Waktu Berharga

Waktu Berharga
Salah Masuk Lubang


__ADS_3

Setelah kejadian sulit yang menimpa Gege, dia memutuskan untuk pulang kekampung halamannya. Pikirannya kacau, seminggu lagi dia akan wisudah. Namun dia harus menghadapi hubungan yang rumit dengan pasangan wisudahnya.


Raka menelphone Gege setiap hari, bahkan hampir setiap beberapa jam dia akan menelphone. Namun Gege tidak pernah mau mengangkat telphone dari Raka. Karena dia benar - benar ingin menenangkan hati dan menjernihkan pikirannya. Sehingga dia memutuskan untuk menolak telphone dari Raka dan membiarkannya begitu saja.


"Ge... Mas mohon, jangan diamkan mas seperti ini. Angkat telphone mas Ge. pleaaasss... 😭😭😭" Raka mengirim banyak pesan kepada Gege, namun Gege juga tidak membalas satupun pesan dari Raka.


"Abah, ternyata mas Raka tidak sebaik yang Gege pikirkan. Dia memang lelaki yang pintar dan juga punya wawasan yang luas. Namun, dia masih terjerat dalam hubungan masa lalunya. Gege harus bagaimana abah? Gege tidak ingin melanjutkan hubungan yang seperti ini, apalagi ini menyangkut hubungan pernikahan. Seumur hidup Gege akan bersama dia, jika dia memiliki sikap seperti ini. Akankah Gege bisa hidup bahagia dengannya abah?!!"


Abah terdiam sejenak setelah mendengar ucapan Gege. Beliau ingin memahami pokok permasalahannya terlebih dahulu. Agar bisa memberikan masukan buat anak kesayangannya ini.


"Coba kamu tanya pada hatimu nak, apakah kamu mau menerima orang seperti itu?!! Apakah dia layak untuk kamu pertahankan?!! Apakah kamu akan bahagia, jika kamu menerima masalalunya?!! Setiap orang memiliki masalalu dalam hidupnya nak, termasuk dia juga. Jika dia bisa melupakan masalalunya dan menjalani masa depannya, mungkin tidak ada salahnnya kamu memberikan dia kesempatan. Namun jika dia masih berhubungan dengan masalalunya, tapi juga menginginkan masa depannya bersama kamu. Tinggalkan dia, karena seorang lelaki yang tidak bisa dipegang omongannya. Bukanlah lelaki yang layak untuk dipertahankan."


"Iya Abah, Gege mengerti. Terima kasih abah, karena abah selalu mensupport Gege. Gege ingin memaafkan kesalahan dia, jika dia mau merubah sikapnya. Karena selama bersama dia, dia memang tidak pernah menyakiti Gege dan sudah banyak membantu Gege abah."


Setelah beberapa hari, Gege harus kembali kekota A mengikuti acara wisudahnya. Dua hari sebelum wisudah, Gege menemui Raka dan menyuruhnya untuk datang ke kontrakan nya.


"Silakan masuk mas." Gege mempersilahkan Raka masuk kedalam kontrakannya. Seperti biasa, Gege akan membuka lebar pintu kontrakan. Orang disekitar sudah mengenal baik mereka berdua, karena selama ini Gege dan Raka memang tidak pernah berbuat hal aneh - aneh. Meskipun dikontrakan Gege hanya sendirian, tapi pintu kontrakan memang tidak pernah ditutup. Sehingga masih terlihat jelas dari luar.


"Mqkqsih Honey, karena kamu mau bertemu dengan mas." Raka sangat senang, karena akhirnya dia bisa bertemu dengan Gege.


"Mas, aku akan terus terang saja sama kamu. Jujur hati aku sangat sakit karena kamu sudah membohongi aku. Kita sudah dua tahub bersama mas, bahkan kita sudah merencanakan pernikahan kita nanti. Aku benar - benar gak nyangka kamu bisa setegah ini sama aku. Mungkin kita belum berjodoh mas, aku ingin kamu menyelesaikan urusan kamu dengan perempuan itu. Dan aku tidak ingin ikut campur lagi urusan kalian. Ayo kita putus aja mas." Gege tidak bisa menahan rasa sakitnya, sehingga tanpa dia sadari air matanya menetes begitu saja.


"Kasih mas kesempatan Ge, mas sangat mencintai kamu. Mas kan sudah mengatakan yang sebenarnya dan mas tidak menutupi apapun lagi. Jangan putusin mas Ge, mas mohon...Maafkan mas Ge. "


"Maaf mas, setiap kali aku berusaha untuk melupakannya. Aku selalu membayangkan kebersamaan kamu dengan perempuan itu. Aku benar - benar gak bisa mas, aku akan memaafkan kamu. Tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi."


"Baiklah jika itu keputusan kamu, tapi mas mau kita berpisah secara baik - baik. Mas ingin mengajak kamu jalan untuk terakhir kalinya. Mas harap kamu tidak akan menolaknya Ge." Raka juga ikut meneteskan air matanya, membuat Gege merasa bersalah.


"Baiklah, aku bersiap - siap dulu."


Setelah Gege bersiap - siap, mereka naik kedalam mobil. Raka mengajaknya kesebuh tempat dan ternyata itu adalah sebuah hotel.


"Ngapain kita kesini mas?!!" Gege terkejut, karena Raka membawanya masuk kedalam lobi hotel.


"Didalam ada tempat makan yang enak Ge, sudah lama mas ingin ngajak kamu kesini. Tapi belum pernah kesampaian dan mas gak nyangka, ternyata kita kesini disaat hubungan kita harus berakhir. Mas udah pesan tempat, ayo kita masuk."


Gege memang sangat mempercayai Raka, sehingga dia mengikuti Raka begitu saja. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun, Gege menerima ajakan Raka.

__ADS_1


"Kamu pasti akan sangat menyukainya Ge." Raka tersenyum puas, karena berhasil mengajak Gege. Sedangkan Gege hanya berjalan melihat sekitarnya yang begitu banyaj kendaraan parkir.


"Sepertinya tempat ini memang bagus, banyak sekali pengunjungnya." Gege bergumam dalam pikirannya.


Setelah tiba disatu ruangan, resepsionis hotel membukakan pintur kamar. Gege hanya diam saja ketika Raka menggandeng tangannya masuk kedalam kamar tersebut.


"Mas, bukannya kita mau makan. Tapi kenapa kita masuk kedalam kamar?!! Bukannya kita makan dilantai paling atas, atau cafe hotel gitu?!!" Gege masih bingung dengan situasinya.


"Honey, kalau disini kita mesan makanan dikamar. Bentar lagi mereka akan ngantar makanannya kesini. Kamu tunggu sebentar yah."


"Aku memang tidak pernah makan dihotel, tapi aku tidak pernah mendengar hal yang seperti ini. Mas kamu gak membohongi aku kan?!!"


Raka memegang tangan Gege dan mengajaknya duduk diatas tempat tidur. "Hei... kamu udah gak percaya sama mas lagi?!! Apa selama ini mas pernah nyentuh kamu?!! Bahkan mas minta ciuman aja kamu gak pernah setuju kan?!! Lalu bagaimana mungkin sekarang mas maksa kamu."


"Aku harap kamu gak membohongi aku lagi mas." Gege berusaha untuk tetap tenang, meskipun hatinya sekarang sangat gelisah.


Tidak lama kemudian, bel berbunyi dan Raka membuka pintunya. Ternyata memang benar, makanannya sampai.


"Kamu lihatkan, mas gak bohong. Makanan ini enak banget loh. Kamu cobain aja, kamu pasti suka."


Gege melihat makanan yang datang, semua terlihat sangat enak. Ada ayam goreng, Spagetty, burber, dan dessert kesukaan Gege.


"Hmmm... ini sangat enak mas, aku sangat menyukai dessertnya. Terima kasih."


"Iya, sama - sama sayang. Lain kali mas akan bawa kamu makan kesini lagi. Kamu maukan?!!"


"Gak mas, kita sudah sepakat. Ini adalah pertemuan terakhir kita, setelah ini kita tidak memiliki hubungan apa - apa lagi."


"Apa kamu gak mau mempertimbangkan sekali lagi sayang?!! Mas benar - benar minta maaf. Dan lihatlah... (Raka mengeluarkan satu buah cincin emas) ini adalah tanda keseriusan mas, mas sudah mempersiapkan cincin ini untuk pernikahan kita."


"Mas, jangan lakukan ini. Kita tidak bisa bersama lagi, mas juga bisa memberikan itu kepada wanita yang jauh lebih baik dari pada aku mas."


"Gak Ge, mas maunya kamu." Raka mulai memegang tangan Gege dan menariknya kembali ke atas tempat tidur.


"Mas kamu apa - apaan ini?!!" Gege terkejut, karena Raka membuatnya tertidur diatas tempat tidur.


"Aku tidak akan melepaskan kamu." Raka mencoba untuk melepaskan pakaian Gege.

__ADS_1


"Mas...Kamu sudah gila yah?!! Lepaskan aku...!!! Aku tidak akan pernah memaafkan kamu, kalau kamu berani menyentuh aku."


Seperti kerasukan, Raka tidak menghiraukan ucapan Gege. Dia tetap berusaha untuk melepaskan pakaian Gege. Gege sangat ketakutan, sekuat apapun dia memberontak. Dia tidak bisa mengalahkan kekuatan Raka yang sudah dipenuhi oleh nafsu.


"Mas aku mohon, lepaskan aku." Gege berusaha sekuat tenaga untuk memberontak, namun tenaganya kalah oleh Raka.


"Sayang, kamu adalah milikku dan aku tidak akan pernah melepaskan kamu." Rakapun berhasil melepas sebagian pakaian Gege.


"Tidak mas, kamu tidak boleh melakukan ini ke aku. Aku mohon mas, jangan lakukan ini.. " Gege menangis ketakutan, dia tidak berhenti untuk terus berusaha terlepas dari genggaman Raka, namun Raka makin mengunci Gege dibawahnya.


"Sayang, ayo kita nikmati hari ini dengan kebahagiaan. Jangan menolak lagi, lagian kita juga akan menikahkan?!!" Raka mencium paksa bibir Gege, namun Gege menolak dan menggigit bibirnya.


"Prak... " Raka menampar Gege dan makin membuas. Hingga dia berhasil melepas semua pakaian Gege.


Dia mulai mencium leher Gege dan merayapi seluruh tubuhnya. Hingga dia tertegun melihat mahkota Gege yang sangat menantangnya.


"Bajingan kamu mas, kamu benar - benar brengsek. Aku membencimu, aku sangat membencimu..." Gege berteriak dan menangis, namun Raka tidak mempedulikannya. Dia tetap melanjutkan aksinya dan berusaha merenggut kesucian Gege. Hingga aksinyapun berhasil, Gege menjerit kesakitan.


"Raka... Kau laki - laki brengsek, aku membencimu. Ahhh... ini sangat sakit, lepaskan aku...!!! Lepaskan aku bajingan..." Gege mendorong tubuh Raka dengan sekuat tenaganya.


Raka berhenti melakukan aksinya dan pergi kekamar mandi. "Apa dia sudah tidak perawan? Kenapa tidak ada darah yang keluar?!!" Raka bergumam dalam pikirannya.


"Ternyata kamu pembohong Ge, siapa yang sudah mengambil kesucianmu? Cepat jawab?!!" Raka sangat marah, dia merasa tertipu.


"Kau yang brengsek, aku ingin pulang."


"Aku kira kamu memang perempuan baik - baik, karena kamu selalu menolak aku setiap kali aku meminta ciuman. Ternyata dibelakang aku kamu juga sering melakukannya."


Gege hanya diam, dia tidak mengerti apa yang dimaksud Raka. Karena saat ini, dia merasakan sakit yang luar biasa. Apa mungkin dia sudah tidak perawan lagi?!! Tapi dia tidak merasakan sakit apapun pada vaginanya. Melainkan yang sakit adalah lubang anusnya. Perih dan sangat sakit, hingga dia sulit untuk menduduki pantatnya.


"Sudahlah, cepatlah bersiap - siap. Kita pulang sekarang."


"Sepertinya dia salah paham, aku belum pernah melakukannya dengan siapapun. Mungkin ini lebih baik, agar aku selamat dari dia." Gege bergumam dalam hatinya.


Sesampainya dikontrakan, Gege tidak langsung turun dari mobil. Dia menatap wajah Raka yang terlihat sangat kesal.


"Mas, aku gak tau apa yang ada dipikiran kamu. Tapi yang pasti, aku belum pernah berhubungan dengan siapapun. Asal kamu tau, kamu salah memasuki lubang. Berkat kamu, bukan hanya hatiku yang sakit, lubang anusku juga kau buat sangat kesakitan. Kamu benar - benar jahat mas." Gege langsung keluar dan berjalan seperti orang aneh kedalam kontrakannya.

__ADS_1


Raka bingung, apa mungkin dia salah masuk lubang?!!


__ADS_2