
Hari ini rumah sangat sepi, Ayah dan Bunda tidak ada dirumah. Sedangkan Sang kakak masih disekolah. Gege masuk rumah dan berganti seragam sekolah dengan pakaian rumahan. Namun tiba - tiba ada seorang laki - laki masuk ke dalam kamar Gege.
"Kenapa abang bisa masuk?!! Apa yang mau abang lakukan?!!" Gege terus mundur ketika laki - laki tersebut terus maju ke arah Gege.
Kawasan rumah Gege memang terbilang sepi. Tetangga sebelah rumah juga tidak ada, disekitar juga tidak ada orang. Apalagi rumah Gege juga tidak dikunci, karena biasanya tidak pernah terjadi hal seperti ini.
Laki - laki tersebut makin dekat dengan Gege, sehingga membuat Gege ketakutan.
"Kamu mau apa bang? kenapa kamu masuk kamar aku?!!" Gege semakin takut.
"Diam. Atau kamu akan tau akibatnya... " Laki - laki tersebut mengancam Gege yang membuat Gege sangat ketakutan.
Ketika dia berada tepat didepan Gege, dia meraih tangan Gege dan memeluknya.
"Kamu mau apa bang?!!" Gege masih bingung dengan situasi yang terjadi. Dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi.
Laki - laki tersebut makin liar dan terus bermain - main. Sehingga Gege terkejut dengan apa yang dilakukannya.
"Bang jangan lakukan ini, Gege mohon bang...!!!" Gege Menangis pilu ketika laki - laki tersebut menyentuh tubuh mungilnya.
"Ikuti saja apa yang saya lakukan, kamu diam dan nikmati saja. Saya yakin kamu pasti akan suka." Laki - laki tersebut tersenyum puas ketika dia berhasil bermain - main dengan tubuh mungil Gege.
"Bang... jangan... " Gege mulai meneteskan air matanya, namun dia takut untuk berteriak.
Tanpa mempedulikan tangisan Gege, laki - laki tersebut terus menyentuh tubuh Gege hingga dia puas.
"Hiks... Hiks... Hiks... "
"Ingat yah, kamu tidak boleh memberi tahu semua ini pada orang lain. Apalagi keluargamu, kalau kamu berani ngasih tau orang lain. Maka saya akan melakukan hal yang lebih dari ini. Kamu mengerti..."
Gege hanya bisa mengangguk ketakutan, dia tidak ingin merasakan hal buruk ini lagi.
"Bagus... itu baru namanya anak pintar."
Gege tetap menangis ketakutan didalam kamarnya setelah laki - laki tersebut sudah pergi. Rasa lapar yang ditahan dari tadi seketika hilang begitu saja. Gege merasa sangat ketakutan. Dia berharap ada seseorang yang datang, agar dia tidak sendirian lagi.
Beberapa jam berlalu, Gege buru - buru berdiri dan menghapus air mata nya. Ketika dia mendengar salam dari sang kakak yang baru saja pulang sekolah.
"Assalamualaikum... "
"Wa'alaikumsalam... Kakak udah pulang?!!" Gege berusaha untuk tetap ceria dan tersenyum manis pada sang kakak.
"Iya... kamu udah makan Ge?!!"
"Belum kak, aku mau nungguin kakak pulang."
"Owh yah udah, mau kakak buatin nasi goreng gak?!!"
"Mau kak..." Seakan - akan hal buruk tidak pernah terjadi, Gege kembali senang mendengar kakaknya yang mau membuatkan nya nasi goreng.
__ADS_1
Sebenarnya Gege ingin mengatakan hal buruk yang baru saja dia alami. Namun dia takut, jika orang jahat tersebut kembali menyakitinya. Di usianya yang masih kecil, dia tidak memahami apa yang terjadi pada dirinya. Yang dia tau, jiak dirinya memberi tahu kakak atau keluarganya. Maka dirinya akan disakiti lagi.
"Ge, Nasi gorengnya gak enak?!!"
"Enak kak, terima kasih..." Gege tersenyum manis pada Gigi.
"Kalau enak, kok gak dimakan?!!" Gigi merasa heran melihat kelakuan adikny. Karena dia melihat Gege yang biasanya ceria tiba - tiba saja suka melamun dan tampak tidak bersemangat seperti biasanya.
"Ii... Iya kak..."
"Kamu baik - baik aja kan?!! Kamu sakit?!!" Sang kakak mulai cemas melihat sikap Gege.
"Gak kak, hanya sedikit pusing saja. Gege boleh tidur sebentar gak kak?!!"
"Yah udah sana, kasih minyak kepalanya biar sakitnya hilang."
"Baik kak... "
Bukannya tidur, Gege malah menangis dalam diam. Dia ingat kembali kejadian yang baru saja di alaminya. Dia takut jika orang tersebut datang lagi dan menyakiti dirinya.
"Ge ayo bangun...!!! kepala mu masih sakit gak?!!"
Mendengar suara kakaknya Gege pura - pura seperti orang baru bangun tidur.
"Udah gak sakit lagi kak."
"Kakak mau nyuci ke sungai, kamu kakak tinggal dirumah gak apa - apa kan?!!"
"Gak kak, Ge mau ikut. Gege udah gak apa - apa lagi kok kak." Gege cepat - cepat menjawab kakaknya. Karena dia tidak mau sendirian lagi dirumah.
"Kamu yakin udah gak apa - apa?!! Nanti nyampe sungai kepala mu sakit lagi."
"Gak kak, ayok kita ke sungai...Nanti keburu senja."
"Yah udah, kamu ambil ganti baju. Kakak mau ngambil cucian dulu."
"Iya kak... "
Akhirnya mereka pun jalan bersama menuju sungai. Gigi membawa cucian sebaskom, sedangkan Gege membawa baju ganti dan jerigen tempat air.
Menjelang malam, semua keluarga sudah berkumpul diruang tamu seperti biasa. Malam ini Gege hanya bisa menatap nanar ke orang tua dan keluarganya. Dalam hati Gege sangat ingin mengatakan semua yang dia alami siang tadi. Karena Gege termasuk anak yang selalu terbuka dengan keluarganya. Dia tidak pernah menutupi apapun terhadap keluarga apalagi sang ayah.
"Abah, Gege takut...!!! Bunda... Gege gak mau sendirian lagi dirumah. Kakak Gege harus gimana, kalau orang itu datang lagi..?!!" Ingin rasanya Gege langsung berucap demikian. Namun bibirnya keluh untuk mengatakan secara langsung pada keluarganya.
Gege hanya bisa menyimpan hal buruk ini sendirian, tanpa berani mengatakannya kepada siapapun.
Hingga Esok haripun tiba...
Sepulang sekolah Gege tidak langsung pulang kerumahnya. Karena dia tau, jika dirumah tidak ada siapapun. Jadi dia langung mengajak salah satu temannya kerumah dan menemani dia untuk berganti pakaian.
__ADS_1
"Aisyah, temani aku kerumah yah. Aku takut sendirian dirumah. Nanti setelah ganti baju aku main dirumah mu. Bolehkan?!!"
"Iya boleh, tapi kerumah aku dulu yah. Aku mau bilang mama dulu."
"Iya ayo kita kerumah mu."
Merekapun berjalan sambil bergurau menuju rumah Aisyah.
"Ma, Aisyah mau nemenim Gege kerumah ganti baju dulu yah ma."
"Iya... nanti nyeberang jalan hati - hati yah...!!!"
"Iyah ma, Assalamualaikum...!!!"
"Wa'alaikumsalam, Ge hati - hati nyeberang...!!!"
"Iya tante... kita pamit dulu."
"Iya..."
Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah Gege.
"Jadi kalau kamu pulang sekolah memang gak ada orang dirumah mu Ge?!!"
"Iya sepi...Kakakku juga nanti sorean balik dari sekolah."
"Terus kamu ngapain dirumah sebelum kakakmu pulang?!!"
"Aku main diluar sama teman - teman yang lain."
"Owh gitu, pantas saja kamu bisa puas - puas main diluar rumah. Kalau ada abah dirumah mana boleh kamu main diluar."
"Yah bolehlah, abah gak pernah larang main diluar asal selalu ingat waktu."
"Tapi kamu main kan gak pernah ingat waktu...Hahahaha..."
"Hehehe... Iya juga sih, tapi abah memang gak pernah marah. Kecuali kalo kita buat salah."
"Senangnya, kamu dikasih izin orang tua mu."
"Memangnya kamu dilarang keluar rumah sama orang tua mu?!! Tapi tadi kok enteng - enteng aja pas izin ke rumah ku?!!"
"Itukan karena nemenin kamu ganti baju aja, apalagi kita main dirumah aku."
"Owh gitu, tapi nanti mama mu marah gak aku main kerumah...?!!"
"Yah gak lah Ge, yang mama marah itu kalau aku main diluar rumah. Kalau dalam rumah c gak masalah."
"Baguslah kalau memang seperti itu. Ya udah, Yuk kita pergi. Aku udah selesai nih... "
__ADS_1
"Ok... Siaaap...!!!"
Seperti itulah hari - hari yang dilalui Gege semenjak hal buruk itu terjadi.