Waktu Berharga

Waktu Berharga
Rindu


__ADS_3

"Wah... Congratulation dokter muda...!!! Akhirnya sebentar lagi kamu jadi dokter, gue yakin loe bakal jadi dokter yang sangat hebat...?!!"


"Thanks Re, kamu adalah teman terbaikku. Saudariku dan sahabatku yang paling baik." Gege berpelukan bersama sahabatnya Rere yang selama ini berjuang dan selalu mensupport Gege dalam bentuk apapun.


"Ge, bagaimana hubungan kamu dengan mas Raka?!! Apa dia akan jadi pasangan wisudahmu?!!"


"Gak Re, hubungan kita sudah berakhir. Aku dan dia tidak memiliki hubungan apa - apa lagi. Kita benar - benar sudah berakhir."


"Aku sangat senang, karena akhirnya kamu menyadarinya sebelum kamu menyesal hidup bersama dia selamanya."


"Maafin aku yah Re, selama ini aku tidak pernah mendengarkan nasehat kamu. Sekarang aku baru menyadari keburukannya dan itu benar - benar membuat hatiku hancur."


"Aku yakin, kamu pasti akan mendapatkan pasangan yang jauh lebih baik dari pada dia. Yah, mana tau nanti kamu juga bakalan dapat seorang dokter."


"Apaan sih Re, kamu juga... Udah bisa move on belum dari abang - abang itu?!!"


"Hahaha...Aku mah gampang Ge, udah lama aku lupain dia."


"Yakin...?!! Kemaren aja masih mewek, bilang kalau kamu belum bisa lupain dia..."


"Syuuutzzz..." Rere langsung menutup mulut Gege. "Jangan sampe kedengaran yang lain. Aku kan jadi malu..."


"Hahaha... Iyakan, kamu belum bisa move on."


Gege da Rere menemui teman - teman yang lain, sedangkan orang tua dan keluarga Gege hanya melihat kebahagiaan Gege bersama teman - temannya.


"Ge, kenapa nak Raka tidak kelihatan?!!" Bunda bertanya kepada Gege, ketika dia sudah kembali kepada keluarganya.


Belum sempat Gege menjawab pertanyaan bundanya, tiba - tiba Raka datang menghampiri Gege dan keluarganya.


"Assalamualaikum bunda, abah..." Raka langsung mencium tangan kedua orang tua Gege. "Gimana kabar abah sama bunda?!! Wah... rame yah keluarga yang datang." Lalu Raka kembali menyalami semua keluarga Gege yang hadir disana.


"Kita baik nak, bunda kira nak Raka tidak hadir. Karena dari tadi bunda lihat gak ada. Nak Raka baru sampai?!! Apa lagi sibuk?!!"


"Gak bun, tadinya Raka mau ngajak papa dan mama. Tapi sepertinya Gege gak suka Raka datang, makanya papa dan mama gak jadi datang."


"Kenapa gitu Ge?!! Kenapa Raka gak boleh datang, bukannya kemaren kamu bilang orang tua nak Raka juga bakalan hadir."


"Bun, nanti aja yah kita bahas ini. Yang lain pasti udah lapar, ayo kita makan dulu."


"Iya bun, Raka akan traktir semuanya makan. Raka juga tau tempat makan yang paling enak disini."

__ADS_1


"Gak usah mas, bunda udah bawa makanan dari rumah. Kita akan makan dikontrakan aja, lagian abah sama bunda pasti juga udah lelah." Gege langsung mengajak orang tuanya untuk pergi.


"Ge, gak boleh gitu. Ngomong baik - baik, kamu kan anak perempuan gak boleh bicara seperti itu."


"Iya abah, maaf yah bah. Gege juga udah capek banget seharian ini bah."


"Yah sudah, Raka boleh ikut kan bun?!!" Raka berusaha untuk membujuk bunda.


"Mas, bukannya kamu sangat sibuk. Habis makan kita juga mau langsung balik ke kampung. Jadi gak usah repot - repot."


"Kalian sedang bertengkar yah?!!"


"Ayo bunda kita pergi sekarang, Gege beneran udah sangat lapar."


Akhirnya Gege dan keluarganya kembali ke kontrakan Gege, tentu saja Raka juga ikut bersama mereka. Tidak lupa Raka menawarkan Gege untuk naik ke mobilnya.


"Ge, mobil abah sama bunda pasti sempit. Kamu ikut mobil mas aja yah."


"Benar apa yang dibilang nak Raka Ge, kamu ikut mobil nak Raka saja."


"Tapi abah, Gege bisa nyempil aja dimobil abah dan yang lainnya." Namun abah tidak membolehkan Gege, sehingga Gege terpaksa satu mobil lagi dengan Raka.


"Apa kamu merasa terganggu Ge? Apa kamu sebenci itu sama mas?!! Mas hanya tidak ingin abah dan bunda sedih."


"Seharusnya kamu memikirkan ini jauh sebelum kamu menyakiti anaknya. Pokoknya, sesampai dikontrakan nanti, kamu harus pulang, aku tidak ingin membuat orang tuaku menjadi makin sedih."


"Baiklah jika itu maumu, Ge selamat yah." Raka memberikan bunga dan boneka kepada Gege dan juga sebuah kotak.


"Kenapa kamu ngasih aku kado sebanyak ini mas. Cukup ucapan selamat aja, aku gak butuh hadiah dari kamu." Gege mengembalikan semua hadiah Raka.


"Mas sudah lama mempersiapkan ini, lagian ini boneka kesukaan kamu kan?!! Bonekanya aku pesan langsung loh, bahkan ada tulisan nama kamu."


Gege melihat bagian perut boneka yang memang tertulis namanya dan ucapan selamat yang sangat manis.


Tidak bisa dipungkiri, Raka memang lelaki yang romantis dan sangat perhatian padanya selama ini. Jika Gege tidak mengetahui kebohongannya, mungkin sekarang Gege akan sangat bahagia menerima semua hadiah ini. Apalagi setiap ulang tahunnya, Raka akan mengajaknya dinner romantis serta memberikan hadiah yang manis.


"Kenapa mas, kenapa kamu melakukan semua ini pada aku?!! Aku salah apa sama kamu mas?!! Apa salah aku, sehingga kamu menyiksa aku seperti ini...?!!" Gege menangis mengingat semua yang telah terjadi.


"Maafin mas Ge, mas bukanlah laki - laki yang baik. Namun mas sangat mencintai dan menyayangi kamu. Dia adalah masalalu mas, sedangkan kamu adalah masa depan mas. Ge, ayo kita lupakan semuanya dan memulainya dari awal lagi."


Gege tersenyum kecut. "Kemarin saja kamu masih sempat menghina aku mas, kamu mengatakan aku mengkhianati kamu dan sudah tidak perawan lagi. Lalu sekarang apa?!! Apa kamu berpikir aku adalah wanita bodoh yang sangat mudah kamu mainkan?!!"

__ADS_1


"Gak Ge, mas gak pernah berpikir seperti itu. Mas gak bisa kehilangan kamu Ge, mas tau kalau sikap mas kemaren sangat keterlaluan."


"Kamu mau kan maafin mas Ge?!! Ayo kita mulai lagi dari awal Ge...Mas sangat mencintai kamu. Mas akan langsung menikahi kamu setelah ini."


"Gak mas, aku tidak ingin kembali lagi sama kamu. Hubungan kita sudah berakhir dan kita tidak bisa bersama lagi."


Akhirnya mereka sampai dikontrakan dan Gege langsung masuk kedalam. Sedangkan Raka langsung pergi.


"Nak Raka gak ikutan masuk Ge?!!"


"Gak bun, katanya ada kerjaan yang harus mas Raka selesaikan."


Setelah lulus kuliah, Gege langsung dapat tawaran kerja dirumah sakit kota B. Dia harus jauh dari keluarganya, demi masa depannya.


"Ge kapan kamu pulang?!! Abah ingin bertemu dengan kamu."


"Maaf abah, Gege gak bisa bilang kapan Gege bisa pulang. Karena disini banyak banget pekerjaan yang harus Gege kerjakan. Nanti kalau Gege bisa ngambil cuti, Gege pulang yah bah."


Abah hanya diam, beliau tidak bisa memaksa anak gadisnya tersebut untuk pulang kekampung. Apalagi sebagai seorang dokter Gege harus berada dirumah sakit sepanjang waktu. Apalagi jika banyak pasien, Gege bahkan sering terlambat untuk mengisi perutnya. Sehingga dia sering mengeluh kesakitan bagian perutnya dan Gege dari kecil sudah mengalami gejala magh, ditambah sekarang sering telat makan.


"Abah kenapa bun, kenapa sekarang abah sering menyuruh Gege untuk pulang?!! Abah baik - baik sajakan bun?!!"


"Mungkin abah kamu memang sangat merindukan kamu Ge. Jika kamu bisa mengambil cuti, pulanglah meski hanya sebentar."


"Iya bun, besok kita sambung lagi yah bun. Gege sudah selesai makan, jadi Gege mau lanjut kerja lagi."


"Baiklah, kamu jaga kesehatan yah...Jangan lupa makan, meskipun kamu sangat sibuk."


"Iya bun, bunda sama abah juga sehat - sehat yah dikampung. Keluarga juga, abah mana bun?!! Bilang abah, Gege mau lanjut kerja dulu. Assalamualaikum bunda..."


"Iya nak, wa'alaikumsalam."


"Katanya Gege mau lanjut kerja bah, abah yang sabar yah... Anak kita kan baru beberapa bulan kerja disana. Jadi wajar kalau dia belum bisa ambil cuti bah."


Lagi - lagi abah hanya diam, beliau tidak mengatakan apapun. Beliau hanya menghirup rokok dan menyeruput kopi buatan bunda. Mungkin saja abah merindukan kopi buatan Gege dan ingin melihat anak gadis kesayangannya tersebut. Meski Gege setiap hari menelphone abah, abah selalu menanyakan kapan Gege akan pulang.


"Abah kenapa yah?!! Kenapa akhir - akhir ini abah selalu bertanya kapan aku pulang? Apa abah lagi sakit?!! Bunda bilang, beliau sehat - sehat saja." Gege bergumam dalam pikirannya, tidak seperti biasa. Abah akan selalu ceria setiap kali telphonan sama Gege. Kali ini abah selalu bertanya kapan dia akan pulang. Membuat hati Gege jadi gelisah.


Ada apakah dengan abah?!! Apakah abah benar - benar sangat merindukan Gege atau ada hal lainnya?!!


Jangan lupa tunggu updatetan cerita Gege selanjutnya. Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2