahan. Suasana rumah sangat sepi, karena orang tua Gege tidak dirumah, mereka bekerja diluar rumah. Ketika abah tidak ada proyek bangunan, maka abah dan bunda akan pergi kekebun kecil milik mereka yang tidak jauh dari sekolahan Gege.


Selesai makan siang, Gege pergi bermain keluar bersama teman-temannya. Menjelang sore dia kembali kerumah menyelesaikan tugas rumah.


Dirumah Gege tidak memiliki kamar mandi, sumur atau sumber air yang bisa digunakan untuk bersih-bersih. Jadi dia harus mengangkut air dari rumah tetangga yang berada didepan rumahnya.


"Teteh, aku numpang ambil air yah teh," ucap Gege sambil memegang 2 ember ditangannya.


"Iya, ambil aja." sahut sang punya rumah yang merupakan kerabat Gege.


Gege menimba air hingga semua ember-embernya penuh. Setelah selesai mengangkut air, Gege lanjut mencuci piring dan menyapu rumah. Sedangkan sang kakak yang sudah berada dirumah memasak air dan nasi. Untuk lauk pauknya sudah disiapkan dipagi hari oleh bunda Renata.


"Kak ayo kita kesungai, aku sudah selesai mengerjakan kerjaanku."


"Yah udah, kakak ambil pakaian ganti dulu."


Selesai mengerjakan pekerjaan rumah mereka, mereka lanjut mencuci pakaian dan mandi disungai dekat rumah mereka.


"Bawa ember yah dek, tempat air." Kakak bawa cucian."


"Iyah kak."


Sampai diSungai, Gege langsung mengisi embernya dengan air sumur yang dibuat ditepi sungai. Air ini digunakan untuk minum setelah mereka masak hingga mendidih.


Dimalam harinya Gege dan keluarga akan duduk berkumpul diruang keluarga sambil bercerita dan mendengarkan cerita dari sang ayah yang biasa dipanggil abah. Abah sangat suka memberi nasehat untuk anak-anaknya, berbeda dengan bunda mereka. Beliau sangat cerewet dan memiliki nada suara yang tinggi. Sehingga ketika beliau berbicarapun terdengar seakan-akan seperti sedang marah-marah, padahal bukan begitu. 😅


Gege sangat dekat dengan Abah dibandingkan dengan bundanya. Banyak yang mengatakan, jika anak perempuan mirip ibunya maka mereka akan sering bertengkar. Seperti itulah keadaanya, Gege memang sering kali ribut dengan sang bunda. Bahkan hal sepelepun mereka permasalahkan.


"Ge gimana disekolah tadi...?!! Hari pertama masuk senang gak?." Tanya sang Abah ke anak tercinta.

__ADS_1


"Tentu saja bah, Gege bertemu banyak teman baru. Bahkan Gege tampil kedepan bah. Gege menjawab semua pertanyaan buk guru dengan benar. Siapa dulu, kan anak abah." Jawab Gege tersenyum lebar kepada sang ayah dan tak lupa menyanjung sang ayah yang sangat disayanginya.


"Hahaha..." Semua tertawa mendengar ucapan Gege, sekaligus bangga dengan sikecil bawel yang selalu bikin heboh dirumah. Meski dirumah Gege termasuk anak yang bawel dan sangat periang, tapi pada dasarnya dia adalah anak yang pemalu diluar sana. Apalagi jika bertemu dengan orang baru. Cerita hari pertama disekolahpun berakhir.


__ADS_2