
"Hiaaat... Hiaaat... Hiaaat...!!!" Arga menampilkan penampilan yang sempurna untuk Gege.
"Gimana, kamu sudah melihatnya dan kamu juga bisa langsung praktekin."
"Baik kak." Gege pun mengikuti langkah Arga dan mencobanya sendiri.
Beberapa kali Gege salah gerakan dan Arga mencoba untuk memperbaiki gerakan Gege. Dengan tenang dan telaten Arga mengajari Gege, sehingga teman - temannya yang lain hanya menyaksikan keseruan mereka seperti sedang menonton adegan film.
"Wah... wah... Kayaknya sebentar lagi dalam kelompok ini akan ada sepasang kekasih yang kasmaran nih...!!!"
"Benar juga bro, adik gue udah dewasa dia."
"Hahaha... Memangnya biasanya dia tidak dewasa?!!"
"Tidak... Dia selalu bersikap seperti anak kecil."
"Bukannya kamu sedang membicarakan dirimu sendiri...?!!"
"Hehehe..." Arya pun tertawa malu mendengar ucapan temannya. Karena, meskipun Arya kakaknya, dia memang bersikap lebih kekanakan dibandingkan dengan Arga.
Diposisi Arga dan Gege, mereka tengah asik latihan (memadu kasih). Arya sangat senang, karena akhirnya dia bisa bicara langsung dengan Gege.
"Duh kak, makasih banget yah udah mau sabar ngajari aku." Gege tersenyum malu.
"Iya, kamu bisa kapanpun minta bantuan kakak. Kalau ada pelatihan yang tidak kamu mengerti, kamu bisa tanya langsung ke kakak gimana caranya."
"Oke siap kakak...!!! Aku dekat teman - teman aku dulu yah kak." Gege berpamitan ingin kembali ke teman - temannya.
"Baiklah." Arga tersenyum manis ke arah Gege.
Setelah Gege pergi, teman - teman Arga menghampirinya.
"Cieee yang lagi kasmaran..."
"Jangan lupa pajak jadiannya..." Arya ikutan nimbrung godain Arga adiknya.
"Apaan sih, gak jelas banget kalian..." Arga meninggalkan mereka yang terus saja menggodanya.
"Malu - malu dia...Hahaha..." Semua tertawa melihat Arga yang salah tingkah.
Keesokan harinya, Gege kembali kesekolah dan bertemu teman - temannya.
"Ge gimana isi suratnya?!!" Iris langsung menghampiri Gege yang baru saja sampai disekolah.
Gege tidak menjawab pertanyaan Iris, dia hanya diam dan melanjutkan langkahnya memasuki kelas dan duduk dibangkunya.
Tiga sejoli mengikuti Gege dari belakang, mereka mengerumuni Gege dan memandang serius ke arah Gege. Namun Gege lagi - lagi hanya diam.
"Ge, kok kamu diam aja sih... Cerita dong...!!!" Sekarang giliran Titik yang bertanya, sedangkan yang lain manggut - manggut juga ingin menunggu jawaban dari Gege.
"Kalian serius mau tau?!!"
"Gege...!!!" Mereka teriak secara bersamaan, gemas melihat tingkah Gege.
"Hahaha..." Gege tertawa puas.
__ADS_1
"Dia nulis surat cinta ke aku, aku bingung harus balas atau gak."
"Memangnya kenapa?!! Kenapa kamu harus bingung? Yang nulis surat itu kak Arga kan?!!"
"Iya kak Arga Tik, senior kita dulu."
"Bukannya kalian juga ikut pelatihan silat yah?!!"
"Iya Mi, bahkan semalam aku minta di ajari sama kak Arga."
"Kamu serius Ge?!! Berarti kalian udah jadian?!!"
"Iya belum lah Ris...!!! Bodohnya aku belum baca surat itu pas pulang sekolah. Dan malamnya aku langsung pergi latihan."
"Lah, terus kapan kamu baru tau kalau surat itu ditulis kak Arga?!!" Umi ikut bertanya.
"Setelah pulang latihan baru aku baca. Ketika aku masukin buku kedalam tas. Aku baru sadar ada surat tersebut."
"Yah ampun Ge, jangan - jangan kak Arga udah mikir kalau kamu ngasih lampu hijau semalam."
"Bener tu Ge apa yang dibilang Titik, apalagi kamu minta di ajari segala. Pasti kak Arga mikir gitu."
"Ah gak taulah, mau gimana lagi?!! Namanya juga gak tau. Serah dialah mau mikir gimana."
"Terus kamu mau nerima kak Arga Ge?!!"
"Menurut kalian gimana?!!" Gege malah balik tanya dan meminta pendapat teman - temannya.
"Memangnya apa isi suratnya...?!!"
Merekapun berebutan ingin membacanya. Dan akhirnya Umi yang mendapatkan surat dan dialah orang yang membacanya pertama kali.
Dear Gege...
Semoga hari - harimu menyenangkan...😊
Maaf karena tiba - tiba aku menulis surat ini buat kamu. Aku tidak bermaksud untuk mengganggu waktumu. Hanya saja, hati dan pikiran ini tidak tenang sebelum menyampaikannya padamu. Ge, begitu singkat rasanya waktu ini jika aku bertemu denganmu. Aku berharap bisa lebih lama lagi. Hanya saja, waktu yang kuhabiskan bersamamu tidak pernah cukup rasanya.
Ge, apa kamu ingat saat pertama kali kita bertemu? Tepat saat itu kamu tersenyum manis ke arahku. Sejak hari itu, senyuman manis dari wajahmu tidak pernah aku lupakan. Apalagi disaat kamu tertawa dan bercanda bersama teman - temanmu. Rasanya hari - hariku begitu indah ketika aku bisa melihat wajahmu dan mendengar tawamu.
Ge... Aku bukanlah orang yang romantis dan juga tidak pandai berbicara. Aku tidak berani berhadapan langsung denganmu. Karena, setiap kali aku ingin berhadapan langsung denganmu. Seakan lidahku keluh dan mulutku terkunci. Semua kata - kata yang sudah aku persiapkan hilang begitu saja. Ge...sungguh, hanya dirimu yang mampu mengalihkan duniaku.
Bolehkah aku mengenalmu lebih dekat Ge?!! Aku harap kamu mau membalas suratku, karena aku sangat sangat menunggu jawaban darimu.
From Arga, Pengagum Rahasiamu.
"Yah ampun Ge...!!! Sweet banget kak Arga. Aku baru kali ini mendengar surat cinta seperti ini."
"Aduh...Titik, kamu kencang banget sih ngomongnya?!! Dekat telinga aku lagi. Bisa budek telinga aku gara - gara kamu." Umi sangat kesal pada Titik yang berteriak dekat telinganya.
"Hehe... Maaf Umi, kan gak sengaja." Titik hanya tersenyum kekeh melihat Umi yang meniup tangannya dan mengarahkan ke arah telinganya.
"Dia minta jawaban kamu tuh Ge, masa gak kamu bales. Kasihan banget kak Arga."
"Terus aku harus jawab gimana Ris, ini kan pertama kalinya aku mendapatkan surat cinta."
__ADS_1
"Jawab aja semua yang kamu rasakan. Kamunya suka gak sama dia?!!" Titik ikut menimpali dan dia juga menyenggol baru Gege dan menggodanya.
"Aku...Aku gak tau. Apa rasa suka itu sama dengan rasa cinta?!! Aku gak ngerti apa itu cinta. Tapi jika ditanya sukaaa...Sepertinya aku sedikit menyukainya." Gege menjawab malu - malu.
"Hahaha..." Semua tertawa melihat ekpresi Gege yang wajahnya sudah merah menahan malu.
Teng... Teng...
"Udah, gak usah bahas lagi. Bentar lagi buk guru masuk. Mana bukunya?!!" Gege pun mengambil buku yang berisi surat cinta tersebut, dan memasukkannya kedalam tas.
Tidak lama kemudian, jam pelajaran pertamapun berakhir. Guru yang mengajar segera keluar dan murid - murid tetap berada didalam ruangan menunggu jam pelajaran berikutnya.
"Kak, mana balasan surat kemaren?!!" Pedra bertanya secara bisik - bisik ke Gege, agar tidak ada yang mendengar.
"Astaga...Pedraaaa...!!! Loe bisa gak sih kalau datang tu ngucapin salam dulu. Kaget gue tau...!!!" Gege sangat kesal, karena tiba - tiba saja ada suara yang berbisik padanya dari belakang.
"Sorry kak, takutnya nanti ada yang dengar." Pedra hanya tertawa cengengesan.
"Satu lagi, ngapain loe manggil - manggil gue kakak?!! Emang gue kakak loe?!!"
"Kan calon kakak ipar gue...!!!" Lagi - lagi Pedra cengengesan ke arah Gege.
"Siapa yang jadi calon kakak ipar loe?!! Emang gue mau nikah sama abang loe?!! Gue masih kecil, belum ada pikiran mau nikah."
"Kan bentar lagi mau jadian sama abang gue."
"Idiiih...Siapa yang mau jadian sama abang loe?!! Gak usah bikin gosip. Mending loe diem aja, suratnya belum gue balas. Nanti aja, biar gue mikir - mikir dulu."
"Yaaaelah...Semalam aja udah mesra - mesra gitu, masa masih malu - malu sih...!!!"
"Apa yang loe bilang?!! Gue gak ngerti." Gege merasa malu dan mengingat kejadian semalam.
"Bukannya semalam udah..."
"Stop. Semalam aku cuma latihan sama kak Arga, gak ada yang lain. Dan lagian suratnya belum gue baca."
"Masa sih, bukannya barusan kalian sudah membahas surat itu sebelum jam pelajaran dimulai...?"
"Pedra, mending loe diam aja. Tua hari lagi gue bales, bilang aja gitu ke abang loe."
"Beneran yah, tiga hari lagi gue minta loh...!!!" Pedra pun langsung beranjak dari tempat Gege dan berkumpul bersama teman - temannya.
"Pedra nanya balasan surat yah Ge?!!"
"Iya Ris, tu orang lebih kepo ternyata. Padahal biasanya anaknya pendiam. Ternyata dia orang yang sangat bawel."
"Mungkin aja kak Arga yang nyuruh. Karena udah gak sabar mau jadian sama kamu."
"Apaan sih Ris, aku juga belum tentu mau jadian sama dia."
Akhirnya jam pelajaran hari ini berakhir. Gege dan teman - temannya kembali kerumah masing - masing setelah jam pelajaran selesai.
Apakah Gege akan menerima cinta Arga atau justru akan menolak cintanya?!!
Nantikan kisah selanjutnya tentang Arga dan Gege.
__ADS_1